Rabu, 11 Agustus 2021

Assalamualaik


 Assalamu’alaik Zainal Anbiya


السلام عليك زين الأنبيآء

Assalaamu ‘alaika Zainal anbiyaa-i
Salam sejahtera bagimu wahai Nabi yang paling mulia

السلام عليك أتقی الأتقيآء
Assalaamu ‘alaika Atqool atqiyaa-i
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang bertaqwa

السلام عليك أصفی الأصفيآء
Assalaamu ‘alaika Ashfal ashfiyaa-i
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang sufi

السلام عليك أزكی الأزکيآء
Assalaamu ‘alaika Azkaal azkiyaa-i
Salam sejahtera bagimu wahai Pemimpin orang-orang yang suci

السلام عليك من رب السماء
Assalaamu ‘alaika Min Robissamaa

Salam sejahtera bagimu Dari Tuhan Langit

السلام عليك دائما بلا انقضاء

Assalaamu ‘alaika Daim bilanqidloo
Salam sejahtera bagimu Selamanya tanpa batas

السلام عليك أحمد ياحبيبی
Assalaamu ‘alaika Ahmad Yaa Habiibii
Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai kekasihku

السلام عليك طه ياطبيبى
Assalaamu ‘alaika Thooha yaa thobiibii
Salam sejahtera bagimu wahai Thooha wahai pelipur hatiku

السلام عليك يا مسکی وطيبی
Assalaamu ‘alaika yaa miskii wa thiibii
Salam sejahtera bagimu wahai keharumanku dan pewangi hatiku

السلام عليك يا ماحى الذنوب
Assalaamu ‘alaika yaa mahi dzunubii
Salam sejahtera bagimu wahai pelebur dosaku

السلام عليك يا عون الغريب
Assalaamu ‘alaika yaa Aubal Ghorib
Salam sejahtera bagimu wahai penolong yang langka

السلام عليك أحمد يا محمد
Assalaamu ‘alaika Ahmad Yaa Muhammad
Salam sejahtera bagimu wahai Ahmad wahai Muhammad

Senin, 09 Agustus 2021

Pencuri timun tidak bisa duduk


Mbah Kholil Bangkalan bikin pencuri timun tak bisa duduk hanya dengan memberi karomah pada petani "qoma zaidun".

Kiai Muhammad Kholil atau lebih dikenal dengan Mbah Kholil Bangkalan adalah kiai yang kesalehannya tak terbantahkan. Mbah Kholil adalah guru dari pendiri Nahdlatul Ulama Kiai Hasyim Asy'ari.

Beliau adalah murid dari Syeikh Nawawi al-Bantani (Guru Ulama Indonesia dari Banten), Syeikh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Mustafa bin Muhammad al-Afifi al-Makki, Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud asy-Syarwani.

Meski di kampung, Mbah Kholil adalah guru Kiai Hasyim, namun sewaktu belajar di Makkah keduanya satu bangku. Kiai lain yang satu angkatan di Makkah adalah Kiai Wahab Hasbullah dan Kiai Muhammad Dahlan. Mbah Kholil pula yang menjadi inspirasi dan memberi restu bagi Kiai Hasyim mendirikan jamiyyah NU.

Mbah Kholil adalah ahli ilmu alat (Nahwu, Shorof, Balaghoh), juga seorang hafidz (penghapal) AlQuran. Beliau mampu membaca Al Qur'an dalam Qira'at Sab'ah (tujuh cara membaca al-Quran).

Di kalangan santri NU karomah beliau sangat masyhur. Salah satunya adalah tentang kisah petani timun.

Suatu hari petani timun di daerah Bangkalan sering mengeluh. Setiap timun yang siap dipanen selalu dicuri maling. Begitu peristiwa itu terus menerus. Akhirnya petani timun itu tidak sabar lagi, setelah bermusyawarah, maka diputuskan untuk sowan ke Kiai Kholil. Sesampainya di rumah Kiai Kholil, sebagaimana biasanya Kiai sedang mengajarkan kitab Nahwu, kitab tersebut bernama Jurumiyah, suatu kitab tata bahasa Arab tingkat pemula.

“Assalamu'alaikum, Kiai,” ucap salam para petani serentak.

“Wa'alaikum salam wr.wb., “ Jawab Kiai Kholil.


Melihat banyaknya petani yang datang. Kiai bertanya :


“Sampean ada keperluan, ya?”


“Benar, Kiai. Akhir-akhir ini ladang timun kami selalu dicuri maling, kami mohon kepada Kiai penangkalnya.” Kata petani dengan nada memohon penuh harap.


Ketika itu, kitab yang dikaji oleh Kiai kebetulan sampai pada kalimat “qoma zaidun” yang artinya “zaid telah berdiri”. Lalu serta merta Kiai Kholil berbicara sambil menunjuk kepada huruf “qoma zaidun”.
“Ya.., Karena pengajian ini sampai ‘qoma zaidun', ya ‘qoma zaidun' ini saja pakai penangkal.” Seru Kiai dengan tegas dan mantap.


