Fadhilah Surat Alfatihah saking Romo Agung Mbah KH Siroj Payaman
===================================
Fadhilah bacaan fatihah seperti pernah diceritakah almaghfurlah KH. A. NUR ABDUL MAJID. Cucu Mbah Romo Agung (mbah Siraj) Payaman .
Alkisah ,Mbah Kyai Ihsan, ayah dari Simbah KH Chudlori pendiri Asrama Perguruan Islam API Pon.Pes. Salaf Tegalrejo Magelang, memiliki cita-cita yang mulia, agar kelak dikaruniai keturunan yang ‘alim. Datanglah beliau menghadap Mbah Siroj Payaman, seorang Ulama’ besar Magelang yang dikenal Wali.
Mbah Siroj berwasiat kepada Mbah Ihsan, agar setiap malam Bu Nyai Ihsan bangun untuk shalat malam (qiyamul lail) dan membaca surat Al Fatihah sebanyak 41x. Setelah itu tidak tidur sampai malam berikutnya, dan begitulah seterusnya dilakukan dengan istiqomah. Maqbul cita-citanya Mbah Ihsan untuk memiliki anak cucu yang ‘alim-‘alim, yang hingga perjalanannya kini menjadi keluarga besar Pengasuh Asrama Perguruan Islam Tegalrejo.
Pesantren API Tegalrejo didirikan pada tanggal 15 September 1944 oleh KH. Chudlori, seorang ulama yang juga berasal dari desa Tegalrejo. Beliau adalah menantu dari Mbah Dalhar (KH. Nahrowi) pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam Watucongol Muntilan Magelang. Simbah Chudlori mendirikan Pondok Pesantren di Tegalrejo pada awalnya tanpa memberikan nama sebagaimana layaknya Pondok Pesantren yang lain. Baru setelah berkali-kali beliau mendapatkan saran dan usulan dari rekan seperjuangannya pada tahun 1947 di tetapkanlah nama Asrama Perguruan Islam (API). Nama ini ditentukannya sendiri yang tentunya merupakan hasil dari shalat Istikharoh. Dengan lahirnya nama Asrama Perguruan Islam, beliau berharap agar para santrinya kelak di masyarakat mampu dan mau menjadi guru yang mengajarkan dan mengembangkan syariat-syariat Islam.
بارك الله لنا ولكم ونفع الله بعلومهم واسرارهم فى الدارين امين...
Kamis, 02 Maret 2017
Wirid saking Simbah Kyai Siroj Payaman
Kamis, 23 Februari 2017
Munajat Nabi Musa
Sebuah Percakapan Nabi Musa AS
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Dalam suatu riwayat, Nabi Musa AS berdoa :
“Wahai Tuhanku, tunjukkanlah suatu perkara yang di dalamnya terkandung ridhaMu agar aku dapat mengerjakannya.
”
Lalu, Allah SWT Mewahyukan,
“sesungguhnya ridha-Ku terdapat di dalam sesuatu yang tidak kamu sukai, sedangkan kamu tidak cukup sabar terhadap sesuatu yang tidak kamu sukai itu.”
Musa AS pun meminta, “Wahai Tuhanku, tunjukkanlah padaku apakah itu ?.”
Lalu Allah SWT Berfirman,
“Ridha-Ku terdapat dalam ridhamu akan ketentuan takdir-Ku.”
Nabi Musa AS bertanya kepada Allah SWT, “Wahai Tuhanku, siapakah makhluk yang paling Engkau Cintai ?.”
Allah SWT Menjawab, “orang yang jika Aku ambil apa yang ia cintai, maka dengan lapang ia menyerahkannya pada-Ku.”
Musa AS bertanya lagi, “siapakah makhluk yang tidak Engkau sukai ?.”
Allah SWT Menjawab, “orang yang meminta kepada-Ku agar memilihkan sesuatu yang baik untuknya, namun setelah Aku Penuhi, ia malah membenci ketentuan-Ku itu.”
ﻭﻛﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻮﺳﻰ ﺗﻜﻠﻴﻤﺎ
Kamis, 12 Januari 2017
Hizib jaelani
Hizib Syaikh Abdul Qodir Jaelani Qsa
Hijib Hifzh
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺭَﺏِّ ﺇِﻧِّﻲ ﻣَﻐْﻠُﻮْﺏٌ ﻓﺎَﻧْﺘَﺼِﺮْ ،
Wahai Allah aku sudah kalah (kalah oleh tubuh dan nafsuku hingga tak mampu terus menerus berdzikir dan mendekat pada Mu), maka berilah pertolongan,
ﻭَﺟْﺒُﺮْ ﻗَﻠْﺒِﻲ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺴِﺮْ ،
Maka hiburlah hatiku yang telah hancur ini,
ﻭﺍَﺟْﻤَﻊْ ﺷَﻤْﻠِﻲ ﺍﻟْﻤُﻨْﺪَﺛِﺮْ ،
Maka padukanlah kemuliaan dan kesempurnaan yang telah terselubung,
ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﺍﻟْﻤُﻘْﺘَﺪِﺭْ ،
Sungguh Engkau Yang Maha Pengasih dan Maha Menentukan,
ﺇِﻛْﻔِﻨِﻲ ﻳﺎَ ﻛﺎَﻓِﻲ، ﻭَﺃَﻧﺎَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻤُﻔْﺘَﻘِﺮْ .
Cukupkanlah bagiku (cukupilah segala keperluanku) dan aku adalah hamba yang sangat menerlukan bantuan Mu). ٤٥ )
45. dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. dan cukuplah Allah menjadi pelindung (bagimu). dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu).
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻟُﻘْﻤَﺎﻥُ ﻻﺑْﻨِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌِﻈُﻪُ ﻳَﺎ ﺑُﻨَﻲَّ ﻻ ﺗُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ ( ﺳﻮﺭﺓ ﻟﻘﻤﺎﻥ : ١٣ )
13. dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.
ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﻇُﻠْﻤًﺎ ﻟِﻠْﻌِﺒَﺎﺩِ ( ﺳﻮﺭﺓ ﻏﺎﻓﺮ : ٣١ )
31. (yakni) seperti Keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
ﻓَﻘُﻄِﻊَ ﺩَﺍﺑِﺮُ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ( ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻷﻧﻌﺎﻡ : ٤٥ )
45. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
ﺃَﻧِّﻲ ﻣَﻐْﻠُﻮﺏٌ ﻓَﺎﻧْﺘَﺼِﺮْ ( ١٠ ) ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻘﻤﺮ
Artinya: Sesungguhnya aku ini dikalahkan (oleh kaumku yang ingkar), oleh itu menangkanlah daku (terhadap mereka).
Ini adalah doa Nabi Nuh setelah dakwah baginda dicaci dan dicerca. Maka berdasar tafsiran tersebut para ahli hikmah mengambil faedah dari doa Nabi Nuh sebagai wasilah kepada Allah SWT.
