Minggu, 25 September 2016

Sayyidah Fathimah Putri Rosulullah

Kehidupan Sayyidatuna Fathimah ra di rumah suaminya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Sayyidina Ali Kw adalah seorang faqir yang tidak memiliki apa-apa. Kehidupan dirinya bersama Sayyidatuna Fathimah ra dalam keadaan serba sulit. Keadaan tubuh Sayyidatuna Fathimah yang lemah akibat penderitaan beliau yang pernah dialami ketika terjadi pemblokadean kaum muslimin dibukit berupa kelaparan dan embargo ekonomi. Dan setelah bebas dari pemblokadean, Sayyidatuna fathimah menanggung penderitaan dan kepayahan hidup serta ikut bersama Nabi saw, menanggung perlakuan jahat orang-orang kafir Quraisy. Beliau hijrah ke kota Madinah dalam keadaan kedua kaki berdarah dan tinggal di rumah suaminya Sayyidina Ali kw yang alim dan wara’, seorang mujtahid yang dalam keterpaksaannya ia tidak pernah dapat menjamin untuk bisa makan pagi atau sore, maka Sayyidatuna Fathimah pun mengikuti suaminya dengan rela sepenuhnya.
Sayyidina Ali kw selalu membantu pekerjaan istrinya semampunya, karena beliau tidak mampu membayar seorang pelayan yang dapat membantu tugas istrinya. Diriwayatkan dari Sayyidina Ali kw, bahwa beliau pernah berkata kepada Ibnu Ummi Abd :
“Maukah Kuceritakan kepadamu tentang diriku bersama putri Rasulullah saw, ia adalah keluarga Rasulullah saw yang amat beliau cintai. Suatu hari ia pernah berada disampingku, lalu ia menggiling dengan alat penggiling sampai alat itu menimbulkan bekas ditangannya. Ia juga mengambil air dengan geriba sampai alat itupun membekas pada lehernya. Ia juga menyapu rumah sehingga pakaiannya penuh dengan debu. Ia pun memasak dengan periuk sehingga pakaiannya menjadi sangat kotor.”
Diriwayatkan dari Sayyidatuna Fathimah ra, bahwa beliau berkata :
“Sungguh kedua tangan saya menjadi tebal dan kasar karena alat penggiling, kadangkala aku membuat tepung dan kadangkala aku membuat adonan.” (HR. Ad Daulabi, Ahmad dan Turmudzi )
Suatu ketika kaum muslimin menang dalam peperangan dan berhasil menawan beberapa tawanan wanita; saat itu Sayyidina Ali kw berkata kepada Sayyidatuna Fathimah :
“Pergilah dan mintalah seorang tawanan wanita yang dapat menolong pekerjaanmu dan saya kira Nabi saw tidak akan menolak permintaanmu karena kedudukanmu yang dekat dengan beliau.”
Maka Sayyidatuna Fathimah ra mematuhi perintah suaminya dan berangkat ke tempat Nabi saw. Maka Nabi saw bertanya kepadanya :
“Ada apa wahai putriku?”
Sayyidatuna Fathimah menjawab :
“Saya hanya datang untuk mengucapkan selamat kepada ayah.”
Beliau malu untuk meminta sesuatu dari ayahnya sendiri; lalu beliau kembali ke rumahnya. Ketika Sayyidina Ali kw mengetahui keadaan ini, maka beliau mengantar Sayyidatuna Fathimah pergi ke tempat Nabi saw dan mengutarakan niatnya untuk meminta seorang tawanan wanita yang dapat membantu pekerjaan Sayyidatuna Fathimah di rumah, karena ia kelihatan tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya sendirian. Maka Rasulullah saw menjawab :
“Tidak, Demi Allah aku tidak akan memberi kalian, sementara aku membiarkan Ahlus Shuffah ( orang-orang fakir yang tinggal diserambi masjid ) dalam keadaan perut mereka terlipat. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang akan kubelanjakan untuk mereka, tapi akan menjual para tawanan itu lalu akan kubelanjakan hasilnya untuk Ahlus Shuffah.”
Dalam riwayat lain dari sanad Abi Umamah dari Sayyidina Ali kw, bahwasanya Rasulullah bersabda :
“Bersabarlah engkau wahai Fathimah! Sesungguhnya wanita yang paling baik adalah yang bisa memberi manfaat bagi keluarganya.”
Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda :
“Maukah kalian kuberitahu mengenai sesuatu yang lebih baik daripada sesuatu yang telah kalian minta kepadaku? Ada beberapa kalimat yang diajarkan kepadaku oleh Jibril yaitu setiap selesai menjalankan sholat, hendaklah kalian membaca tasbih 10x, membaca tahmid 10x serta membaca takbir 10x. dan ketika kalian beranjak ketempat tidur, maka hendaklah kalian membaca tasbih 33x, membaca tahmid 33x serta membaca takbir 33x.
(HR. Bukhari, Muslim, Turmudzi, Nasa’i, Ahmad, Ad Darimi dan Abu Nua’im).

