Tampilkan postingan dengan label akhir Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhir Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Juni 2017

Doa penghujung Ramadhan


Selamat Jalan Ramadhan
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Ini adalah hari terakhir di bulan penuh kemuliaan...
Sedih rasanya melewatkan bulan ini...
karena merasa diri masih belum maksimal menjalankan ibadah-ibadah terbaik di bulan ini.
Kadang masih disibukkan oleh pekerjaan yang menuju deadline sehingga kadang lupa bahwa deadline dari Allah lah yang paling penting.
Deadline yang bila telah tiba masanya tak dapat diundur atau dimajukan barang sedetik pun.
Malu rasanya memohon terlalu banyak kepada Allah untuk meminta begitu banyak, ketika penghambaan kepada Allah masih sedikit. Ketika orang lain mungkin ruku’ dan sujud penuh keikhlasan, kita masih ruku’ dan sujud sekedar memenuhi kewajiban. Ketika orang sujud di keheningan malam, mungkin kita masih terlelap dalam tidur yang panjang, Ketika orang bersungguh-sungguh mengejar 10 Malam terakhir, kita sibuk dengan memilih pakaian baru, kue lebaran, mudik, dan memburu diskon di mall hingga larut malam.
Mari kita mengingat dan merenungi sebaik apa kita menjalani bulan ini.
Apakah ada perbaikan dari ramadhan dan bulan sesudahnya, ataukah sama, atau malah menurun kualitasnya.
Mari kita terus bedo’a kepada Allah di hari terakhir ini, mudah-mudahan kita masih bertemu bulan Ramadhan tahun depan,
semoga Allah menjaga kita untuk kuat menahan nafsu dan diri dari perbuatan yang tercela di 11 bulan berikutnya.
Dan semoga Allah mengampuni dosa kita dengan ibadah kita yang masih belum maksimal.
Ya Rabb, izinkan diri ini memohon usia untuk dapat bertemu dengan ramadhanMu yang mulia di tahun depan jaga diri kami, keluarga kami dan saudara kami muslimin dan muslimat untuk dapat menahan diri dari bermaksiat dan meninggalkan perintahMu...
Selamat jalan Ramadhan....
semoga kita bisa bertemu di tahun depan.
Aamiin.
“Taqabbal Allahu Minna Wa Minkum, Minal Aidin wal faidzin maaf lahir dan batin”
Selamat hari Raya Idul Fitri 1438 H

Senin, 19 Juni 2017

Doa akhir Ramadhan


Tangisan Perpisahan

.

Hari-hari terakhir menjelang perpisahan dengan bulan penuh kemuliaan....

kita ambil semangat Lailatul Qadar dengan suatu perubahan sikap yang istiqamah terhadap Islam, mencintai Allah SWT sepenuhnya, tanpa dinodai dengan cinta dunia.

Dengan itu kita boleh menjadi manusia yang ikhlas, menerima Islam sepenuhnya, tidak separuh-separuh dan tidak memilih.

Demi perpisahan ini, menangislah karena kita akan berpisah dengan kemuliaan dan keberkahan hebat bulan ini.

Rasulullah SAW bersabda: “Bahwa tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.”

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa sempat bertemu Ramadhan dan tidak diampuni dosanya, maka semakin jauh ia dengan Allah.” (Hadis riwayat Ibn Hibban).

.

.

.

Doa Akhir Ramadhan

.

.

Salah satu adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya adalah membacakan doa Perpisahan diakhir bulan Ramadhan.

Berikut adalah beberapa contoh doa perpisahaan yang boleh diamalkan.

.

.

Doa Pertama

.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW , bersabda; “Barang siapa yang berdoa di akhir sujud Solat Subuh pada Jumaat terakhir di akhir Ramadhan, niscaya Allah SWT akan mengabulkan.”

Sahabat bertanya, “ Doa apa itu Ya Rasulullah? ”

Berdoalah ; “Ya Allah! Pertemukan aku di Bulan Ramadhan tahun berikutnya, dalam keadaan Sehat wal’afiat, mudahkanlah rezeki bagiku dan segala urusanku, Ya Allah! “

.

.

Doa Kedua

.

Dari Jabir bin Abdillah r.a. dari Muhammad al Mustafa SAW: Beliau bersabda, “Siapa yang membaca doa ini di malam terakhir Ramadhan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan : menjumpai Ramadhan mendatang atau pengampunan dan rahmat Allah.”

“Ya Allah! Janganlah Dikau jadikan puasa kali ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Dikau menetetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang sia-sia.”

.

.

.

Doa Ketiga

.

Ya Allah! Janganlah Dikau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Dikau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati, bukan puasa yang sia-sia.

Seandainya masih ada padaku dosa yang belum Dikau ampuni atau dosa yang menyebabkan daku disiksa karenanya, sehingga terbitnya fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya wahai Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.

Ya Allah! Terimalah puasaku dengan sebaik-baik penerimaan, perkenankan, kemaafan, kemurahan, pengampunan dan keredhaan-Mu. Sehingga Dikau memenangkan aku dengan segala kebaikan yang dituntut, segala anugerah yang Dikau curahkan di bulan ini.

Selamatkanlah aku di dalamnya dari kebimbangan terhadap bencana yang mengancam atau dosa yang berterusan.

Demikian juga, dengan rahmat-Mu golongkanlah aku ke dalam orang-orang yang mendapatkan (keutamaan) malam al-Qadar.

Malam yang telah Dikau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.

Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya dan bukan juga pertemuan terakhirku. Moga aku dapat kembali bertemu pada Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh harapan dan kesejahteraan.

.

.

.

Doa Keempat

.

Ya Allah! Dalam kitab yang Dikau wahyukan (kepada Nabi Muhammad SAW), Dikau berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkannya Al Qur’an di dalamnya”. Tetapi sebentar lagi bulan Ramadhan akan berlalu. aku memohon pada-Mu dengan perantaraan Wajah-Mu yang Mulia, dan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna; Sekiranya masih ada dosa padaku yang belum Dikau ampunkan, atau dosa yang (menyebabkan) Daku disiksa karenanya (hingga) terbitnya fajar malam ini, atau hingga berlalunya bulan ini; Maka ampunilah semuanya, wahai Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.

.

Ya Allah! BagiMu segala pujian. Segala pujian yang telah Dikau ucapkan untuk diri-Mu sendiri, segala pujian sungguh-sungguh yang diungkapkan hamba-Mu yang bijak dan senantiasa berzikir dan bersyukur kepada-Mu. Merekalah orang-orang yang telah Dikau bantu menunaikan hak-hak-Mu dari sebahagian makhluk-Mu yang tersebar di alam ini, baik dari kalangan malaikat yang dekat dengan-Mu ataupun nabi-nabi yang telah Dikau utuskan ataupun orang-orang yang berfikir ataupun dari kalangan mereka yang bertasbih kepada-Mu.

.

Sesungguhnya, Dikau telah membawa kami ke bulan Ramadhan dan telah mengurniakan kami kenikmatan dan anugerah. Dikau telah menampakkan kemurahan dan pemberian-Mu. Pada-Mu lah segala sanjungan yang abadi, kekal, dan tetap selamanya. Betapa Agung Sebutan-Mu!

.

Tuhanku! Bantulah aku menjalani bulan Ramadhan sehingga Dikau sempurnakan puasa, solat dan segala kebaikan, syukur dan zikir kami di bulan ini.

Wahai Tuhanku! Terimalah puasaku dengan sebaik-baik penerimaan, perkenankan, maaf, kemurahan, pengampunan, dan hakikat keredhaan-Mu. Sehingga Dikau memenangkan aku dengan segala kebaikan yang dituntut, segala anugerah yang Dikau curahkan di bulan ini. Selamatkanlah daku di dalamnya dari kekhawatiran terhadap bencana yang mengancam atau dosa yang berterusan.

.

Duhai Tuhanku! aku bermohon pada-Mu dengan keagungan yang diminta hamba-Mu dari kemuliaan nama-nama dan keindahan pujian-Mu dan dari para pengharap yang istimewa. Sudilah Dikau mencurahkan rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Dan agar Dikau jadikan bulan ini seagung-agungnya Ramadhan, yang telah berlalu dari kami sejak Dikau turunkan ke dunia, sebagai berkah dalam menjaga agama, jiwa dan segala keperluanku. Juga berkatilah daku dalam semua persoalan, sempurnakanlah pemberian nikmat-Mu, jauhkanlah daku dari keburukan dan hiasi daku dengan pakaian kesucian di bulan ini.

.

Demikian juga, dengan rahmat-Mu golongkanlah daku ke dalam orang-orang yang mendapatkan (keutamaan) malam al-Qadar. Malam yang telah Dikau tetapkan lebih baik dari seribu bulan, dalam keagungan ganjaran, kemuliaan perbendaharaan, keindahan syukur, panjang umur dan kemudahan yang berterusan.

.

Wahai Tuhanku! Daku bermohon dengan perantaraan rahmat, kebaikan, ampunan, karunia, keluhuran, kebaikan dan pemberian-Mu. Janganlah Dikau jadikan Ramadhan ini sebagai kesempatan terakhirku. Sudilah Dikau mengantar aku hingga Ramadhan berikutnya dalam keadaan yang paling baik. Perlihatkan aku hilal (anak bulan) Ramadhan berikutnya, bersama orang-orang yang melihat keluasaan rahmat-Mu. Dan limpahkanlah anugerah-Mu, wahai Tuhanku. Tiada ada Tuhan selain Allah!

.

Semoga perpisahanku dengan bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya dan bukan juga pertemuan terakhirku. Sehingga aku dapat kembali bertemu pada tahun mendatang dalam keadaan penuh harapan dan kesejahteraan. Kini aku berada di hadapan-Mu dengan penuh kesetiaan. Sesungguhnya Dikau Maha Mendengar segala doa. Ya Allah! Dengarkanlah pengaduanku ini. Perhatikanlah rintihan, kerendahan, kepapaan dan penyerahan diriku ini.

.

Daku berserah diri pada-Mu, Tuhanku! aku tidak mengharapkan kemenangan, ampunan, kemuliaan dan penyampaian (kepada cita-citaku) kecuali pada-Mu. Anugerahkanlah aku keagungan pujian-Mu, kesucian nama-nama-Mu dan sampaikan aku kepada Ramadhan berikutnya dalam keadaan terlepas dari semua keburukan, kebimbangan dan ketidaktentuan. Segala pujian untuk-Mu saja, yang telah membantu kami menunaikan puasa dan mendirikan qiamullail di bulan Ramadhan ini, sehingga malamnya yang terakhir.

.

.

Taqabbalallahu minna waminkum, wakullu ‘aamin wa antum bikhairin.

Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini dengan kebaikan…

Amin...