Di Bawah ini Bacaan Hijib Qodiriyah
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺭَﺏِّ ﺇِﻧِّﻲ ﻣَﻐْﻠُﻮْﺏٌ ﻓﺎَﻧْﺘَﺼِﺮْ
ﻭَﺟْﺒُﺮْ ﻗَﻠْﺒِﻲ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺴِﺮْ
ﻭﺍَﺟْﻤَﻊْ ﺷَﻤْﻠِﻲ ﺍﻟْﻤُﻨْﺪَﺛِﺮْ
ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﺍﻟْﻤُﻘْﺘَﺪِﺭْ
ﺇِﻛْﻔِﻨِﻲ ﻳﺎَ ﻛﺎَﻓِﻲ، ﻭَﺃَﻧﺎَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻤُﻔْﺘَﻘِﺮْ
ﻭَﻛَﻔَﻰ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟِﻴًّﺎ ﻭَﻛَﻔَﻰ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻧَﺼِﻴﺮًﺍ
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙَ ﻟَﻈُﻠْﻢٌ ﻋَﻈِﻴﻢٌ
ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﻇُﻠْﻤًﺎ ﻟِﻠْﻌِﺒَﺎﺩ
ﻓَﻘُﻄِﻊَ ﺩَﺍﺑِﺮُ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ
Latin-Nya
Robbi inni maghlubun fantasir
wajbur qolbil munkatsir
wajma` syamlil mundatsir
innaka antar rohmanul muqtadir
ikfini ya kafi wa anal`abdul muftakir
wa kafa billahi waliya
wa kafa billahi nashiiro
inna syirka la zulmun `aziim
wa mallohu yuridu zulman lil `ibad
fa quthi`a dabirul qoumil ladzina zholamu
wal hamdu lillahi robbil `alamin
Rabu, 04 Januari 2017
MUHASABAH
MUHASABAH
***************
Seorang ulama hikmah mengatakan: Ketika kebanyakan manusia disibukkan dengan enam perkara, maka sibukkanlah dirimu enam perkara.
Diantaranya:
1.Jika mereka sibuk memperbanyak amal, maka sibukkanlah dirimu dengan menyempurnakannya.
2.Apabila mereka sibuk melakukan sunnah-sunnah, maka sibukkanlah dirimu dengan menyempurnakan yang wajib.
3.Kalau mereka sibuk dengan pembangunan (perbaikan) lahiriyah, maka sibukkanlah dirimu dengan memperbaiki batinmu.
4.Jika mereka sibuk mengoreksi diri orang lain, maka sibukkanlah dirimu dengan mengoreksi diri sendiri.
5.Apabila mereka sibuk membangun (demi kemakmuran) dunia, maka sibukkanlah dirimu dengan membangun kemakmuran akhirat.
6.Kalau mereka sibuk mencari muka (pujian) manusia, maka sibukkanlah dirimu dengan mencari ridlo Allah SWT.
Minggu, 04 Desember 2016
Syafaat Rosulullah
Ketika Rasulullah SAW Memberikan Syafaat Kepada Ummatnya di Hari Kiamat
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Ini adalah sekelumit “kisah masa depan”, ketika seluruh manusia berkumpul di hari kiamat. Kisah ini disampaikan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Dalam kisah itu diceritakan bahwa Allah mengumpulkan seluruh manusia dari yang pertama hingga yang terakhir dalam satu daratan. Pada hari itu matahari mendekat kepada mereka, dan manusia ditimpa kesusahan dan penderitaan yang mereka tidak kuasa menahannya.
Lalu di antara mereka ada yang berkata, “Tidakkah kalian lihat apa yang telah menimpa kita, tidakkah kalian mencari orang yang bisa memberikan syafa’at kepada Rabb kalian?”
Yang lainnya lalu menimpali, “Bapak kalian adalah Adam AS.”
Akhirnya mereka mendatangi Adam lalu berkata, “Wahai Adam, Anda bapak manusia, Allah menciptakanmu dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh kepadamu, dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, dan menempatkanmu di surga. Tidakkah engkau syafa’ti kami kepada Rabb-mu? Apakah tidak kau saksikan apa yang menimpa kami?”
Maka Adam berkata, “Sesungguhnya Rabbku pada hari ini sedang marah yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya Dia telah melarangku untuk mendekati pohon (khuldi) tapi aku langgar. Nafsi nafsi (aku mengurusi diriku sendiri), pergilah kalian kepada selainku, pergilah kepada Nuh AS.”
Lalu mereka segera pergi menemui Nuh AS dan berkata, “Wahai Nuh, engkau adalah Rasul pertama yang diutus ke bumi, dan Allah telah memberikan nama kepadamu seorang hamba yang bersyukur (abdan syakuro), tidakkah engkau saksikan apa yang menimpa kami, tidakkah engkau lihat apa yang terjadi pada kami? Tidakkah engkau beri kami syafa’at menghadap Rabb-mu?”
