Selasa, 20 November 2018

Ridho atas taqdir

Ridlo atas taqdir

Abdurrahman bin Auf adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang paling kaya.
Tapi karena dia tahu Nabi Muhammad pernah bersabda:
ﻳَﺪْﺧُﻞُ ﻓُﻘَﺮَﺍﺀُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻏْﻨِﻴَﺎﺋِﻬِﻢْ ﺑِﻨِﺼْﻒِ ﻳَﻮْﻡٍ، ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻤْﺲُ ﻣِﺎﺋَﺔِ ﻋَﺎﻡٍ
“Muslim yang miskin akan masuk surga lebih dulu dari muslim yang kaya dengan selisih setengah hari, yang setara dengan 500 tahun.” (Ahmad, Turmudzi).

Dia pun sadar bahwa kekayaan dapat menghambatnya untuk masuk surga. Jangan bayangkan betapa panjang 500 tahun itu, menanti giliran masuk surga.

Untuk mengurangi resiko hisab yang panjang, beliau berusaha sebanyak mungkin untuk bersedekah dan zakat. Saking takutnya menjadi orang kaya. Terbalik dengan kita hari ini yang takut jadi orang miskin.

Tahun 9 hijriyah Rasul mengajak para sahabatnya mengorbankan sebagian hartanya untuk persiapan perang Tabuk. Tidak ketinggalan, Abdurrahman bin Auf menyedekahkan 2000 uqiyah, 1 uqiyah tidak kurang dari 29 gram emas.

Setelah cukup perbekalan, mereka pun berangkat. Dengan sedikit berat hati, sebagian sahabat meninggalkan Madinah, demi menggapai ridha Allah. Saat itu di kota Nabi sudah mendekati panen kurma yang seharusnya tidak ditinggal.
Berhari-hari masa perjalanan mereka pergi dan kembali dari Tabuk. Ternyata, kurma di Madinah yang ditinggalkan itu telah membusuk. Sudah pasti, harganya pun jatuh.
Abdurrahman bin Auf radiallahu anhu melihat ini adalah kesempatan emas. Dia pun menjual asetnya, kemudian memborong semua kurma busuk milik para sahabat petani dengan harga kurma terbaik.
Para sahabat pun bersyukur, kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf.
Mereka bergembira, begitu pula Abdurahman.
Sahabat lain senang sebab semua dagangannya laku. Abdurrahman bin Auf pun bahagia, karena akhirnya dia bisa jatuh miskin.
Abdurrahman merasa sangat lega, dengan begini dia akan masuk surga lebih cepat, karena kemiskinannya.
Tiba-tiba, datang orang yang diutus Raja Yaman mencari kurma busuk. Memang saat itu Madinah dikenal sebagai kota penghasil buah ini.
Rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit yang hanya dapat disembuhkan melalui media kurma busuk. Utusan Raja tersebut akhirnya memborong semua kurma Abdurrahman bin Auf, 10x lipat di atas harga normal.

Ternyata memang Allah takdirkan dia menjadi orang kaya sampai akhir hayat .

… ﻭﻣﻦ ﻳﺘﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻪ ﻣﺨﺮﺟﺎ () ﻭﻳﺮﺯﻗﻪ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﻻ ﻳﺤﺘﺴﺐ ﻭﻣﻦ ﻳﺘﻮﻛﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﺣﺴﺒﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻟﻎ ﺃﻣﺮﻩ ﻗﺪ ﺟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻜﻞ ﺷﻲﺀ ﻗﺪﺭﺍ ()

… Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap permasalahan orang yang bertakwa, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Siapa saja yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya, karena Dia menentukan takdir segalanya. (at-Thalaq: 2-3)

*****
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah, seorang muslim haruslah tetap berikhtiar dalam segala hal. Bahkan untuk menjadi miskin pun harus berjuang, bukan bermalas-malasan. Karena usaha adalah rumus dari tawakkal.
Jangan lupa ikhtiar yang dipinta Islam adalah usaha dengan cara yang Allah ridha, karena itu syarat orang bertakwa.
Dari sini kita belajar, bahwa Allah lah Yang Maha Memberi. Terserah kehendak-Nya memakai wasilah apa untuk menjadikan kita kaya raya. Mau pakai daun kering, penyakit, kegagalan, bahkan kematian sekalipun. Itu hak Allah.
Sama halnya dengan Mukjizat, keajaiban-keajaiban Mukjizat adalah persoalan momentum yang tepat, di waktu yang tepat dan hanya untuk orang yang tepat. Tongkat Nabi Musa belum tentu bisa digunakan untuk membelah lautan jika dipakai oleh kita sekarang. Karena pada saat Nabi Musa diperintahkan untuk memukul tongkat ke air laut, pada saat yang sama Allah juga memerintahkan laut tersebut untuk terbelah.
Terakhir, serahkan segalanya kepada Allah. Dia Maha Berhak menentukan keberhasilan atau kegagalan kita. Yang penting sudah berusaha, pahalanya sudah Allah tetapkan selama kita ikhlas terhadap ketentuannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:

ﺍﺭﺽَ ﺑﻤﺎ ﻗﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻚ ﺗﻜﻦ ﺃﻏﻨﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ
Ridhalah terhadap ketetapan Allah, niscaya engkau akan menjadi orang terkaya. (Turmudzi)

ًWallahu ‘alam bi showab.