Rabu, 21 September 2016

CAHAYA,SARANA DAN TENTARA HATI

CAHAYA ILLAHI KENDARAAN DAN TENTARA HATI
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Setelah menjelaskan WARID secara umum,selanjutnya Syeikh Ibnu ‘Atha’illah rahimaullah menjelaskan lebih spesifik lagi dengan mengartikan WARID sebagai CAHAYA yang dituangkan dalam hati :
“Cahaya adalah tunggangan hati dan asrar(rahasia rahasia batin) cahaya adalah tentara hati,seperti kegelapan adalah tentara nafsu.Jika Allah ingin menolong hambaNYA,maka DIA menolongnya dengan pasukan cahaya,dan memutuskan sokongan kegelapan dan segala sesuatu selain Allah darinya “.
Syeikh Sa’id Hawa menjelaskan ; WARID jika dirinci lebih detail berarti ; cahaya atau cahaya yang dituangkan Allah ke dalam hati seseorang, merupakan akibat dari proses penghadapan seorang hamba kepada Allah atau merupakan pemberia-NYA.Sebagaimana dijelaskan Oleh Allah dalam surat Az zumar ;22 :
ﺍَﻓَﻤَﻦْ ﺷَﺮَّ ﺡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺻَﺪْ ﺭَﻩُ ﻟِِﻼِْ ﺳْﻼَ ﻡِ ﻓَﻬُﻮَ ﻋَﻠﻰَ ﻧُﻮْ ﺭٍ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِﻪِ. . . .
Apakah orang orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya ( sama dengan orang yang hatinya membatu) (Az-zumar:22)
Juga Firman Allah dalam surat Muhammad:17 ;
ﻭَ ﺍﻟَّﺬِ ﻳْﻦَ ﺍَﻫْﺘَﺪَ ﻭْﺍ ﺯَﺍ ﺩَﻫُﻢْ ﻫُﺪً ﻭَ ﺍَ ﺗَﻬُﻢْ ﺗَﻘْﻮَ ﻫُﻢْ
“Dan orang yang mendapat petunjuk,Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwakanya ( Muhammad:22)
Dan Firman NYA dalam surat Al-Ankabut:69 :
ﻭَﺍﻟَّﺬِ ﻳﻦَ ﺟَﺎ ﻫَﺪُ ﻭﺍ ﻓِﻴْﻨﺎَ ﻟَﻨَﻬْﺪِ ﻳَﻨَّﻬُﻢْ ﺳًﺒُﻠَﻨَﺎ ﻭَﺍِﻥَّ ﺍﻟَّﻠﻪَ ﻟَﻤَﻊَ
ﺍﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴْﻦَ
“Dan orang orang yang berjihad untuk(mencari keridlaan) KAMI,benar benar akan KAMI tunjukan kepada mereka jalan jalan KAMI”. (Al-Ankabut :69).
Kendaraan yang ditunggangi hati untuk menempuh perjalanan menuju Allah adalah cahaya ,sedang tentara hati dan jiwa yang denganya ia dapat mengalahkan tentara syetan,juga adalah cahaya.Ada dua peran yang dimainkan oleh cahaya dalam hati.Pertama sebagai tunggangan seorang dalam mengarungi perjalanan menuju Allah;bila seorang memiliki cahaya,maka ia akan mengendarai tungganganya dan berjalan menuju Allah.Kedua sebagai prajurit, bila memiliki cahaya, maka ia akan mengalahkan tentara lain yang ingin menyerahkannya kepada syetan atau dunia.Oleh karena itu kita juga harus meneliti tidak saja kepada hal hal yang mendatangkan WARID,tetapi juga harus mengamati apakah warid warid itu telah memainkan peranya dalam hati; apakah warid warid itu juga bisa menjadi kendaraan yang dapat dikemudikan untuk menuju akhirat dan untuk menentang dorongan dorongan syaitani.
Marilah kita bertanya pada dirikita masing masing;Apakah kita dapat menambah cahaya yang ada dalam hati kita masing masing?Jika mampu melakukannya,maka kita dapat dinyatakan lulus.Sebaliknya jika kita tak lulus.kita merugi.Dan semua itu kembali kepada Allah dan iradatNYA; bila Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, maka DIA menganugerahi WARID berupa cahaya, dan Allah menyelematkannya dari segala bentuk kegelapan dan dari berbagai macam benda ( dzat) selain Allah.
Apakah kita memiliki tanda tanda yang dapat kita gunakan untuk mengetahui apa yang Allah kehendaki pada diri kita ?Apakah Allah menginginkan kebaikan pada diri kita ?.tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan pada diri kita ,menurut syeikh Sa’id Hawa adalah ;menumbuhkan pemahaman agama NYA,seperti disinyalir oleh Nabi dalam sabdanya :
ﻣَـﻦْ ﻳـُﺮِ ﺩِ ﺍﻟَـﻠَّﻪُ ﺑِـِﻪِ ﺧـَﻴـْﺮًﺍ ﻳــُﻔَــﻘِّﻬْـﻪُ ﻓـــِﻰ ﺍﻟــﺪِّ ﻳــْﻦِ :
Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan padanya ,maka DIA memberi pemahaman agama kepadanya
(HR Muslim ,Tirmidzi)
Jika kau jumpai seseorang yang dianugerahi pemahaman terhadap agama_NYA,itu adalah pertanda bahwa Allah menginginkan kebaikan bagi seorang itu.Maka seyogyanya ia senang dan melantunkan pujian kepada Allah.
Menurut syeikh Sa’id Hawa rahimaullah sebagian orang memasukan tema pembicaraan ini ke dalam kajian filsafat.Padahal sebenarnya tidak,karena ini adalah fitrah dan merupakan aspektertinggi dan terluhur dalam islam.Selama kita mengacu pada pengertian seperti ini, maka kita mengarah pada kebaikan.Namun bila kita terlalu banyak membaca dan mengkaji berbagai macam disiplin ilmu, sementara hati kita tidak di asah dan tak pernah diperhatikan hingga menjadi gelap,maka mesti menjadi peringatan bagi kita.karena bila kita tidak merasa lelah dan terus begitu, maka yang akan muncul dikalangan kita adalh filosof, dan bukan kaum RABBANI.
NUR atau cahaya ini amat penting.karena jika seseorang memiliki lampu senter,lalu pada malam dinyalakan,maka akan terlihat segala sesuatu yang ada disekelilingnya,Jika sesuatu itu terlihat,maka akal akan berperan untuk memutuskan,apakah sesuatu itu membahayakan atau bermanfaat,jelek atau baik,harus berbuat atau menahan diri,berjalan atau berhenti,dan seterusnya,
Untuk masalah akhirat kita mempunyai NUR (cahaya) BASHIRAH ( mata batin) dan punya kepastian.Dengan cahya akan terlihat segala sesuatu,dan cahaya pulalah yang membedakan cara pandang sang muslim dan si kafir dalm memandang sesuatu.Allah melukiskan dalam firmanNYA :
” Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya,Allah hilangkan cahaya(yang menyinari)mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan,tak dapat melihat “.(Al-Baqarah :17).
Melalui cahaya seorang mukmin dapat menatap sesuatu dengan penglihatan imani yang lain dengan penglihatan orang kafir.Penglihatan orang kafir adalah penglihatan yang bersifat meterialistis melulu dilandasi oleh nafsu untuk kepentingan individual semata.Mereka (orang kafir) seharusnya melihat segala sesuatu dengan berdasarkan api tersebut, yang tak lain adalah (cahaya) syari’at.Namun Allah menghilangkan cahaya bagi mereka.Jadi ayat diatas mengabarkan bahwa ada yang bersemayam dalam hati,ang dengannya mesti melihat sesuatu menurut hakekatnya.
Setelah cahaya bisa diraih lalu bagaimana dengan BASHIRAH,suatu kurnia yang denganya sesorang menentukan hukum tentang apa yang wajib dilakukan.Allah berfirman :
” Sesungguhnya telah datang dari RABB-mubashaa’ir (bukti bukti yang terang ) kepada kalian “.(Al-An’am :104 ).
Al-Quran adalah BASHAA’IR jamak dari bashirah.dengan alQuran ini Allah memberimu bashirah yang melaluinya kita menghukumi segala sesuatu.Hukum bashirah adalah bila seorang muslim melihat tindak kemungkaran,maka ia harus memeranginya,dan bila menemukan perilaku kebaikan,maka ia mengokohkannya.demikian juga dengan hukum hukum yang lain.
Setelah Bashirah menetapkan,maka peran terakhir adalah hati,dimana ia bisa menerima untuk melakukan hukum itu, bisa pula meninggalkannya.Penerimaan hukum tersebut muncul lantaran cahaya yang dimiliki fungsional sebagai tentara hati,sedangkan penolakanya terjadi karena kegelapan yang ada telah menjalankan perannya sebagai tentara nafsu.Wirid wirid yang dilazimkan oleh sesorang adalah faktor menentukan untuk melahirkan kepatuhan hati ini.Karena itu ,para ahli suluk menginginkan agar seseorang terus menerus melakukan WIRID nya hingga mampu meraih kesempurnaan itu.Tapi jangan lupa ketika melakukan wirid pusatkan hati sepenuhnya kepada Allah.Tunaikan WIRID, karena dimana ada WIRID disitu pula ada WARID,meski kehadlirannya kadang dapat dirasakan,kadang tidak.
Warid warid yang dituangkan kedalam hati sesorang itu bukan hanya satu macam,walaupun memang pada akhirnya warid warid berupa cahaya,yang lahir lantaran rasa senang kepada Allah yang sekaligus sebagai anugerah Illahi.Cahaya itu terasa dalam bentuk dada yang lapang dan hati yang berbunga.Yang paling penting untuk diingat adalah,bahwa Warid Warid yang dicurahkan kedalam hati sesorang itu bervariasi.
Seseorang yang mengarungi perjalanan menuju Allah,lantas disusupi rasa teteram,lalu merasa bahwa dirinya mempunyai hati dan hati tersebut memiliki sensivitas dan kepekaan yang tinggi,itu sudah cukup menjadi WARID yang besar bagi sang pejalan menuju ALLAH.