“Sudah, pak Kiai?” Ujar para petani dengan nada ragu dan tanda Tanya.
“Ya sudah.” Jawab Kiai Kholil menandaskan. Mereka puas mendapatkan penangkal dari Kiai Kholil. Para petani pulang ke rumah mereka masing-masing dengan keyakinan kemujaraban penangkal dari Kiai Kholil.

Keesokan harinya, seperti biasanya petani ladang timun pergi ke sawah masing-masing. Betapa terkejutnya mereka melihat pemandangan di hadapannya. Sejumlah pencuri timun berdiri terus menerus tidak bisa duduk. Maka tak ayal lagi, semua maling timun yang selama ini merajalela diketahui dan dapat ditangkap. Akhirnya penduduk berdatangan ingin melihat maling yang tidak bisa duduk itu, semua upaya telah dilakukan, namun hasilnya sis-sia. Semua maling tetap berdiri dengan muka pucat pasi karena ditonton orang yang semakin lama semakin banyak.

Satu-satunya jalan agar para maling itu bisa duduk, maka diputuskan wakil petani untuk sowan ke Kiai Kholil lagi. Tiba di kediaman Kiai Kholil, utusan itu diberi obat penangkal. Begitu obat disentuhkan ke badan maling yang sial itu, akhirnya dapat duduk seperti sedia kala. Dan para pencuri itupun menyesal dan berjanji tidak akan mencuri lagi di ladang yang selama ini menjadi sasaran empuk pencurian.

Maka sejak saat itu, petani timun di daerah Bangkalan menjadi aman dan makmur. Sebagai rasa terima kasih kepada Kiai kholil, mereka menyerahkan hasil panenannya yaitu timun ke pondok pesantren berdokar-dokar. Sejak itu, berhari-hari para santri di pondok kebanjiran timun, dan hampir-hampir di seluruh pojok-pojok pondok pesantren dipenuhi dengan timun.

Sholawat Adzimiyah


Sholawat Adhimiyah ini dinisbatkan kepada Syekh Ahmad bin Idris Alfasi Alhasani, pendiri toriqoh Idrisiyyah.

Beliau mendapatkannya dari Nabi Khidr. Sholawat ini termasuk sholawat yg digemari para wali.

Sayyid Habib Muhammad Al-Haddar mengatakan: "Barang siapa membaca shalawat 'Adzimiyyah 3 kali, maka dia akan mimpi bertemu nabi SAW."

Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki berkata: "Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali sebelum waktu shubuh, maka ia dapat berguna untuk mimpi bertemu Nabi SAW."


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ اِنِّي اَسْاَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِ اللهِ الْعَظِيْمِ، اَلَّذِيْ مَلَأَ اَرْكَانَ عَرْشِ اللهِ الْعَظِيْمِ، وَقَامَتْ بِهِ عَوَالِمُ اللهِ الْعَظِيْمِ ، اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ ذِيْ الْقَدْرِ الْعَظِيْمِ،

وَعَلَى آلِ نَبِيِّ اللهِ الْعَظِيْمِ، بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِ اللهِ الْعَظِيْمِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا فِيْ عِلْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ، صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ اللهِ الْعَظِيْمِ، تَعْظِيْمًا لِحَقِّكَ يَا مَوْلَانَا

يَا مُحَمَّدُ يَا ذَالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ ، وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ مِثْلَ ذَلِكَ، وَاجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ كَمَاجَمَعْتَ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالنَّفْسِ، ظَاهِرًا وَبَاطِنًا، يَقْظَةً وَمَنَامًا، وَاجْعَلْهُ يَارَبِّ

رَوْحًا لِذَاتِيْ مِنْ جَمِيْعِ الْوُجُوْهِ، فِي الدُّنْيَا قَبْلَ اْلآخِرَةِ يَاعَظِيْمُ


Sholawat Adzimiyah Artinya Bahasa Indonesia

Yaa Allah sesunggguhnya aku memohon kepadaMu dengan cahaya Wajah Allah Yang Agung,
Yang memenuhi tiang-tiang Arasy Allah Yang Agung

Dan dengannya berdirilah alam-alam (ciptaan) Allah Yang Agung,
Agar shalawat tersampaikan atas pelindung kami, Muhammad SAW, yang memiliki derajat yangAgung,

Dan atas keluarga nabi Allah Yang Agung,

Dengan ukuran Keagungan Zat Allah yang Agung,
Disetiap kedipan dan nafas, sebanyak apa yang termaktub dalam Ilmu Allah Yang Agung,

Shalawat yang abadi dengan Kekekalan Allah Yang Agung,
(sebagai) pengagungan terhadap Haq (kebenaran) engkau wahai Muhammad, yang memiliki akhlak (perangai) yang Agung

Dan salam atas beliau SAW serta keluarganya, semisal yang demikian itu,
Dan satukanlah aku dengan Beliau sebagaimana Engkau satukan ruh dengan nafas,
Secara Zahir dan Batin, dalam keadaan terjaga (sadar) atau tidur (mimpi), dan jadikan beliau Ya Rab penuntunku di dunia sebelum akherat YA Adhiim...

