Selasa, 24 Oktober 2023

Bahan Materi Konferensi PRNU WONOREJO

PRNU Wonorejo Kaliwungu

BAHAN MATERI KONFERENSI PR NU WONOREJO (MATERI SIDANG KOMISI)

MATERI SIDANG KOMISI ORGANISASI
KONFERENSI PENGURUS RANTING NAHDLATUL ULAMA WONOREJO
KECAMATAN KALIWUNGU

I. DASAR PEMIKIRAN
             Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyyah Diniyah Islamiyah Ijtima’iyyah, mempunyai tujuan terwujudnya ajaran Islam yang menganut fahan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat dan demi terciptanya rahmat bagi manusia, sebagai perwujudan hal di atas dituangkan dalam Bab IV pasal 9 Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama.

II. KELENGKAPAN ORGANISASI
             Melengkapi hal diatas sekaligus melengkapi pengelolaan kepengurusan Nahdlatul Ulama yang ditetapkan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama hasil Muktamar 33 Jombang, maka konferensi Nahdlatul Ulama Ranting Wonorejo Kecamatan Kaliwungu tahun ini perlu merumuskan dan menetapkan Peraturan Tata Laksana dan mekanisme Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu masa khidmat 2023-2028 sebagai berikut :

A. MUSTASYAR
1. Mustasyar sekurang-kurangnya terdiri atas 3 (tiga) orang
2. Mustasyar memiliki kewenangan memberikan arahan, pertimbangan dan atau nasihat diminta atau tidak baik secara perorangan maupun kolektif kepada pengurus menurut tingkatannya
3. Mustasyar dapat melaksanakan rapat internal mustasyar.

B. PENGURUS HARIAN SYURIYAH
1. Pengurus Harian Syuriyah terdiri atas 1 (satu) orang Rais, beberapa wakil Rais, 1 (satu) orang Katib dan beberapa wakil katib ( Pasal 30 ayat 2 ART NU )
2. Pengurus Harian Syuriyah bertugas merumuskan kebijakan umum organisasi, mengarahkan dan mengawasi Tanfidziyah serta melakukan konsolidasi Syuriyah pada tingkat di bawahnya ( Pasal 57 ayat 2 ART NU ) Tugas dan kewenangan Rais sebagaimana diatur dalam Bab XVIII pasal 60 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama
3. Tugas dan Kewenangan Katib sebagaimana diatur dalam Bab XVIII pasal 62 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama.

C. PENGURUS LENGKAP SYURIYAH
1. Pengurus Lengkap Syuriyah terdiri atas Pengurus Harian Syuriyah dan A’wan ( Pasal 30 ayat 3, ART NU)
2. A’wan bertugas memberikan masukan dan membantu pelaksanaaan tugas Pengurus Harian Syuriyah.

D. PENGURUS HARIAN TANFIDZIYAH
1. Pengurus Harian Tanfidziyah terdiri atas satu orang Ketua, beberapa Wakil Ketua, satu orang Sekretaris, beberapa Wakil Sekretaris, satu orang Bendahara dan beberapa Wakil Bendahara
2. Pengurus Harian Tanfidziyah bertugas merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan organisasi berdasarkan kebijakan umum organisasi yang ditetapkan Konferensi, Muktamar dan Syuriyah ( Pasal 57 ayat 3 ART NU )
3. Ketua, sebagai mandataris Konferensi atas persetujuan Rais melaksanakan kepemimpinan dan memegang kebijakan umum Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama sesuai dengan ketentuan Pedoman Organisasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.
4. Wakil Ketua, secara umum bertugas mewakili ketua apabila berhalangan serta membantu Kepemimpinan Organisasi sesuai dengan bidangnya.
5. Sekretaris, bertugas mendampingi ketua dalam menjalankan tugas dan kewenangan, serta bertanggung jawab terhadap efektifitas keadministrasian dan kesekretariatan umum organisasi.
6. Wakil Sekretaris, secara umum bertugas membantu fungsi dan tanggungjawab sekretaris serta mewakili tugas sekretaris apabila berhalangan.
7. Bendahara, bertanggung jawab terhadap pengendalian usaha, pengelolaan kekayaan dan mempertanggungjawabkan keuangan organisasi dengan dibantu wakil bendahara.
8. Pengurus harian tanfidziyah mulai item 4 sampai dengan 7 bertanggung jawab sepenuhnya kepada ketua.

E. LEMBAGA
1. Lembaga adalah perangkat departemen organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan atau yang memerlukan penanganan khusus.
2. Ketua Lembaga ditunjuk langsung dan bertanggung jawab kepada Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama.
3. Pembentukan dan penghapusan lembaga ditetapkan dalam rapat harian Syuriyah dan Tanfidziyah.

