Kamis, 23 Mei 2019

Lirik Tholaal badru

esbeye (Subhanul Akhyar)

THOLA'ALBADRU ALAINA

Voc.Alma ummu salamah

ﻃﻠﻊ ﺍﻟﺒﺪﺭ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺛﻨﻴﺎﺕ ﺍﻟﻮﺩﺍﻉ

ﻭﺟﺐ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﺎ ﺩﻋﻰ ﻟﻠﻪ ﺩﺍﻉ

ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻤﺒﻌﻮﺙ ﻓﻴﻨﺎ ﺟﺌﺖ ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺍﻟﻤﻄﺎﻉ

ﺟﺌﺖ ﺷﺮﻓﺖ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻣﺮﺣﺒﺎً ﻳﺎ ﺧﻴﺮ ﺩﺍﻉ

ﻃﻠﻊ ﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﻧﻮﺭ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ

ﻧﻮﺭ ﺃﻣﻦ ﻭﺳﻼﻡ ﻧﻮﺭ ﺣﻖ ﻭﻳﻘﻴﻦ

ﺳﺎﻗﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺭﺣﻤﺔ ﻟﻠﻌﺎﻟﻤﻴﻦ

ﻓﻌﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮ ﺷﻌﺎﻉ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﺷﻌﺎﻉ

ﻣﺮﺳﻞ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﺟﺎﺀ ﻧﻄﻘﻪ ﻭﺣﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ

ﻗﻮﻟﻪ ﻗﻮﻝ ﻓﺼﻴﺢ ﻳﺘﺤﺪﻯ ﺍﻟﺒﻠﻐﺎﺀ

ﻓﻴﻪ ﻟﻠﺠﺴﻢ ﺷﻔﺎﺀ ﻓﻴﻪ ﻟﻠﺮﻭﺡ ﺩﻭﺍﺀ

ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱ ﺳﻼﻣﺎً ﻣﺎ ﻭﻋﻰ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺍﻉ

ﺟﺎﺀﻧﺎ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱ ﺍﻟﺒﺸﻴﺮ ﻣﻄﺮﻕ ﺍﻟﻌﺎﻧﻲ ﺍﻷﺳﻴﺮ

ﻣﺮﺷﺪ ﺍﻟﺴﺎﻋﻲ ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﺃﺧﻄﺄ ﺍﻟﺴﺎﻋﻲ ﺍﻟﻤﺴﻴﺮ

ﺩﻳﻨﻪ ﺣﻖ ﺻُﺮﺍﺡ ﺩﻳﻨﻪ ﻣﻠﻚ ﻛﺒﻴﺮ

ﻫﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻧﻌﻴﻢ ﻭﻫﻮ ﻓﻲ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﻣﺘﺎﻉ

ﻫﺎﺕ ﻫﺪﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﺎﺕ ﻳﺎ ﻧﺒﻲ ﺍﻟﻤﻌﺠﺰﺍﺕ

ﻟﻴﺲ ﻟﻼﺕ ﻣﻜﺎﻥ ﻟﻴﺲ ﻟﻠﻌﺰﻯ ﺛﺒﺎﺕ

ﻭﺣّﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻭﺣﺪ ﺷﻤﻠﻨﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺸﺘﺎﺕ

ﺃﻧﺖ ﺃﻟﻔﺖ ﻗﻠﻮﺑﺎً ﺷﻔﻬﺎ ﻃﻮﻝ ﺍﻟﺼﺮﺍﻉ

ﻃﻠﻊ ﺍﻟﺒﺪﺭ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺛﻨﻴﺎﺕ ﺍﻟﻮﺩﺍﻉ

ﻭﺟﺐ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﺎ ﺩﻋﻰ ﻟﻠﻪ ﺩﺍﻉ

ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻤﺒﻌﻮﺙ ﻓﻴﻨﺎ ﺟﺌﺖ ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺍﻟﻤﻄﺎﻉ

ﺟﺌﺖ ﺷﺮﻓﺖ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻣﺮﺣﺒﺎً ﻳﺎ ﺧﻴﺮ ﺩﺍﻉ

*****

طلع البدر علينا من ثنيات الوداع

THOLA’AL BADRU ALAINA
Muncul bulan Purnama pada kita

MIN TSANIL’YATIL WADA
dari lembah wada
وجب الشكر علينا ما دعى لله داع

WA JABASSYUKURU ALAINA
dan wajiblah kita mengucap syukur

MADA’A LILLAHIDA
terkabullah doa

أيها المبعوث فينا جئت بالأمر المطاع

AYYUHAL MAB’UTSUFINA
wahai rosul yang diutus untuk kami

JITA BIL AMRI L MUTA
datangnya dengan seruan untuk dipatuhi

جئت شرفت المدينة مرحباً يا خير داع

JITA SYARRAFTAL MADINAH
Engkau datang memulyakan Madinah

MARHABAN YA KHAIRODA
selamat datang Wahai sebaik baik penyeru

طلع النور المبين نور خير المرسلين

THAILA’AN NURUL MUBIN NURU KHAIRIL MURSALIN
Telah keluar cahaya yang terang
Cahaya sebaik baik utusan

نور أمن وسلام نور حق ويقين

NURU AMNIN WA SALAM
cahaya keamanan dan keselamatan

NURU HAQIN WA YAQIN
cahaya kebenaran dan keyaqinan

ساقه الله تعالى رحمة للعالمين

SAAQAHULLAHU TA’ALA
Allah (Ta’ala) mencurahkan padanya

RAHMATAN LIL’ALAMIN
Sebagai rahmat bagi sekalian Alam

ﻓﻌﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮ ﺷﻌﺎﻉ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﺷﻌﺎﻉ

FA’ALAAL BARRISYU’A
Maka didaratan ada sebuah pancaran

WA’ALAL BAH’RISSYU’A
dan dilaut juga ada pancaran

ﻣﺮﺳﻞ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﺟﺎﺀ ﻧﻄﻘﻪ ﻭﺣﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ

MURSALUN BIL HAQQI’JA A
seorang utusan yang telah membawa kebenaran

NUTQUHU WAHYUSSAMA
Ucapannya bimbingan wahyu dari Allah

ﻗﻮﻟﻪ ﻗﻮﻝ ﻓﺼﻴﺢ ﻳﺘﺤﺪﻯ ﺍﻟﺒﻠﻐﺎﺀ

QAULUHU QOULUN FASHIHUN
perkataannya fasih

YATAHADAL BULAGHO'
Mudah di paham

ﻓﻴﻪ ﻟﻠﺠﺴﻢ ﺷﻔﺎﺀ ﻓﻴﻪ ﻟﻠﺮﻭﺡ ﺩﻭﺍﺀ

FIHI LILJISMI SYIFA FIHI LIRRUHI DAWA
Beliau sebagai penyembuh luka dan pengobat jiwa

ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱ ﺳﻼﻣﺎً ﻣﺎ ﻭﻋﻰ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺍﻉ

AYYUHAL HADI SALAMAN MA WA’AL-QUR’ANA WA'
Wahai sang petunjuk jalan.. keselamatan untuk mereka yg belajar Alquran

Beras berkah

AGAR BERAS CUKUP UNTUK MENJAMU TAMU YANG BANYAK

Bila anda punya hajatan yang dihadiri banyak orang, anda tentu harus menyiapkan banyak hidangan. Nah agar beras yang anda siapkan cukup untuk menjamu tamu yang mungkin akan melebihi jumlah yang anda perkirakan, lakukanlah ikhtiar batin berikut :

1. Ambilah beras 25 butir.

2. Tiap butir, bacakan Surah Al Fath ayat 29 satu kali lalu ditiupkan.

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

3. Setelah 25 beras telah dibacakan ayat tersebut, maka campurkanlah semuanya ke dalam beras yang lain.

Dengan ijin Allah, beras tersebut akan memperbanyak dirinya sesuai dengan jumlah tamu yang akan hadir.

AGAR BERAS AWET DAN BERKAH

Asma ini bermanfaat ketika anda akan mengadakan hajatan ataupun berbisnis kuliner yang menggunakan beras ataupun memasak beras untuk keluarga. Insya Allah walaupun beras tersebut dimasak sedikit akan mencukupi dimakan orang banyak, mengenyangkan dan memberikan berkah terhadap siapapun yang memakannya.

Tata cara :
Setiap akan mencuci beras baca asma’ ini :

"ALLOOHUMMA SUMBERE DONYO,
DALILE LAFADZ ARROHMAAN MALAIKATE QOSIM,
NABI SULAIMAN KANG DI PARINGI TURAH SEKO ALLAH,
GEDONGE RAGAKU ALLAH,
KUNCI RAGAKU ROSULULLOH,
LAA ILAAHA ILLALLOOH, MUHAMMADUR ROSUULULLOOH SHOLLOLLOO HU 'ALAIHI WASALLAM".

Rabu, 01 Mei 2019

Hukum pengobatan dg kay

HUKUM PENGOBATAN DENGAN KAY(Menempelkan besi panas ke kulit)

ﺃَﻧَّﻪُ ﻳَﺪْﺧُﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّتِي ﺳَﺒْﻌُﻮْﻥَ ﺃَﻟَﻔًﺎ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣَﺴَﺎﺏٍ ﻭَﻻَ ﻋَﺬَﺍﺏٍ ﻓَﺴَﺄَﻟَﻪُ ﺍﻟﺼَّﺤَﺎﺑَﺔُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻫُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﺮْﻗُﻮْﻥَ ﻭَﻻَ ﻳَﻜْﺘَﻮُﻭْﻥَ ﻭَﻻَ ﻳَﺘَﻄَﻴَّﺮُﻭْﻥَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮْﻥَ

“Sesungguhnya akan masuk surga 70.000 orang dari umatku tanpa hisab dan tanpa adzab.” Para sahabat bertanya mengenai siapa mereka?
Nabi lalu menjawab,“Merekalah orang yang tidak meminta ruqyah, tidak berobat dengan kay dan tidak bertathayyur (beranggapan sial) dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.”

HUKUM BEROBAT DENGAN KAY

Pengertian kay adalah:

الكَيُّ: مَعْرُوْفُ إِحْرَاقُ الْجِلْدِ بِحَدِيْدَةٍ وَنَحْوِهَا

               “Kay adalah menempelkan besi panas (pada daerah yang terluka) atau sejenisnya.”

Hukumnya diperselisihkan oleh ulama. Ada yang mengharamkan, memakruhkan dan membolehkan jika ada keperluan (jika tidak ada lagi pengobatan yang lain). Berikut hadits-hadits mengenai kay:

Hadits pertama: zhahirnya melarang kay.

Nabi SAW bersabda,

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ

“Terapi pengobatan itu ada tiga cara, yaitu; berbekam, minum madu dan kay (menempelkan besi panas pada daerah yang terluka), sedangkan aku melarang umatku berobat dengan kay.”

Hadits kedua: zhahirnya menunjukkan makruh.

Rasulullah SAW bersabda,

إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ أَوْ يَكُونُ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ خَيْرٌ فَفِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ لَذْعَةٍ بِنَار وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ

“Apabila ada kebaikan dalam pengobatan yang kalian lakukan, maka kebaikan itu ada pada berbekam, minum madu, dan sengatan api panas (terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka) dan saya tidak menyukai kay.”

Hadits ketiga: zhahirnya menunjukkan boleh.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA, bahwa ia berkata,

رُمِيَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ فِي أَكْحَلِهِ فَحَسَمَهُ رَسُوْلُ اللهِ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ بِيَدِهِ بِمِشْقَص، ثًمَّ وَرِمَتْ فَحَسَمَهُ الثَّانِيَة

“Sa’d bin Mu’adz pernah kena bidikan panah di urat tangannya, kemudian Rasulullah SAW membedahnya dengan tombak yang dipanasi dengan api, setelah itu luka-luka itu membengkak, kemudian dibedahnya lagi.”

Hadits keempat: zhahirnya menunjukkan boleh.