Pencari kayu ingin kaya

Pencari kayu ingin kaya

Dikisahkan seorang saudagar kaya
raya menulis sebuah wasiat “Barang
siapa yang dapat menjaganya di
dalam kubur setelah beliau mati
nanti akan diwariskan padanya
separuh dari harta warisannya.” Lalu
ditanya pada anak-anaknya apakah
mereka sanggup menjaganya di
dalam kubur?
Lantas anak-anaknya menjawab,
“Mana mungkin kami sanggup
menemani ayah yang sudah wafat.”
Selang keesokan harinya
dikumpulkan semua saudara
kandungnya dan beliau berkata
“Wahai adik-adikku sekalian adakah
dari kalian yang sanggup menjagaku
setelah aku mati nanti di dalam
kubur selama 40 hari, yang di
dalamnya akan kuhias indah seperti
kamar yang mewah. Dan aku juga
akan memberi setengah daripada
hartaku pada siapa di antara kalian
yang sanggup bersamaku.”
Adik-adiknya pun menjawab “wahai
kakakku, apakah engkau sudah gila?
Mana mungkin manusia sanggup
bersama mayat selama itu di atas
bumi, apalagi di dalam tanah.”
Lalu dengan sedih saudagar kaya
raya itu membawa diri ke kamarnya.
Beliau masih keras dengan hajatnya
yang ingin minta ditemani di dalam
kubur nanti apabila beliau sudah
mati. Maka diumumkanlah berita ini
pada masyarakat luas mengenai
wasiat ini.
Akhirnya sampailah hari di mana
sang saudagar tersebut kembali ke
rahmatullah. Kuburnya digali dan
dihias indah seperti kamar mewah di
dalam tanah.
Pada waktu yang sama seorang
tukang kayu yang sangat miskin,
yang dalam hidupnya hanya
mempunyai harta sebuah kapak
untuk ia gunakan bekerja sehari-
hari. Ia telah mendengar akan wasiat
tersebut kemudian
diberitahukannya kepada isterinya
apakah dia perlu mengambil
kesempatan ini untuk menjadi kaya.
Isterinya berkata “Wahai suamiku
apalah arti menjaga mayat tersebut
selama 40 hari dibandingkan kerja
kerasmu di dalam hutan bertemu
binatang buas ketika menebang
kayu. Lagi pula makanan pun sudah
disediakan.
Tukang kayu tersebut dengan
tergesa-gesa menuju ke rumah
saudagar untuk menyampaikan
niatnya. Keesokan harinya
dikebumikanlah jenazah saudagar
kaya, walaupun mendapat tentangan
dari orang-orang yang tahu akan
agama. Si tukang kayu pun ikut turun
ke dalam liang lahat bersama
dengan kapaknya.
Setelah tujuh langkah para hadirin
meninggalkan tanah perkuburan
maka datanglah Mungkar dan Nakir
di dalam kubur mendekati mayit
tersebut.
Si tukang kayu yang sedikit tahu
masalah agama menyadari akan
siapa yang mendekat, dengan
perasaan takut yang sangat ia
menjauhkan diri dari mayat sang
saudagar kaya. Dalam pikirannya
sang saudagar akan ditanyai oleh
dua makhluk Allah tersebut sesuai
dengan tugasnya menanyai setiap
perkara tentang si mayit.
Akan tetapi malah sebaliknya,
Mungkar dan Nakir malah
mendatangi si tukang kayu, dan
menanyai dengan suaranya yang
menggelegar seperti petir. Maka
bergetarlah tubuh si tukang kayu
dengan bersengatan rasa takut.
“Apa yang kau perbuat di sini?”
“Aku menjaga mayat tersebut
selama 40 hari untuk nanti
mendapatkan setengah dari harta
warisannya,” si tukang kayu
menjawab dengan sangat takutnya
hingga tubuhnya bergetar.
“Ápa harta yang kau miliki
sekarang?”
“Aku cuma punya sebatang kapak ini
saja wahai makhluk ciptaan Allah
untukku bekerja mencari rezeki
sehari-hari.”
“Darimana kau dapat kapak ini?”
“”Aku membelinya”
“Dari harta apa kau belikan kapak
ini?”
“Dari uang yang halal hasil kerjaku
sendiri”
Lalu hilanglah Mungkar dan Nakir di
hari pertama dalam kubur tersebut.
Di hari kedua dua makhluk Allah ini
kembali datang dan lagi menanyai si
Tukang kayu.
“Apa yang kau perbuat dengan kapak
ini?”
“Aku menebang pohon untuk
dijadikan kayu bakar untuk dijual”
Hari ketiga ditanya lagi masalah
kapak tersebut.
“Pohon siapa yang kau tebang
dengan kapak ini?”
“Pohon di hutan tak ada yang
memiliki.”
“Apakah kau yakin?”
Lalu hilang lagi Mungkar dan Nakir
dan datang lagi di hari ke empat.
“Apakah kayu bakar yang kau potong
dan kau jual itu sama ukuran dan
beratnya?”
“Aku potong sembarang dan kecil-
kecil, mana tahu ukuran besar dan
beratnya”
Lalu hilang lagi keduanya, dan
datang lagi di esok harinya. Terus
menerus selama 39 hari dan
pertanyaannya pun tetap berkenaan
dengan sebilah kapak harta yang ia
punya.
Di hari yang ke 40, datanglah
Mungkar dan Nakir sekali lagi
bertemu dengan si tukang kayu. Dan
keduanya berkata.
“Hari ini hari terakhir aku akan
bertanya masalah kapak ini. Namun
belum sempat Mungkar dan Nakir
menanyai, si tukang kapak buru-buru
kabur melarikan diri ke atas
membuka pintu kubur. Lalu di atas
sudah banyak orang-orang yang
telah menantinya.
Si tukang kayu tersebut dengan
tergesa-gesa keluar dan
meninggalkan orang-orang yang
telah menantinya, sambil berkata
“Aku tak ingin semua harta wasiat itu
dan ambillah kapakku ini aku tak
menginginkannya lagi,” sambil
berlari, maka bingunglah orang
banyak melihat muka pucat si tukang
kayu.
Sesampai di rumahnya lalu si isteri
berkata “Wahai suamiku, mana
setengah harta warisan yang telah
dijanjikan sang saudagar itu?”
Maka menjawablah si tukang kayu
“Aku tak mengambilnya wahai
isteriku. Kamu tahu bukan harta yang
kumiliki seumur hidupku hanya
sebilah kapak. Tahukah dalam kubur?
Selama 40 hari yang ditanyai oleh
Mungkar dan Nakir hanya perkara
kapak itu. Bagaimana seandainya
harta kita begitu banyak? Bagaimana
caraku menjawabnya satu persatu….”
*** Nabi Sulaiman a.s. adalah Nabi
yang paling kaya di antara seluruh
Nabi dan Rasul. Dikatakan beliau
adalah Nabi yang paling akhir masuk
surga karena lamanya waktu yang
digunakan untuk menghisab beliau,
padahal seluruh harta beliau adalah
pasti dari yang halal dan digunakan
untuk yang halal. Maka cobalah kita
hitung berapa banyak harta benda
yang kita punya di rumah, dan apa
yang kita gunakan pada harta
tersebut? Masya Allah…
membayangkannya pun sudah
sangat takutnya, semoga cerita ini
menjadi i’tibar bagi kita semua. Amin
Allahumma amin.