F. BADAN OTONOM
1. Badan Otonom adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan.
2. Badan Otonom berkewajoban menyesuaikan dengan aqidah, asas dan tujuan Nahdlatul Ulama.
3. Badan Otonom dikelompokkan dalam katagori Badan Otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu, Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya.
4. Jenis Badan Otonom diatur dalam pasal 18 ayat 6 Anggaran Rumah Tangga NU

     
                                                                            Ditetapkan di : KALIWUNGU
                                                                            Padatanggal : 05 November 2023

PIMPINAN SIDANG KOMISI
Ketua,



.................................................
Sekretaris,



.................................................











































MATERI SIDANG KOMISI PROGRAM KERJA
KONFERENSI PENGURUS RANTING NAHDLATUL ULAMA DESA WONOREJO
KECAMATAN KALIWUNGU

A. DASAR PEMIKIRAN
1. Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyyah Islamiyah Ijtima’iyah yang menganut faham Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah wadah mempersatukan umat dalam tugas ubudiyah untuk memelihara, melestarikan, mangamalkan dan mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin dalam rangka membangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. Nahdlatul Ulama berupaya konsentrasi dalam pendampingan dan pemberdayaan ummat, perlu menyusun program-program kerja sebagai upaya penjabaran nilai-nilai perjuangan dalam bentuk kegiatan yang berhubungan dengan dakwah islamiyah, diniyah, pendidikan, sosial kemasyarakatan dan ekonomi karakyatan dan lingkungan hidup.
B. VISI DAN MISI
1. Visi, Nahdlatul Ulama sebagai wadah tatanan masyarakat yang sejahtera berkeadilan dan demokrasi atas dasar Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
2. Misi, Mewujudkan masyarakat sejahtera lahir batin dengan mengupayakan sistem perundang-undangan dan kebijakan yang menjamin terwujudnya tata kehidupan masyarakat yang sejahtera dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

C. TUJUAN PENYUSUNAN PROGRAM KERJA
1. Memberikan arah kebijakan kegiatan Nahdlatul Ulama untuk mencapai sasaran program yang ditetapkan
2. Membangun pola kerja efektif, efisien dan sistematis terhadap kinerja Kepengurusan Pengurus Ranting dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
3. Alat evaluasi terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam suatu program kerja atau kebijakan.

D. KONDISI OBJEKTIF
1. Warga Nahdlatul Ulama adalah komunitas terbesar yang tersebar di Wilayah desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu
2. Karakter ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah secara umum memiliki kesamaan kultur, sehingga mudah diterima oleh masyarakat desa Wonorejo Kecamatan Kaliwungu
3. Karakter ulama dan kyainya masih kharismatik sehingga masih menjadi panutan umat
4. Satuan kegiatan dakwah dan majelis ta’lim seperti halnya Jam’iyyah Tahlil, Manaqib, Yasinan, Diba’an dan lain-lain masih tetap melekat sebagai merk patent aktivitas warga Nahdliyyin.

E. KELEMAHAN
1. Warga Nahdlatul Ulama secara umum masih pasif terhadap Jam’iyyah
2. Kepengurusan PRNU masih belum disiplin dan konsekwen
3. Pemahaman terhadap konsep admionistrasi masih lemah
4. Masih belum adanya sistem pendanaan yang cukup untuk menopang operasional organisasi

F. ARAH KEBIJAKAN
1. Peningkatan profesionalisme managerial organisasi
2. Peningkatan sumber daya manusia melalui Pendidikan, Pengajian dan Pelatihan
3. Peningkatan pemberdayaan ekonomi umat
4. Peningkatan kepedulian terhadap perkembangan aqidah islamiyah serta media.
5. Mewujudkan tujuan arah kebijakan pada bidang-bidang sebagai berikut :
a. Bidang Agama
1. Peningkatan wawasan Aswaja melalui Imam, Khotib, dan guru-guru dan penyelenggaraan olympiade aswaja
2. Menggalakkan kembali Forum Bahtsul masa’il dan Lailatul Ijtima’
b. Bidang Pendidikan
1. Meningkatkan Profesionalitas LP Ma’arif NU baik dalam kualitas maupun kuantitas
2. Peningkatan intelektual dan spiritual dengan forum sarasehan umum dan keagamaan
c. Bidang Kemasyarakatan dan Pelayanan Sosial
1. Membantu upaya berlangsungnya Jaminan Sosial pada masyarakat miskin
2. Menyelenggarakan santunan anak yatim, fakir miskin
3. Menyelenggarakan donor darah pada peringatan hari lahir NU
4. Meningkatkan perolehan hasil Koin NU Peduli dengan melakukan pengelolaan secara profesional
      d. Bidang Administrasi Organisasi
1. Sosialisasi AD, ART NU hasil Mukatamar ke- 33 Jombang
2. Meningkatkan fungsi dan kualitas perangkat organisasi

e. Bidang Kehumasan
1. Peningkatan kerjasama, hubungan erat dengan intitusi Pemerintah
2. Pengadaan atribut organisasi
f. Bidang Ekonomi
1. Mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan

G. PENUTUP
Program kerja ini masih merupakan program pokok yang masih perlu dijabarkan dengan tindakan konkrit oleh masing-masing perangkat organisasi baik Lembaga, Badan Otonom dengan penuh tanggung jawab den dengan semangat pengabdian yang tinggi demi terwujudnya cita-cita Nahdlatul Ulama atas izin Allah SWT.