Jumat, 06 Agustus 2021

TERJEMAH MATAN AL AJURUMIYAH


TERJEMAH MATAN AJURUMIYAH

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala Puji Bagi Allah Yang Menurunkan Al-Qur'an dengan Bahasa Arab. Shalawat serta Salam semoga Tercurah-limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw paling utamanya makhluq yang berbicara dan berbahasa arab. Dan juga kepada keluarganya, para shahabatnya dan para tabi'in dan taabi'it taabi'iin bi ihsaanin ilaa yaumiddin

Dan semoga Allah mengangkat kita bersama-sama mereka didalam rumah akhirat yang tentram tanpa belenggu rasa kelu dan kesah. Aamiiin.
 

Amma Ba'd :

Pengarang kitab Ibnu Aajurruumi Muhammad bin Muhammad bin Dawud As-Shanhaji Alfaasiy (627-723 H. / 1273-1323 M.) berkata :

Semoga Allah Merahmatinya dan semoga kami mendatapkan Ilmu yang Manfa'at berkat Ilmu-ilmunya. Aamiin.
_____________________________________________________________
أنواع الكلام

Macam-macam Kalam

الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع .

Telah berkata pengarang kitab ini (As Syaikh Ash Shanhajy) rahimahullah :

Al kalam (kalimat) adalah Lafadz yang tersusun yang berfaedah dengan bahasa arab

وأقسامه ثلاثة : اسم ، وفعل ، وحرف جاء لمعنى

Penyusun kalam itu ada tiga : kalimat Isim, fi’il, dan kalimat huruf yang memiliki arti

فالاسم يعرف : بالخفض ، والتنوين ، ودخول الألف واللام ، وحروف الخفض وهي : من وإلى وعن وعلى وفي ورب والباء والكاف واللام وحروف القسم وهي : الواو والباء والتاء

1. Kalimat isim itu dapat dikenali dengan keberadaan  khafadh, tanwin, dan kemasukan alif dan lam. 

Huruf khafadh itu adalah :

مِنْ (dari)
إِلَى(ke)
عَنْ (dari)
عَلَى(di atas)
فِي (di)
رُبَّ (jarang)
بِ (dengan)
كَ (seperti)
لِ (untuk) 

Isim dapat dikenali juga dengan huruf qasam (sumpah) yaitu :

و ب ت
waw ba dan ta

والفعل يعرف بقد والسين و (سوف) وتاء التأنيث الساكنة

2. Kalimat fi'il itu dikenali dengan keberadaan:

قَدْ = sungguh/terkadang
سَ = akan
سَوْفَ = akan
تَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ = 
ta' ta’nits yang mati

والحرف مالا يصلح معه دليل الاسم ولا دليل الفعل 

3. Kalimat Huruf itu adalah sesuatu yang tidak memiliki ciri-ciri isim dan fi’il
_____________________________________________________________
باب الإعراب

BAB I'ROB (perubahan ahir kalimat)

الإعراب هو تغيير أواخر الكلم لاختلاف العوامل الداخلة عليها لفظاً أو تقديراً

I’rab adalah berubahnya akhir kata karena perbedaan amil-amil yang masuk padanya baik secara lafadz atau taqdir (perkiraan)

وأقسامه أربعة : رفع ونصب وخفض وجزم

Pembagian i’rab itu ada empat:

Rafa’
Nashab
Khofadh /Jar
Jazm.

فللأسماء من ذلك الرفع والنصب والخفض ولا جزم فيها

Setiap isim itu bisa dibaca rafa’, nashab, khafad akan tetapi tidak bisa terbaca jazm

وللأفعال من ذلك الرفع والنصب والجزم ولا خفض فيها .

Setiap fi’il itu bisa dibaca rafa’, nashab, jazm akan tetapi dibaca khafadh.
_____________________________________________________________
باب معرفة علامات الإعراب

BAB MENGENAL TANDA-TANDA I’RAB
_____________________________________________________________
TANDA ROFA'

للرفع أربع علامات : الضمة والواو والألف والنون

Rafa’ memiliki  empat tanda:

1. Dhammah
2. Huruf Waw
3. Huruf Alif
4. Huruf Nun

فأما الضمة فتكون علامة للرفع في أربعة مواضع : الاسم المفرد وجمع التكسير وجمع المؤنث السالم والفعل المضارع الذي لم يتصل بآخره شيء

Dlammah menjadi tanda rafa’ pada empat tempat :

1. Isim Mufrad,
2. Jama’ taktsir
3. Jama’ muannas salim, 4. dan Fiil mudhari’ yang tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatu

وأما الواو فتكون علامة للرفع في موضعين : في جمع المذكر السالم وفي الأسماء الخمسة وهي : أبوك وأخوك وحموك وفوك وذو مال

Huruf Waw menjadi tanda rafa’ pada  dua tempat :