Senin, 19 November 2018

Ziarah makam Rosulullah SAW

Ziarah makam Rosulullah SAW

Pada waktu Syekh Abdul Qodir
berziarah ke pusara Rosululloh
SAW. di Madinah Munawwaroh,
setibanya di Madinah langsung
beliau masuk ke ruang pusara
Rosululloh SAW. yaitu "ruang yang
mulia"(hujroh syarifah).
Selama empat puluh hari beliau
berdiri di hadapan pusara
Rosululloh SAW. Kedua tangannya
diletakkan pada dadanya sambil
bermunajat mengharap rahmat-
Nya, menumpahkan isi hati
nuraninya dengan makna bait
dibawah ini :
ﺫﻧﻮﺑﻲ ﻛﻤﻮﺝ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺍﻛﺜﺮ
***
ﻛﻤﺜﻞ ﺟﺒﺎﻝ ﺍﻟﺸﻢ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺍﻛﺒﺮ
ﻭﻟﻜﻨﻬﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﺍﺫﺍ ﻋﻔﺎ
***
ﺟﻨﺎﺡ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻌﻮﺽ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺍﺻﻐﺮ
dzunubi kamaujil bahri bal hiya
aktsaru
kamitslil jibalis Syummi bal hiya
akbaru
walakinnaha 'indal karimi idza
'afaa
janahum minal bu'uudhi bal hiya
ashghoru
Besar dosaku seperti gulungan
ombak dilaut bahkan lebih banyak
tinggi setinggi puncak gunung
syam
bahkan lebih tinggi lagi
namun bila daku Kau ampuni
ringan dosaku seringan sayap
nyamuk
kecil bahkan sekecil amat sangat
Lalu beliau meneruskan munajat
pengharapannya dengan bait
dibawah ini
ﻓﻲ ﺣﺎﻟﺔ ﺍﻟﺒﻌﺪ ﺭﻭ ﺣﻲ ﻛﻨﺖ ﺍﺭﺳﻠﻬﺎ
***
ﺗﻘﺒﻞ ﺍﻻﺭﺽ ﻋﻨﻲ ﻭ ﻫﻲ ﻧﺎﺋﺒﺘﻲ
ﻭﻫﺬﻩ ﻧﻮﺑﺔ ﺍﻻﺷﺒﺎﺡ ﻗﺪﺣﻀﺮﺕ
***
ﻓﺎﻣﺪﺩ ﻳﻤﻴﻨﻚ ﻛﻲ ﺗﺤﻈﻰ ﺑﻪ ﺷﻔﺘﻲ
fii halatil bu'di ruuhii kuntu
ursiluhaa
tuqobbilul ardho 'anni wahya
naibaatii
wahadzihi naubatul asybaahi qod
hadhorot famdud yamiinaka kai
tuhzho bihaa syafatii
kala jauh dari kekasih
kuutus roh pengganti diri
ulurkan tanganmu kini kasih
kan kukecup sepuas hati
untuk terima syafaat kekasih
Selesai beliau meluapkan isi hati
nuraninya, tangan Rosululloh SAW.
yang mulia terulur keluar lalu
dipegang, diciumnya sepuas hati,
dan diletakkan pada ubun-ubun
kepala Syekh.
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﺸﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺣﻤﺔ ﻭﺭﺿﻮﺍﻧﺎ ***
ﻭﺀﻣﺪﻧﺎ ﺑﺎﺳﺮﺭﻩ ﻓﻰ ﻛﻞ ﻭﻗﺖ ﻭﻣﻜﺎﻥ
Allohummansyur 'alaihi rohmatau
waridhwana waamiddana bi
asrorihi fii kulli waqtiu
wamakaan.

Minggu, 18 November 2018

3 perkara yg di cintai


3 Perkara yang Disukai oleh Allah dan RasulNya serta Khulafaur Rasyidin

Pada suatu hari Rasulullah SAW duduk bersama sahabat-sahabatnya.

Kemudian bertanya kepada mereka bermula di tanyakan kepada Sayyidina Abu Bakar AS:

"Apa yang kamu suka dari dunia ini?"
Dan berkatalah Sayyidina Abu Bakar ra..
"Aku suka dari dunia ini 3 perkara :
1.Duduk” bersama Rasulullah
2.bersolawat Melihat wajah Mu ya Rasullah
3.Aku korbankan harta ku untuk Mu ya Rasulullah "

Lalu Rasululluh SAW bertanya dengan Sayyidina Umar ra.

"Bagaimana pula dengan mu ya Umar?"

Jawab Sayyidina Umar..

"Ada 3 perkara juga yg aku suka:
1.Membuat kebaikan wlaupun dlm keadaan manusia tdk mengetahuinya.
2.Mencegah kemungkaran wlaupun dlm keadaan terang2an
3.Berkata yg benar wlaupun pahit"

"Dan bgaimana pula dengan wahai Utsman?"

Berkata Sayyidina Utsman :

"Ada 3 perkara yg aku suka:
1.Memberi makan
2.Memberi salam
3.Bersolat malam di waktu manusia tidur"

"Bagaimana pula dgn kamu wahai Ali?"

"Aku juga cintakan 3 perkara:
1.Memuliakan tetamu
2.Berpuasa di musim panas
3.Dan memukul musuh dgn pedang"

Kemudian bertanya Rasulullah pada Abu dzar.
"Apa yg kamu suka di dunia ini?"

Berkata ssyyidina Abu Dzar :
"Aku suka 3 perkara di dunia ini:
1.Lapar
2.Sakit
3.Mati"

Kemudian Rasulullah bertanya, "Kenapa wahai Abu Dzar?"
Berkata Sy Abu Dzar, "Aku sukakan lapar kerana utk membersihkn hati. Aku sukakan sakit krn untuk mengurangkan dosa” ku. Aku sukakan maut karena utk bertemu Tuhanku".