                                                          Ditetapkan di : Kaliwungu
                                                          Pada tanggal : 05 November 2023

PIMPINAN SIDANG KOMISI
Ketua,



.................................................
Sekretaris,



.................................................











































MATERI SIDANG KOMISI REKOMENDASI / TAUSIYAH
KONFERENSI MAJELIS WAKIL CABANG NAHDLATUL ULAMA
KECAMATAN BALEN


A. MUQADDIMAH
Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah diniyyah islamiyyah dan ijtima’iyyah sejak awal berdirinya telah menjadikan faham Ahlussunnah Wal Jama’ah sebagai basis teologi ( dasar beraqidah ) untuk memelihara, melestarikan, mengamalkan dan mewujudkan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.

Nahdlatul Ulama hadir sebagai suatu kekuatan komunitas masyarakat yang berupaya membangun bangsa dengan berpegang teguh pada Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diyakini mampu membawa kebahagiaan dunia dan akhirat yakni tawassuth (mederat) shidiq ( kejujuran ), ‘adaalah ( adil ), musaawah ( kesetaraan ), ukhuwah wa ta’awun ( persaudaraan dan tolong - menolong ).

Peran dan fungsi Nahdltul Ulama yang semestinya banyak diharapkan dalam usaha penyelesaian permasalahan, pada kenyataannya belum secara optimal dapat diwujudkan, sistem kepemimpinan organisasi dan pola perilaku insaniyah yang masih belum mengacu pada konsep nilai khittoh dan mabadi khoiro ummah, sehingga Nahdlatul Ulama terbawa pada kondisi penurunan kewibawaan di hadapan masyarakat, kondisi demikian terjadi di mana-mana.

Kepentingan pribadi masih menonjol dibanding mengutamakan kepentingan jam’iyyah sebagai tanggung jawab moral sehinggga kemungkinan masih kita jumpai dalam setiap perjuangan masih harus menanyakan ongkos, ganti bensin dan lain-lain.
Melalui Konferensi Majelis Wakil Cabang ini, peserta sidang komisi memberikan rekomendasi / tausiyah yang berisikan pesan moral bagi kepengurusan Nahdlatul Ulama mendatang juga pada warga Nu umumnya dapat mengembalikan citra dan kemandiriannya sebagai modal dalam memerankan fungsi dan tugasnya menuju masyarakat sejahtera dan demokratis dengan mengedepankan akhlaqul karimah.

B. REKOMENDASI INTERNAL
1. Penataan organisasi agar lebih ditingkatkan dalam rangka profesionalitas dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, hal ini dimaksudkan untuk lebih mengangkat kewibawaan dan martabat organisasi.
2. Lebih peduli terhadap berbagai macam persoalan yang berkembang seperti halnya peredaran narkoba, perkembangan media sosial, perkembangan ajaran-ajaran Islam radikalisme, penolakan secara tegas terhadap ekstrimisme, terorisme, dan ajaran-ajaran sesat yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
3. Meningkatkan pemahaman dan pengembangan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah terhadap kawula muda lewat rutinitas Rijalul Ansor dan lain-lain.
4. Mengembangkan asas klepemimpinan dan ketauladanan dalam pola hidup ahlakul karimah dengan memotivasi terhadap putra putri untuk bergabung dalam ke-NU-an, baik di lembaga maupun Badan Otonom dan atau berpendidikan formal dalam naungan Nahdlatul Ulama.
5. Melibatkan generasi muda NU dalam struktur kepengurusan sebagai motivasi agar lebih mudah dalam kerja sama dengan badan otonom yang berbasis pemuda-pemudi.
6. Kader-kader NU yang berada di dunia politik agar memahami lebih jernih sehingga tidak menjadikan NU sebagai ajang penggalangan yang dapat mengotori dan memecah belah kesatuan dan persatuan Nahdlatul Ulama.

C. REKOMENDASI EKSTERNAL
1. Muspika Kecamatan Balen sebagai pengayom dan pelayanan kepentingan bersama diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan Nahdlatul Ulama dalam kegiatan yang bersifat pembinaan masyarakat, baik melalui PHBI, PHBN dan pelaksanaan Safari Ramadlan ke desa-desa di wilayah Kecamatan Balen .
2. Kepada semua Pimpinan Pemerintahan, baik Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala KUA, Kepala Desa dapat berperan aktif ikut serta membantu menyelesaikan program Pembangunan Kantor MWC NU Kecamatan Balen .
3. Mengusulkan kepada Kantor Kementerian Agama agar dapat menambah Lembaga Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah di Wilayah Kecamatan Balen.




D. PENUTUP
Demikian materi sidang komisi rekomendasi / tausiyah Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama KECAMATAN BALEN , semoga Kepengurusan MWC NU yang akan datang dapat menjabarkan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Pada akhirnya mari kita sadari bahwa Nahdlatul Ulama adalah Jam’iyyah Islamiyyah Ijtima’iyyah, sehingga sisi keagamaan tetap kita kedepankan.