Dari Jabir bin Abdullah RA, bahwa ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ ـ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ـ بَعَثَ إِلَى أُبَيّ بْنِ كَعْبٍ طَبِيْبًا، فَقَطَعَ مِنْهُ عِرْقًا، ثُمَّ كَوَاه عَلَيهِ

“Bahwasanya Rasulullah SAW pernah mengirim seorang tabib kepada Ubay bin Ka’b. Kemudian tabib tersebut membedah uratnya dan menyundutnya dengan al-kay (besi panas).”

فَقَدْ تَضَمَّنَتْ أَحَادِيْثُ الْكَيِّ أَرْبَعَةَ أَنْوَاعٍ أَحَدُهَا : فِعْلُهُ وَ الثَّانِي : عَدَمَ مَحَبَّتِهِ لَهُ وَ الثَّالِثُ الثَّنَاءُ عَلَى مَنْ تَرَكَهُ وَالرَّابِعُ النَّهْيُ عَنْهُ وَلَا تَعَارُضَ بَيْنَهَا بِحَمْدِ اللهِ تَعالَى فَإِنَّ فِعْلَهُ يَدُلُّ عَلَى جَوَازِهِ وَعَدَمُ مَحَبَّتِهِ لَهُ لَا يَدُلُّ عَلَى الْمَنْعِ مِنْهُ . وَأَمَّا الثَّنَاءُ عَلَى تَارِكِهِ فَيَدُلُّ عَلَى أَنَّ تَرْكَهُ أَوْلَى وَأَفْضَلُ . وَأَمَّا النَّهْيُ عَنْهُ فَعَلَى سَبِيْلِ الْاِخْتِيَارِ وَالْكَرَاهَةِ أَوْ عَنِ النَّوْعِ الَّذِيْ لَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ بَلْ يَفْعَلُ خَوْفًا مِنْ حُدُوْثِ الدَّاءِ

“Hadits-hadits tentang kay mengandung empat hal: yang pertama, bahwa Rasulullah SAW menggunakan kay, yang kedua: beliau tidak menyukainya, yang ketiga: memuji orang yang bisa meninggalkannya, keempat: larangan beliau terhadap penggunaan kay. Keempat hal tersebut tidaklah bertentangan satu dengan yang lainnya-segala puji bagi Allah-.

Adapun perbuatan beliau menggunakan kay, menunjukkan kebolehannya, sedangkan ketidaksenangan beliau tidak menunjukkan larangan, adapun pujian beliau kepada orang yang meninggalkannya menunjukkan bahwa meninggalkan pengobatan dengan kay adalah lebih baik, sedangkan larangan beliau itu berlaku jika memang ada pilihan lain, atau maksudnya adalah makruh, atau menggunakannya untuk hal-hal yang tidak diperlukan, seperti takut terjadi sesuatu penyakit pada dirinya.”

Kamis, 25 April 2019

KARAKTER PUNCAK

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berkata, “Seorang Syeikh tidak dapat dikatakan mencapai puncak spiritual kecuali apabila karakter berikut ini telah mendarah daging dalam dirinya.

1.Dua karakter dari Allah yaitu dia menjadi seorang yang sattar(menutup aib) dan ghaffar (pemaaf).

2.Dua karakter dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam yaitu penyayang dan lembut.

3.Dua karakter dari Abu Bakar yaitu jujur dan dapat dipercaya.

4.Dua karakter dari Umar yaitu amar ma’ruf nahi munkar.

5.Dua karakter dari Utsman yaitu dermawan dan bangun (tahajjud) pada waktu orang lain sedang tidur.

6.Dua karakter dari Ali yaitu alim (cerdas/intelek) dan pemberani.

Jumat, 19 April 2019

DALIL AMALIYAH NISFU SYABAN

Dalil amaliyah nisfu syaban

Diskripsi Masalah: 
 
Pada malam paruh kedua dari bulan Sya’ban, banyak dari kalangan umat Islam yang berduyun-duyun ke masjid, mushalla dan surau untuk melaksanakan kegiatan keagamaan yang rutin dijalani setiap malam Nishfu Sya’ban. Salah satu kegiatannya adalah melakukan salat sunah sebanyak dua rakaat atau lebih.
Ada juga dari mereka yang membaca surat Yaasin secara bersama-sama sebanyak 3 kali. Biasanya dari masing-masing pembacaan surat Yasin tersebut diniatkan untuk memperoleh rezeki yang halal, untuk umur panjang yang barokah, serta untuk mendapatkan husnul khatimah. Adapula diantara masyarakat yang melengkapi kegiatan tersebut dengan bersedekah.

Pertanyaan:

a.  Adakah tuntunan secara umum dan khusus untuk melakukan ibadah pada malam Nishfu Sya’ban?
b.  Apa sebenarnya keistimewaan malam Nishfu Sya’ban dibanding dengan malam-malam yang lain?
c.  Apa dasar ulama dalam penetapan pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban beserta macam-macam niatnya?
d. Apa hukum melakukan shalat sunnah pada malam Nishfu Sya’ban?

Jawaban a:

Dalam syari’at Islam terdapat tuntunan (dalil-dalil) untuk beribadah pada malam Nishfu Sya’ban.
Dasar Pengambilan Hukum:
عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ e قَالَ: يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رواه الطبراني في الكبير والأوسط قَالَ الهيثمى ورجالهما ثقات. ورواه الدارقطنى وابنا ماجه وحبان فى صحيحه عن ابى موسى وابن ابى شيبة وعبد الرزاق عن كثير بن مرة والبزار).