Kemudian bersabdalah Rasulullah SAW :

"Aku cintakan dr dunia ini 3 perkara:
1.Wangi2an
2.Wanita yg solehah
3.Sholat menjadi penyejuk hati ku"

Kemudian di waktu itu turunlah malaikat Jibril as memberi salam pd Rasulullah SAW dan para sahabat. Kemudian malaikat Jibril mengatakn "Aku sukakan di dunia kamu ini 3 perkara:
1.Menyampaikn risalah
2.Menunaikan amanah
3.Cinta terhadap org miskn"

Kemudian malaikat Jibril naik ke langit dan turun sekali lagi ke bumi & berkata :

"Sesungguhnya Allah SWT mengucapkan salam kepada kamu semua dan Allah SWT berkata; Sesungguhnya Allah suka pada dunia kamu ini 3 perkara :

1.Lidah yg sentiasa berzikir
2.Hati yg sentiasa khusyuk
3.Jasad yg sabar menanggung ujian. 

Pandanglah kami Ya Rosulallah SAW


PANDANGLAH KAMI YA ROSULULLAH

ALLAH SWT memerintahkan Malaikat Jibril as agar pergi ke surga yang disebut Jannat al-Buraq, Surga tempat para Buraq dan membawa satu Buraq untuk membawa Nabi (saw) dalam perjalanan Isra Mi’raj. Surga itu dipenuhi Buraq dan dia harus memilih satu Buraq. Ketika dia sedang mencari Buraq ini. Malaikat Jibril as bingung mana yang harus dipilih, karena mereka semua terlihat sama, dan mereka semua sedang bersalawat atas Nabi saw.

Sebagaimana Allah memerintahkan dalam ayat suci Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
InnaAllaha wa malaikatahu yusalluna ala nabi ya ayyuhal ladzina amanu sollu alaihi wasalimu taslima
"Allah dan malaikat-Nya bersalawat atas Nabi, Wahai orang beriman bersalawatlah kalian atas Nabi dengan sebaik-baiknya salawat".

Malaikat Jibril (as) melihat seluruh Buraq, dan ia melihat satu Buraq duduk menyendiri menjauh dari yang lain.
Buraq itu menangis, dan menangis, dari tangisannya terbentuk sungai mutiara yang indah yang mengalir deras dari matanya yang merupakan tangisan cinta dan kerinduan.

Jibril as pergi mendekati Buraq itu dan berkata, “Semua Buraq lain bersalawat memuji Nabi saw dengan gembira, tetapi mengapa kau disini sendirian menangis, apa yang membuat kau menangis? Buraq itu berkata, “Ketika Allah menciptakan Buraq dan memberi tahu kami bahwa salah satu dari kami akan membawa Nabi Muhammad saw, maka semenjak hari itu aku menangis tak pernah berhenti. Aku berkata, “Ya Allah hatiku terbakar karena cintaku kepada Nabi saw, dan aku memohon kepada-Mu untuk menjadi Buraq yang membawa Nabi Muhammad saw ke surga-Mu.

Maka sejak hari itu aku menangis terus menerus dengan rasa cinta dan kerinduan yang amat sangat kepada Nabi Muhammad saw. Jibril as mengatakan kalau begitu kaulah yang aku pilih untuk membawa Nabi saw.

Dan Syaikh Muhyidin ibn Arabi mengatakan pada saat itu pula air mata Buraq itu berhenti menangis karena rasa bahagia bahwa ia akan membawa Sayyidina Muhammad saw. Inilah buah yang manis dari tangisan karena cinta dan kerinduan kepada Nabi saw.

*****

Buatlah Matamu Menangis Karena Cinta
Wahai Muslim!
Buka mata kalian!
Apakah kalian ingin melihat Nabi Muhammad (saw)?
Jika kalian ingin melihat Nabi saw maka buatlah mata kalian menangis karena kerinduan kepada Nabi (saw) dan itu sudah cukup bagi Allah untuk menunjukkan kepada kalian untuk dapat melihat Nabi Muhammad (saw).
Dimalam hari ketika setiap orang telah tertidur, duduklah di sudut ruangan yang gelap, dalam kegelapan tanpa cahaya, kemudian bersalawat bagi Nabi Muhammad (saw) dan katakan,

يا سيدى يا رسول الله
اني احبك يارسول الله ادركنى
السلام عليك يارسول الله صلى الله عليه وسلم
نظرا يا رسول الله
ادركنا يارسول الله
انظر علينا يا رسول الله

“Ya Sayyidii Ya Rasuluullah
inni uhibuk Ya Rasulullah adrikni.
Assallamu alayka Ya Rasulullah sallaAllahu `alayhi wasallam.
“Nadzran Ya Rasulullah
adrikna Ya Rasulullah
undzur alayna Ya Rasulullah”.

Pandanglah kami Yaa Rasulullah
peganglah tangan kami,
nazhran minka ya Rasulullah
tutahhiru bihaa qulubaana,
adrikna Ya Rasulullah
Ya Sayyid al-Bashar Ya HabibAllah”.

Dengan Doa ini Anda akan merasakan kehadirannya, kalian akan merasakan sesuatu. Dan kemudian menangislah dan menangislah terus menerus sepanjang malam sampai sungai air mata keluar dari mata kalian.

Ketika kalian bisa menangis karena cinta, maka itulah tanda bahwa Sayyidina Muhammad (saw) sedang melihatmu. Begitu air mata kalian keluar, maka itu berarti Nabi saw sedang melihat kalian. Sebagaimana Nabi saw berkata, “Aku melihat ummatku apa yang mereka lakukan, aku mengamati mereka”.