Selasa, 20 September 2016

Syair Cinta Tuhfah ( Wanita Sufi )

Begitu taatnya kepada Allah, akhirnya Tuhfah dianggap gila oleh majikannya. Sehingga, ia dimasukkan di RS jiwa. Tiba-tiba seorang sufi ingin menebusnya, tapi majikan Tuhfah yang semula menjual harga tinggi, akhirnya malah tidak menjual. Bahkan, mereka akhirnya menjalankan ibadah haji bersama-sama sampai meninggal dunia.

***

Budak Yang Sufi


SUFI wanita, Tuhfah, hidup sezaman dengan sufi Sari al-Saqati (sekitar tahun 250 H/853 M). Tuhfah seorang budak yang tidak mengenal tidur maupun makan, sepanjang hari menangis serta merintih dalam mengabdi kepada Allah. Akhirnya ketika keadaan sudah demikian gawat untuk ditangani keluarga majikannya. Mereka pun mengirim ke rumah sakit jiwa.
Sufi yang banyak bercerita tentang Tuhfah adalah Sari al-Saqati. Menurut al-Saqati, dia pergi ke rumah sakit karena kesumpekan hati nya. Di suatu kamar, ia mendapati seorang gadis hanya saja kedua kakinya dirantai Air matanya berlinangaan sepanjang hari ia selalu melantunkan syair.
Ketika ingin tahu identitas gadis itu, seorang perawat mengatakan ia seorang budak yang gila dan bernama Tuhfah. la dikirim oleh seseorang yaitu majikannya. Ketika perawat itu menerangkan kepada al-Saqati perihal dirinya. la pun berlinang matanya.
Tuhfah berkata, “Tangisanmu ini, lahir dari pengetahuanmu tentang sifat-sifat Allah. Bagaimana jadinya jika engkau benar-benar mengenal-Nya sebagaimana dibutuhkan oleh makrifat hakiki?” Setelah berkata begitu Tuhfah pingsan satu jam. Sesudah itu ia bersyair kembali.
Saqati menganggap, Tuhfah sebagai saudara. Ketika Saqati bertanya siapa yang memenjarakan (maksudnya mengirim) ke rumah sakit ini?” Orang-orang yang iri dan dengki,” jawabnya. Mendengar jawaban itu, Saqati menganjurkan kepada petugas rumah sakit itu agar Tuhfah dilepas saja dan membiarkan ia pergi ke mana saja. Melihat gelagat itu Tuhfah bereaksi.

***


SAQATI BERDOA


Mendadak seseorang muncul di rumah sakit. Menurut seorang perawat, dia adalah majikan Tuhfah. Siapa yang memberi tahu, kalau budaknya yang gila itu sudah bersama al-Saqati, seorang syaikh. la sangat gembira dan mengatakan barangkali Sufi yang datang itu bisa menyembuhkan budaknya. la mengaku bahwa dirinya yang mengirim ke rurnah sakit. Seluruh hartanya sudah ludes untuk membiayai pengobatannya. Katanya budak itu dibeli dengan harga 20.000 dirham.
Saqati tertarik membeli karena ketrampilannya sebagai penyanyi, sementara alat musik yang sering ia pakai adalah harpa. la seorang sufi wanita yang begitu kuat cintanya kepada Allah.
Mendengar kisah itu Saqati kemudian dengan berani menawar berapa saja uang yang diminta jika sang majikan menjualnya. Sang majikan menukas, “Wahai Saqati, engkau benar seorang sufi, tetapi engkau sangat fakir, tidak bakalan bisa menebus harga Tuhfah,” tukasnya.
Benar apa yang dikatakan majikan Tuhfah. Kala menawar, Saqati tak memiliki uang sedirham pun. Saqati pulang dengan hati menangis. Tekadnya untuk membeli Tuhfah begitu besar dan menggebu-gebu, namun apa dikata, uang pun ia tak mengantungi. Kemudian ia berdoa, “Ya Allah, Engkau mengetahui keadaan lahiriah dan batiniahku. Hanya dalam rahmat dan anugerah-Mu aku percayakan diriku. Janganlah Engkau hinakan diriku kini!”
Selesai berdoa tiba-tiba pintu diketuk orang. Saqati pun membuka pintu. Didapati seseorang yang mengaku bernama Ahmad Musni dengan membawa empat orang budak yang memanggul pundi-pundi. Musni mendengar suara gaib, agar ia membawa lima pundi-pundi ke rumah Sari Al Saqati, supaya sufi fakir itu memperoleh kebahagiaan untuk membeli Tuhfah. Itulah salah satu karomah yang dimiliki al-Saqati.

***
HAJI BERSAMA


Mendengar cerita Musni itu, Saqati langsung sujud sukur, dilanjutkan dengan salat malam sampai pagi. Ketika matahari sepenggalah, Saqati mengajak Musni ke rumah sakit. Majikan Tuhfah yang mengejeknya itu sudah
berada di rumah sakit lebih dahulu. Ketika hendak dibayar berapa saja harga yang diminta, majikan itu malah mengelak, “Tidak Tuan, sekiranya Anda memberiku seluruh dunia ini untuk membelinya, aku tidak mau menerimanya. Aku telah membebaskan Tuhfah. la henar-benar bebas untuk mengikuti kehendak Allah,” tuturnya.
Mendengar kata-kata majikan itu, Ahmad Musni yang memberi Saqati lima pundi-pundi ikut menangis. Musni menangis karena terharu kepada majikan itu yang sudah meninggalkan duniawi, melepaskan hartanya seperti dirinya juga.” Betapa agung berkah yang diberikan Tuhfah, kepada kita bertiga ini” ujar Musni sambil menatap Sari Al Saqati dan majikan Tuhfah.
Ketiga orang itu pun kini berperilaku seperti sufi. Ketiganya pergi haji ke Makkah Dalam perjalanan antara Baghdad-Makkah, Musni meninggal dunia...