                                          Ditetapkan di : Balen
                                          Pada tanggal : 16 September 2018

PIMPINAN SIDANG KOMISI
Ketua,



.................................................
Sekretaris,



.................................................


Sabtu, 21 Oktober 2023

Mars PPRM

#MARS #PPRM #AL_MAQBUL

AYO SEMANGAT DALAM IBADAH
TAPI DASARI DENGAN ILMUNYA
TUNTUTLAH ILMU DI PONDOK KITA
PPRM AL MAQBUL BERJAYA

       TIDAK ADA JAMINAN DAPAT KERJA
       TIDAK ADA JAMINAN JADI KAYA
       NAMUN BILA MANFAAT ILMUNYA
       KALAU HARTA PASTILAH BERLIMPAH

SINGKIRKAN PIKIRAN DUNIAWI
KITA MENGAJI PADA KIAI
SINGKIRKAN PIKIRAN DUNIAWI
UNTUK MENGGAPAI RIDHO ILAHI

       SATU MAQOLA KITABAH KAMI
       KITA HARUS NGAJI SAMPAI MATI
       SATU MAQOLA KITABAH KAMI
       KITA HARUS NGAJI SAMPAI MATI

AYOLAH WAHAI PARA SANTRI
LANJUTKAN PERJUANGAN INI
AYOLAH WAHAI PARA SANTRI
JUNJUNGLAH MARTABAT PONDOK INI

      DEMI ASWAJA DAN NKRI
      ITULAH HARGA MATI KAMI
      DEMI ASWAJA DAN NKRI
      ITULAH HARGA MATI KAMI

AYO SEMANGAT DALAM IBADAH
TAPI DASARI DENGAN ILMUNYA
TUNTUTLAH ILMU DI PONDOK KITA
PPRM AL MAQBUL BERJAYA

       TIDAK ADA JAMINAN DAPAT KERJA
       TIDAK ADA JAMINAN JADI KAYA
       NAMUN BILA MANFAAT ILMUNYA
       KALAU HARTA PASTILAH BERLIMPAH

Jumat, 13 Oktober 2023

Talqin Mayit

تلقين الميت

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ دَائِمٌ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الخَيْرُ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ المَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُوْرَكُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ، فَمَنْ زُحْززِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ، وَمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الغُرُوْرِ،

يَا عَبْدَ اللهِ، ابْنَ حَوَاء (يَا أَمَةَ اللهِ، بِنْتَ حَوَاء).

اذْكُرِ (اذْكُرِي) العَهْدَ الَّذِيْ خَرَجْتَ (خَرَجْتِ) عَلَيْهِ مِنْ دَارِ الدُّنْيَا، وَهُوَ شَهَادَةُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَّ المَوْتَ حَقٌّ، وَأَنَّ القَبْرَ حَقٌّ، وَأَنَّ نَعِيْمَهُ حَقٌّ، وَأَنَّ عَذَابَهُ حَقٌّ، وَأَنَّ سُؤَالَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ فِيْهِ حَقٌّ، وأَنَّ البَعْثَ حَقٌّ، وَأَنَّ الحِسَابَ حَقٌّ، وَأَنَّ المِيْزَانَ حَقٌّ، وَأَنَّ الصِّرَاطَ حَقٌّ، وَأَنَّ شَفَاعَةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَأَنَّ الجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ، وَأَنَّ لِقَاءَ اللهِ تَعَالَى لِأَهْلِ الحَقِّ حَقٌّ، وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيْهَا، وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي القُبُوْرِ،

الآنَ قَدْ صِرْتَ (صِرْتِ) فِي أَطْبَاقِ الثَّرَى وَبَيْنَ عَسَاكِرِ المَوْتَى، فَإِذَا جَاءَكَ (جَاءَكِ) المَلَكَانِ المُوَكَّلَانِ بِكَ (بِكِ)، وَهُمَا مُنْكَرٌ وَنَكِيْرٌ فَلَا يُفْزِعَاكَ (يُفْزِعَاكِ) وَلَا يُرْهِبَاكَ (يُرْهِبَاكِ)، فَإِنَّهُمَا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِ اللهِ تَعَالَى عَزَّ وَجَلَّ، وَإِذَا سَأَلَاكَ (سَأَلَاكِ) "مَنْ رَبُّكَ (رَبُّكِ) ومَنْ نَبِيُّكَ (نَبِيُّكِ) وَمَا دِيْنُكَ (دِيْنُكِ) وَمَا قِبْلَتُكَ (قِبْلَتُكِ) وَمَا إِمَامُكَ (إِمَامُكِ) وَمَنْ إِخْوَانُكَ (إِخْوَانُكِ)" 
فَقُلْ (فَقُوْلِيْ) لَهُمَا بِلِسَانٍ فَصِيْحٍ وَاعْتِقَادٍ صَحِيْحٍ "اللهُ رَبِّي ومُحَمَّدٌ نَبِيِّى وَالإِسْلَامُ دِيْنِي وَالكَعْبَةُ قِبْلَتِي وَالقُرْآنُ إِمَامِي وَالمُسْلِمُوْنَ وَالمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَانِي،" 
وَقُلْ (وَقُوْلِيْ) "رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا" عَلَى ذَلِكَ حُيِّيْتَ (حُيِّيْتِ) وَعَلَى ذَلِكَ مِتَّ (مِتِّ) وَبِذَلِكَ تُبْعَثُ
(تُبْعَثِيْنَ) إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ الآمِنِيْنَ
  