1. Jama’ mudzakkar salim
2. dan isim-isim yang lima yaitu

أَبُوكَ, وَأَخُوكَ, وَحَمُوكَ, وَفُوكَ, وَذُو مَالٍ

Artinya : Bapak mu, saudara laki-laki mu , ipar mu, mulut mu, pemilik harta

وأما الألف فتكون علامة للرفع في تثنية الأسماء خاصة

Huruf Alif menjadi tanda rafa’ hanya tertentu pada isim tatsniyyah 

وأما النون فتكون علامة للرفع في الفعل المضارع إذا اتصل به ضمير التثنية أو ضمير جمع أو ضمير المؤنثة المخاطبة

Huruf Nun menjadi tanda rafa’ fi’il mudhari yang bersambung dengan:

1. dhamir tatsniyah,
2. dhamir jama’
3. dan dlamir muannats mukhatabah
_____________________________________________________________
TANDA NASHAB

وللنصب خمس علامات : الفتحة والألف والكسرة والياء وحذف النون

B. Nashab memiliki  lima tanda:

1. Fathah
2. Huruf alif
3. kasrah
4. Huruf Ya
5. Hadhfun nuun (membuang nun)
 
فأما الفتحة فتكون علامة للنصب في ثلاثة مواضع في الاسم المفرد وجمع التكسير والفعل المضارع إذا دخل عليه ناصب ولم يتصل بآخره شيء

Fathah menjadi tanda nashab pada tiga tempat :

1. Pada Isim Mufrad
2. Jama’ taksir
3. dan fi’il Mudhari apabila dimasuki amil yang menashobkan dan tidak huruf terakhir nya tidak bersambung dengan sesuatu

وأما الألف فتكون علامة للنصب في الأسماء الخمسة نحو : رأيت أباك وأخاك وما أشبه ذلك

Huruf Alif menjadi tanda bagi nashab pada isim-isim yang lima contohnya :

رَأَيْتُ أَبَاكَ وَأَخَاك 

Artinya : aku melihat bapakmu dan saudaramu) dan apa-apa yang menyerupai contoh ini.

وأما الكسرة فتكون علامة للنصب في جمع المؤنث السالم

Kasrah menjadi tanda nashab pada jama’ muannats salim

Contoh :

رأيت المسلماتِ

Artinya : aku telah melihat ibu² muslimat itu

وأما الياء فتكون علامة للنصب في التثنية والجمع

Huruf Ya menjadi tanda nashab-nya isim tatsniyah 

رأيت الزيدَيْن

Artinya : aku telah melihat dua zaed

dan jama’ (mudzakkar salim)

رأيت المسلمِين

Artinya : aku telah melihat beberapa orang islam

وأما حذف النون فيكون علامة للنصب في الأفعال الخمسة التي رفعها بثبوت النون

Hadzfunnuun (membuang huruf nun), menjadi tanda nashabnya af'alul khomsah (fi’il-fi’il yang lima) yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.

Contoh :

يقومون
تقومون
يقومان
تقومان
 
_____________________________________________________________
TANDA JAR

وللخفض ثلاث علامات : الكسرة والياء والفتحة

Khafadl memiliki  3 tanda:   

1. Kasrah
2. Huruf Ya
3. Fathah

فأما الكسرة فتكون علامة للخفض في ثلاثة مواضع : في الاسم المفرد المنصرف وجمع التكسير المنصرف وجمع المؤنث السالم

Kasrah menjadi tanda khafadh pada tiga tempat :

1. Isim Mufrad yang menerima tanwin

مررت بزيد

2. jama’ taksir yang menerima tanwin

مررت بالرجال

3. dan jama’ muannats salim

مررت بالمسلمات

وأما الياء فتكون علامة للخفض في ثلاثة مواضع : في الأسماء الخمسة وفي التثنية والجمع

Huruf ya menjadi tanda khafadh pada tiga tempat :

1. Pada isim-isim yang lima (al asmaul khamsah)
2. Isim Tatsniyah
3. dan jama’

Contoh Asmaul khomsah :

مررت بأبيك

Artinya : Aku lewat bertemu dengan ayahmu

Contoh isim tatsniyah :

مررت بالزيدين

Artinya : Aku lewat bertemu dengan dua zaed

Contoh jamak mudzakkar salim :

مررت بالمسلمِيْنَ

Artinya : aku lewat bertemu orang-orang islam

وأما الفتحة فتكون علامة للخفض في الاسم الذي لا ينصرف

Fathah menjadi tanda khafadh pada isim-isim yang tidak menerima tanwin (isim ghairu munsharif)

Contoh :

مررت بابراهيمَ

Artinya : aku lewat bertemu dengan ibrohim

اعتكفت في مساجدَ

Artinya : Aku i'tikaf di beberapa masjid
_____________________________________________________________
TANDA JAZM

وللجزم علامتان : السكون والحذف

Jazm memiliki  2 tanda:

1. Sukun
2. Al hadzfu (membuang)

فأما السكون فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع الصحيح الآخر

Sukun menjadi tanda jazm pada fi’il yang huruf akhirnya berupa huruf shoheh (tidak berupa huruf illat)

وأما الحذف فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع المعتل الآخر وفي الأفعال الخمسة التي رفعها بثبات النون

1. (Pembuangan) Al hadzfu menjadi tanda jazm pada fi’il mudhari mu’tal akhir (huruf ahirnya berupa hurif illat) 

Contoh : 

لم يدع اصله لم يدعو

2. dan pada af'alul khomsah (fi’il-fi’il yang lima) ketika rafa’nya dengan tetap nun.