محبة الرسول

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذى خلَق كلَّ شيء فاحسن خلقهُ وترتيبه
وادّب نبيه محمدا صلى الله عليه وسلم فاحسن تأديبه
وزكى اوصافه واخلاقه ثم اتخذه صفيّهُ وحبيبه
ووفق للاقتداء به من اراد تهذيبه
اشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له
شهادة تنجى قائلَها من عذاب يوم القيامة
واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله نبي الرحمة وشفيع الامة وكاشف الغمة
اللهم صل على سيدنامحمد في الأولين وصل على سيدنامحمد في الآخرين وصل على سيدنامحمد في النبيين وصل على سيدنا محمد في المرسلين وصل على سيدنامحمد في الملأ الأعلى إلى يوم الدين
امابعد
فياايها المسلمون اتقوا الله فقد فاز المتقون

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah
Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus-menerus meningkatakan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt., dengan melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya, sebab hanya dengan iman dan taqwa yang sesungguhnya, kebahagiaan dan keselamatan dunia sampai akhirat akan kita miliki.
Mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan hamba Allah yang mendapat ridha-Nya dan senantiasa dalam rahmat serta lindungan-Nya, bahagia dunia dan akhirat, amin.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah
Kita telah memasuki bulan yang bersejarah yakni bulan dimana Rasulullah Saw. Dilahirkan, Rasul yg sangat mencintai dan dicintai umatnya, pembawa Risalah terakhir, Nabi yg penuh kasih sayang,Nabi yg mensyafaati umatnya dan nabi yg menghilangkan kegelisahan dan kesedihan....

Untuk itu Sebagai umat Nabi Muhammad Saw. yang mencintai beliau, sudah sepantasnya jika hari kelahiran baginda Nabi Saw Ini, kita merayakan dan memperingatinya sebagai bukti cinta kita kepadaNya.

Peringatan maulid Nabi hendaklah dijadikan momentum memupuk kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT dan RasulNya dg melazimkan zikir dan Sholawat atas Nabi Muhammad SAW SERTA istiqomah dalam beramal sholeh.

Allah Swt. Berfirman:

ﻗُﻞْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣﻴﻢٌ

ﻗُﻞْ ﺃَﻃﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻻ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻜﺎﻓِﺮﻳﻦَ
Artinya:
“katakanlah, ‘jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku(Rosul) niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’
Katakanlah, ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir. ” (QS. Ali-Imron: 31-32)

ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻄِﻊِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻣَﻊَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﻧْﻌَﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺼِّﺪِّﻳﻘِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﺸُّﻬَﺪَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ ۚ ﻭَﺣَﺴُﻦَ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﺭَﻓِﻴﻘًﺎ

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya

عن عائشة رضى الله عنها انها قالت . مَن احبَّ اللهَ تعالى اكثرَ ذِكرَه، وثمرتُه ان يَذكُرَه اللهُ برحمتِه وغفرانه ويُد خِلَه الجنةَ مع انبيائه واوليائه ويُكرِمَه برؤية جمالهِ، ومن احبَّ النبىَّ عليه السلام اكثرَمن الصلاة عليه وثمرتُه الوصولُ الى شفاعتِه و صُحبتهِ فى الجنة (كذافى الجامع الصغير)

Dari Aisyah RA, bahwa dia berkata:” Barang siapa mencintai Allah Ta’ala, maka dia banyak mengingat-Nya, sedang buahnya ialah, bahwa Allah mengingat dia dengan rahmat-Nya dan ampunan-Nya serta memasukanya ke dalam surga bersama para Nabi-Nya dan para Wali-Nya, dan dimuliakan dia oleh-Nya dengan melihat keindahan-Nya. Dan barang siapa mencintai Nabi SAW, maka dia banyak bershalawat kepadanya, sedang buahnya ialah, mencapai syafaatnya dan berteman dengannya di surga,” (Demikian tersebut dalam al-Jami ‘us-Shagir)

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Kewajiban Pertama Atas Umat Ini, Setelah Meyakini Kenabian Beliau Adalah Mencintai Beliau, Cinta yang Benar-Benar Tumbuh dari Hati yang Suci.
Bahkan seharusnya mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi cinta kita kepada orang tua, anak, istri, bahkan seluruh manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ لا يؤمن أحدُكم حتى أكونَ أحبُّ إليه من والِده وولَده و الناسِ أجمعين }

“Tidaklah beriman sempurna salah seorang di antara kalian sehingga dia mencintaiku melebihi daripada cintanya kepada orang tua, anak, bahkan manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari bab Hubbur rasuul shallallahu ‘alaihi wa sallam minal iimaan)

Di antara tanda kebenaran cinta seseorang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah keinginan mereka untuk dapat melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti sabda beliau di dalam shahih Muslim:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Yang paling cinta kepadaku di antara umatku adalah orang-orang yang hidup sesudahku, di mana salah seorang di antara mereka ingin melihatku walau harus mengorbankan keluarga dan harta benda.” (HR. Muslim bab Fii man yawaddu ru’yatan nabiyyi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Kewajiban umat ini yang kedua dan sekaligus menjadi Hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Adalah Engkau Meyakini Bahwa Tidak Ada Kebahagiaan dan Tidak Ada Kebaikan, Melainkan Hanya Dengan Mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Apabila kita menginginkan hidayah, Sesungguhnya kita tidak akan mendapatkannya kecuali hanya dengan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah azza wa jalla berfirman:

وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ - الأعراف

“Dan ikutilah dia (Rasulullah) agar kalian mendapatkan petunjuk.” (QS. Al-A’raaf: 158)
Sahabat abu bakar pernah di tanya Rosulullah SAW apa yg di sukai dari dunia ini
قال ابو بكر : انا حُبّبَ اليّ من دنياكم ثلاثٌ الجلوس بين يديك والصلاة عليك وانفاق مالى عليك

Dan berkatalah Sayyidina Abu Bakar ra..
"Aku suka dari dunia ini 3 perkara :
1.Duduk” bersamamu Ya Rasulullah
2.Bersalawat kepadaMu Ya Rasullah
3.Aku korbankan harta ku untuk Mu ya Rasulullah "

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah
Diceritakan bahwa orang yg selalu membaca solawat akan memperoleh 10 kemulyaan