Maka Nuh berkata, “Sesungguhnya Rabbku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku punya doa, yang telah aku gunakan untuk mendoakan (celaka) atas kaumku. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Ibrahim AS!”Lalu mereka segera menemui Ibrahim dan berkata, “Wahai Ibrahim, engkau adalah Nabi dan kekasih Allah dari penduduk bumi, syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang menimpa kami?”
Maka Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya, dan sesungguhnya aku telah berbohong tiga kali. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Musa AS!”
Lalu mereka segera pergi ke Musa, dan berkata, “Wahai Musa, engkau adalah utusan Allah. Allah telah memberikan kelebihan kepadamu dengan risalah dan kalam-Nya atas sekalian manusia. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
Lalu Musa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan pernah marah seperti ini sesudahnya. Dan sesungguhnya aku telah membunuh seseorang yang aku tidak diperintahkan untuk membunuhnya. Nafsi nafsi, pergilah kalian kepada selainku, pergilah kalian kepada Isa AS!”
Lalu mereka pergi menemui Isa, dan berkata, “Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang dilontarkan kepada Maryam, serta ruh dari-Nya. Dan engkau telah berbicara kepada manusia semasa dalam gendongan. Berilah syafa’at kepada kami kepada Rabb-mu! Tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
Maka Isa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini sedang marah dengan kemarahan yang tidak pernah marah seperti ini sebelumnya, dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Nafsi nafsi, pergilah kepada selainku, pergilah kepada Muhammad SAW!”
Akhirnya mereka mendatangi Muhammad SAW, dan berkata, “Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosamu yang lalu maupun yang akan datang. Syafa’atilah kami kepada Rabb-mu, tidakkah kau lihat apa yang kami alami?”
Lalu Nabi Muhammad SAW pergi menuju bawah ‘Arsy. Di sana beliau bersujud kepada Rabb, kemudian Allah membukakan kepadanya dari puji-pujian-Nya, dan indahnya pujian atas-Nya, sesuatu yang tidak pernah dibukakan kepada seorangpun sebelum Nabi Muhammad. Kemudian Allah SWT berkata kepada Muhammad, “Wahai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah, niscaya kau diberi, dan berilah syafa’at niscaya akan dikabulkan!”
Maka Muhammad SAW mengangkat kepalanya dan berkata, “Ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku, ummatku wahai Rabb-ku!”
Lalu disampaikan dari Allah kepadanya, “Wahai Muhammad, masukkan ke surga di antara umatmu yang tanpa hisab dari pintu sebelah kanan dari sekian pintu surga, dan mereka adalah ikut memiliki hak bersama dengan manusia yang lain pada selain pintu tersebut dari pintu-pintu surga.”
***
Di dalam kisah ini, Rasulullah SAW juga menceritakan bahwa lebar jarak antara kedua sisi pintu surga itu, bagaikan jarak Makkah dan Hajar, atau seperti jarah Makkah dan Bushro. Hajar adalah nama kota besar pusat pemerintahan Bahrain. Sedangkan Bushro adalah kota di Syam. Bisa kita bayangkan, betapa tebalnya pintu-pintu surga itu..
Itulah sekelumit kisah masa depan ketika hari kiamat. Pada hari itu, Rasulullah SAW memberi syafa’at kepada ummatnya. Pada hari itu Rasulullah SAW menjadi sayyid (tuan)nya manusia. Shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Maraji’ : Hadits Riwayat Bukhari – Muslim.
Sabtu, 19 November 2016
Siapakah.....?
Siapa kah.............?
**********************
*Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang paling sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu solatnya
seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.
***
Siapakah orang yang manis senyuman nya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata “Inna lillahi wainna illaihi rajiuun.”
Lalu sambil berkata, “Ya Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini”, sambil mengukir senyuman.
***
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
***
Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang yang tidak puas dengan nikmat yang ada dan senantiasa menumpuk-numpukkan harta.
