Sabtu, 31 Oktober 2026

Tayyul Ardh, Melipat bumi, teleportasi

Bersepeda teleportasi dari kaliwungu ke demak

Suatu sore ada seorang pekerja naik sepeda onthel dari arah barat menuju kaliwungu... 
dia kaget melihat seorang Kyai Pengasuh Pondok Pesantren  jalan kaki sendiri padahal hari sudah menjelang magrib
"Mbah Kyai Thohir kuwi jare Kyai arep magrib kok masih disini" gumamnya dalam hati.

( Mbah KH.Thohir Sholih Panggangayom katanya kyai hampir magrib kok masih disini, jarak lokasi sampai pondok beliau kira2 4km )

 Dia masih mengayuh sepeda, Kira2 lima menit setelah bertemu kyai , terdengarlah azan magrib dari menara masjid betapa kagetnya ternyata dia bersepeda sampai ke depan masjid agung demak.

 ( kaliwungu demak kira2  50km dan di tempuh dengan sepeda motor 1 jam lebih )

Setelah sholat magrib beliaupun lapor ke kantor polisi dan menceritakan apa yang dialaminya , Pak polisinya antusias dan minta di antarkan sowaan ke Simbah Kyai.

Dengan Sandal teklek lebih cepat dari kereta api

Ketika tahun 1935 jarang sekali orang punya sepeda onthel, jika bepergian dekat bisa naik delman atau jalan kaki bila bepergian jauh bisa naik kereta api antar stasiun.

Suatu ketika ada peringatan haul Sunan Abinawa ( P Benowo wafat 1612 M ) Putra Sultan Hadiwijaya (Jaka tingkir ) di desa pakuncen kendal.

Banyak orang dari desa kami ikut menghadiri haul tersebut dengan naik kereta api dr stasiun kaliwungu... 
kereta api yang mengangkut Rombongan sudah berangkat , salah satu santri Mbah KH THOHIR SHOLIH bernama Pak AMIN melihat Beliau K Thohir masih jalan kaki dari utara dengan membawa tongkat dan bersandal teklek, padahal kereta sudah berangkat 
"Keri ki mbah kyai" (tertinggal ini MBAH KYAI)
 
Namun ajaibnya ketika Rombongan telah sampai di makam Sunan Benowo, Mbah KH THOHIR sudah memimpin Tahlil. Subhanallah....

Ilmu lempit bumi atau dalam tradisi Islam dikenal sebagai Thoyyul Ardhi (Tayyul Ardh) adalah kemampuan luar biasa untuk melipat jarak atau ruang bumi, sehingga seseorang dapat menempuh perjalanan yang sangat jauh dalam hitungan detik atau beberapa langkah saja. Di dunia pesantren dan tasawuf, fenomena ini sering dikaitkan dengan istilah teleportasi spiritual.

Dalam teologi Islam, kemampuan melipat bumi dikategorikan sebagai Karamah, yaitu kejadian luar biasa (khariqul 'adah) yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba pilihan-Nya yang saleh dan bertakwa (para Waliyullah).

Bukan Keahlian yang Dipelajari: Para ulama menegaskan bahwa karamah sejati tidak bisa didapatkan melalui jalur belajar, mantra, atau dicari secara sengaja, melainkan murni pemberian (anugerah) dari Allah karena kesucian hati dan ketaatan sang hamba.

Simbah KH THOHIR SHOLIH orang yang Khumul ( menyembunyikan diri ) tidak berharap ketenaran namun ALLAH SWT mentaqdirkan beliau dikenal atas kehendak Allah orang yang bersepeda teleportasi sejauh 50km... 
Penutup dari kisah ini sebuah Syair :

اذكر حديث الصالحين وسمهم *  فبذكرهم تتنزل الرحمات واذكر كرامتهم تنل بركاتهم *  وقبورهم زرها اذا هم مات

Sebutkanlah perkataan orang-orang saleh dan sebutlah nama mereka. *  
karena dengan menyebut nama mereka, rahmat akan turun.

Sebutkanlah karomah mereka dan kamu akan menerima berkah mereka * 
dan kunjungilah kuburan mereka ketika mereka telah wafat.

surat surat cca2




بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
١. اَلْهٰكُمُ التَّكَاثُرُۙ
٢. حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ
٣. كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ
٤. ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
٥. كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ
٦. لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ
٧. ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ
٨. ثُمَّ لَتُرَوُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ




بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
١. وَالْعَصْرِۙ
٢. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
٣. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
١. اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ 
٢. فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ
٣. وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
٤. فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ
٥. الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ
٦. الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ
٧. وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

١. اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ 
٢. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
٣. اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

Sabtu, 24 Oktober 2026

KH THOHIR SHOLIH Panggangayom Mursyid Thoreqoh Syadziliyah

KH THOHIR SHOLIH Panggangayom Wonorejo Kaliwungu

Beliau adalah Anak ke 4 dari 5 bersaudara, Ayah beliau adalah  H Sholih bin Mbah Sarpo atmojo ( KH Abdul Hayyi ) bin KH Abdul Qohhar,  ibu beliau Hj Aminah lahir sekitar tahun 1890 M di Panggangayom Wonorejo Kaliwungu Kendal

Pendidikan beliau ngaji di sekitar kaliwungu kendal dan Nyantri di Ponpes Poncol Beringin bertahun tahun serta di mekkah Al Mukarromah selama 8 atau 10 tahun.

Beliau orang yang khumul ( tidak berharap ketenaran )

 اِدْفِنْ وُجُودَكَ فِي أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمُّ نِتَاجُهُ  

“Kuburkanlah keberadaanmu di tanah khumul; sebab sesuatu yang tumbuh dari benih yang tidak ditanam, tidak akan sempurna buahnya.”
Dalam hidup, ada kalanya kita terlalu ingin segera terlihat. Ingin dikenal, dihargai, dianggap penting, bahkan kadang tanpa sadar ingin diakui sebagai orang yang paling berjasa. Kita ingin amal kita tampak, ilmu kita disebut, dan kontribusi kita dihitung. Padahal, dalam perjalanan ruhani, justru keinginan untuk “tampak” itulah yang sering menghalangi tumbuhnya keberkahan.

Ibn ‘Aṭha’illah As Sakandari mengajarkan satu hikmah yang sangat menggugah: kuburkanlah dirimu di tanah khumul (tersembunyi). Sebuah keadaan ketika hati tidak haus panggung. Ia tetap bekerja, tetapi tidak bergantung pada pujian. Ia tetap berjuang, tetapi tidak menggantungkan semangatnya pada sorotan manusia.

Mengapa harus “dikubur”? Karena sebuah benih tidak pernah menjadi pohon besar yang menjulang ke langit, kecuali setelah ia ditanam, masuk ke dalam tanah, tertutup, tak terlihat. Di sanalah akar mulai bekerja. Benih yang dibiarkan di permukaan mungkin tetap terlihat, tetapi tanaman seperti itu, akan tumbuh, namun cepat kering, mudah rusak, dan sulit menghasilkan buah yang matang, akan sulit menjulang ke langit. 

Beliau Mendirikan Pondok Pesantren Najah Salamah Tahun 1930 M dengan Kurikulum ala pesantren meliputi Al Quran Hadits Tauhid Fiqih dan tasawuf dan beliau menjadi mursyid Thoreqoh Syadziliyah

Beliau talqin baiat pada Romo agung KH Siroj Payaman, suluk dan istiqomah dalam mangajar dan mengamalkan Thoreqoh hingga wusul ke hadirat ALLAH SWT

وَّاَنْ لَّوِ اسۡتَقَامُوۡا عَلَى الطَّرِيۡقَةِ لَاَسۡقَيۡنٰهُمۡ مَّآءً غَدَقًا ۙ‏ ١٦
Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.

Setiap Muslim pasti pengen deket sama Allah, pengen hidupnya berkah, doanya diijabah, dan masuk surga tanpa hisab. Tapi gimana caranya? Kuncinya: ISTIQAMAH.
Para ulama bahkan sepakat, istiqamah itu lebih mulia daripada seribu karomah. Ada pepatah keren dari ulama salaf yang bilang:

اَلِاسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ

Artinya:
"Istiqamah lebih baik daripada seribu karomah."
Kenapa bisa begitu? Nah, ini dia keutamaan istiqamah yang bikin seorang hamba jadi luar biasa di mata Allah

Beliau menikah dengan Hj Habasyiah ( mbah Hanik ) binti mbah Sholihah binti KH Abdul manan bin KH Amdad bin KH Abdul Karim bin KH Muhammad Marhum bin KH Abu Sujak Kendal.
Hj Habasyiyah binti H Amin bin H Sholeh bin KH Abdusomad Al Palembangi Gemulak Sayung demak.

PUTRA PUTRI KH THOHIR SHOLIH
1. Hj Muawanah
2. H Masyhuri
3. Mubadaratul Khoirot
4. M Mustajab
5. Faizah
6. A Zubaedi
7. K Abdun nafi
8. KH Imam Mahdi Thohir

Semoga Anak Cucu Beliau Tetap Istiqomah dalam menjaga keimanan dan keislaman istiqomah dalam membimbing umat serta istiqomah mencari Ridlo Allah SWT dan Rosulullah SAW 

Kamis, 17 September 2026

Soal Alfiyah bab adad

١. في باب الاخبار بالذي والالف واللام اَكْرَمْتُ اَلْمُحَمَّدَيْنِ اخبِرْ عن اَلْمُحَمَّدَيْنِ ؟

٢. في باب الاخبار بالذي والالف واللام بَلَّغَ الزَيْدَانِ العَمْرِيْنَ رِسَالَةً اخبِرْ عن العَمْرِيْنَ ؟

٣. في باب الاخبار بالذي والالف واللام وَقَى اللهُ الْبَطَلَ اخبِرْ عن الله ؟

٤. كَيْفَ قَاعِدَةُ العَدَدِ ثلاثة الى عشرة ؟

٥. ما المعدودُ فى مائة والالف ؟

٦. وَاَحَدَ اذْكُرْ وَصِلَنْهُ بِعَشَرْ * مُرَكِّبًا قَاصِدَ مَعْدُوْدٍ ذَكَرَ 
بَيِّنْ مراد هذا النظم ؟

٧. كم قولاً على الشين فى عِنْدِى اِحْدَى عَشْرَةَ امْرَءَةً ؟ بيّن ؟

٨. وَاَوْلِ عَشْرَةَ اثْنَتَي وَعَشْرَ * اِثْنَى اِذَا اُنْثَى تَشَا اَوْذَكَرَ 
بَيِّنْ مراد هذا النظم ؟

٩. ما علامة الاعراب اثنا واثنتا فى اثنا عشر واثنتا عشرة ؟

١٠. ما المعدود عشرين الى تسعين ؟ 

Jumat, 11 September 2026

khutbah nikah ianah



خَطبة النكاح

بسم الله الرحمن الرحيم

الْحَمْدُ ِللهِ الْمَحْمُوْدِ بِنِعْمَتِهِ الْمَعْبُوْدِ بِقُدْرَتِهِ الْمُطَاعِ بِسُلْطَانِهِ الْمَرْهُوْبِ مِنْ عَذَابِهِ وَسَطْوَتِهِ النَّافِذِ أَمْرُهُ فِى سَمَائِهِ وَأَرْضِهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ بِقُدْرَتِهِ وَمَيَّـزَهُمْ بِأَحْكَامِهِ وَأَعَزَّهُمْ بِدِيْنِهِ وَأَكْرَمَهُمْ بِنَبِـيِّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . 

إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَتْ عَظَمَـتُهُ جَعَلَ الْمُصَاهَرَةَ سَبَبًا لاَحِقًا وَأَمْرًا مُفْتَرَضًا أَوْشَجَ بِهِ اْلأَرْحَامَ وَأَلْزَمَ اْلأَنَامَ  

فَقَالَ عَـزَّ مِنْ قَائِلٍ :[وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشًرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا] فَأَمْرُاللهِ يَجْرِيْ عَلَى قَضَائِهِ وَقَضَاؤُهُ يَجْرِيْ إِلَى قَدَرِهِ وَلِكُلِّ قَضَاءٍ قَدَرٌ وَلِكُلِّ قَدَرٍ أَجَلٌ وَلِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ يَمْحُوْ اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ .

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْـنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِـنَا وَسَيِّـآتِ أَعْمَالِـنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ . 

أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سيّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهمّ صَلّ وسلم على سيدنا محمد جاءنا بالحق المبين وارسلته رحمة للعالمين وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ اجمعين اما بعد :

 فياايّها الحاضرون اُوصِيكُمْ ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون 

قَالَ الله تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :

[يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ] 

[يَآأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتَّقًُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْـبًا]

[يَآأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا]

فَإِنَّ الْلأُمُـوْرَ كُلَّهَا بِيَدِ اللهِ يَقْضِيْ فِيْهَا مَا يَشَاءُ وَيَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ لاَ مُؤَخِّرَ لِمَا قَدَّمَ ولاَ مُقَدِّمَ لِمَا أَخَّرَ وَلاَ يَجْتَمِعُ اثْنَانِ وَلاَ يَفْتَرِقَانِ إِلاَّ بِقَضَاءٍ وَقَدَرٍ وَكِتَابٍ مِّنَ اللهِ قَدْ سَبَقَ .

وَقَالَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : تَنَاكَحُوا تَنَاسَلُوا فَإِنِّى مُبَاهٍ بِكُمُ الأُمَمَ يَومَ القِيَامَةِ

ومن المقصود قوله تعالى : 

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

وَقَدْ حَثَّ عَلَيْهِ المَنَّانُ بِقَولِهِ : وَأَنْكِحُوا الأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِيْهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ.

ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺇِﺗَّﻘُﻮْﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ , ﻓَﺈِﻧَّﻜُﻢْ ﺃَﺧَﺬْﺗُﻤُﻮْﻫُﻦَّ ﺑِﺄَﻣَﺎﻧَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ , ﻭَﺍﺳْﺘَﺤْﻠَــﻠْﺘُﻢْ ﻓُﺮُﻭْﺟَﻬُﻦَّ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ

وقال ايضا: أَلَا وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ لَيْسَ تَمْلِكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئًا غَيْرَ ذَلِكَ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ : خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ ِلأَهْلِهِ وَ أَنَا خَيْرُكُمْ ِلأَهْلِى، مَا أَكْرَمَ النِّسَآءَ إِلاَّ كَرِيْمٌ وَ مَا أَهَانَهُنَّ إِلاَّ لَئِيْمُ (رَوَاهُ عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِب)

وقال: مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللهِ خَيْرًالَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ ، إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ ، وَ إِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ ، وَ إِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ ، وَ إِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِى نَفْسِهَا وَ مَالِهِ . (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهُ عَنْ َأَبِى أُمَامَةِ ) 

وَهَذَا عَقْدٌ مُبَارَكٌ مَيْمُونٌ وَاجْتِمَاعٌ عَلَى حُصُولِ خَيْرِ يَكُونُْ. إِنْ شَاءَ اللهُ الَّذِى إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ. 

أَقُولُ قَولِ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَوَالِدِيكُمْ وَلِمَشَايِخِى وَمَشَايِخِكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيْمُ

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ (3x)

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ (3x) .



M.SYAFIIL ANAM di 08.15

Senin, 27 Juli 2026

Semoga Sukses dalam belajar di pondok

Sukses mondok di pesantren dapat diraih melalui :

1. niat yang lurus, 
2. Menjaga adab sebagai santri
3. Istiqomah 

Tiga kunci utamanya adalah niat karena Allah, menjaga adab Taat dan patuh pada Guru dan pada aturan pondok.
serta istiqamah dalam belajar.

*Niat dan Adab

Luruskan niat: Cari ilmu semata-mata karena Allah, bukan untuk tujuan duniawi.

.مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: "Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim)
 
*Hormati guru: Patuh dan takzim kepada kiai serta ustadz agar ilmu menjadi berkah.

Kisah imam Malik, Beliau adalah guru dari Imam Syafi’i dan sahabat serta parner diskusi Imam Abu Hanifah. Semua kejeniusan Imam Malik tidak lepas dari peran ibunya. Ibu Imam Malik adlah seorang perempuan penyayang yang cerdas. Ibunya ingin agar Imam Malik tumbuh menjadi seorang ulama, maka ia mengirimnya untuk belajar di rumah seorang ulama besar bernama Rabi’ah bin Abdulrahman. Ibunya membelikannya pakaian terbaik, dan sebelum berangkat, ibunya berpesan ; “Pelajarilah adab Syaikh Rabi’ah sebelum belajar ilmu darinya” Adab memang sangat penting dalam menuntut ilmu, kini ada begitu banyak orang yang berilmu tinggi namun cacat adabnya.

*mensucikan hati dari riak dan maksiyat

ternyata suatu ketika Imam Syafi’i mengalami kesulitan dalam menghapal. Hal itu tidak biasanya, sebab ia terkenal sebagai jenius yang hapalannya luar biasa. Maka ia pun mengadu kepada gurunya yang bernama Waki’. Imam Syafi’i berkisah ; “Aku mengadukan buruknya hapalanku kepada Waki’ Maka ia berikan petunjuk kepadaku untuk meninggalkan maksiat. Dan memberitahukan kepadaku bahwa ilmu itu
cahaya Dan cahaya Allah tak akan diberikan kepada yang melakukan maksiat” Jika kita mengalami kesulitan belajar, bisa saja itu adalah akibat dari adab yang buruk, yakni tidak menjaga hati dari ria atau maksiat.