ﻭﻗﺪ ‏ﻗﻴﻞ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺎﺕ : إﻥ ﻟﻠﻤﺼﻠﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﻋﺸﺮَ ﻛﺮﺍﻣﺎﺕ :
* ‏( ﺇﺣﺪﺍﻫﻦ ‏) : ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻐﻔﺎﺭ .
1.mendapatkan Rahmat tadhim  dari Allah Raja yg Maha pengampun

* ‏( ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ‏) : ﺷﻔﺎﻋﺔ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻟﻤﺨﺘﺎﺭ .
2.mendapatkan Syafaat Rosulullah SAW Sang Nabi pilihan
* ‏( ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ‏) : ﺍﻻﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﺎﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺍﻷﺑﺮﺍﺭ .
3.mengikuti para malaikat yg selalu berbuat baik
* ‏( ﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ ‏) : ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﻭﺍﻟﻜﻔﺎﺭ .
4.berbeda dg orang2 munafiq dan kafir yg tidak mau membaca sholawat
* ‏( ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ ‏) : ﻣﺤﻮُﺍ ﺍﻟﺨﻄﺎﻳﺎ ﻭﺍﻷﻭﺯﺍﺭ .
5. melenyapkan berbagai kesalahan dan dosa
* ‏( ﺍﻟﺴﺎﺩﺳﺔ ‏) : ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺤﻮﺍﺋﺞ ﻭﺍﻷﻭﻃﺎﺭ .
6.mendatangkan segala hajat dan tujuan
* ‏( ﺍﻟﺴﺎﺑﻌﺔ ‏) : ﺗﻨﻮﻳﺮ ﺍﻟﻈﻮﺍﻫﺮ ﻭﺍﻷﺳﺮﺍﺭ .
7.mencerahkan lahir dan batin
* ‏( ﺍﻟﺜﺎﻣﻨﺔ ‏) : ﺍﻟﻨﺠﺎﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ .
8.selamat dari api neraka
* ‏( ﺍﻟﺘﺎﺳﻌﺔ ‏) : ﺩﺧﻮﻝ ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻘﺮﺍﺭ .
9.masuk surga yaitu tempat yg kekal
* ‏( ﺍﻟﻌﺎﺷﺮﺓ ‏) : ﺳﻼﻡ العزيز الجبار
10. Mendapatkan salam dari Allah yg Maha Agung dan Maha Perkasa

ﺟَﻌَﻠَﻨﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺇﻳَّﺎﻛﻢ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻔَﺎﺋِﺰِﻳﻦ ﺍﻵﻣِﻨِﻴﻦ، ﻭَﺃﺩْﺧَﻠَﻨَﺎ ﻭﺇِﻳَّﺎﻛﻢ ﻓِﻲ ﺯُﻣْﺮَﺓِ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺍﻟﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ :
ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻴﻢ،
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ :

ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِّﻦْ ﺃَﻧﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

(وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين)