 Ketika sampai di Baitullah dan keduanya thawaf, Ketika saqati memberi tahu, bahwa Musni sudah meninggal Tuhfah berkomentar, “Di surga ia akan menjadi tetanggaku, Belum ada seorang pun yang melihat nikmat yang diberikan kepadanya”.
Ketika Saqati memberi tahu bahwa majikannya juga melaksanakan haji bersamanya, Tuhfah hanya berdoa sebentar, sesudah itu ia roboh di samping Ka'bah. Ketika majikannya datang dan melihat Tuhfah sudah tak bernyawa, ia sangat sedih dan roboh di sampingnya. Saqati kemudian memandikan, mengkafani, menyalati dan menguburkan Tuhfah dan majikannya. Saqati selesai berhaji pulang sendirian ke Irak.
***
Syair-Syair Mahabbah Tuhfah kepada Allah
Aku bahagia berada dalam jubah Kesatuan
yang Engkau kenakan pada diriku
Engkaulah Tuhanku, dan Tuhan dalam kebenaran, seluruhnya
Hasrat-hasrat sekilas mengepung qalbuku
Namun, setiap dorongan berhimpun dalam diri-Mu
bersama-sama, saat kutatap diri-Mu
Segenap tenggorokan tercekik kehausan pun
terpuaskan air minuman
Tapi, apa yang terjadi atas orang orang yang kehausan oleh air?
Qalbuku pun merenungkan dan merasa sedih atas segenap dosa dan kesalahan di masa lalu
Sementara jiwa yang terikat raga ini pun menanggung derita kepedihan
Jiwa dan pikiranku pun kenyang dengan kerinduan
Ragaku pun sepenuhnya bergelora dan membara
Sementara dalam relung qalbuku, cinta-Mu pun tertutup rapat-rapat
Betapa sering aku kembali menghadap kepada-Mu
seraya memohon ampunan-Mu
Wahai junjunganku, wahai Tuhanku,
Engkau tahu apa yang ada dalam diriku
Kepada orang banyak telah kuserahkan dunia dan agamanya
Dan aku sibuk terus menerus mengingat-Mu
Engkau, yang  merupakan agama dan duniaku
Sesudah mencari-Mu dengan kecemburuan liar seperti ini,
kini akyu dibenci dan didengki
Karena Engkau adalah Tuhanku
kini akulah kekasih di atas segalanya
Ada lagi syair Tuhfah ra. lainnya
Qalbuku, yang mabuk oleh anggur lembut kasih sayang dan cinta,
kembali merindukan kekasihnya
Wahai, menangislah! Bebaslah dalam menangis di Hari Pengasingan
Air mata berlimpah yang jatuh berderai sesungguhnya baik semata
Betapa banyak mata yang dibuat Allah menangis ketakutan dan merasa risau kepada-Nya
kemudian merasa lega dan tentram
Sang budak yang tak sengaja berbuat dosa tapi menangis penuh penyesalan tetaplah seorang budak
Sekalipun ia kebingungan dan begitu ketakutan
Dalam qalbunya lampu terang pun bersinar cemerlang....