“Rasulullah e bersabda, “Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyachin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam)”. (HR Thabrani fi Al Kabir no 16639, Daruquthni fi Al Nuzul 68, Ibnu Majah no 1380, Ibnu Hibban no 5757, Ibnu Abi Syaibah no 150, Al Baihaqi fi Syu’ab al Iman no 6352, dan Al Bazzar fi Al Musnad 2389. Peneliti hadis Al Haitsami menilai para perawi hadis ini sebagai orang-orang yang terpercaya. Majma’ Al Zawaid 3/395)
عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ فَقَدْتُ النَّبِيَّ e ذَاتَ لَيْلَةٍ فَخَرَجْتُ أَطْلُبُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ رَافِعٌ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ أَكُنْتِ تَخَافِيْنَ أَنْ يَحِيْفَ اللهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قَالَتْ قَدْ قُلْتُ وَمَا بِي ذَلِكَ وَلَكِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ ِلأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

“Aisyah berkata “Pada suatu malam, saya kehilangan Rasulullah. Setelah saya keluar mencarinya, ternyata beliau ada di Baqi’ seraya menengadahkan kepalanya ke langit, beliau berkata “Apakah kamu takut Allah dan Rasulnya mengabaikanmu?”. Aisyah  berkata “Saya tidak memiliki ketakutan itu, saya mengira engkau mengunjungi sebagian di antara istri-istri engkau”. Nabi berkata “Sesungguhnya (rahmat) Allah turun ke langit yang paling bawah pada malam Nishfu Sya’ban dan Ia mengampuni dosa-dosa yang melebihi dari jumlah bulu kambing milik suku Kalb”. (HR Turmudzi no 670, dan Ibnu Majah no 1379)
تحفة الأحوذي شرح سنن الترمذي ج 2 ص 277
فَهَذِهِ اْلأَحَادِيثُ بِمَجْمُوعِهَا حُجَّةٌ عَلَى مَنْ زَعَمَ أَنَّهُ لَمْ يَثْبُتْ فِي فَضِيْلَةِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ شَيْءٌ وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ .

“Hadits-hadits di atas secara keseluruhan merupakan sebuah hujjah yang membantah anggapan sebagian ulama yang berpendapat bahwa tidak ada satupun dalil kuat yang menjelaskan tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban”. (Tuchfah al-Achwadzi Syarh Sunan al-Tirmidzi, II/277).

Jawaban b :

Di antara keistimewaan malam Nishfu Sya’ban adalah sebagai berikut:

1.  Menurut Imam Syafi’i, malam Nishfu Sya’ban adalah salah satu malam yang mustajabah.
2.  Menurut ‘Atha bin Yasar, malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling utama setelah Lailatul Qadar.
3.  Menurut sahabat ‘Ikrimah, yang dimaksud dengan ayat
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ () فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ {الدخان :3-4}
surat al Dukhan ayat 3-4, malam tersebut adalah malam Nishfu Sya’ban, akan tetapi pendapat ini ditentang oleh jumhur ulama, dan yang dimaksud dengan ليلة مباركة  adalah Lailatul Qadar.
4. Menurut ulama yang lain, malam Nishfu Sya’ban adalah malam laporan amal tahunan kepada Allah SWT.
Dasar Pengambilan Hukum:
فيض القدير ج 6 ص 50
قَالَ الشَّافِعِى بَلَغَنَا أنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِى خَمْسِ لَيَالٍ أوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ وَلَيْلَتَىِ اْلعِيْدِ وَلَيْلَةِ الْجُمْعَةِ.

“Imam Syafii berkata: Telah sampai kepada kami bahwa doa dikabulkan dalam lima malam, yaitu awal malam bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, dua malam hari raya dan malam Jumat”. (Faidl al-Qadír, VI/50)
نزهة المجالس ج 1 ص 158
قَالَ عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ مَا بَعْدَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَفْضَلُ مِنْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَهِىَ مِنَ اللَّيَالِى الَّتِى يُسْتَجَابُ فِيْهَا الدُّعَاءُ. قَالَ النَّوَوِى عَطَاءُ بْنُ يَسَارٍ مِنَ التَّابِعِيْنَ .

“Yasar bin Atho’ berkata : Tidak ada malam yang lebih utama setelah Lailatul Qadar dibandingkan dengan Nishfu Sya’ban. Ia merupakan salah satu malam yang mustajabah”. (Nuzhah al-Maj á lis, I/158)
تفسير القرطبى ج 16 ص 85
وَقَالَ عِكْرِيْمَةُ هِىَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ يُبْرَمُ فِيْهَا أَمْرُ السَّنَةِ وَيُنْسَخُ اْلأَحْيَاءُ مِنَ اْلأَمْوَاتِ وَيُكْتَبُ الْحَاجُّ فَلاَ يُزَادُ فِيْهِمْ أَحَدٌ وَلاَ يُنْقَصُ مِنْهُمْ أَحَدٌ وَرَوَى عُثْمَانُ بْنُ الْمُغِيْرَةِ قَالَ قَالَ النَّبِىَ e تُقْطَعُ اْلأَجَالُ مِنْ شَعْبَانَ إلَى شَعْبَانَ حَتَّى أَنَّ الرَّجُلَ لَيَنْكِحُ وَيُوْلَدُ لَهُ وَقَدْ خُرِجَ اسْمُهُ فِى الْمَوْتَى. وَقَالَ اْلقَاضِى أبُوْ بَكْرِ بْنِ الْعَرَبي وَجُمْهُوْرُ الْعُلَمَاءُ عَلَى أنَّهَا لَيْلَةُ اْلقَدْرِ.

“Ikrimah berpendapat bahwa yang dimaksud Lailah Al Mubarakah itu adalah malam nishfu sya’ban. Di malam itu Allah menentukan semua urusan dalam peristiwa setahun, menghapus nama-nama orang dari daftar calon orang meninggal dan mencatat nama-nama orang yang akan melaksanakan haji tanpa ditambah atau dikurangi. Utsman bin Mughirah meriwayatkan hadis, Rasulullah e  bersabda, “Ajal ditentukan dari satu Sya’ban ke bulan Sya’ban berikutnya, hingga seseorang menikah, dikaruniai anak dan namanya dikeluarkan dari orang-orang yang akan meninggal” (HR Ibnu Abi Dunya dan Al Dailami). Qadli Abu Bakar bin Al Araby berkata : Para Ulama’ mengatakan bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar”. (Tafsir al-Qurtúbi, XVI/85)
حاشية الجمل ج 8 ص 323
(قَوْلُهُ: تُعْرَضُ اْلأَعْمَالُ) أَيْ تُعْرَضُ عَلَى اللهِ تَعَالَى وَكَذَا تُعْرَضُ فِي لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ وَفِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، فَاْلأَوَّلُ عَرْضٌ إجْمَالِيٌّ بِاعْتِبَارِ اْلأُسْبُوْعِ، وَالثَّانِي بِاعْتِبَارِ السَّنَةِ