Kamis, 15 November 2018

Rosulullah SAW dan baduwy

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦُ ﻋُﻤَﺮَ ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ، ﺃَﻥّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﻣَﺤْﻔِﻞٍ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ، ﺇِﺫْ ﺟَﺎﺀَ ﺃَﻋْﺮَﺍﺑِﻲٌّ ﻣِﻦْ ﺑَﻨِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻢٍ ، ﻗَﺪْ ﺻَﺎﺩَ ﺿَﺒًّﺎ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻓِﻲ ﻛُﻤِّﻪِ ﻳَﺬْﻫَﺐُ ﺑِﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺣْﻠِﻪِ ، ﻓَﺮَﺃَﻯ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔً ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔُ ؟ ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺰْﻋُﻢُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻧَﺒِﻲٌّ ، ﻓَﺸَﻖَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ، ﺛُﻢَّ ﺃَﻗْﺒَﻞَ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ، ﻣَﺎ ﺍﺷْﺘَﻤَﻠَﺖِ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺫِﻱ ﻟَﻬْﺠَﺔٍ ﺃَﻛْﺬَﺏَ ﻣِﻨْﻚَ ﻭَﻻ ﺃَﺑْﻐَﺾَ ، ﻭَﻟَﻮْﻻ ﺃَﻥْ ﺗُﺴَﻤِّﻴَﻨِﻲ ﻗَﻮْﻣِﻲ ﻋَﺠُﻮﻻ ، ﻟَﻌَﺠِﻠْﺖُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻓَﻘَﺘَﻠْﺘُﻚَ ﻓَﺴَﺮَﺭْﺕُ ﺑِﻘَﺘْﻠِﻚَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺩَﻋْﻨِﻲ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻗْﺘُﻠَﻪُ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﺃَﻣَﺎ ﻋَﻠِﻤْﺖَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻠِﻴﻢَ ﻛَﺎﺩَ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻧَﺒِﻴًّﺎ ؟ " ﺛُﻢَّ ﺃَﻗْﺒَﻞَ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻭَﺍﻟﻠَّﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﻌُﺰَّﻯ ، ﻻ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺑِﻚَ ، ﻭَﻗَﺪْ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﻳَﺎ ﺃَﻋْﺮَﺍﺑِﻲُّ ، ﻣَﺎ ﺣَﻤَﻠَﻚَ ﻋَﻠَﻲَّ ﺑِﺄَﻥْ ﻗُﻠْﺖَ ﻣَﺎ ﻗُﻠْﺖَ ، ﻭَﻗُﻠْﺖَ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ، ﻭَﻟَﻢْ ﺗُﻜْﺮِﻡْ ﻣَﺠْﻠِﺴِﻲ ؟ ! " ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﺗُﻜَﻠِّﻤُﻨِﻲ ﺍﺳْﺘِﺨْﻔَﺎﻓًﺎ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ؟ ! ﻭَﺍﻟﻠَّﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﻌُﺰَّﻯ ﻻ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺑِﻚَ ، ﺃَﻭْ ﻳُﺆْﻣِﻦْ ﺑِﻚَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﻀَّﺐُّ ؟ ! ﻓَﺄَﺧْﺮَﺝَ ﺿَﺒًّﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻤِّﻪِ ، ﻭَﻃَﺮَﺣَﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻱْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ، ﻭَﻗَﺎﻝَ : ﺇِﻥْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﻚَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﻀَّﺐُّ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺑِﻚَ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﻳَﺎ ﺿَﺐُّ " ، ﻓَﺘَﻜَﻠَّﻢَ ﺍﻟﻀَّﺐُّ ﺑِﻠِﺴَﺎﻥٍ ﻋَﺮَﺑِﻲٍّ ﻣُﺒِﻴﻦٍ ﻳَﻔْﻬَﻤُﻪُ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡُ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ : ﻟَﺒَّﻴْﻚَ ﻭَﺳَﻌْﺪَﻳْﻚَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﻣَﻦْ ﺗَﻌْﺒُﺪُ ؟ " ، ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻋَﺮْﺷُﻪُ ، ﻭَﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺳُﻠْﻄَﺎﻧُﻪُ ، ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺳَﺒِﻴﻠُﻪُ ، ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺭَﺣْﻤَﺘُﻪُ ، ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻋَﺬَﺍﺑُﻪُ ، ﻗَﺎﻝَ : " ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﻧَﺎ ﻳَﺎ ﺿَﺐُّ ؟ " ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻧْﺖَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ، ﻭَﺧَﺎﺗَﻢُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ ، ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﻠَﺢَ ﻣَﻦْ ﺻَﺪَّﻗَﻚَ ، ﻭَﻗَﺪْ ﺧَﺎﺏَ ﻣَﻦْ ﻛَﺬَّﺑَﻚَ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻷَﻋْﺮَﺍﺑِﻲُّ : ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠَّﻪُ ، ﻭَﺃَﻧَّﻚَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺣَﻘًّﺎ ، ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺗَﻴْﺘُﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻪِ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺃَﺣَﺪٌ ﻫُﻮَ ﺃَﺑْﻐَﺾُ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻨْﻚَ ، ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻷَﻧْﺖَ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔَ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﻭَﻣِﻦْ ﻭَﺍﻟِﺪَﻱَّ ، ﻭَﻗَﺪْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﻚَ ﺷَﻌْﺮِﻱ ﻭَﺑَﺸَﺮِﻱ ﻭَﺩَﺍﺧِﻠِﻲ ﻭَﺧَﺎﺭِﺟِﻲ ﻭَﺳِﺮِّﻱ ﻭَﻋَﻼﻧِﻴَﺘِﻲ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻫَﺪَﺍﻙَ ﺇِﻟَﻰ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﻌْﻠُﻮ ﻭَﻻ ﻳُﻌْﻠَﻰ ، ﻻ ﻳَﻘْﺒَﻠُﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻻ ﺑِﺼَﻼﺓٍ ، ﻭَﻻ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﺍﻟﺼَّﻼﺓَ ﺇِﻻ ﺑِﻘُﺮْﺁﻥٍ " ، ﻓَﻌَﻠَّﻤَﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَ ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﻣَﺎ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺴِﻴﻂِ ﻭَﻻ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺟَﺰِ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﻣِﻦْ ﻫَﺬَﺍ ! ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﺇِﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﻛَﻼﻡُ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ، ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺸْﻌِﺮٍ ، ﺇِﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃْﺕَ : ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣَﺮَّﺓً ، ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻗَﺮَﺃْﺕَ ﺛُﻠُﺚَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃْﺕَ : ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣَﺮَّﺗَﻴْﻦِ ، ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻗَﺮَﺃْﺕَ ﺛُﻠُﺜَﻲِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃْﺗَﻬَﺎ ﺛَﻼﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ، ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻗَﺮَﺃْﺕَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻛُﻠَّﻪُ " ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻷَﻋْﺮَﺍﺑِﻲُّ : ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻹِﻟَﻪُ ﺇِﻟَﻬُﻨَﺎ ، ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﺍﻟْﻴَﺴِﻴﺮَ ، ﻭَﻳُﻌْﻄِﻲ ﺍﻟْﺠَﺰِﻳﻞَ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﺃُﻋْﻄُﻮﺍ ﺍﻷَﻋْﺮَﺍﺑِﻲَّ " ، ﻓَﺄَﻋْﻄُﻮﻩُ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺑْﻄَﺮُﻭﻩُ ، ﻓَﻘَﺎﻡَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦُ ﻋَﻮْﻑٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﺇِﻧِّﻲ ﺃُﺭِﻳﺪُ ﺃَﻥْ ﺃُﻋْﻄِﻴَﻪُ ﻧَﺎﻗَﺔً ﺃَﺗَﻘَﺮَّﺏُ ﺑِﻬَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟْﺒُﺨْﺘِﻲ ﻭَﻓَﻮْﻕَ ﺍﻷَﻋْﺮَﺍﺑِﻲِّ ، ﻭَﻫِﻲَ ﻋَﺸْﺮَﺍﺀُ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : " ﻟَﻘَﺪْ ﻭَﺻَﻔْﺖَ ﻣَﺎ ﺗُﻌْﻄِﻲ ، ﻓَﺄَﺻِﻒُ ﻟَﻚَ ﻣَﺎ ﻳُﻌْﻄِﻴﻚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺟَﺰَﺍﺀً ؟ " ، ﻗَﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ ، ﻗَﺎﻝَ : " ﻟَﻚَ ﻧَﺎﻗَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺩُﺭَّﺓٍ ﺟَﻮْﻓَﺎﺀَ ، ﻗَﻮَﺍﺋِﻤُﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺯَﺑَﺮْﺟَﺪٍ ﺃَﺧْﻀَﺮَ ، ﻭَﻋُﻨُﻘُﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺯَﺑَﺮْﺟَﺪٍ ﺃَﺻْﻔَﺮَ ، ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻫَﻮْﺩَﺝٌ ، ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻬَﻮْﺩَﺝِ ﺍﻟﺴُّﻨْﺪُﺱُ ﻭَﺍﻻﺳْﺘَﺒْﺮَﻕُ ، ﺗَﻤُﺮُّ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁِ ﻛَﺎﻟْﺒَﺮْﻕِ ﺍﻟْﺨَﺎﻃِﻒِ " ، ﻓَﺨَﺮَﺝَ ﺍﻷَﻋْﺮَﺍﺑِﻲُّ ، ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ، ﻓَﻠَﻘِﻴَﻪُ ﺃَﻟْﻒُ ﺃَﻋْﺮَﺍﺑِﻲٍّ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻟْﻒِ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﺑِﺄَﻟْﻒِ ﺭُﻣْﺢٍ ﻭَﺃَﻟْﻒِ ﺳَﻴْﻒٍ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻬُﻢْ : ﺃَﻳْﻦَ ﺗُﺮِﻳﺪُﻭﻥَ ؟ ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻧُﻘَﺎﺗِﻞُ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﻜْﺬِﺏُ ﻭَﻳَﺰْﻋُﻢُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻧَﺒِﻲٌّ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻷَﻋْﺮَﺍﺑِﻲُّ : ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﻪُ : ﺻَﺒَﻮْﺕَ ! ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﺻَﺒَﻮْﺕُ ، ﻭَﺣَﺪَّﺛَﻬُﻢْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚُ ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ ﺑِﺄَﺟْﻤَﻌِﻬِﻢْ : ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﻓَﺒَﻠَﻎَ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ، ﻓَﺘَﻠَﻘَّﺎﻫُﻢْ ﺭِﺩَﺍﺀً ، ﻓَﻨَﺰَﻟُﻮﺍ ﻋَﻦْ ﺭُﻛُﺒِﻬِﻢْ ﻳُﻘَﺒِّﻠُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻭَﻟُّﻮﺍ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ : ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻣُﺮْﻧَﺎ ﺑِﺄَﻣْﺮِﻙَ ، ﻧُﺠِﺐْ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ، ﻗَﺎﻝَ : " ﻛُﻮﻧُﻮﺍ ﺗَﺤْﺖَ ﺭَﺍﻳَﺔِ ﺧَﺎﻟِﺪِ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﻮَﻟِﻴﺪِ " ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺮَﺏِ ﺁﻣَﻦَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺃَﻟْﻒُ ﺭَﺟُﻞٍ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻏَﻴْﺮَ ﺑَﻨِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻢٍ .

Hewan berbicara dan bersaksi
*****

Kisah tentang hewan berbicara dan memberi kesaksiannya atas kenabian Nabi Muhammad ini bisa di jumpai dalam asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Mustofa karangan al-Imam al-Allamah al-Qadhi ‘Iyadh...
Imam Baihaqi juga menyebutkan dalam Dalailun Nubuwah...
begitu juga Ibnu Katsir dalam Bidayahnya.

Diriwayatkan, dari Amirul Mukminin Umar Ibnu Khattab radliyalLahu ‘anh:

Ternyata hewan ini adalah Dhab atau biawak padang pasir. Ketika itu seorang Arab Badui dari Bani Sulaim setelah berburu Dhab bertemu dengan rombongan Rasulullah SAW.

Melihat iring-iringan tersebut, Ia berniat untuk mendekati dan bertanya siapa yang tengah lewat di hadapannya.
Mengetahui bahwa rombongan tersebut ada Nabi Muhammad, maka seketika kebenciannya terhadap Nabi muncul. Ia pun mengikuti rombongan itu dan mencoba mendekatinya. Saat berada di hadapan Rasul Ia lantas mengucapkan kalimat yang menyakitkan.
“Demi tuhan Lata dan Uzza, tiadalah sesuatu yang terdapat di alam ini yang lebih kubenci daripada kamu wahai Muhammad!,
kalaulah tidak karana aku khawatir kaumku memanggilku dengan panggilan yang tergesa-gesa, tentulah aku sudah membunuhmu, lalu aku dapat menggembirakan hatiku dan hati semua manusia yang berkulit hitam,putih, merah dan kaum-kaum selainnya.!”

Mendengar kalimat ini, sahabat Nabi Umar bin Khattab sangat marah. Ia bahkan sangat ingin membunuh Arab Badui tersebut.
“Wahai Nabi! Biarlah saya mengakhiri hidupnya!”
Namun Nabi tidak lantas menyetujui permintaan Umar. “Wahai Umar!, Tidakkah engkau tahu bahwa orang yang lemah lembut itu hampir diangkat menjadi Nabi?”

Nabi melakukan hal yang bijaksana dengan menanyai alasan orang tersebut membencinya. “Apa yang menyebabkan engkau berkata demikian? Sepatutnya engkau menghormatiku dalam perjalananku bersama sahabatku!”

Namun, Arab Badui tersebut justru semakin tidak mau mengalah. Ia malah berkata bahwa dirinya tidak akan beriman kepada Nabi Muhammad sebelum hewan Dhab hasil berburunya itu juga beriman kepada Nabi.

Seketika itu Ia melemparkan Dhab ini di hadapan Nabi. Namun lagi-lagi Nabi Muhammad tidak terpancing untuk marah. Justru Beliau memanggil biawak padang pasir tersebut. Dan anehnya, Biawak ini bisa menjawab dalam bahasa Arab layaknya manusia yang berbicara.

“Iya, wahai Sang Nabi utusan Allah”
Nabi bertanya; “Kepada siapakah engkau beriman?”
Jawab biawak itu; “Saya beriman kepada tuhan yang a’rasy-Nya berada dilangit, kekuasaan yang ada di bumi itu atas kekuasaannya, di lautan itu anugrah jalan-Nya, di syurga itu rahmat-Nya dan di neraka itu azabNya!”
Tanya Nabi Muhammad Saw. lagi; “Aku ini siapa wahai biawak?”.
Jawab biawak; “Tuan adalah Utusan Allah, yang memiliki sekelian alam! Amatlah beruntung orang yang menyokong perjuangan tuan, dan binasalah orang yang mendustakan tuan!”

Sontak saja Arab Badui ini kaget dengan peristiwa tersebut. Sesuai dengan kata-katanya yang hanya akan beriman jika Dhab tersebut berimana, maka pada saat itu juga Ia menyatakan masuk Islam

“Wahai Muhammad! Sebelum ini engkau merupakan orang yang paling aku benci, tetapi hari ini engkaulah orang yang paling aku kasihi, lebih aku kasihi daripada bapaku dan diriku sendiri, semoga engkau kasihani lahir & batinku.”

Wallahu a’lam.