Sabtu, 17 September 2016

MUTIARA PARA ULAMA

MUTIARA PARA ULAMA

*************************

UMAR BIN AZIZ :
1. Orang yang bertakwa itu dikekang.
2. Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal.
3. Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa.
*
SUFYAN AS THAURI :
1. Tidak ada ketaatan bagi kedua ibu-bapa pada perkara syubhat.
2. Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia.
3. Menuntut ilmu lebih utama daripada solat sunat.”
*
Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu. (Imam Syafi’i)
*
Jangan sampai ayam jantan lebih pandai darimu. Ia berkokok di waktu subuh, sedang kamu tetap lelap dalam tidur. (Lukman Hakim).
*
Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa, maka berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang yang tajam sekali. (Imam Ghozali)
*
Aku tak suka memakai baju baru, hal itu kulakukan karena aku takut timbul iri hati tetangga-tetanggaku. (Abu Ayub as-Sakhtayani).
*
Allah telah memberikan petunjuk kepadaku sehinga aku bisa mengenali diriku sendiri dengan segala kelemahan dan kehinaanku. (Ali BinAbu Thalib).
*
Andaikata seseorang mau memikirkan kebesaran Allah, maka ia takkan sampai hati untuk melakukan perbuatan perbuatan dosa. (Bisyir)
*
Sifat rendah hati, yaitu taat dalam mengerjakan kebenaran dan menerima kebenaran itu yang datangnya dari siapapun. (Fudlail bin Iyadl).
*
Dalam shalatku selama 40 tahun, aku tak pernah lupa mendo’akan guruku yang bernama Imam Syafi’i. Itu kulakukan karena aku memperolah ilmu dari Allah lewat beliau. (Yahya bin Said al-Qathan).
*
Orang yang beramal tanpa didasari ilmu, maka amalnya akan sia-sia belaka, karena tidak diterima oleh Allah. (Ibnu Ruslan).
*
Fikiran merupakan sumber dari ilmu, sedang ilmu itu sendiri merupakan sumber amal. (Wahb).
*
Orang yang mengerti ilmu fikih berarti ia bisa makrifat kepada Allah dengan ilmunya menyebabkan ia kenal kepada-Nya. Bahkan dengan ilmunya ia bisa mengajar orang lain sampai pandai. (Syeikh Izzuddin bin Abdussalam).
*
Jangan berteman yang hanya mau menemanimu ketika kamu sehat atau kaya, karena tipe teman seperti itu sungguh berbahaya sekali bagi kamu dibelakang hari.(Imam Ghozali).
*
Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah. (Abul Hasan as-Sadzili).
*
Orang yang bijak tidak akan terpeleset oleh harta, dan meski terpeleset, ia akan tetap mendapatkan pegangan. (Abdullah bin Abbas).
*
Berfikir sesaat sungguh lebih mengesankan ketimbang mengerjakan shalat sepanjang malam. (Hasan Bashri).
*
Hal-hal yang bisa menyebabkan badan lemah antara lain sebagai berikut: Banyak makan makanan yang rasanya masam, sering bersedih, banyak minum air tetapi tidak makan sesuatu, serta sering melakukan hubungan seksual. (Imam Ghazali).
*
Barang siapa tidak mencintai untuk agama dan membenci untuk agama, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia tidak memiliki agama. (Abu Abdilah al- Shdiq).
*
Berhati-hatilah dari berteman dengan : Ulama yang bersikap tak peduli, pecinta ajaran sufi yang bodoh serta pemimpin-pemimpin yang lalai. (Sahl bin Abdullah).
*
Inginkan sesuatu dengan bakat yang kau miliki, dan jangan menginginkan sesuatu sesuai dengan nafsu atau seleramu. (Lukman Hakim).
*
Bagi orang berilmu yang ingin meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, maka kuncinya hendakalah ia mengamalkan ilmunya kepada orang-orang. (Syaikh Abdul Qodir Jailani).
*
Merenungkan tentang nikmat Allah sungguh merupakan salah satu ibadah yang utama. (Umar bin Abdul Azis).
*
Teman yang tidak membabantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling membantu maka hubungan teman tak akan lama. Telah kucari teman sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku itu siasia belaka. (Imam Syafií).
*
Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit kesenangan merupakan ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah. (Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani).
*
Barang siapa senang menjadi pemimpin, maka ia tidak akan mendapat kemenagan untuk selama-lamanya. (Fudhail bin Iyadh).
*
Siapa yang pada hari ini hanya memikirkan dirinya sendiri maka pada esok iapun akan memikirkan dirinya saja. Lebih dari itu, siapa yang pada hari ini memikirkan Allah maka besok ia akan selalu memikirkan Allah pula. (Abu Sulaiman).
*
Bersikap sabar kepada kawan yang berbuat jelek kepadamu sungguh lebih baik dari pada mencacinya. mencaci lebih baik dari pada memutuskan talisilaturahmi. Dan memutuskan tali silaturahmi lebih baik dari pada bertengkar. (Seorang Ulama).
*
Allah tidak memberi kekuatan terhadap orang-orang alim lewat suatu paksaan, akan tetapi Allah menguatkan mereka lewat pintu iman. (Sahl Ibnu Abdullah).
*
Ketahuilah olehmu, sesungguhnya akal hanya merupakan sesuatu alat untuk mencapai segala sesuatu yang hanya berhubungan dengan hamba atau manusia, bukan untuk mencapai Allah. (Ibnu Atha)
*
Jika seseorang mati dalam keadaan punya hutang, padahal orang itu mampu membayarnya ketika masih hidup di dunia, maka kebahagiaannya akan diambil dan diberikan kepadanya dosa orang yang di hutanginya, lalu ia dijebloskan ke neraka. Namun, jika memang tidak mampu membayarnya, maka hanya kebaikannya saja yang diambil, lalu diberikan kepada pihak yang dihutangi. sedang dosa si pemberi hutang tidak diberikan kepada orang yang berhutang. (Ibnu Abdusalam).
*
Jalan yang diajarkan syariát islam adalah jalan yang paling tepat dalam pengerjaan ibadah kepada Allah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah istiqomah dalam mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. (Abdu Khodir jailani).
*
Hendaklah kamu tetap berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu. (Lukman Hakim).
*
Kebahagiaanku jika mati sebelum baligh lalu aku dimasukkan kedalam syurga, tidak sebahagia jika aku hidup sampai tua dalam keadaan mengenal Allah yaitu yang paling bertaqwa, rajin mengerjaklan ibadah serta menerima apa apa yang telah di berikan Allah kepadaku. (Ali bin Abu Tholib).
*
Jika Allah bersamamu, maka jangan takut kepada siapa saja, akan tetapi jika Allah sudah tidak lagi bersamamu, maka siapa lagi yang bisa diharapkan olehmu? (Hasan).
*
Barang siapa tidak peduli terhadap nasib agama, berarti ia tidak punya agama, barang siapa yang semangatnya tidak berkobar-kobar jika agama Islam ditimpa suatu bencana, maka Islam tidak butuh kepada mereka. (Imam al-Ghazali).
*
Ilmu menginginkan untuk diamalkan. Apabila orang mengamalkannya, maka ilmu itu tetap ada. Namun sebaliknya, jika tidak diamalkan, maka ilmu akan hilang dengan sendirinya. (Sufyan ats-Tsauri).
*
Ketahuilah bahwa sesungguhnya ilmu yang bisa melahirkan rasa takut kepada Allah adalah ilmu yang paling baik. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
*
Bekerjalah untuk keperluan makanmu. Sedang yang paling baik bagi kau yaitu bangun di tengah malam dan berpuasa di siang hari. (Ibrahim bin Adham).
*
Jalan apa saja yang ditempuh seseorang dalam mengerjakan ibadah adalah sesaat kecuali jalan yang ditempuh oleh Muhammad SAW. Dalam pada itu, siapapun yang tidak mengikuti petunjuk kitab suci Al-Qurán dan hadits nabi, maka janganlah ia mengikuti pendapatku. Hal itu karena pendapatku berasal dari Qurán –Hadits. (Imam al-Junaid).
*
Orang yang tidak percaya bahwa Allah telah menjamin rezekinya, maka ia akan mendapat laknat dari Allah. (Hasanal-Bashri).
*
Dzikir seperti halnya jiwa dari semua amal, sedang keutamaan dan kelebihan dzikir tidak bisa dibatasi. (AL-Qusyairi).
*
Orang-orang yang tidak mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsunya, maka tidak akan mendapat pujian dari orang banyak. (Imam al-Ghazali).
*
Barang siapa tidak meghargai nikmat, maka nikmat itu akan diambil dalam keadaan ia tidak mengetahuinya. (Siriy Assaqathi).
*
Mengerjakan sesuatu sesuai dengan ketentuan hukum syara’ berarti menuju jalan kebahagiaan baik di dunia lebih-lebih di akhirat. Dan hendaklah kamu merasa takut jika kamu berpisah dengan orang-orang yang ahli di bidang agama. (Syaikh Abdul Qadir Jailani).
*
Saya merasa heran kepada orang-orang yang mengerjakan shalat subuh setelah matahari terbit. Lalu bagaimana mereka diberi rezeki. (Ulama Shalaf).
*
Para pembuat peti jenasah mengira bahwa tidak ada yang lebih busuk melebihi mayat orang-orang yang beriman. Bahkan diterangkan oleh Allah : Perut ulama jahat sungguh lebih busuk baunya dari itu. (Al-Auzaí).
*