ثَبَّتَكَ اللهُ بِالقَوْلِ الثَّابِتِ (ثَبَّتَكِ اللهُ بِالقَوْلِ الثَّابِتِ) ×٣

يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِالقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ، يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ المُطْمَئِنَّةُ، ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً، فَادْخُلِى فِي عِبَادِي وَادْخُلِي جَنَّتِي

Selasa, 03 Oktober 2023

qasidah salamullah

qasidah sekaligus artinya:   

  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 
سَـــلاَمُ اللهِ يـَا سَـــادَةْ ۩ مِنَ الرَّحْمٰنِ يَغْـْشَاكُمْ 
عِبَـــــادَ اللهِ جِـئْنَــاكُمْ ۩ قَـصَدْنَاكُمْ طَلَبْنَـاكُمْ 
تُـعِــيـْنُوْنَــــا تُـغِــــيْثُوْنَــــا۩ بـهِمَّتِكُمْ وَجَــدْوَاكُـمْ 
فَأَحْبُـوْنَـــــا وَأَعْـطُوْنَــــا ۩ عَـطَاَياكُمْ هَـــدَايَـاكُمْ 
فَــــلاَ خَيَّـبْتُـمُوْا ظَـــنِّيْ ۩ فَحَــاشَاكُمْ وَحَاشَاكُمْ 
سَــعِدْنَـــا إِذْ أَتَيْنــَاكُمْ ۩ وَفُزْنَــا حِيْنَ زُرْنَــــاكُمْ 
فَـقـُوْمُوْا وَاشْفَعُوْا فِيْنَا ۩ إِلَى الرَّحْمٰنِ مَـوْلاَكُمْ 
عَسَى نُحْظَى عَسَى نُعْطَى ۩ مَـزَايـَا مِنْ مَزَايـَاكُمْ 
عَسَى نَظْرَةْ عَسَى رَحْمَـــةْ ۩ وَتَـغْشَـانَا وَتَـغْشَاكُمْ 
سَــــلاَمُ اللهِ حَـيــَّــاكُـــم ۩ وَعـَيْنُ اللهِ تَـرْعَــاكُمْ 
وَصَـــــلَّى اللهُ مـَوْلاَنَـــا ۩ وَسَـــــلَّمَ مَا أَتَـيْنَـــاكُـــــمْ 
عَلَى الْمُخْـتَارِ شَـــافِعِنَــا ۩ وَمُـنْقـِذِنَـا وَإِيَّـــــاكُمْ

Artinya: 

 “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. 

Wahai Tuanku, semoga salam Allah tetap tercurah padamu. 
Wahai hamba-hamba Allah, kami datang kepadamu. 
Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap (berkahmu). 

Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini). 
Maka cintailahlah dan berikanlah kepada kami hal-hal yang Allah berikan dan hadiahkan padamu. 

Jangan biarkan pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami). 
Kami sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu, 

maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Allah yang bersifat Ar-Rahman, Tuanmu. 
Mudah-mudahan kami diberi (Allah) keberuntungan dan diberi limpahan karunia yang selama ini dianugerahkan kepadamu. 

Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau. 
Semoga engkau semakin dihidupkan dengan keselamatan (dari) Allah dan semoga pandangan Allah senantiasa menuntun engkau. 

Mudah-mudahan rahmat Allah dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan kita, manusia pilihan yang mensyafa’ati dan menyelamatkan kita” 

Sekali lagi, pembacaan qasidah di atas dianjurkan pada saat ziarah ke makam para wali. Anjuran membaca qasidah tersebut merupakan bentuk takzim dan penghormatan kita kepada mereka. Melalui perantara para wali Allah inilah, kita (para peziarah) berharap limpahan keberkahan. Amin allahumma amin. Wallahu a’lam.


bersucinya Shohibul jabair/Perban

Mutawadldli (wudlu) termasuk mughtasil (mandi) diberikan pilihan, apakah mencopot/membuka perbannya dan membasuh bagian yang lukanya sebagaimana biasa dengan resiko agak sakit, atau perban tetap menempel.  Ketika jabiroh tidak dilepas, maka ketika itu terkait beberapa permasalaha. Masalah terkait :
1. Jabiroh ada pada anggota tayammum (wajah dan tangan)
2. Jabiroh bukan pada anggota tayammum :
A. Jabiroh menutupi bagian yang sehat :
X. Sewajarnya (sesuai kebutuhan) dan Jabiroh disimpan / dibalutkan :
a. ketika punya wudlu
b. ketika punya hadats.
Y. Tidak sewajarnya (melebihi batas kebutuhan)
B. Jabiroh tidak menutupi bagian yang sehat
Maka shalat setelah wudhu atau tayamum dalam keadaan :
1 = wajib mu’adah
2AXa = tidak wajib mu’adah
2AXb = wajib mu’adah
2AY = wajib mu’adah
2B = tidak wajib mu’adah