“Amal-amal tersebut diperlihatkan kepada Allah, begitu pula pada malam Nishfu Sya’ban dan Lailatul Qadar. Yang pertama (Senin-Kamis) merupakan laporan amal mingguan. Yang kedua dan ketiga (Nishfu Sya’ban dan Lailatul Qadar) merupakan laporan amal tahunan”. (Chásyiyah al-Jamal, VIII/323)

Jawaban c:

Pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban beserta macam-macam niatnya merupakan hasil ijtihad para ulama.
Dasar Pengambilan Hukum:
أسنى المطالب فى أحاديث مختلفة المراتب ص 234
وَأَمَّا قِرَاءَةُ سُوْرَةِ يس لَيْلَتَهَا بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَالدُعَاءِ الْمَشْهُوْرِ فَمِنْ تَرْتِيْبِ بَعْضِ أهْلِ الصَّلاَحِ مِنْ عِنْدِ نَفْسِهِ قِيْلَ هُوَ الْبُوْنِى وَلَا بَأْسَ بِمِثْلِ ذَلِكَ.
“Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad  sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al Buni, dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk”. (Asná al-Mathálib, 234).
فتح الملك المجيد للشيخ أحمد الديربى ص 19
(وَمِنْ خَوَاصِ سُوْرَةِ يس) كَمَا قَالَ بَعْضُهُمْ أنْ تَقْرَأَهَا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ الأُوْلَى بِنِيَّةِ طُوْلِ اْلعُمْرِ وَالثَّانِيَةُ بِنيَّةِ دَفْعِ الْبَلاَءِ وَالثَّالِثَةُ بِنِيَّةِ اْلإسْتِغْنَاءِ عَنِ النَّاسِ.

“Diantara keistimewaan surat Yasin, sebagaimana menurut sebagian para Ulama, adalah dibaca pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak 3 kali. Yang pertama dengan niat meminta panjang umur, kedua niat terhindar dari bencana dan ketiga niat agar tidak bergantung kepada orang lain”. (Fatchu al-Malik al-Majíd, 19)
تلخيص فتاوى ابن زياد ص 301
(مَسْئَلَةٌ) حَدِيْثُ يس لِمَا قُرِئَتْ لَهُ لاَ أَصْلَ لَهُ وَلَمْ أَرَ مَنْ عَبَّرَ بِأَنَّهُ مَوْضُوْعٌ فَيَحْتَمِلُ أنَهُ لاَ أصْلَ لَهُ فِى الصِّحَّةِ وَالَّذِىْ أعْتَقِدُهُ جَوَازُ رِوَايَتِهِ بِصِيْغَةِ التَّمْرِيْضِ نَحْوُ بَلَغَنَا كَمَا يَفْعَلُهُ أصْحَابُ الشَّيْخِ اِسْمَعيِلَ اْلَجْبَرِتى اهـ.

“Hadits yang berbunyi “Surat Yasin dapat dibaca sesuai dengan niat tujuannya” merupakan hadis yang tidak ada dasarnya, tetapi saya tidak menemui ulama yang mengatakannya sebagai hadis palsu. Bisa jadi yang dimaksud adalah hadis tersebut tidak shohih. Saya meyakini bahwa boleh meriwayatkan hadis tersebut dengan redaksi riwayat yang tidak tegas, seperti telah sampai pada kami sebagaimana yang dilakukan oleh murid-murid Syeikh Ismail Al Jabraty dari Yaman.” (Talkhísh Fatáwá Ibnu Ziyád, 301)

Jawaban d:

Hukum melakukan shalat sunnah mutlak pada malam Nishfu Sya’ban adalah mustahab (disunnahkan) karena Rasulullah e pernah melaksanakan shalat tersebut. Sementara jika shalat tersebut diniati nishfu sya’ban maka hukumnya haram, karena tidak ada tuntunan ibadah salat nishfu sya’ban. Bentuk salat sunah yang boleh dikerjakan pada malam Nishfu Sya’ban adalah salat sunah mutlak, salat Hajat, salat Tasbih, dan shalat apapun yang telah dilakukan oleh Rasulullah.

Catatan:

Kedudukan hukum mustahab adalah satu tingkat di bawah hukum sunnah.
Dasar Pengambilan Hukum:
ذكريات ومناسبات لسيد محمد بن علوى الملكى ص 155-156
عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ الْحَارِثِ اَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَامَ رَسُوْلُ اللهِ e مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى فَأَطَالَ السُّجُودَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ قَدْ قُبِضَ، فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ قُمْتُ حَتَّى حَرَّكْتُ إِبْهَامَهُ فَتَحَرَّكَ فَرَجَعَ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السُّجُودِ وَفَرَغَ مِنْ صَلاَتِهِ قَالَ: يَا عَائِشَةُ أَوْ يَا حُمَيْرَاءُ أَظَنَنْتِ أَنَّ النَّبِيَّ e قَدْ خَاسَ بِكِ؟ قُلْتُ: لاَ وَاللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلَكِنِّي ظَنَنْتُ أَنْ قُبِضْتَ طُوْلَ سُجُوْدِكَ، قَالَ: أَتَدْرِي أَيَّ لَيْلَةٍ هَذِهِ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: هَذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَطَّلِعُ عَلَى عِبَادِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَرْحَمُ الْمُسْتَرْحِمِيْنَ وَيُؤَخِّرُ أَهْلَ الْحِقْدِ كَمَا هُمْ، رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ. وَقَالَ هَذَا مُرْسَلٌ جَيِّدٌ