Contoh :

لم يقوما اصله يقومان
_____________________________________________________________
فَصْلٌ اَلْمُعْرَبَاتُ

Fashl (pasal), Kata-kata yang di i'rabi

الْمُعْرَبَاتُ قِسْمَانِ قِسْمٌ يُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ . وَقِسْمٌ يُعْرَبُ بالْحُرُوفِ

Kata yang di- i’rab itu ada dua:

1. Kata yang di-i’rab dengan harkat (baris)
2. Kata yang di-i’rab dengan huruf.

فَالَّذِي يُعْرَبُ بالْحَرَكَاتِ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعٍ : الاِسْمُ الْمُفْرَدُ ، وَجَمْعُ التَّكْسِيرِ ، وَجَمْع الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ ، وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بآخِرِهِ شَيْءٌ

Kata yang di-i’rab dengan harokat atau baris itu ada empat macam :

1. Isim Mufrad
2. Jama’ taktsir
3. Jama’ muannats salim
4. dan Fi’il Mudhari’ yang huruf terahirnya  tidak bersambung sesuatu

وكلُّها . تُرفَع بالضَّمَّة وتُنصَب بالفتحة ، وتُخفَض بالكسرة ، وتُجزَم بالسكون.

Semua kata itu dirafa’kan dengan dhammah, dinashabkan dengan fathah, dan dijazmkan dengan sukun 

وخرج عن ذلك ثلاثة أشياء : جمع المؤنث السالم يُنصب بالكسرة ، والاسمُ الذي لا ينصرف يخفض بالفتحة ، والفعل المضارع المعتلُّ الآخر يُجْزَم بحذف آخره

Kecuali untuk tiga kondisi :

1. Jama’ muannats salim dinashabkan dengan kasrah

2. Isim ghairu munsharif dikhafadhkan dengan fathah

3. Fi’il mudhari’ mu’tal akhir dijazmkan dengan membuang akhirnya
 
والذي يعرب بالحروف أربعة أنواع : التثنية وجمع المذكر السالم ، والأسماء الخمسة ، والأفعال الخمسة ، وهي : يفعلان ، وتفعلان ، ويفعلون ، وتفعلون ، وتفعلين

Kata yang di i’rab dengan huruf itu ada empat macam :

1. Isim Tatsniyah
2. Jama’ mudzakkar salim
3. Asmaul khomsah
4. dan Af'alul khomsah
yaitu :

يَفْعَلَانِ، وَتَفْعَلَانِ، وَيَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلِينَ
 
فأما التثنية فترفع بالألف وتنصب وتخفض بالياء

Isim tatsniyah : tanda rofa'nya dengan huruf alif, tanda nashob dan jernya dengan huruf ya 

وأما جمع المذكر السالم فيرفع بالواو وينصب ويخفض بالياء

Jama’ mudzakkar salim : tanda rofa'nya memakai huruf wawu, tanda nashob dan jernya memakai huruf ya 

أما الأسماء الخمسة فترفع بالواو وتنصب بالألف ، وتخفض بالياء

Isim-isim yang lima: tanda rofa'nya memakai huruf wawa, nashabnya memakai huruf alif, dan khafadhnya memakai huruf ya.

وأما الأفعال الخمسة فترفع بالنون وتنصب وتجزم بحذفها

Fi’il-fi’il yang lima: tanda rofa'nya memakai huruf nun, tanda nashab dan jazmnya memakai tanda pembuangan huruf nun.
_____________________________________________________________
باب الأفعال

BAB AF'AAL (bebrapa kata Kerja)

الأفعال ثلاثة : ماضٍ ومضارع وأمر نحو : ضرب ويضرب واضرب .

Fi’il itu ada tiga :
1. Fiil Madhi
2. Fiil Mudhari’
3. Fiil Amr

Contohnya :

 ضَرَبَ = Fiil madli
 يَضْرِبُ = Fi'il mudlori
اِضْرِبْ = Fi'il amar

فالماضي مفتوح الآخر أبداً .

Fiil madhi itu hukumnya selalu dibaca fathah hurif terahirnya

والأمر مجزوم أبداً .

Fiil amar selalu dibaca jazm huruf terakhir nya

والمضارع ما كان في أوله إحدى الزوائد الأربع التي يجمعها قولك (أنيت) وهو مرفوع أبداً حتى يدخل عليه ناصب أو جازم .

Fiil mudhari’ adalah fiil yang di awalnya terdapat salah satu dari huruf tambahan yang empat yang terkumpul dalam perkataan

 أَنَيْتُ
1. hamzah
2. nun
3. ya
4. dan ta)

Fiil mudhari’ itu selalu dibaca rafa’ kecuali apabila ada amil (huruf) nashab atau jazm yang masuk padanya.
_____________________________________________________________
فالنواصب عشرة وهي :

AMIL-AMIL YANG MENASHOBKAN FI'IL MUDLORI' ITU ADA 10 :

أنْ و لن و إذن وكي و لام كي و لام الجحود و حتى و الجواب بالفاء و الواو و أو .