Orang yang hanya sehari-harinya hanya sibuk mencari uang untuk kesejahteraan keluarganya, maka mustahil ia mendapat ilmu pengetahuan. (Imam Syafií).
*
Manisnya akhirat mustahil diraih oleh orang-orang yang suka terkenal di mata manusia. (Bisyir).
*
Dengan pengalaman akan bertambah ilmu pengetahuannya, dengan berdzikir menyebabkan bertambah rasa cinta dan dengan berfikir akan menambah rasa taqwa kepada Allah. (Hatim).
*
Aku akan mencari ilmu hanya karena Allah, dan aku tidak akan mencari jika untuk selain Allah. (Imam al-Ghazali).
*
Berfikir merupakan cermin untuk melihat apa-apa yang baik dan yang buruk pada dirimu. (Fudhail).
*
Ketahuilah bahwa satu majelis ilmu bisa menghapus dosa 70 majelis yang tidak ada gunanya. (Atha’bin Yassar).
*
Kulupakan dadaku dan kubelenggu penyakit tamakku, karena aku sadar bahwa sifat tamak bisa melahirkan kehinaan. (Imam Syafií).
*
Biasakan hatimu untuk bertafakur dan biasakan matamu dengan sering menangis. (AbuSulaiman ad-Darani).
*
Setiap manusia hendaknya memperhatikan waktu dan sekaligus mengutamakannya. (Umar bin Utsman al-Maliky).
*
Apabila kamu melihat seseorang sedang memanjatkan doá kepada Allah, tetapi disisi lain perbuatannya tidak sesuai dengan hukum syara’, maka jauhilah orang itu. (Abdul Qasim an-Nawwawi).
*
Kuakui bahwa dosaku banyak sekali. Tapi, aku sadar, sesungguhnya rahmat Allah lebih luas dan lebih besar dari dosa-dosaku. (Abu Nawas).
*
Jika kamu berhadapan dengan gurumu, sesungguhnya secara hakikat kamu sedang berhadapan dengan rasul. Sadar akan hal itu, maka hormatilah gurumu. (Sebagian Ulama).
*
Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu : Pemimpin terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap masyarakat dan bangsanya.( Mousthafaal-Gholayaini).
*
Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Ali bin Abu Thalib).
*
Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
*
Siapa takut kepada Allah, maka tidak hidup marahnya, Siapa yang bertaqwa kepada-Nya, niscaya tidak mengerjakan sesukanya. (Umar bin Khathhab).
*
karena aku merasa malu jika mengaku sebagai umatnya padahal hidupku penuh dengan perbuatan dosa. (Muhammad Iqbal).
*
Hendaklah kamu menjauhi keramaian orang banyak atau berúzlah,. Katakan demikian, karena orang banyak bisa
menyebabkan kamu berpaling dari Allah serta mendorong kamu untuk berbuat dosa. (Sayyid Bakri al-Maliki).
*
Yang disebut orang sufi, yaitu orang yang hatinya bersih dan selalu mengingat Allah. (Basyar bin al-Harits).
*
Tidak ada suatu kebahagiaan bagi ornag-orang muslim setelah mereka memeluk Islam, seperti kebahagiaan mereka ketika itu. (Anas r.a.).
*
Telah kurangkum pendapat 70 orang shiddiqin. Mereka sebagaian besar berpendapat bahwa banyak minum bisa menyebabkan banyak tidur. (Ibrahim bin Khawwas).
*
Aku tidak pernah melihat orang yang berakal, melainkan kutemukan dia takut kepada mati dan merasa susah dengannya. (Hasan).
*
Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah. (Imam Syafií).
*
Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaanpun baginya di sis Allah. (Adh-Dhahhak).
*
Orang yang cinta kepada Allah akan minum dari gelas kecintaan dan bumi menjadi sempit baginya. Ya, dia mengenal Allah dengan penuh ma’rifat kepada-Nya, tenggelam di samudra rindu kepada-Nya dan merasa asyik bermunajat kepada-Nya. (Asy-Syubali).
*
Aku suka mendoákan saudara-saudaraku sebanyak 70 orang, dan nama-nama mereka kusebut satu persatu dalam panjatan doáku itu. (Abu Darba).
*
Setiap manusia mempunyai orang yang dicintai dan yang dibenci. Tapi bagimu, jika ada maka berkumpullah kamu dengan orang-orang yang bertaqwa. (Imam Syafií).
*
Orang orang terdahulu jika pergi kerumah gurunya, maka mereka senantiasa memberi sesuatu untuk minta berkah. Bahkan mereka selalu menyenandungkan doá seperti ini: wahai Allah!”Ampunilah semua kesalahan guruku terhadapku, dan jangan sekalai-kali engkau menghilangkan berkah ilmunya untukku. (Sebagaian Ulama).
*
Jika aku mandapat ampunan dari Allah, maka hal itu merupakan rahmat yang sangat besar dari-Nya. Tetapi, jika sebaliknya, maka aku tidak akan mampu berbuat apapun. (Abu Nawas).
*
Pangkal dari seluruh kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah. (Abu Sulaiman Addarani).
*
Orang yang ma’rifat kepada Allah, maka ia terikat dengan cintannya, hatinya bisa melihat dan amal ibadahnya selalu bertambah banyak kepada-Nya. (Dzinnun al-Mishry).
*
Siapa yang memenuhi hatinya dengan kewaspadaan dan keikhlasan, maka Allah akan menghiasi badannya sebagai pembela agama dan menjadikan hadits sebagai pedoman hidup.
Yang disebut dengan teguh hati adalah memegang dengan sungguh-sungguh apa-apa yang dibutuhkan oleh kamu dan membuang yang selain itu. (Aktssam bin Shaifi).
*
Orang yang terkaya yaitu orang yang menerima pembagian Allah dengan rasa senang. (Ali bin Husein).
*
Kerjakan apa saja yang telah menjadi hak dan kewajibanmu, karena kebahagiaan hidupmu terletak di situ. (Musthafa al-Gholayani).
*
Ada dua hal tidak tertandingi kejelekannya, yaitu: Berbuat syirik dan membuat rugi umat Islam. Begitu pula, terdapat dua perkara yang tidak tertandingi kebaikannya, ialah : Beriman kepada Allah, serta memberi manfaat kepada umat Islam. (Kanjeng Nabi).
Pedagang yang berhati lemah takkan pernah untung ataupun rugi. Malah ia rugi. Ya, seseorang harus menyalakan api supaya memperoleh cahaya. (Jalaludin Rumi).
*
Aku membaca sebagian kitab kuno, yang kandungannya ialah : Bahwasannya sebagian hal yang dipercepat siksaannya dan tak dapat ditunda adalah amanat itu dikhianati , kebaikan ditutupi, keluarga diputuskan dan meninds manusia. (Kholid ar-Robaí).
*
Memerintah atau mengawasi diri sendiri jauh lebih sulit dan lebih baik dari pada memerintah dan mengawasi sesuatu negeri. (Ibrahim bin Adham).
*
Ciri-ciri ulama akhirat antara lain: dia sangat berhati-hati dalam memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk tidak bertaqwa sama sekali. Apabila ditanya oleh orang tentang segala sesuatu yang diketahui baik yang bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas, maka ia menjelaskan sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui secara pasti, maka dengan jujur ia berkata : aku tidak tahu. (Imam al-Ghazali).
*
Hati-hatilah terhadap senda gurau, karena tidak sedikit bahaya yang terdapat didalamnya. Berapa banyak senda gurau anatara dua sahabat yang berakhir pada perkelahian.
Dunia adalah perniagaan, pasarnya ialah menyendiri, modalnya adalah taqwa, dan labanya adalah surga. (Abu Sulaiman ad-Darani).
*
Kehidupan seorang mukmin ibarat matahari, terbenam di suatu wilayah untuk terbit di wilayah lainnya. Dia selalu bersinar dan hidup serta tak pernah terbenam selamanya. (Muhammad Iqbal).
*
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah segalanya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. Untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang melawannya dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bagaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga. (Syeikh Abdul QadirJailani).
*
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan adalah akhlak ular. Kebajikan yang dibalas dengan kejahatan adalah akhlak buaya. kebajikan yang dibalas dengan kebajikan adalah akhlak anjing. Kejahatan yang dibalas dengan kebajikan itulah akhlak manusia. (Nasirin).
*
Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung usaha maksimal. (Harun Al Rasyid)
*
Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu akan berkurang jika dibelanjakan tetapi ilmu akan bertambah jika dibelanjakan. (Ali bin Abi Thalib ra)
*
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. (Ibnu Mas’ud)
*
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)
*
Memohonlah kepada Allah supaya memperbaiki hati dan niatmu, karena tidak ada sesuatu yang paling berat untuk kau obati selain keduanya. Ketika hatimu sedang menghadap (Allah) maka seketika mungkin untuk berpaling, maka ketika menghadap itulah engkau harus merampasnya supaya tidak berpaling. (Uwais al Qarni/ Bahjatul Majalis, Ibnu Abdil Barr)
*
Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya. (Malik bin Dinar/Hilyatul Auliyaa’)
*
Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi.
Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian. (Muadz bin Jabal ra)
*
Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah. (Syeikh Ibnu Athaillah As-Sakandar)
*
Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku,karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku. (Hasan Al-Basri)