Saat wudlu memasuki bagian anggota badan yang ada jabiroh, mutawadldli jangan dulu meneruskan ke anggota wudlu selanjutnya tetapi harus menyapu (mashu) jabirohnya kemudian bertayammum sebagai pengganti bagian yang tidak dibasuh. setelah itu baru melanjutkan wudlu ke anggota wadlu di depannya.

Sumber: https://www.piss-ktb.com/2012/02/595-thoharoh-shohibul-jabiroh.html?m=1
Terimakasih, tetap mencantumkan sumber kutipan.

Kamis, 14 September 2023

Gandrung Nabi SAW

Gandrung Nabi

صَلاةُ اللهْ سَلامُ اللهْ * عَلى طه رَسُوْلِ اللهْ
 صَلاةُ اللهْ سَلامُ اللهْ * عَلى يس حَبِيْبِ اللهْ

Kanjeng nabi Muhammad di lahirke ono ing mekkah 
Dino isnen 12 (rolas) maulud tahune tahun gajah 

Ibune Siti Aminah, Ramane Sayyid Abdullah  Garwane Siti Khotidjah karo Siti ‘Aisyah 

Siti Hafsah, Siti Saudah, Siti Romlah, Siti Maimunah 
Hindun, Zainab, Siti Shofiyyah lan Siti Juwaeriyyah 

Yen putrane Sayyid Ibrohim, Sayyid Qosim Sayyid ‘Abdullah  
Ummi Kultsum Siti Zainab, Ruqayyah, Siti Fatimah 

Hamzah Abbas iku pamane, Utsman ‘Ali iku mantune 
Abu bakar ‘Umar morosepuhe, Madinah hijroh kubure 

Hasan Husen iku putune, Abu Tholib iku pamane 
Abdul Muttholib iku simbahe, Shofiyah iku bibie

Sayyid Hasyim iku buyute, Abdi Manaf iku canggahe 
Sayyid Qushayyi iku warenge, Kilab udeg-udeg siwure


Selasa, 05 September 2023

khutbah safar rebo wekasan


Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِىْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. 

أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. 

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سيدنا مُحَمَّدٍ وَّعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، 

فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ 

فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْببُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah


Mengawali khutbah ini, tidak bosan-bosannya, khatib mengajak kepada diri khatib pribadi dan seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur pada Allah swt atas segala anugerah nikmat yang kita terima dalam kehidupan ini. Dan juga mari kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, bukan hanya diucapkan melalui lisan kita saja, namun terlebih dari itu ditancapkan dalam hati dan diwujudkan dalam perbuatan kita sehari-hari. Di antara wujud komitmen bertakwa itu adalah senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah


Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan adalah istilah yang merujuk pada maksud yang sama yaitu untuk menandai hari Rabu terakhir di bulan Safar. Sudah menjadi pandangan masyarakat umum bahwa Rebo Wekasan merupakan hari dimana diturunkannya berbagai balak atau musibah. Hal itu berdasarkan keterangan-keterangan berasal dari ulama Tasawuf berdasarkan Mukasyafah. Dalam berbagai kitab diterangkan seperti Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf li Naf'il 'Abid wa Qam'i Kulli Jabbar 'Anid atau yang biasa disebut Mujarrabat Ad-Dairabi. Anjuran serupa juga terdapat pada kitab Al-Jawahir Al-Khams karya Syekh Muhammad bin Khathiruddin al-'Atthar (W. 970 H), Kanzun Najah Wa Surur karya Syekh Abdul Hamid Al-Quds Al-Makki, Hasyiyah as-Sittin, dan sebagainya.

Seperti di dalam kitab Al-Jawahir Al-Khoms disebutkan bahwa setiap tahun diturunkan sekitar 320.000 macam bala’ yang semuanya ditimpakan pada hari Rabu akhir bulan Safar. Maka hari itu adalah hari tersulit dalam tahun itu.