أَنْ = bahwa
لَنْ = tak akan
إِذَنْ = jadi, kalau begitu
كَيْ = supaya

لَامُ كَيْ =

Lam dengan makna supaya

لَامُ اَلْجُحُودِ = 

Lam dengan makna pengingkaran

حَتَّى = sehingga

الْجَوَابُ بِالْفَاءِ الْوَاوِ و أَوْ

Kalimat jawab dengan fa, wa, dan aw

والجوازم ثمانية عشر وهي :
_____________________________________________________________
AMIL-AMIL YANG MENJAZEMKAN FI'IL MUDLORI' ITU ADA 18 :

لم ، ولما ، و ألمْ ، وألمَّا ، ولام الأمر والدعاء ، و ( لا ) في النهي والدعاء ، وإن ، وما ومهما ، وإذ ، وإذما ، وأي ، ومتى ، وأين ، وأيان ، وأنَّى ، وحيثما ، وكيفما ، وإذاً في الشعر خاصة .

 
لَمْ = tidak
لَمَّا = belum
أَلَمْ = tidakkah
أَلَمَّا = belumkah

لَامُ اَلْأَمْرِ وَالدُّعَاءِ =

Lam untuk perintah dan permohonan

 لَا فِي اَلنَّهْيِ وَالدُّعَاءِ =

Laa untuk larangan dan permohonan

إِنْ = jika
مَا = apa
مَنْ = siapa
مَهْمَا = apapun
إِذْمَا = kalau
أَيٌّ = mana, sesuatu apa
مَتَى = kapan
أَيْنَ = dimana
أَيَّانَ = kapan
أَنَّى= bagaimana
حَيْثُمَا = dimanapun
كَيْفَمَا =bagaimanapun
إِذًا فِي اَلشِّعْرِ خاصة

dan Huruf Idzan (yang memiliki makna jikalau itu difungsikan hanya dalam kalam syair
_____________________________________________________________
باب مرفوعات الأسماء

BAB ISIM-ISIM YANG DIBACA ROFA'

المرفوعات سبعة وهي : الفاعل ، والمفعول الذي لم يسم فاعله ، والمبتدأ ، وخبره واسم كان وأخواتها وخبر إن وأخواتها والتابع للمرفوع وهو أربعة أشياء : النعت والعطف والتوكيد والبدل

Isim-isim yang dibaca rafa’ itu ada tujuh :

1. Isim Faa’il
2. Isim Maf’ul yang tidak disebut failnya (naaibul fa’il)
3. Mubtada
4. khabarnya mubtada
5. Isim Kaana dan saudara-saudaranya
6. khabar inna dan saudara-saudaranya
7.  Attabi' lilmarfu' (pengikut lafadz yang dibaca rafa’) yaitu ada empat : 

a. Na’at
b. ‘athaf
c. taukid
d. dan badal
_____________________________________________________________
باب الفاعل

BAB FA'IL (Pelaku)

الفاعل هو : الاسم المرفوع المذكور قبله فعله .

Faa’il (pelaku) termasuk isim yang dibaca rafa’ yang disebut setelah fi’il (perbuatan)nya. 

وهو على قسمين : ظاهر ومضمر .

Dan fa’il itu ada dua jenis :

1. Faa’il isim dhahir
2. Faa’il isim dlamir

فالظاهر نحو قولك : قام زيد ويقوم زيد وقام الزيدان ويقوم الزيدان وقام الزيدون ويقوم الزيدون وقام الرجال ويقوم الرجال وقامت هند ، وتقوم هند ، وقامت الهندان ، وتقوم الهندان ، وقامت الهندات ، وتقوم الهندات ، وتقوم الهنود ، وقام أخوك ، ويقوم أخوك ، وقام غلامي ، ويقوم غلامي ، وام أشبه ذلك .

Faa’il isim dzhahir itu contohnya seperti:

قَامَ زَيْدٌ

Artinya : Zaid telah berdiri

وَيَقُومُ زَيْدٌ

Artinya : Zaid sedang berdiri

وَقَامَ الزَّيْدَانِ

Artinya : Dua orang (bernama) Zaid telah berdiri

وَيَقُومُ الزَّيْدَانِ

Artinya : Dua orang (bernama) Zaid sedang berdiri

وَقَامَ الزَّيْدُونَ

Artinya : Orang-orang (bernama) Zaid telah berdiri

وَيَقُومُ الزَّيْدُونَ

Artinya : orang-orang (bernama) Zaid sedang berdiri
 
وَقَامَ اَلرِّجَالُ

Artinya : para laki-laki telah berdiri

وَيَقُومُ اَلرِّجَالُ

Artinya : para laki-laki sedang berdiri

وَقَامَتْ هِنْدٌ

Artinya : hindun telah berdiri

وَقَامَتْ اَلْهِنْدُ

Artinya : hindun sedang berdiri

وَقَامَتْ الْهِنْدَانِ

Artinya : du orang (bernama) Hindun telah berdiri

وَتَقُومُ الْهِنْدَانِ

Artinya : dua orang (bernama) Hindun sedang berdiri

وَقَامَتْ الْهِنْدَاتُ

Artinya : orang-orang bernama hindun telah berdiri

وَتَقُومُ الْهِنْدَاتُ

Artinya : orang-orang bernama hindun sedang berdiri

وَقَامَتْ اَلْهُنُودُ

Artinya : beberapa orang bernama hindun telah berdiri

وَتَقُومُ اَلْهُنُودُ

Artinya : beberapa orang bernama hindun sedang berdiri

 وَقَامَ أَخُوكَ

Artinya : saudara laki-laki mu telah berdiri

وَيَقُومُ أَخُوكَ

Artinya : saudara laki-laki mu sedang berdiri

وَقَامَ غُلَامِي

Artinya : budak ku telah berdiri

وَيَقُومُ غُلَامِي

Artinya : Budak ku sedang berdiri 

والمضمر اثنا عشر ، نحو قولك : ضربت ، وضربنا ، وضربتَ ، وضربتِ ، وضربتما وضربتم ، وضربتن ، وضرب ، وضربتْ ، وضربا ، وضربوا ، وضربن 

 FAA'IL ISIM DLOMIR ITU ADA 12 :

ضَرَبْتُ
وَضَرَبْنَا
وَضَرَبْتَ
وَضَرَبْتِ
وَضَرَبْتُمَا
وَضَرَبْتُمْ
وَضَرَبْتُنَّ
وَضَرَبَ
وَضَرَبَتْ
وَضَرَبَا
وَضَرَبُوا
وضَرَبْنَ

Maknanya ialah :

1. aku telah memukul
2. kami telah memukul
3.  kamu (lk) telah memukul
4. kamu (pr) telah memukul
5. kalian berdua telah memukul
6. kalian (lk) telah memukul
7. kalian (pr) telah memukul
8. dia (lk) telah memukul
9. dia (pr) telah memukul
10. mereka berdua telah memukul
11. mereka (lk) telah memukul
12. mereka (pr) telah memukul)
_____________________________________________________________
باب المفعول الذي لم يسم فاعله

BAB MAF'UL YANG FA'ILNYA TIDAK DISEBUTKAN (NAAIBUL FA'IL)

وهو : الاسم ،المرفوع ،الذي لم يذكر معه فاعله

Mabni maf'ul atau Naaibul faa’il adalah isim yang dibaca rafa’ yang faa’ilnya tidak disebutkan

فإن كان الفعل ماضيا ضم أوله وكسر ما قبل آخره 

Mabni maf'ul fi’il madii ialah fi'il yang huruf pertamanya dibaca dhammah dan sebelum huruf terakhir dibaca kasrah

وإن كان مضارعا ضم أوله وفتح ما قبل آخره .

Mabni maf'ul fi’il mudlari’ialah fi'il yang huruf pertamanya dibaca dhammah dan sebelum huruf terakhir dibaca fathah.

وهو قسمين : ظاهر ،ومضمر.

MABNI MAF'UL atau Naa’ibul faa’il itu ada dua :

1. Naaibul faa’il isim dhahir
2. Naaibul faa’il isim dlamir.

فالظاهر نحو قولك ضرب زيد ويضرب زيد واكرم عمرو و يكرم عمرو .

MABNI MAF'UL ISIM DHOHIR

Contohnya :

ضُرِبَ زَيْدٌ

Artinya  : Zaid telah dipukul

وَيُضْرَبُ زَيْد

Artinya : Zaid sedang dipukul

وَأُكْرِمَ عَمْرٌو

Artinya : Amr telah dimuliakan

وَيُكْرَمُ عَمْرٌو

Artinya : ‘Amr sedang dimuliakan

والمضمر نحو قولك (ضربت) وضربنا ، وضربت ، وضربت ، وضربتما ، وضربتم ، وضربتن ، وضرب ، وضربت ، وضربا ، وضربوا ، وضربن .

MABNI MAF'UL ISIM DLOMIR ADA 12 

contohnya :

ضُرِبْتُ
وَضُرِبْنَا
وَضُرِبْتَ
وَضُرِبْتِ
وَضُرِبْتُمَا
وَضُرِبْتُمْ
وَضُرِبْتُنَّ
وَضُرِبَ
وَضُرِبَتْ
وَضُرِبَا
وَضُرِبُوا
وضُرِبْنَ

Maknanya :

• aku telah dipukul
• kami telah dipukul
• kamu (lk) telah dipukul, • kamu (lk) telah dipukul, , • kalian berdua telah dipukul
• kalian (lk) telah dipukul, • kalian (pr) telah dipukul, • dia (lk) telah dipukul
• dia (pr) telah dipukul
• mereka berdua telah dipukul
• mereka (lk) telah dipukul
• mereka (pr) telah dipukul)
_____________________________________________________________
باب المبتدأ والخبر

BAB MUBTADA' DAN KHOBAR

المبتدأ : هو الاسم المرفوع العاري عن العوامل اللفظية .