***
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
***
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
***
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauh mata memandang.
***
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.
***
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
***
Semoga bermanfaat….
Silahkan SHARE ke orang-orang tercinta anda jika menurut anda bermanfaat.
Selasa, 08 November 2016
Munajat dalam keheningan
Munajat dalam keheningan
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Aku melihat seakan-akan diriku berada di tempat yang tinggi. Lalu aku bermunajat:
"Ilahi, manakah kondisi ruhani yang paling engkau cintai dan ucapan manakah yang paling benar menurut-Mu?
Amal manakah yang paling bisa menunjukkan kecintaan pada-Mu? Tolonglah aku dan tunjukkanlah diriku."
Maka dikatakan padaku: “Kondisi ruhani paling Kucintai adalah ridha disertai musyahadah;
sedangkan ucapan paling benar menurut-Ku adalah ucapan, Laa ilaaha illaLlah secara jernih.
Sementara amal yang paling bisa menunjukkan kecintaan-Ku adalah membenci dunia dan putus asa terhadap ahli dunia, disertai keselarasan dengan-Ku.”
***
Lepaskanlah dirimu dari berlebihan terhadap cinta dunia, tinggakanlah untuk terus menerus bermaksiat, langgengkanlah pada masalah rahmat laduniyah (dari sisi Allah), dan mohonlah pertolongan melalui rahmat itu pada segala tindakan, serta janganlah hatimu bergantung dengan sesuatu, maka engkau termasuk orang-orang yang sangat mendalam (dan benar) dalam ilmu, dimana rahasia batin dan ilmu tidak pernah hilang.
***
Apabila muncul gangguan hatimu berupa bisikan maksiat dan dunia, lemparkanlah bisikan itu di bawah dua telapak kakimu sebagai sesuatu yang hina, sekaligus sebagai refeksi zuhud, lalu penuhilah hatimu dengan ilmu dan petunjuk. Janganlah engkau menunda-nunda, yang bisa membuatmu tenggelam dalam kegelapannya dan anggota badanmu terlepas di sana, lalu engkau harus memeluknya, baik melalui hasrat, fikiran, kehendak dan gerakan.
Kala itu, lubuk hati menjadi terombang-ambing, dan seorang hamba “bagaikan telah disesatkan oleh syetan di pesawangan yang menakutkan dalam keadaan bingung, dia mempunyai sahabat-sahabat yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan):
“Marilah ikuti kami,”
katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk.”
Sedangkan petunjuk itu tidak akan pernah ada kecuali pada orang yang bertaqwa; tiada orang yang bertaqwa kecuali orang itu kontra terhadap dunia. Tiada orang yang kontra terhadap dunia kecuali orang yang menghina dirinya. Tidak ada orang yang menghina dirinya kecuali orang yang tahu akan dirinya. Tidak pula tahu orang yang tahu akan dirinya kecuali orang yang tahu Allah. Tidak ada yang mengenal Allah kecuali orang yang mencintai-Nya, dan tidak ada orang yang mencintai-Nya kecuali orang yang telah dipilih dan dikasihi Allah, dan antara dirinya terhalang dari hawwa dan nafsunya.
Ucapkanah: “Ya Allah, wahai Yang Maha Kuasa, wahai Yang Maha Menghendaki, wahai Yang maha Perkasa, wahai Yang Maha Bijaksana, wahai Yang Maha Terpuji, wahai Tuhan, wahai Sang Raja, wahai Yang Ada, wahai Yang Memberi Petunjuk wahai Yang Maha Memberi nikmat. Limpahkanlah kepadaku rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Memberi Anugerah, dan Engkau memberi nikmat pada hamba-Mu dengan nikmat agama dan nikmat hidayah, ”menuju jalan yang lurus, jalan Allah yang Dia pemilik apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah hanya kepada Allah lah segala urusan kembali,” melalui kemuliaan Nama Agung ini. Amin.”