*
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
Khalifah ‘Ali
*
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.
Ibnu Mas’ud
*
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.
Khalifah ‘Ali
*
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.
Khalifah ‘Umar
*
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
Imam An Nawawi
*
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
Khalifah ‘Umar
*

Jumat, 16 September 2016

MUTIARA PARA SAHABAT

MUTIARA PARA SAHABAT

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

ABU BAKAR :
1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu.
2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!”
UMAR BIN KHATTAB :
1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHA :
1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik
sebagaimana yang Engkau cintai.
2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
3. Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
4. Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.

Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani.
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang.
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-

Sholawat kubro

Sholawat Kubro (Imam Junaid Al-Bagdadi Rahimahullah)
Sholawat Kubro ini dinukil dari Alfiyatusholawat yang dihimpun oleh Syaikh Muslih bin Abdurrahman Al-Muraqy, dan sholawat itu dinamakan Sholawat Kubro, menurut beliau fadhilah sholawat ini yaitu baik sekali bagi orang yang sedang menunaikan Ibadah Haji ke Mekkah dan Madinah untuk memperbanyak membaca sholawat Kubro itu di mana saja yang pantas. Lebih-lebih di waktu ziarah ke makam Rasulullah saw, maka sangat dianjurkan sekali agar segala maksud dan tujuannya yang baik dapat dikabulkan, hajinya menjadi haji yang mabrur, umrahnya menjadi umrah yang diterima oleh Allah SWT, dengan sebab berkah sholawat dan dengan sebab syafaat Nabi Muhammad saw. Shalawat ini banyak di amalkan di kalangan sufi sebagai obat penyejuk jiwa dan lambang cinta abadi kepada Rasulullah saw.
Inilah bacaan shalawat Kubro:
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
Bismillâhir rohmânir rohîm
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Mursaliin.
Sejuta sholawat (rahmat) dan sejuta salam (keselamatan) untukmu wahai penghulu para utusan.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﻨﺒﻴﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidan-Nabiyyiin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu para nabi.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﺼﺪﻳﻘﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidash-Shiddiiqiin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu para shiddiqin.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﺮﺍﮐﻌﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidar-Rooki’iin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang ruku’.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Qoo’idiin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang duduk.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﺴﺎﺟﺪﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidas Saajidiin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang sujud.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﺬﺍﮐﺮﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidadz-Dzaakiriin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang berdzikir.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﻤﮕﺒﺮﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Mukabbiriin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang mengagungkan.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidath-Thoohiriin.
Sejuta sholawat dan salam untukmu wahai pemimpin orang orang yang suci
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidadh-Dhoohiriin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang Nampak
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﺸﺎﻫﺪﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidasy Syaahidiin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang bersaksi.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻷﻭﻟﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Awwaliin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang terdahulu.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻷﺧﺮﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Aakhiriin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai penghulu orang-orang yang akhir.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﯼ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Junjunganku ya Rasulallah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻧﺒﻲ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Nabiyyallaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai Nabi Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺟﺒﻴﺐ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa sayyidii Yaa Habiiballaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai junjunganku wahai kekasih Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﻦ ﺃﮐﺮﻣﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Man Akromahullaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang dihormati Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻣﻦ ﻋﻈﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Man ‘Adhdhomahullaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang diagungkan Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﻦ ﺷﺮﻓﻪ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Man Syarrofahullaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang dimuliakan Allah
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﻦ ﺃﻇﻬﺮﻩ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Man Adh-Harohullaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang didhohirkan Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﻦ ﺍﺧﺘﺎﺭﻩ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Man Ikhtaarohullaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang dipilih Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﻦ ﺻﻮﺭﻩ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Man Showwarohullaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang dilukiskan Allah
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Man ‘Abadallaah.
Sejuta sholawat dan sejuta Salam untukmu wahai orang yang berbakti kepada Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺧﻴﺮ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Khoiro Kholqillaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai sebaik-baik makhluk Allah
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺧﺎﺗﻢ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Khootama Rusuulillaah.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penutup para utusan Allah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻠﻄﺎﻥ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sulthoonal Anbiyaa-i
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Raja para Nabi.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺑﺮﻫﺎﻥ ﺍﻷﺻﻔﻴﺎﺀ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Burhaanal Ashfiyaa-i
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Hujjah para Sufi.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﺼﻄﻔﯽ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Mushthofaa.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai manusia pilihan.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻣﻌﻠﯽ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Mu’laa.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai manusia yang ditinggikan.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﺠﺘﺒﯽ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Mujtabaa
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai manusia yang dipilih.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻣﺰﮐﯽ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Muzakkaa.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang disucikan.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻣﮑﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Makkiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang Mekkah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻣﺪﻧﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Madaniyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang Madinah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻋﺮﺑﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa ‘Arobiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang Arab.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻗﺮﺷﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Qurosyiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Quraiys.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻫﺎﺷﻤﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Haasyimiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai keturunan Hasyim.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺍﺑﻄﺤﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Abthohiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Abthahiyyah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺯﻣﺰﻣﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Zamzamiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Zamzam.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺗﻬﺎﻣﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Tihaamiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai bangsa Tihamah.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺃﻣﻲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Ummiyyu.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai nabi yang Ummi.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺳﻴﺪ ﻭﻟﺪ ﺃﺩﻡ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyida Waladi Aadam.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu anak Adam (manusia)
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺃﺣﻤﺪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Ahmad.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai Nabi Ahmad.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Muhammad.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Nabi Muhammad.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻃﻪ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Thooha.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Nabi Thoha.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﻳﺲ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Yaasiin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai Nabi Yaasiin.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﻣﺪﺛﺮ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Mudatstsir.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai orang yang berselimut.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﮕﻮﺛﺮ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Shoohibal kautsar.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai pemilik telaga Kautsar.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺷﻔﻴﻊ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻤﺤﺸﺮ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Syafii’u yaumal mahsyar.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai pemberi syafa’at di padang mahsyar.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺘﺎﺝ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Shoohibat-taaji.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang memiliki mahkota.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻤﻌﺮﺍﺝ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Shoohibal Mi’rooji.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai orang yang bermi’raj
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺳﻴﺪ ﺍﻷﻭﻟﻴﻦ ﻭﺍﻷﺧﺮﻳﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Awwaliina wal Aakhiriin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai penghulu orang-orang yang terdahulu dan kemudian.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪ ﺍﻟﻤﺤﺴﻨﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal Muhsiniin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam keselamatan untukmu wahai penghulu orang yang baik-baik.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﮕﻮﻧﻴﻦ ﻭﺍﻟﺜﻘﻠﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidal kaunaini watstsaqolain.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai pemimpin dunia dan akhirat, pemimpin jin dan manusia
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻨﻌﻠﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Shoohiban-Na’laiin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai yang memiliki dua sandal.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻯ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎﺧﺎﺗﻢ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidii Yaa Rosuulallaah Yaa Khootamal Anbiyaaa-i Wal Mursaliin.
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai junjunganku wahai utusan Allah, wahai penutup para Nabi dan para Rasul.
ﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﻭﺃﻟﻒ ﺃﻟﻒ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﯼ ﻳﺎﻧﺒﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﯽ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
Alfu Alfi Sholaatin Wa Alfu Alfi Salaamin ‘Alaika Yaa Sayyidii Yaa Nabiyyallaah Ilaa yaumiddiin walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin
Sejuta sholawat dan sejuta salam untukmu wahai junjunganku wahai nabi Allah hingga hari pembalasan dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Rabu, 07 September 2016

Belajar Qona'ah

Belajar Qana’ah
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Abu Dzar Al-Ghifari. "Wahai Abu Dzar, apakah menurutmu banyaknya harta itu merupakan kekayaan?” Abu Dzar diam saja, tidak menjawab.
Pertanyaan itu lalu dijawab sendiri oleh Nabi: “ Kekayaan hakiki adalah kekayaan hati; dan kemiskinan sejati adalah kemiskinan hati. Siapa yang memiliki kekayaan hati, maka kondisi duniawi apapun yang dialaminya tidak akan mendatangkan kemudharatan baginya. Sebaliknya, siapa yang miskin hati, maka apapun yang melebihi isi dunia tidak akan pernah mencukupinya. " (HR Ibnu Hibban)
Nabi SAW lalu melanjutkan pesan moralnya, “ Jadilah engkau orang yang wara’, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling ahli ibadah; dan jadilah engkau yang selalu merasa cukup (qana’ah), niscaya engkau menjadi orang yang paling pandai bersyukur. ” (HR Al-Baihaqi).
Sebab Allah SWT menegaskan, “ Dan sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang pandai bersyukur. ” (QS Saba’ [34]: 13). Dengan kata lain, bersikap qana’ah merupakan kunci menjadi orang yang bersyukur.
Qana’ah berarti merasa cukup, puas, dan ridha (menerima) terhadap bagian rezki atau apapun yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita.
Orang yang qana’ah, menurut al-Jahizh, selalu merasa berkecukupan, tidak merasa kurang dengan terus mengeluh, dan tidak juga serakah dalam meraih kekayaan, kedudukan, dan jabatan, termasuk jabatan politik.
Karena setiap manusia pada dasarnya sangat mencintai kekayaan/kedudukan duniawi (QS Al-Adiyat [100]: 8). Qana’ah
itu tak ubahnya seperti rem yang dapat mengendalikan nafsu duniawi dan
syahwat politik menuju tawakkal dan bersyukur kepada Allah SWT.
Qana’ah dalam berbagai hal, termasuk jabatan politik, sangat penting menjadi benteng moral, terutama bagi penguasa dan calon penguasa.
Qana’ah merupakan manifestasi kecerdasan moral yang dapat memerdekakan seseorang dari penghambaan diri terhadap urusan duniawi yang menyilaukan dan tidak pernah memuaskan.
Sikap ini juga menjadi terapi mental penyakit hati seperti: tama', hasad (iri hati), namimah (adu domba, provokasi), dan kebohongan publik.
Qana’ah juga dapat menumbuhkan kelapangan jiwa (legowo), zuhud (asketis), dan rasa percaya diri bahwa rezki dan rahmat Allah SWT itu maha luas, tidak terbatas pada kedudukan dan jabatan yang disandang seseorang.
Karena itu, belajar qana’ah dalam menjalani kehidupan ini merupakan salah satu bentuk pendakian spiritual yang sangat penting dalam rangka pendekatan diri kepada Allah SWT. Tanpa belajar qana’ah , manusia cenderung menjadi serakah, tama’ dan korup.
Lebih-lebih jika ketiadaan qana’ah itu disandingkan dengan kekuasaan politik, maka yang bersangkutan akan semakin tidak bisa mengendalikan dirinya dari korupsi dan memperkaya diri sendiri.
"Jika engkau mempunyai hati yang qana’ah, maka engkau dan pemilik dunia ini sama saja. " Perkataan Imam Syafi'i ini senada dengan wasiat Ali bin Abi Thalib
karramallahu wajhahu, "Qana’ah itu merupakan kekayaan yang tidak pernah sirna."

kiat belajar qana’ah

♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡

Pertama, pengakuan secara tulus bahwa Allah itu Mahaadil dalam membagi rezki bagi semua makhluk-Nya, termasuk manusia.

Rezeki yang diberikan oleh Allah kepada manusia tidak diukur menurut tingkat pendidikan, kedudukan, dan jabatan. Rezki tidak selalu berbanding lurus dengan status sosial, jabatan, dan jenjang pendidikan.

Kedua, melatih diri untuk tidak iri dan dengki terhadap kelebihan dan kekayaan yang diberikan kepada orang lain. Sebab iri dan dengki hanya akan menambah penderitaan jiwa dan pengikisan amal kebajikan si pendengki.

Kekayaan yang diberikan oleh Allah merupakan ujian bagi yang menerimanya: apakah dia bisa memanfaatkan dan mensyukurinya dengan baik atau justeru mengingkarinya?

Ketiga, menyadari sepenuh hati jabatan dan kekayaan itu amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.

Karena itu, ambisi berlebihan untuk merebut dan mempertahankan kekuasaan, khususnya kekuasaan politik, hanya akan memperturutkan nafsu politik daripada mengedepankan kearifan dan peningkatan kinerja demi kemaslahatan dan kemajuan umat manusia.

Keempat, menyikapi dan meresponi segala anugerah, kecil maupun besar, sedikit maupun banyak, dengan meningkatkan rasa syukur. Yakinilah bahwa yang membuat pemberian Allah itu bermakna dan bernilai tambah adalah syukur.

“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. " (QS. Ibrahim [14]: 7).