أَنَّهُ يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ثَلاَثُمِائَةِ اَلْفٍ وَعِشْرِيْنَ أَلَفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ وَكُلُّهَا فَيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِرَةِ مِنْ شَهْرِ صَفَرِ فَيَكُوْنُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبُ أَيِّمِ تِلْكَ السَّنَةِ، فَمَنْ صَلَّى فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَقْرُأُ فِيْ كُلِّ مِنْهَا بَعْدَ الْفَاتِحَةِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَووْثَرَ سَبْعَةَ عَشَرَ وَالْإِخْلاَصَ خَمْسَ مَرَّاتٍ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ مَرَّاةً وِيَدْعُوْ بِهَذَا الدُّعَاءِ حَفَظَهُ اااللهُ تَعَالَى بِكَرَمِهِ مِنْ جَمِيْعِ الْبَلاَيَا الَّتِيْ تَنْزِلنْزِلُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَمْ تُحْمَ حَوْلَهُ بَلِيَّةٌ مِنْ تِلْكَ الْبَلاَيَا إِلَى تَمَام السَّنَةِ


"Sesungguhnya dalam setiap tahun diturunkan sekitar 320.000 macam bala’ yang semuanya ditimpakan pada hari Rabu akhir bulan Safar. Maka hari itu adalah hari tersulit dalam tahun itu. Barang siapa shalat empat raka'at pada hari itu, dengan membaca di masing-masing raka'atnya setelah Al-Fatihah yakni surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, mu’awwidzatain masing-masing satu kali dan berdoa–do’anya Insya Allah akan disebutkan setelah ini–, maka dengan sifat karomnya Allah, Allah akan menjaganya dari semua bala’ yang turun pada hari itu dan di sekelilingnya akan terhindar dari bala’ tersebut sampai genap setahun"

Sehingga pada hari Rabu terkahir bulan Safar atau Rebo Wekasan kita dianjurkan melaksanakan amaliyah seperti shalat sunah mutlak, shadaqah, memperbanyak bacaan Al-Qur’an, berdzikir, dan memperertat silaturahim. Anjuran amaliyah seperti di atas tercantum dalam kitab-kitab sebagaimana disebut di atas. Meskipun terdapat perbedaan pendapat tentang hukum amaliyah tersebut terutama dalam hal pelaksanaan shalat sunahnya, namun Sebagian ulama berpendapat bahwa hal itu dibolehkan selama tidak diniatkan khusus untuk shalat sunah Rebo Wekasan melainkan diniatkan untuk shalat sunah mutlak dan shalat hajat serta tidak meyakini bahwa amaliyah tersebut merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa ditinggalkan.


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah


Meskipun sebagian ulama menerangkan tentang datangnya bala’ pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, alangkah baiknya hal itu tidak lantas menjadikan sangkaan kita kepada Allah SWT menjadi buruk dengan perasaan-perasaan yang membuat kita tidak tenang dalam menjalankan rutinitas ibadah kita. Jika kita meyakini bahwa Allah SWT pasti menurunkan musibah di hari itu, dalam sudut pandang akidah justru akan membuka pintu balak tersebut, karena rahmat dan karunia Allah SWT bagaimana prasangka daripada hambanya. Allah berfirman dalam sebuah hadis qudsi sebagai berikut

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

“Aku sesuai persangkaan hambaku tentang diriku” (Muttafaq ‘Alaihi)


Berdasarkan hadis qudsi di atas, daripada kita sibuk berprasangaka buruk tentang hari Rabu di akhir bulan Safar bahwa hari tersebut adalah hari sial, lebih baik kita berprasangka baik dengan meyakini bahwa hari tersebut adalah hari yang penuh keberkahan. Karena Rasulullah SAW menyukai Tafa’ul (mengharap baik) dan tidak menyukai Tathayyur (merasa sial). Hal ini sebagaimana hadis Riwayat Imam Ahmad sebagai berikut:




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ


Abu Hurairah berkata: Rasulullah senang dengan tafaul (mengharap baik) dan tidak suka dengan tathayyur (merasa sial)”


Yang tidak diperbolehkan adalah bahwa kesialan dan kebaikan datang bukan atas kehendak Allah SWT namun melalui hal lain seperti peramal dan pertanda lainnya. Karena dalam keimanan kita sudah terpatri bahwa kebaikan dan keburukan adalah takdir Allah SWT. Sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut:


قَالَ ( أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ )


“Allah berfirman (dalam hadis Qudsi): Hamba-Ku ada yang iman dan kafir kepada Ku. Jika ia berkata: “Kami diberi hujan karena anugerah Allah dan rahmat Nya, maka ia iman pada Ku dan kafir dengan bintang.” Jika ia berkata: “diberi hujan karena bintang, maka ia kafir pada Ku dan iman dengan bintang”


Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Maka daripada kita merasa sial, lebih baik kita selalu mengharap kebaikan pada hari Rabu di akhir bulan Safar dengan menganggap hari itu adalah hari yang penuh keberkahan. Karena dalam beberapa keterangan hadis dijelaskan bahwa hari Rabu adalah hari yang penuh keberkahan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah SWT menciptakan Nur pada hari Rabu.

خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، ...، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ

“Allah Yang Maha Agung menciptakan tanah di hari Sabtu, ... dan menciptakan cahaya di hari Rabu” (HR. Muslim)


keterangan dalam kitabnya terkait bencana yang akan datang di hari Rabu terakhir bulan Safar, alangkah baiknya kita memilih Mukasyafah yang berkata positif, sehingga Allah SWT akan mewujudkan anggapan positif kita itu menjadi kenyataan, sesuai hadits qudsi di atas. Sejatinya apa yang telah disampaikan oleh para ahli Taswuf terkait Mukasyafah tentang bencana di hari Rabu terakhir bulan Safar kepada kita, kita ambil hikmahnya sebagai sebuah bentuk perhatian dan peringatan agar kita senantiasa muhasabah diri dan selalu ingat bahwa segala kejadian apa saja bisa terjadi kapan saja dan dimana saja atas dasar izin Allah SWT.


 بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ  اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


KHUTBAH II


اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا، َ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، 

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَاا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَاالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. 

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ * ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕِ * ﺇِﻧَّﻚَ ﺳَﻤِﻴْﻊٌ ﻗَﺮِﻳْﺐٌ ﻣُّﺠِﻴْﺐُ ﺍﻟﺪَّﻋَﻮَﺍﺕِ * ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﺃَﺋِﻤَﺘَﻨَﺎ ﻭَﺃُﻣَّﺘَﻨَﺎ * ﻭَﻗُﻀَﺎﺗَﻨَﺎ ﻭَﻋُﻠَﻤَﺎﺀَﻧَﺎ ﻭَﻓُﻘَﻬَﺎﺀَﻧَﺎ * ﻭَﻣَﺸَﺎﻳِﺨَﻨَﺎ ﺻَﻼَﺣًﺎ ﺗَﺎﻣًّﺎ ﻋَﺎﻣًّﺎ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻫُﺪَﺍﺓَ ﻣُﻬْﺘَﺪِﻳْﻦَ *

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍْﻧﺼُﺮْ ﻣَﻦْ ﻧَﺼَﺮَ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ * ﻭَﺍﺧْﺬُﻝْ ﻣَﻦْ ﺧَﺬَﻝَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ * ﺃَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻫْﻠِﻚْ ﺃَﻋْﺪَﺍﺀَ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ * ﻭَﺃَﻟِّﻒْ ﺑَﻴْﻦَ ﻗُﻠُﻮْﺏِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ * ﻭَﻓُﻚَّ ﺃَﺳْﺮَ ﺍﻟْﻤَﺄْﺳُﻮْﺭِﻳْﻦَ * ﻭَﻓَﺮِّﺝْ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤَﻜْﺮُﻭْﺑِﻴْﻦَ * ﻭَﺍﻗْـﺾِ ﺍﻟﺪَّﻳْﻦَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺪْﻳُﻮْﻧِﻴـْﻦَ * ﻭَﺍﻛْﺘُﺐِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ * ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻐُﺰَّﺍﺓِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺠَﺎﻫِﺪِﻳْﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴَﺎﻓِﺮِﻳْﻦَ * ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ *

ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺍﺩْﻓَﻊْ ﻋَﻨَّﺎ ﺍﻟْﻐَﻠَﺎﺀَ * ﻭَﺍﻟْﺒَﻼَﺀَ ﻭَﺍﻟْﻮَﺑَﺎﺀَ * ﻭَﺍْﻟﻔَﺤْﺸَﺎﺀَ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺒَﻐْﻲَ ﻭَﺍﻟﺴُّﻴُﻮْﻑَ ﺍﻟْﻤُﺨْﺘَﻠِﻔَﺔ * ﻭَﺍﻟﺸَّﺪَﺍﺋِﺪَ ﻭَﺍﻟْﻤِﺤَﻦَ * ﻣَﺎ ﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻄَﻦَ * ﻣِﻦْ ﺑَﻠَﺪِﻧَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﺧَﺎﺻَّﺔً * ﻭَﻣِﻦْ ﺑُﻠْﺪَﺍﻥِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻋَﺎﻣَّﺔً * ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ * ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻹِﺧْﻮَﺍﻧِﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺳَﺒَﻘُﻮْﻧَﺎ ﺑﺎﻹِﻳـْﻤَﺎﻥِ * ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻓِﻲْ ﻗُﻠُﻮْﺑِﻨَﺎ ﻏِﻼًّ ﻟِّﻠَّﺬِﻳْﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮْﺍ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﺭَﺅُﻭْﻑٌ ﺭَّﺣِﻴْﻢ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

ﻋِﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺄْﻣُﺮُ ﺑِﺎْﻟﻌَﺪْﻝِ ﻭَﺍْﻹِﺣْﺴَﺎﻥِ ﻭَﺇِﻳْﺘَﺎﺀِﺫِﻯ ﺍْﻟﻘُﺮْﺑَﻰ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ ﺍْﻟﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍْﻟﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺍْﻟﺒَﻐْﻰِ ﻳَﻌِﻈُﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺬَﻛَّﺮُﻭْﻥَ  ﻭَﺍﺷْﻜُﺮُﻭْﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﻧِﻌَﻤِﻪِ ﻳَﺰِﺩْﻛُﻢْ ﻭَﺍﺳْﺌَﻠُﻮْﻩُ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪِ ﻳُﻌْﻄِﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺬِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﻛْﺒَﺮ