Sabtu, 24 Oktober 2026

KH THOHIR SHOLIH Panggangayom Mursyid Thoreqoh Syadziliyah

KH THOHIR SHOLIH Panggangayom Wonorejo Kaliwungu

Beliau adalah Anak ke 4 dari 5 bersaudara, Ayah beliau adalah  H Sholih bin Mbah Sarpo atmojo ( KH Abdul Hayyi ) bin KH Abdul Qohhar,  ibu beliau Hj Aminah lahir sekitar tahun 1890 M di Panggangayom Wonorejo Kaliwungu Kendal

Pendidikan beliau ngaji di sekitar kaliwungu kendal dan Nyantri di Ponpes Poncol Beringin bertahun tahun serta di mekkah Al Mukarromah selama 8 atau 10 tahun.

Beliau orang yang khumul ( tidak berharap ketenaran )

 اِدْفِنْ وُجُودَكَ فِي أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمُّ نِتَاجُهُ  

“Kuburkanlah keberadaanmu di tanah khumul; sebab sesuatu yang tumbuh dari benih yang tidak ditanam, tidak akan sempurna buahnya.”
Dalam hidup, ada kalanya kita terlalu ingin segera terlihat. Ingin dikenal, dihargai, dianggap penting, bahkan kadang tanpa sadar ingin diakui sebagai orang yang paling berjasa. Kita ingin amal kita tampak, ilmu kita disebut, dan kontribusi kita dihitung. Padahal, dalam perjalanan ruhani, justru keinginan untuk “tampak” itulah yang sering menghalangi tumbuhnya keberkahan.

Ibn ‘Aṭha’illah As Sakandari mengajarkan satu hikmah yang sangat menggugah: kuburkanlah dirimu di tanah khumul (tersembunyi). Sebuah keadaan ketika hati tidak haus panggung. Ia tetap bekerja, tetapi tidak bergantung pada pujian. Ia tetap berjuang, tetapi tidak menggantungkan semangatnya pada sorotan manusia.

Mengapa harus “dikubur”? Karena sebuah benih tidak pernah menjadi pohon besar yang menjulang ke langit, kecuali setelah ia ditanam, masuk ke dalam tanah, tertutup, tak terlihat. Di sanalah akar mulai bekerja. Benih yang dibiarkan di permukaan mungkin tetap terlihat, tetapi tanaman seperti itu, akan tumbuh, namun cepat kering, mudah rusak, dan sulit menghasilkan buah yang matang, akan sulit menjulang ke langit. 

Beliau Mendirikan Pondok Pesantren Najah Salamah Tahun 1930 M dengan Kurikulum ala pesantren meliputi Al Quran Hadits Tauhid Fiqih dan tasawuf dan beliau menjadi mursyid Thoreqoh Syadziliyah

Beliau talqin baiat pada Romo agung KH Siroj Payaman, suluk dan istiqomah dalam mangajar dan mengamalkan Thoreqoh hingga wusul ke hadirat ALLAH SWT

وَّاَنْ لَّوِ اسۡتَقَامُوۡا عَلَى الطَّرِيۡقَةِ لَاَسۡقَيۡنٰهُمۡ مَّآءً غَدَقًا ۙ‏ ١٦
Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.

Setiap Muslim pasti pengen deket sama Allah, pengen hidupnya berkah, doanya diijabah, dan masuk surga tanpa hisab. Tapi gimana caranya? Kuncinya: ISTIQAMAH.
Para ulama bahkan sepakat, istiqamah itu lebih mulia daripada seribu karomah. Ada pepatah keren dari ulama salaf yang bilang:

اَلِاسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ

Artinya:
"Istiqamah lebih baik daripada seribu karomah."
Kenapa bisa begitu? Nah, ini dia keutamaan istiqamah yang bikin seorang hamba jadi luar biasa di mata Allah

Beliau menikah dengan Hj Habasyiah ( mbah Hanik ) binti mbah Sholihah binti KH Abdul manan bin KH Amdad bin KH Abdul Karim bin KH Muhammad Marhum bin KH Abu Sujak Kendal.
Hj Habasyiyah binti H Amin bin H Sholeh bin KH Abdusomad Al Palembangi Gemulak Sayung demak.

PUTRA PUTRI KH THOHIR SHOLIH
1. Hj Muawanah
2. H Masyhuri
3. Mubadaratul Khoirot
4. M Mustajab
5. Faizah
6. A Zubaedi
7. K Abdun nafi
8. KH Imam Mahdi Thohir

Semoga Anak Cucu Beliau Tetap Istiqomah dalam menjaga keimanan dan keislaman istiqomah dalam membimbing umat serta istiqomah mencari Ridlo Allah SWT dan Rosulullah SAW 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.