Jumat, 05 Oktober 2018

Tentara Allah SWT

TENTARA ALLAH ADA DI MANA-MANA
ﻭﻟﻠﻪ ﺟﻨﻮﺩ ﺍﻟﺴﻤﻮﺍﺕ ﻭﺍﻻﺭﺽ ﻭﻛﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰﻳﺰﺍ ﺣﻜﻴﻢ
ﺍ .
Dan Milik Allah S.W.T. TENTARA Langit dan Bumi dan Allah Maha Perkasa lg Maha Bijaksana ( surat Alfath : 7 ))
Ternyata tentara ALLAH SWT tidak hanya berupa Manusia yang Bersenjata lengkap, tetapi Makhluk-makhluk yang Lain juga ada. Di antaranya:
1. AIR ITU TENTARA ALLAH
Yang menenggelamkan "kaum nabi Nuh" karena mencaci- maki Utusan-Nya. "Mereka semuanya binasa".
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻧُﻮﺣًﺎ ﺇِﻟٰﻰ ﻗَﻮْﻣِﻪِۦ ﻓَﻠَﺒِﺚَ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺃَﻟْﻒَ ﺳَﻨَﺔٍ ﺇِﻟَّﺎ ﺧَﻤْﺴِﻴﻦَ ﻋَﺎﻣًﺎ ﻓَﺄَﺧَﺬَﻫُﻢُ ﺍﻟﻄُّﻮﻓَﺎﻥُ ﻭَﻫُﻢْ ﻇٰﻠِﻤُﻮﻥَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al-'Ankabut: Ayat 14).
.2. ANGIN ITU TENTARA
Yang menghempaskan "kaum 'Ad" karena sombong dengan kemajuan teknologi arsitekturnya. "Mereka semua mati".
ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻋَﺎﺩٌ ﻓَﺄُﻫْﻠِﻜُﻮﺍ ﺑِﺮِﻳﺢٍ ﺻَﺮْﺻَﺮٍ ﻋَﺎﺗِﻴَﺔٍ
Sedangkan kaum `Ad, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin. ([QS. Al-Haqqah: Ayat 6).
ﺳَﺨَّﺮَﻫَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺳَﺒْﻊَ ﻟَﻴَﺎﻝٍ ﻭَﺛَﻤٰﻨِﻴَﺔَ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﺣُﺴُﻮﻣًﺎ ﻓَﺘَﺮَﻯ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺻَﺮْﻋٰﻰ ﻛَﺄَﻧَّﻬُﻢْ ﺃَﻋْﺠَﺎﺯُ ﻧَﺨْﻞٍ ﺧَﺎﻭِﻳَﺔٍ
Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk). QS. Al-Haqqah: Ayat 7.
ﻓَﻬَﻞْ ﺗَﺮٰﻯ ﻟَﻬُﻢْ ﻣِّﻦۢ ﺑَﺎﻗِﻴَﺔٍ
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? ( QS. Al-Haqqah: Ayat 8).
3. PETIR ITU TENTARA ALLAH
Yang menyambar "kaum Tsamud" karena sombong menantang adzab-Nya. "Mereka pun semua mati"
ﻛَﺄَﻥْ ﻟَّﻢْ ﻳَﻐْﻨَﻮْﺍ ﻓِﻴﻬَﺎٓ ۗ ﺃَﻟَﺎٓ ﺇِﻥَّ ﺛَﻤُﻮﺩَﺍ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻬُﻢْ ۗ ﺃَﻟَﺎ ﺑُﻌْﺪًﺍ ﻟِّﺜَﻤُﻮﺩَ
"Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, binasalah kaum Tsamud". (QS. Hud: Ayat 68)
TANAH ITU TENTARA ALLAH
"Yang menelan "kaum Sodom" karena berprilaku bejat, Homoseks dan lesbian, atau LGBT. "Mereka semua mati".
ﻓَﺄَﺧَﺬَﺗْﻬُﻢُ ﺍﻟﺼَّﻴْﺤَﺔُ ﻣُﺸْﺮِﻗِﻴﻦَ
Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit, (QS. Al-Hijr: Ayat 73)
ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻋٰﻠِﻴَﻬَﺎ ﺳَﺎﻓِﻠَﻬَﺎ ﻭَﺃَﻣْﻄَﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺣِﺠَﺎﺭَﺓً ﻣِّﻦْ ﺳِﺠِّﻴﻞٍ
"Maka Kami jungkir balikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras". (QS. Al-Hijr: Ayat 74)
ﺇِﻥَّ ﻓِﻰ ﺫٰﻟِﻚَ ﻝَﺀَﺍﻳٰﺖٍ ﻟِّﻠْﻤُﺘَﻮَﺳِّﻢ ِﻳﻦَ
"Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda'.
[QS. Al-Hijr: Ayat 75]
ﻭَﺇِﻧَّﻬَﺎ ﻟَﺒِﺴَﺒِﻴﻞٍ ﻣُّﻘِﻴﻢٍ
"Dan sungguh (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (di lalui manusia)". ([QS. Al-Hijr: Ayat 76)
5 HAWA PANAS ITU TENTARA ALLAH
Yang menyengat "kaum Madyan" karena curang dalam bertransaksi.
"Mereka semua mati".
ﻭَﺃَﺻْﺤٰﺐُ ﻣَﺪْﻳَﻦَ ۖ ﻭَﻛُﺬِّﺏَ ﻣُﻮﺳٰﻰ ﻓَﺄَﻣْﻠَﻴْﺖُ ﻟِﻠْﻜٰﻔِﺮِﻳﻦَ ﺛُﻢَّ ﺃَﺧَﺬْﺗُﻬُﻢْ ۖ ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﻛَﺎﻥَ ﻧَﻜِﻴﺮِ
Dan penduduk Madyan. Dan Musa (juga) telah didustakan, namun Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir, kemudian Aku siksa mereka, Maka betapa hebatnya siksaan-Ku. (QS. Al-Hajj: Ayat 44.
6. LAUT ITU TENTARA ALLAH
Yang menenggelamkan Fir'aun dan bala tentaranya " karena sombong mengaku diri sebagai tuhan". "Mereka semua mati".
ﻭَﺇِﺫْ ﻓَﺮَﻗْﻨَﺎ ﺑِﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮَ ﻓَﺄَﻧْﺠَﻴْﻨٰﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻏْﺮَﻗْﻨَﺎٓ ﺀَﺍﻝَ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﻥَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun, sedang kamu menyaksikan".
(QS. Al-Baqarah: Ayat 50)
7. BURUNG ABABIL ITU TENTARA ALLAH
Membinasakan "pasukan Gajah" yang mencoba menghancurkan Ka'bah.
ﻭَﺃَﺭْﺳَﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻃَﻴْﺮًﺍ ﺃَﺑَﺎﺑِﻴﻞَ
"Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong". (QS. Al-Fil: Ayat 3)
ﺗَﺮْﻣِﻴﻬِﻢْ ﺑِﺤِﺠَﺎﺭَﺓٍ ﻣِّﻦْ ﺳِﺠِّﻴﻞٍ
Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,
(QS. Al-Fil: Ayat 4)
ﻓَﺠَﻌَﻠَﻬُﻢْ ﻛَﻌَﺼْﻒٍ ﻣَّﺄْﻛُﻮﻝٍ
"Sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat)" (QS. Al-Fil: Ayat 5).
8. API ITU TENTARA ALLAH
Yang membakar wilayah "Israel" dalam beberapa hari belakangan ini hingga mereka tak sanggup mereka mengatasinya.
ﺍﺳْﺘِﻜْﺒَﺎﺭًﺍ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﻜْﺮَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺊِ ۚ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺤِﻴﻖُ ﺍﻟْﻤَﻜْﺮُ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺊُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺄَﻫْﻠِﻪِۦ ﻓَﻬَﻞْ ﻳَﻨْﻈُﺮُﻭﻥَ ﺇِﻟَّﺎ ﺳُﻨَّﺖَ ﺍﻟْﺄَﻭَّﻟِﻴﻦَ ۚ ﻓَﻠَﻦْ ﺗَﺠِﺪَ ﻟِﺴُﻨَّﺖِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﺒْﺪِﻳﻠًﺎ ۖ ﻭَﻟَﻦْ ﺗَﺠِﺪَ ﻟِﺴُﻨَّﺖِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﺤْﻮِﻳﻠًﺎ
"Karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu".
(QS. Fatir: Ayat 43)
- Dalam semua sejarah yang tercatat. Tentara-tentara Allah itu datang setelah peringatan dari para utusan dan pembela agama-Nya diabaikan.
- Dan dalam semua sejarah yangg tercatat, tidak pernah ada satu pun penentang utusan dan penista agama-Nya yang menang. "SEMUA BINASA".
" Tinggi hati itu adalah cara hebat untuk mencari jatuh dari tempat yang lebih tinggi. Sementara rendah hati adalah, salah satu cara indah yang terarah seorang hamba, untuk mengangkat harga diri dan kemuliaan hati , di jalan-Nya yang diridai".
" Berbahagialah hamba-hamba-Nya yang selalu merindui sujud Illahi robbi. Karena di dalam sujud tersembunyi rahasia keteduhan dan kerendahan hati. Mengikis kesombongan yang nyata dan tersembunyi".
Wallahu A'lam Bissawab

Kamis, 04 Oktober 2018

Diina ssalam

دِﻳْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡْ

Deen Assalam
Agama Perdamaian

ﻛَﻞَّ ﻫَﺬِﻯ ﺍﻻَﺭْﺽِ ﻣَﺎﺗَﻜْﻔِﻲْ ﻣَﺴَﺎﺣَﺔْ

Kalla hadzil ard mataqfii masahah
Seluruh bumi ini akan terasa sempit

ﻟَﻮْ ﻧَﻌِﻴْﺶِ ﺑِﻠَﺎﺳَﻤَﺎﺣَﺔْ

lau na’isibila samahah
Jika hidup tanpa toleransi

ﻭَﺍﻥْ ﺗَﻌَﺎﻳَﺸْﻨَﺎ ﺑِﺤُﺐْ

Wanta’ayasna bihub
Namun jika hidup dengan perasaan cinta

ﻟَﻮْ ﺗَﻀِﻴْﻖِ ﺍﻻَﺭْﺽِ ﻧَﺴْﻜَﻦْ ﻛَﻞَّ ﻗَﻠْﺐْ

lau tadiqil ardi naskan kalla kolb
Meski bumi sempit kita kan bahagia

ﺍَﺑْﺘَﺤِﻴَﺔْ ﻭَﺑْﺴَﻠَﺎﻡْ

Abtahiyyat wabsalam
Melalui perilaku mulia dan damai

ﺍَﻧْﺸُﺮُﻭْﺍ ﺍَﺣْﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﻠَﺎﻡْ ﺯَﻳْﻨُﻮْﺍ ﺍﻟﺪِّﻧْﻴَﺎ ﺣْﺘِﺮَﺍﻡْ

ansyuru ahlal kalam zainuddin yahtirom
sebarkanlah ucapan yang manis, hiasilah dunia dengan sikap yang hormat

ﺍَﺑْﻤَﺤَﺒَّﺔْ ﻭَﺍﺑْﺘِﺴَﺎﻡْ

Abmahabbat wabtisam
dengan cinta dan senyuman

ﺍَﻧْﺸُﺮُﻭْﺍ ﺑَﻴْﻦِ ﺍﻻَﻧَﺎﻡْ ﻫَﺬَﺍ ﻫُﻮْﺍ ﺩﻳْﻦَ ﺍﻟﺴَّﻠَﺎﻡْ

ansyuru bainil anam hadahu din assalam
sebarkanlah diantara insan, inilah islam Agama Perdamaian

Rabu, 03 Oktober 2018

DIALOG SYECH MUHAMMAD MUTAWALLI DG PEMUDA GARIS KERAS

Asy-Syaikh al-Imam Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi lahir pada 12 Rabi’ul Akhir 1328 H/ 15 April 1911 di Daqadus, daerah Mit Ghamir, Negeri Daqaliyyah, Mesir. Nama sebenarnya ialah Muhammad bin Mutawalli Sya’rawi Husaini yang nasab keturunan ayahnya sampai kepada Sayyidina Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma. Beliau dibesarkan di kalangan keluarga petani namun kedua orang tuanya terkenal sebagai orang yang sholeh dan mulia.
Asy-Syaikh al-Imam Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi adalah satu dari sekian ulama dunia yang cukup berpengaruh pada abad ke-20, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun politik internasional, khususnya wilayah Timur Tengah. Tidak berlebihan jika gelar Mujadid Abad ke-20 disandangkan untuk sosok Syaikh Mutawali asy-Sya’rawi.
Pada suatu hari Syaikh Mutawali asy-Sya’rawi bertemu dengan seorang pemuda dari kelompok garis keras, sehingga terjadilah dialog antara dirinya dengan si pemuda tersebut. Dalam dialog yang berjalan singkat itu terlihat betapa indah nan mengagumkan kepribadian sosok Syaikh Mutawalli asy-Sya’rawi yang tercermin dari setiap perkataanya. Kepribadian sebagai seorang muslim yang sesungguhnya yang sangat mencintai dan menghargai umat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.
Bagaimanakah jalannya dialog tersebut? Berikut kami tuliskan kutipan dialog yang terjadi antara Syaikh Mutawalli asy-Sya’rawi dengan pemuda garis keras sebagaimana pernah diceritakan oleh beliau sendiri:
Pernah pada suatu hari, Aku berdialog dengan salah seorang pemuda dari kelompok garis keras (golongan Mutasyaddidin) dan Aku bertanya kepadanya: “Apakah meledakkan tempat-tempat hiburan malam di salah satu negara yang mayoritas penduduknya umat Islam hukumnya halal ataukah haram?”,
Pemuda itu pun menjawab kepadaku: “Tentu saja hukumnya halal dan diperbolehkan untuk membunuh mereka”.
Aku bertanya lagi kepadanya: “Jika Engkau membunuh mereka yang sedang bermaksiat kepada Allah, kemana tempat mereka akan kembali?”
Pemuda itu menjawab: “Pastinya ke Neraka”.
Aku bertanya lagi kepadanya: “Kemanakah Syetan ingin membawa mereka (yang kamu bunuh dengan ledakanmu)?
Pemuda itu menjawab: ‘Pastinya Syetan berkeinginan membawa mereka masuk ke dalam Neraka?”
Lantas aku pun berkata kepadanya: “Kalau begitu, Engkau sedang bekerjasama dengan Syetan dengan satu tujuan yang sama untuk memasukkan dan menjerumuskan manusia ke dalam api Neraka!”.
Aku sebutkan kepadanya satu hadits Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam, yang mana ketika itu lewat dihadapan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam jenazah seorang Yahudi sehingga menjadikan Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersedih dan menangis. Maka bertanyalah para Sahabat Nabi: “Apa yang menyebabkan dirimu bersedih dan menangis duhai Rasulullah?”.  Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam menjawab: “Satu jiwa telah terlepas dariku dan jiwa itu masuk ke dalam api Neraka”.
Aku pun berkata kepada pemuda itu: “Coba perhatikan perbedaan yang amat nyata antara dirimu wahai anak muda dengan diri pribadi Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam yang berusaha untuk membimbing dan menyampaikan hidayah kepada manusia serta menyelamatkan mereka dari api Neraka, sedangkan dirimu menginginkan mereka masuk ke Neraka. Engkau berada dalam satu lembah dan Kekasih Agung Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam berada pada lembah yang lain (Engkau berseberangan dengan Nabi Muhammad  Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam)”.
Lalu Umat siapakah Engkau hai pemuda yang sebenarnya? Umat Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam ataukah umat Syetan?”. Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam bersabda:
ﻭﺭﻭﻯ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ – ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ – ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ ﺃﻳﻀًﺎ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃَﻧَﺲٍ – ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ – ﻗَﺎﻝَ : ﻛَﺎﻥَ ﻏُﻠَﺎﻡٌ ﻳَﻬُﻮﺩِﻱٌّ ﻳَﺨْﺪُﻡُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓَﻤَﺮِﺽَ , ﻓَﺄَﺗَﺎﻩُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻌُﻮﺩُﻩُ , ﻓَﻘَﻌَﺪَ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺃْﺳِﻪِ , ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ : ﺃَﺳْﻠِﻢْ , ﻓَﻨَﻈَﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺑِﻴﻪِ – ﻭَﻫُﻮَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ – ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ : ﺃَﻃِﻊْ ﺃَﺑَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺳِﻢِ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – ﻓَﺄَﺳْﻠَﻢَ , ﻓَﺨَﺮَﺝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻧْﻘَﺬَﻩُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Adalah seorang pemuda Yahudi menjadi pelayan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia sakit. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya lalu beliau duduk di sisi kepalanya seraya mengatakan kepadanya: “Masukklah kamu ke dalam agama Islam!” Lalu ia memandang kepada bapaknya yang ada disisinya. Maka bapaknya mengatakan: “Taatilah Abu al-Qosim (Yakni Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)”, lalu dia pun masuk Islam. Setelah itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar seraya mengatakan: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari api Neraka.” (Hadits Riwayat Imam al-Bukhori).
Semoga ini menjadi renungan bagi kita semua khususnya umat Islam yang saat ini sedang dilanda badai fitnah akhir zaman di mana-mana, tidak terkecuali di Indonesia. Tetaplah berpegah teguh kepada para ulama yang senantiasa menjunjung tinggi risalah dakwah Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam.
ﻗﺎﻝ ﺍﻣﺎﻡ ﺍﻟﺪﻋﺎﺓ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﺸﻌﺮﺍﻭﻱ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
ﻛﻨﺖ ﺃﻧﺎﻗﺶ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺸﺒﺎﺏ ﺍﻟﻤﺘﺸﺪﺩﻳﻦ ﻓﺴﺄﻟﺘﻪ : ﻫﻞ ﺗﻔﺠﻴﺮ ﻣﻠﻬﻰ ﻟﻴﻠﻲ ﻓﻲ ﺇﺣﺪﻯ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺔ ﺣﻼﻝ ﺃﻡ ﺣﺮﺍﻡ ؟
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻲ : ﻃﺒﻌﺎ ﺣﻼﻝ ﻭﻗﺘﻠﻬﻢ ﺟﺎﺋﺰ .
ﻓﻘﻠﺖ ﻟﻪ : ﻟﻮ ﺃﻧﻚ ﻗﺘﻠﺘﻬﻢ ﻭﻫﻢ ﻳﻌﺼﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻣﺼﻴﺮﻫﻢ ؟
ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻃﺒﻌﺎً ..
ﻓﻘﻠﺖ ﻟﻪ : ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺃﻳﻦ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﺄﺧﺬﻫﻢ ؟
ﻓﻘﺎﻝ : ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨّﺎﺭ ﻃﺒﻌﺎً
ﻓﻘﻠﺖ ﻟﻪ : ﺇﺫﻥ ﺗﺸﺘﺮﻛﻮﻥ ﺃﻧﺘﻢ ﻭﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻓﻲ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﻬﺪﻑ ﻭﻫﻮ ﺇﺩﺧﺎﻝ ﺍﻟﻨّﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ !
ﻭﺫﻛﺮﺕ ﻟﻪ ﺣﺪﻳﺚ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻤّﺎ ﻣﺮّﺕ ﺟﻨﺎﺯﺓ ﻳﻬﻮﺩﻱ ﺃﺧﺬ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺒﻜﻲ ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ : ﻣﺎ ﻳﺒﻜﻴﻚ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ؟؟ ﻗﺎﻝ : ﻧﻔﺲ ﺃﻓﻠﺘﺖ ﻣﻨّﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﻓﻘﻠﺖ : ﻻﺣﻆ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺬﻯ ﻳﺴﻌﻰ ﻟﻬﺪﺍﻳﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺇﻧﻘﺎﺫﻫﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﺃﻧﺘﻢ ﻓﻲ ﻭﺍﺩ ﻭﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﻭﺍﺩ

Kalam Syech Muhammad Mutawalli

Kalam Mutiara Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi (1911-1998)

ﻣﻦ ﺃﻗﻮﺍﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﺘﻮﻟﻲ ﺍﻟﺸﻌﺮﺍﻭﻱ
Diantara kalam mutiara nasehat beliau yang berbentuk syair adalah:
ﺇﻥ ﻛﻨﺖ ﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻋﻨﻮﺍﻥ ﺭﺯﻗﻚ # ﻓﺈﻥ ﺭﺯﻗﻚ ﻳﻌﺮﻑ ﻋﻨﻮﺍﻧﻚ .
“Jika kamu tidak tahu alamat tempat rizqimu, maka ketahuilah rizqimu tahu alamat tempatmu.”
ﺇﺫﺍ ﺃﻫﻤّﻚ ﺃﻣﺮ ﻏﻴﺮﻙ ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺑﺄﻧّﻚ ﺫﻭﻃﺒﻊٍ ﺃﺻﻴﻞ # ﻭﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻙ ﺟﻤﺎﻻً ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺑﺄﻥّ ﺩﺍﺧﻠﻚ ﺟﻤﻴﻞ
“Jika engkau mementingkan urusan orang lain, ketahuilah bahwa kamu punya karakter yang baik. Jika engkau melihat orang lain baik, maka ketahuilah bahwa batinmu juga baik.”
ﻣﻦ ﺍﺑﺘﻐﻰ ﺻﺪﻳﻘﺎ ﺑﻼ ﻋﻴﺐ ﻋﺎﺵ ﻭﺣﻴﺪﺍ # ﻣﻦ ﺍﺑﺘﻐﻰ ﺯﻭﺟﺔً ﺑﻼ ﻧﻘﺺ ﻋﺎﺵ ﺃﻋﺰﺑﺎ
“Siapa yang ingin mencari teman yang sempurna (tanpa aib), maka hidupnya akan sendirian (karena tiada teman yang sempurna). Siapa yang ingin mencari istri yang sempurna (tanpa kekurangan), maka hidupnya akan jomblo (karena tiada istri yang tanpa kekurangan).”
ﻣﻦ ﺍﺑﺘﻐﻰ ﺣﺒﻴﺒﺎ ﺑﺪﻭﻥ ﻣﺸﺎﻛﻞ ﻋﺎﺵ ﺑﺎﺣﺜﺎ # ﻣﻦ ﺍﺑﺘﻐﻰ ﻗﺮﻳﺒﺎً ﻛﺎﻣﻼً ﻋﺎﺵ ﻧﺎﻗﺼﺎ
“Siapa yang ingin mencari kekasih tanpa rintangan, maka hidupnya akan dilewati dengan mencari saja (tak akan pernah ketemu). Siapa yang ingin mencari kerabat yang sempurna, ia akan hidup dalam kekurangan.”
ﺇﺫﺍ ﺃﺧﺬ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﻚ ﻣﺎﻟﻢ ﺗﺘﻮﻗﻊ ﺿﻴﺎﻋﻪ # ﻓﺴﻮﻑ ﻳﻌﻄﻴﻚ ﻣﺎﻟﻢ ﺗﺘﻮﻗﻊ ﺗﻤﻠﻜﻪ .
“Jika Allah mengambil sesuatu darimu yang tak kau sangka, maka kelak Allah akan memberimu sesuatu yang tak kau sangka kau miliki.”

Senin, 01 Oktober 2018

Beristinjak dengan tisu

Beristinja' dengan kertas tissu itu BOLEH dan tidak makruh, keterangan di ambil dari kitab Bughyat al Musytarsyidin 28 :

يجوز الإستنجاء بأوراق البياض الخالى عن ذكر الله كما فى الإيعاب

Diperbolehkan istinja’ dengan menggunakan kertas-kertas putih yang tidak terdapat tulisan asma Allah seperti dalam keterangan kitab al-Ii’aab.

Dalam Al-Madzahib al-Arba’ah I/ 98 disebutkan :

أما الورق الذي لايصلح للكتابة فإنه يجوز الإستجمار به بدون كراهة

Sedang istinja’ memakai kertas yang tidak pantas untuk ditulisi maka boleh tanpa dimakruhkan.

Syarat istinja’ dengan tissu dan sejenisnya hendaklah dilakukan sebelum kotoran kering, dan kotoran itu tidak mengenai tempat lain selain tempat keluarnya. Jika kotorang itu sudah kering atau mengenai tempat selain tempat keluarnya, maka tidak sah lagi istinja’ dengan tissu, tetapi wajib dengan air. Wallaahu A'lamu Bis showaab.

Sumber: http://www.piss-ktb.com/2011/11/609-thoharoh-beristinja-dengan-kertas.html?m=1
Terimakasih, tetap mencantumkan sumber kutipan.

Bersuci orang lumpuh

Tidak  ada di alam ini yang sia-sia. Semua ada perhitungannya. Sampaipun kondisi tidak nyaman yang dialami setiap hamba, akan Allah gantikan dengan pahala atau Allah jadikan kaffarah dosa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).

Orang yang sakit, bisa mendapatkan pahala, sekalipun dia tidak beramal. Selama dia berusaha sabar dan selalu mengharap pahala dari Allah. Karena itu, bagian dari cinta Allah kepada para hamba-Nya, Allah menguji mereka, agar dia berkesempatan  mendapatkan banyak pahala.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka denagn musibah. Siapa yang ridha dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan ridha Allah. Sebaliknya, siapa yang marah dengan musibah itu maka dia akan mendapatkan murka Allah.” (HR. Ahmad 23623, Tirmidzi 2396).

Kita bisa perhatikan, sesungguhnya ujian yang Allah berikan kepada para hamba, hakikatnya didasari kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Karena seorang hamba akan bisa mendapatkan derajat yang lebih tinggi, ketika mereka beruaha bersabar dengan ujian yang dialaminya.

Kedua, kemudahan bagi yang sakit

Disamping Allah berikan pahala atas sakit yang dia alami, Allah juga memberikan banyak kemudahan bagi hamba-Nya yang tidak mampu melakukan ibadah dengan sempurna.

Ada beberapa  ayat dalam al-Quran, yang menegaskan bahwa Allah banyak memberikan keringanan bagi para hamba-Nya.

لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. al-Baqarah: 284)

Allah juga berfirman,

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Allah tidak menghendaki kesulitan bagi kalian.” (QS. al-Baqarah: 185)

Allah juga berfirman,

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Allah tidak pernah menjadikan adanya kesulitan dalam agama. (QS. al-Hajj: 78)

Dalil-dalil lainnya masih sangat banyak, yang jika kita perhatikan, bahwa bagian dari semangat islam, memberikan kemudahan bagi umatnya. Kemudahan yang tidak sampai melanggar batas dan aturan. As-Syathibi mengatakan,

إن الأدلة على رفع الحرج عن هذه الأمة بلغت مبلغ القطع

Bahwa dalil yang menunjukkan peniadaan kesulitan dari umat ini, statusnya qath’i (absolut). (al-Muwafaqat, 1/231)

Dari semua dalil ini, para ulama menetapkan kaidah,

المشقة تجلب التيسير

Masyaqqah mengharuskan adanya kemudahan.

Ketiga, cara bersuci orang sakit

Ada dua cara yang Allah ajarakan dalam bersuci,

1. Menggunakan air. Itulah hukum dalam bersuci, baik wudhu maupun mandi
2. Menggunakan tanah yang suci (tayammum). Statusnya pengganti yang pertama.

Karena statusnya pengganti, selama masih bisa menggunakan yang pertama, kita tidak boleh menggunakan yang kedua.
Untuk itu, kita hanya bisa menggunakan yang kedua ini, jika (1) Tidak menemukan air. (2) Tidak mampu menggunakan air, baik karena sakit tidak boleh kena air, atau karena tidak bisa mengambil air sendiri.

Dari keteragan di atas, selama anda masih bisa menggunakan air untuk wudhu, ketika shalat, anda harus berwudhu. Baik berwudhu sendiri jika mampu atau diwudhukan orang lain.

Namun jika anda tidak boleh kena air, anda bisa tayamum, baik dengan tayamum sendiri atau ditayamumkan orang lain.

Membersihkan najis


Cara membersihkan najis setelah buang hajat, ada dua,

1. Membersihkan najis dengan air
2. Membersihkan najis dengan selain air,
selama benda itu bisa menyerap. Diistilahkan dengan istijmar. Termasuk diantaranya, membersihkan najis dengan tisu.

Para ulama sepakat, seseorang boleh beristijmar, sekalipun ada air.

إجماع المسلمين على جواز الاستجمار بالأحجار في زمن الشتاء والصيف

Kaum muslimin sepakat, boleh beristijmar baik di musim dingin maupun musim panas.

Mana yang Lebih Afdhal?

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa bersuci dengan selain air, lebih afdhal dari pada bersuci dengan air. Karena orang yang bersuci dengan selain air, dia tidak bersentuhan langsung dengan najisnya. Berbeda ketika dia bersuci dengan air, tangannya harus bersentuhan langsung dengan najisnya.

Ada juga yang berpendapat, menggunakan air lebih afdhal, karena lebih bersih. Ibnu Qudamah mengatakan,

وإن أراد الاقتصار على أحدهما فالماء أفضل ; لما روينا من الحديث ; ولأنه يطهر المحل , ويزيل العين والأثر , وهو أبلغ في التنظيف

Jika seseorang hendak bersuci dengan salah satu saja, maka menggunakan air lebih afdhal. Berdasarkan hadis yang kami riwayatkan, juga karena bersuci dengan air itu lebih bisa membersihkan tempat keluarnya kotoran dan lebih bersih. (al-Mughni, 1/173)

Aturan Istijmar

Benda yang boleh digunakan istijmar harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya sebagai berikut,

1.Bisa menyerap. Benda licin yang tidak menyerap, seperti plastik, logam, tidak bisa digunakan untuk istijmar.
2. Suci. Karena tidak boleh membersihkan najis dengan najis
3. Bukan makanan. Tidak boleh meletakkan najis di makanan
4. Bukan benda terhormat, seperti kertas al-Quran atau buku agama
5. Bukan tulang, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang beristijmar dengan tulang
6. Minimal 3 kali usapan

Tisu, baik kering maupun basah, sangat memenuhi kriteria di atas. Sehingga sangat bisa digunakan. Hanya saja, jangan lupa agar dilakukan minimal 3 kali usapan.