*tidak suka foya foya

Seorang penuntut ilmu harus menahan dirinya dari banyak bersenang senang, terutama makan dan tidur, juga menjadi syarat penting seorang yang sedang berjuang untuk mendapatkan ilmu. Itulah sebabnya, sejak dulu para ulama terkemuka disaat saat berburu ilmu senantiasa menjaga dirinya dari banyak makan. Diantaranya, sebagaimana yang dikemukakan Imam Syafi’i, “Aku tidak pernah kenyang sejak berusia 16 tahun, karena kenyang itu memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, mendatangkan tidur, dan melemahkan dari ibadah.”

Tawadhu

Ketika menuntut ilmu, kita tidak boleh neko-neko, harus rela bersikap sederhana dan rendah hati. Terutma kepada guru-guru kita. Didalam suatu riwayat disebutkan, Ibnu Abbas mengatakan, “Aku hina ketika menuntut ilmu lalu mulia ketika menjadi orang yang dituntut ilmunya.” Ibnu Abbas sering pergi ke rumah Ubay bin Ka’ab. Terkadang ia mendapati pintu rumah Ubay terbuka sehingga ia segera diizinkan masuk, dan terkadang pintunya tertutup sedangkan ia malu untuk mengetuknya. Maka ia berdiam saja sampai siang, tetap duduk di depan pintu rumah. Angin menerbangkan debu kearahnya sampai akhirnya ia menjadi tidak dapat dikenali karena banyaknya debu yang menempel ditubuhnya dan pakaiannya. Lalu Ubay keluar dan melihatnya dalam keadaan demikian. Hal itu membuatnya merasa tidak enak. “Mengapa engkau tidak meminta izin?” tanyanya. Ibnu Abbas beralasan malu kepadanya. Hal seperti ini juga kerap dilakukan oleh Imam Abu Hanifah ketika hendak berguru kepada Hammad bin Abu Sulaiman, salah satu gurunya. Ia selalu menunggu Hammad di depan pintunya, tanpa merasa malu atau risih. Padahal ia adalah seorang pedagang kaya di Kufah.

Istiqomah Disiplin dan Ibadah

Diriwayatkan dari Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu meskipun sedikit.”

Shalat berjamaah: Jadikan shalat tepat waktu dan berjamaah sebagai pondasi harian.

Rajin mengulang pelajaran: Selalu muthala'ah atau membaca kembali kitab dan materi yang diajarkan.

atur waktu: Pintar membagi waktu antara sekolah, ngaji, istirahat, dan kegiatan asrama.

Kamis, 16 Juli 2026

kalacakra

mantra kalacakra dijawa 
YAMARAJA……….JARAMAYA
YAMARANI………..NIRAMAYA
YASILAPA…………PALASIYA
YAMIRODA……….DAROMIYA
YAMIDOSA……….SADOMIYA
YADAYUDA………..DAYUDAYA
YASIYACA……….CAYASIYA
YASIHAMA……….MAHASIYA

Tujuan sadhana ini utk berumur panjang mengalahkan hidup dan mati.
Setelah mencari mantra2 ber bulan2 akhirnya sebuah kita kuno dari aliran Gelug-pa di tibet. Kitab ini judulnya “Sarvatathagatakayavakcitta-Krsnayamaritantra).

Sampai sekarang, sadhana ini masih terus di pakai baik di tibet maupun di nepal.

nah begini MANTRA ASLINYA:
1.Om Ah Hung
2.YA MA RA JA
3.SA DO ME YA
4.YA ME DO RU
5.Ya YO DA YA
6.YA DA YO NI
7.RA YA KSHI YA (Ya Kshi Ya sebetulnya dibaca Yaksi’a, artinya para Yaksa2)
8.YAk SHI YA CA
9.NI RA MA YA
10.Hum Hum Phat Phat Svaha

Setelah bongkar2 dan cari2 kamus sansekerta, ada beberapa kata yg berhasil dicari artinya;
Yama raja= Dewa Yama
Sadomaya=Sado(Pasukan) +Ameya(Yg tak terbatas dan tak terkalahkan)

Yamedoru=Yama[e](Yamantaka)+Dor[u](Punya tangan banyak)

Dayodaya=Dayo(Pengampunan)+Udaya(Perbuatan/produksi)

Yadayoni Ra Yak Shi Ya= Yada(??belum nemu)+Ayo-NiRaYak-Shi’Ya(Karena kamu mampu menghancurkan Neraka Besi

Niramaya=Nir+Amaya(Aku berkeinginan memujamu, wahai penghancur penyakit[kematian])

Jadi ini sebetulnya adalah mantra pemujaan memohon perlindungan pada Bodhisattva Yamantaka utk menghancurkan YAMA.