Rabu, 17 April 2019

Cca madin

PERTANYAAN WAJIB  Regu A

  ۱. مَتَنْ مٓنُورُوتْ بَهَاسَا اَرْتِيْپَا........(أ- تٓعَاهْ جَلاَنْ ب- سَانْدَرَانْ ج- مٓمِينْدَهْكَانْ)
  ۲. سَنَدْ مٓنُورُوتْ بَهَاسَا اَرْتِيْپَا........(أ- تٓعَاهْ جَلاَنْ ب- سَانْدَرَانْ ج- مٓمِينْدَهْكَانْ)
  ۳. زَكَاةْ آمَاسْ دَان فٓرَاءْ........ ( أ- ٤٠/١ ب- % ٥,٢ ج- بٓنَارْ سٓمُوَا )
  ٤. نِصَابْ اُونْطَا/اِبِلْ........ (أ- ٧ ب-  ٦ ج- ٥)
  ٥. اِسِمْ يَاعْ دِى بَچَا رَفَعْ اَدَا........(أ- ٦ ب-  ٧ ج- ٥)
  ٦. اِسِمْ يَاعْ دِى بَچَا رَفَعْ سۤتۤلَاهْ فِعِلْ.......(أ- مُبْتَدَاءْ ب-  خَبَرْ ج- فَاعِلْ )
  ٧. مَاسَا فۤمۤرِنْتَهَانْ فَارَا خَلِيْفَهْ ( أ- ٣٠ ب- ٣٥ ج-٤٠  ) تَهُونْ
  ٨. اَبُو بَكَرْ لاَهِرْ سۤتلاَهْ رَسُولُ اللهْ سۤلِيسِهْ  ( أ- ١ ب- ٢ ج- ٣ ) تَهُونْ ببرَفَا بُولَانْ

9 . Golongan Yang Mengikuti Ajaran Yang Murni Dan Benar Adalah……
  (a. Al Islamiyah b. Al  Khoiriyah c. Ahlussunah Waljama’ah )
10. Menghormati Keluarga Dan Sahabat Nabi Adalah…………
   (a. Pokok-Pokok b. Dasar-Dasar c. Tanda-Tanda) Ahlussunah Waljama’ah

PERTANYAAN LEMPARAN Regu A

١. سُورْكَا سٓبَاكَي بَلاَسَانْ حَجِ......  (أ- مَرْدُودْ ب- مَبْرُورْ ج- مَرْفُوعْ )
٢. اَحَبُّ الاَعمالِ اِلَي الله  (أ- اَقْدَمُهَا  ب-اَدْوَمُهَا  ج- اَجْهَرُهَا )
٣. رِقَابْ اَدَالَهْ........(أ- بُوْدَاءْ ب-  بَارُو مَاسُوء اِسْلاَمْ ج- فٓعٓمْبَارَا )
٤. يَاأيُّهَاالذينَ اَمَنُوا كُتِبَ عَلَيكُمُ الصِيَامُ اَدَالَهْ فرِينْتَاهْ (أ- صَلاَةْ ب-فُوَاصَا ج- زَكَاةْ)
٥. مۤرَفَعْكَانْ اِسِمْ مۤنَصَبْكَانْ خَبَرْ اَدَالَهْ عَمَلْ ( أ- اِنَّ  ب- كَانَ  ج- ظَنَّ )
٦. مۤنَصَبْكَانْ مُبْتَدَاءْ دان خَبَرْ اَدَالَهْ عَمَلْ ( أ- اِنَّ  ب- كَانَ  ج- ظَنَّ )
٧. خَالِدْ بن وَالِدْ مۤعۤفُوعْ دَمَشْقَ سۤلاَمَا( أ- ٧  ب-٧٠  ج-٨٠ ) هاري
٨. فۤنَاقْلُوكَنْ بَيْتُ الْمَقْدِسْ  فَادَا تَهُونْ ( أ- ١٤  ب- ١٥ ج- ١٣) هِجْرَةْ




PERTANYAAN WAJIB  Regu B

  ١. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ چُونْتُوهْ.....(أ- مَتَنْ ب- سَنَدْ ج- رَاوِي )
  ٢. رَوَاهُ البُخَارِي چُونْتُوهْ.....(أ- مَتَنْ ب- سَنَدْ ج- رَاوِي )
  ٣. نِصَابْ كَامْبِيعْ........(أ- ٣٠ ب- ٤٠ ج- ٥٠ )
  ٤. أُورَاعْ يَاعْ كُورَاعْ دَارِي كٓبُوتُوهَانْ سٓهَارِي هَارِي (أ- فَقِيرْ ب- مِسْكِينْ  ج- عَامِلْ )
  ٥. اِسِمْ يَاعْ دِى بَچَا رَفَعْ سُوپِى دَارِي عَامِلْ...... (أ- مُبْتَدَاءْ ب-  خَبَرْ ج- فَاعِلْ )
  ٦. اِسِمْ يَاعْ دِى بَچَا رَفَعْ دِى سَانْدَرْكَانْ مُبْتَدَاءْ...... (أ- مُبْتَدَاءْ ب-  خَبَرْ ج- فَاعِلْ )
  ٧. اَبُو بَكَرْ مۤمۤرِنْتَهْكَانْ مۤمْبُوكَا بۤنْتَيعْ اُبُلَّةْ فَادَا تَهُونْ ( أ- ١١  ب- ١٢ ج- ١٣) هِجْرَةْ
  ٨. اَبُو بَكَرْ مۤپِيَافْكَانْ ٤ فَاسُوْكَانْ كۤنۤكْرِي شَامْ فَادَا تَهُونْ ( أ- ١٤  ب- ١٢ ج- ١٣) هجرة
9. Dasar-Dasar Keagamaan Yang Mambentuk Kepribadian Khas NU Adalah………..
   (a. Kitab NU b. Qo’idah NU c. Khittoh NU )
10. NU Lahir Pada Tanggal…………    (a. 6 Rajab 1344 b. 16 Rajab 1344 c. 26 Rajab 1344  )

PERTANYAAN LEMPARAN  Regu B

١. عَمَلْ يَاعْ فاَلِيعْ دِي چينْتَاهِي الله اَدَا....... ( أ- ١ ب-  ٢ ج- ٣ )
٢. اِنَّ زَكَرِىَّ عَلَيهِ السَّلاَمُ.... (أ- بَجَّارًا  ب-  سَجَّارًا  ج- نَجَّارًا )
٣. اُورَاعْ أُوْسِيَا لاَنْجُوتْ بُولِيهْ تِيْدَاءْ فُوَاصَا دَان وَجِبْ (أ- فِدْيَةْ ب- قَضَاءْ ج- قَضَاءْ دَانْ فِدْيَةْ)
٤. وَنِيْتَا حَامِلْ يَاعْ خَوَاتِرْكَانْ اَنَاكْپَا بُولِيهْ تِيْدَاءْ فُوَاصَا دَان وَجِبْ (أ- فِدْيَةْ ب- قَضَاءْ ج- قَضَاءْ دَانْ فِدْيَةْ )
٥. يَنْظُرُ صِيْغَةْپَا فِعِلْ (أ-مَاضِى  ب-مُضَارِعْ ج- اَمَرْ )
٦. اِسِمْ يَاعْ اِيْكُوتْ فَادَا مَتْبُوعْپَا اَدَا (أ- ٤ ب-  ٣ ج- ٥ )
٧. قَومْ مُسْلِمِينْ يَاعْ تۤرْبُونُوهْ دَالَمْ فۤرَاعْ جۤمْبَتَانْ يَعْ فۤرْتَامَا( أ- ٣٠٠٠  ب- ٤٠٠٠  ج- ٦٠٠٠ ) 
٨. اَبُو بَكَرْ فۤرْكِى حَجِّ بۤرْسَمَا قَومْ مُسْلِمِينْ( أ- ١١  ب- ١٠ ج- ٩) تَهُونْ












PERTANYAAN WAJIB  Regu C

  ١. مَنْ أَتَي كَاهِنًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْئٍ .........................
  ٢. نَبِي زَكَرِيَ أَدَالَهْ........ (أ- تُوكَاعْ بٓسِي ب- تُوكَاعْ كَايُو ج- تُوكَاعْ بَاتُو )
  ٣. أُورَاعْ يَاعْ مٓعَاتُورْ زَكَاةْ....... (أ- فَقِيرْ ب- مِسْكِينْ  ج- عَامِلْ )
  ٤. مُؤَلَّفْ اَدَالَهْ........(أ- بُوْدَاءْ ب-  بَارُو مَاسُوء اِسْلاَمْ ج- فٓعٓمْبَارَا )
  ٥. فِعِلْ اَدَا (أ- ٤ ب-  ٣ ج- ٢ )
  ٦. نَصَرَ صِيْغَةْپَا فِعِلْ (أ-مَاضِى  ب-مُضَارِعْ ج- اَمَرْ )
  ٧. مَاسَا فمرِنْتَهَانْ اَبُو بَكَرْ ( أ- ٤ ب- ٢ ج- ٣ ) تَهون ١٠ هاري
  ٨. عُمَرْ بن خَطَابْ لاَهِرْ سۤتلاَهْ رَسُولُ اللهْ سۤلِيسِهْ ( أ- ١١  ب- ١٢ ج- ١٣) تَهُونْ

9. Apakah Yang Di Maksud Ahlussunah…….
10. Apakah Yang Di Maksud Jama’ah

PERTANYAAN LEMPARAN  Regu C

١. كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عًلًي الّلِسَانِ .............
٢. سبُوتْكَانْ عَمَلْ يَاعْ فاَلِيعْ دِي چينْتَاهِي الله ؟.................
۳. حُكُمْ أُضْحِيَّةْ ؟............
٤. سبُوتْكَانْ شَرَطْ صَحْ أُضْحِيَّةْ ؟ ٢ سَاجَا !.................
٥. فَاعِلْ تۤرْبَاكِى مۤنْجَادِى (أ- ٤ ب-  ٣ ج- ٢ )
٦. كُلٌّ بَعْضٌ نَفْسٌ اَجْمَعُ (أ-نَعَتْ ب-تَوْكِيدْ ج- بَدَلْ )
٧. يَاعْ مۤعِيشَارَتْكَنْ مۤعُوسِيرْ رَاجَا فۤرْسِي ( أ- اَحْنَفْ بن قَيسْ  ب- خَالِدْ بن وَالِدْ ج- عُمَرْ بن خَطَابْ)
٨. فۤنَاقْلُوكَنْ قَادِسِيَةْ  فَادَا تَهُونْ ( أ- ١٤  ب- ١٥ ج- ١٣) هِجْرَةْ












PERTANYAAN WAJIB  Regu D

  ١. مَثَلُ الْعَالِمِ الَّذِي يُعَلِّمُ النَّاسَ الخَيْرَ.............
كَمَثَلِ السِرَاجِ يُضِيْءُ لِلنَّاسِ وَيَحْرِقُ  نَفْسَهُ
  ٢. مَاكَنَانْ يَاعْ لٓبِيهْ بَائِيكْ اَدَالَهْ مَاكَنَانْ (أ- دَارِي أُورَاعْ ب- دَارِي مٓمِينْتَا ج- دَارِي أُوسَهَا سٓنْدِيْرِي )
  ٣. وَاَقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَاَتُوا الزَّكَاةَ اَدَالَهْ فرِينْتَاهْ (أ- صَلاَةْ ب- زَكَاةْ ج- صَلاَةْ دَانْ زَكَاةْ)
  ٤. كلُمْفُوكْ يَاعْ برحَقْ منرِمَا زَكَاةْ............ ( أ- ٨ ب-  ٩ ج- ١٠ )
  ٥. اِضْرِبْ صِيْغَةْپَا فِعِلْ (أ-مَاضِى  ب-مُضَارِعْ ج- اَمَرْ )
  ٦. مۤنَصَبْكَانْ اِسِمْ مۤرَفَعْكَانْ خَبَرْ اَدَالَهْ عَمَلْ ( أ- اِنَّ  ب- كَانَ  ج- ظَنَّ )
  ٧. تۤنْتَارَا اُسَامَةْ دِى سِيَافْكَانْ فَادَا تَهُونْ ( أ- ١١  ب- ١٢ ج- ١٣) تَهُونْ
  ٨. اَبُو بَكَرْ وَفَاةْ فَادَا اُوسِيَا....... ( أ- ٦١ ب- ٦٢ ج- ٦٣ ) تَهُونْ

9. Ada Berapa Golongan Yang Menyeleweng Dari Ahlussunah Waljama’ah
10. Beraqidah Islam Menurut Faham Apakah NU Itu…..

PERTANYAAN LEMPARAN  Regu D

١. انظُرُوا اِلَي مَنْ هُوَ اَسْفَلَ مِنْكُمْ ........
٢. هُوَ اَجْدَرُ اَنْ لاَ تَزْدَرُوا .........................  نِعْمَةَ اللهِ عَلَيكُمْ
٣. وَاجِبْ حَجِّ اَدَا بۤرَافَا ؟ سۤبُوتْكَانْ ٣ !............
٤. عَقِيْقَةْ اَدَالَةْ...................
٥. مُبْتَدَاءْ اِسِمْ ضَمِيرْ اَدَالَهْ.................
٦. خَبَرْ غَيْرُ مُفْرَدْ اَدَالَهْ.............
٧. نَامَا اَصْلِي اَبُو بَكَرْ.........
٨. فۤنَاقْلُوكَنْ مَدَائِنْ اِيْبُو كُوتَا فۤرْسِي فَادَا تَهُونْ ( أ- ١٤  ب- ١٥ ج- ١٣) هِجْرَةْ



SOAL  REBUTAN

١. لَغُدْوَةٌ فِي سَبِيلِ الله اَوْرُوحَةٌ ......................... خَيرٌ مِنَ الدُنْيَا وَمَافِيهَا
٢. فَارَا رَاوِي دَارِي صَحَابَةْ دان تَابِعِينْ دِي سبُوتْ ؟............
۳. عَمَلْ يَاع تِيْدَاءْ مٓرٓيمٓهْكَانْ نِعْمَةْ الله ؟............
٤. بُورُوءْ سَاعْكَا / سُوءُ الظَّنِّ تٓرْمَسُوكْ ؟.............
٥. رُكُونْ حَجِّ اَدَا بۤرَافَا ؟ سۤبُوتْكَانْ ٣ !............
٦. مُبْتَدَاءْ تۤرْبَاكِى مۤنْجَادِى (أ- ٤ ب-  ٣ ج- ٢ )
٧. خَبَرْ تۤرْبَاكِى مۤنْجَادِى (أ- ٤ ب-  ٣ ج- ٢ )
٨. خَبَرْ غَيْرُ مُفْرَدْ تۤرْبَاكِى مۤنْجَادِى (أ- ٤ ب-  ٣ ج- ٢ )
٩. حُرُوفْ عَطَفْ اَدَا (أ- ٨ ب-  ٩ ج- ١٠ )
١٠. مَچَامْ بَدَلْ اَدَا (أ- ٤ ب-  ٣ ج- ٥ )
١۱.  رَسُولُ اللهْ مۤنِيعْكَالْكَنْ ٢ فۤدُومَانْ يَاإيتُو........
١٢. خَلِيفَةْ اَدَالَهْ.................
١٣. نَامَا رَاجَا فۤرْسِي..........
١٤. نَامَا فَعْلِيمَا فۤرَاعْ فۤرْسِي.............

Selasa, 16 April 2019

Mars ALMAQBUL

#MARS #PPRM #AL_MAQBUL

AYO SEMANGAT DALAM IBADAH
TAPI DASARI DENGAN ILMUNYA
TUNTUTLAH ILMU DI PONDOK KITA
PPRM AL MAQBUL BERJAYA

       TIDAK ADA JAMINAN DAPAT KERJA
       TIDAK ADA JAMINAN JADI KAYA
       NAMUN BILA MANFAAT ILMUNYA
       KALAU HARTA PASTILAH BERLIMPAH

SINGKIRKAN PIKIRAN DUNIAWI
KITA MENGAJI BARENG KIAI
SINGKIRKAN PIKIRAN DUNIAWI
UNTUK MENGGAPAI RIDHO ILAHI

       SATU MAQOLA KITA PEGANGI
       KITA HARUS NGAJI SAMPAI MATI
       SATU MAQOLA KITA PEGANGI
       KITA HARUS NGAJI SAMPAI MATI

AYOLAH WAHAI PARA SANTRI
LANJUTKAN PERJUANGAN INI
AYOLAH WAHAI PARA SANTRI
JUNJUNGLAH MARTABAT PONDOK INI

      DEMI ASWAJA DAN NKRI
      ITULAH HARGA MATI KAMI
      DEMI ASWAJA DAN NKRI
      ITULAH HARGA MATI KAMI

AYO SEMANGAT DALAM IBADAH
TAPI DASARI DENGAN ILMUNYA
TUNTUTLAH ILMU DI PONDOK KITA
PPRM AL MAQBUL BERJAYA

       TIDAK ADA JAMINAN DAPAT KERJA
       TIDAK ADA JAMINAN JADI KAYA
       NAMUN BILA MANFAAT ILMUNYA
       KALAU HARTA PASTILAH BERLIMPAH

*****

AYO SEMANGAT DALAM IBADAH
TAPI DASARI DENGAN ILMUNYA
TUNTUTLAH ILMU DI MADIN KITA
TPQ MDTU ANNIDHOMIYYAH   

       TIDAK ADA JAMINAN DAPAT KERJA
       TIDAK ADA JAMINAN JADI KAYA
       NAMUN BILA MANFAAT ILMUNYA
       KALAU HARTA PASTILAH BERLIMPAH

SINGKIRKAN PIKIRAN DUNIAWI
KITA MENGAJI BARENG KIAI
SINGKIRKAN PIKIRAN DUNIAWI
UNTUK MENGGAPAI RIDHO ILAHI

       SATU MAQOLA KITA PEGANGI
       KITA HARUS NGAJI SAMPAI MATI
       SATU MAQOLA KITA PEGANGI
       KITA HARUS NGAJI SAMPAI MATI

AYOLAH WAHAI PARA SANTRI
LANJUTKAN PERJUANGAN INI
AYOLAH WAHAI PARA SANTRI
JUNJUNGLAH MARTABAT MADIN INI

      DEMI ASWAJA DAN NKRI
      ITULAH HARGA MATI KAMI
      DEMI ASWAJA DAN NKRI
      ITULAH HARGA MATI KAMI

AYO SEMANGAT DALAM IBADAH
TAPI DASARI DENGAN ILMUNYA
TUNTUTLAH ILMU DI MADIN KITA
TPQ MDTU ANNIDHOMIYYAH   

       TIDAK ADA JAMINAN DAPAT KERJA
       TIDAK ADA JAMINAN JADI KAYA
       NAMUN BILA MANFAAT ILMUNYA
       KALAU HARTA PASTILAH BERLIMPAH