Mubtada adalah isim yang dirafa’kan yang terbebas dari amil-amil lafadzh

و الخبر : هو الاسم المرفوع المسند إليه, نحو قولك زيد قائمٌ  و الزيدان قائمان و الزيدون قائمون 

Khobar adalah isim yang dirafa’kan yang disandarkan kepada mubtada’. 

Contohnya:

زَيْدٌ قَائِمٌ

Artinya : Zaid berdiri

وَالزَّيْدَانِ قَائِمَانِ

Artinya : Dua orang bernama zaid berdiri

وَالزَّيْدُونَ قَائِمُونَ

 Artinya : Beberapa orang bernama zaed adalah orang yang berdiri

والمبتدأ قسمان : ظاهر و مضمر 

Mubtada itu ada dua jenis :

1. Mubtada isim dhahir
2. Mubtada isim dlamir

فالظاهر ما تقدم ذكره 

Mubtada isim ddahir itu sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya (seperti contoh di atas)

والمضمر اثنا عشر , وهي : أنا , ونحن ، وأنت , وأنتِ , وأنتما , وأنتم , وأنتن , وهو , وهي , وهما , وهم , وهن ,

Sedangkan Mubtada isim dhamir itu ada dua belas :

أَنَا
وَنَحْنُ
وَأَنْتَ
وَأَنْتِ
وَأَنْتُمَا
وَأَنْتُمْ
وَأَنْتُنَّ
وَهوَ
وهِيَ
وَهُمَا
وَهُمْ
وَهُنَّ

Maknanya :

saya
kami
kamu (lk)
kamu (pr)
kalian berdua
kalian (lk)
kalian (pr)
dia (lk)
dia (pr)
mereka berdua
mereka (lk)
mereka (pr)

نحو قولك أنا قائم و نحن قائمون وما أشبه ذلك .

Contohnya :

أَنَا قَائِمٌ وَنَحْنُ قَائِمُوْنَ

Artinya : saya berdiri , kami berdiri 

Dan contoh lain yang serupa 

و الخبر قسمان :مفرد و غير مفرد .

Khabar itu ada dua jenis :
1. Khabar mufrad
2. Khabar ghair mufrad

فالمفرد نحو زيد قائم 

Khabar mufrad itu

Contohnya :

زَيْدٌ قَائِمٌ

Zaid adalah orang yang berdiri

وغير المفرد أربعة أشياء : الجار و المجرور , و الظرف , و الفعل مع فاعله , و المبتدأ مع خبره , نحو قولك : زيد في الدار , وزيد عندك , وزيد قام أبوه , و زيد جاريته ذاهبة 

Sedangkan khabar ghair mufrad itu ada empat :

1. Jar dan majrur
2. dharaf
3. fi’il beserta faa’ilnya
4. Mubtada beserta khabarnya.

Contohnya:

زَيْدٌ فِى الدَّارِ 

Artinya : Zaid ada di dalam rumah itu

وَزَيْدٌ عِنْدَكَ 

Artinya : Zaid ada di sisi mu

وَزَيْدٌ قَامَ اَبُوْهُ 

Artinya : Zaid itu bapaknya telah berdiri 

وَزَيْدٌ جَارِيَتُهُ ذَاهِبَةٌ

Artinya : Zaid itu yang amat gadisnya pergi
_____________________________________________________________
باب العوامل الداخلة على المبتدأ و الخبر

BAB AMIL-AMIL YANG MASUK KEPADA MUBTADA' DAN KHOBAR

وهي ثلاثة أشياء : كان و أخواتها , و إن وأخواتها , وظننت و أخواتها.

Amil-amil yang masuk kepada mubtada dan khabar itu ada tiga macam :

1. Kaana dan semisalnya
2. Innna dan semisalnya
3. Dzhanna (dzhanantu) dan semisalnya 
4. Kaana dan saudara²nya 

فأما كان و أخواتها , فإنها ترفع الاسم , وتنصب الخبر

Kaana dan saudara-saudaranya itu merafa’kan isimnya (mubtada) dan menashabkan khabarnya.

وهي : كان وأمسى , وأضحى , و ظل , و بات , و صار , و ليس , و مازال , و ما انفك , و ما فتئ , و ما برح , و ما دام 

 

kaana dan suadara-saudaranya adalah :

كَان

Memiliki makna : Ada atau terjadi 

أَمْسَى

Memiliki makna :  memasuki waktu sore

أَصْبَحَ 

Memiliki makna : memasuki waktu pagi

 أَضْحَى

Memiliki makna : memasuki waktu dhuha
 
ظَلَّ 

Memiliki makna : pada waktu siang

بَاتَ 

Memiliki makna : pada waktu malam

صَارَ = menjadi
لَيْسَ = tidak
مَا زَالَ = senantiasa
مَا اِنْفَكَّ = senantiasa
مَا فَتِئَ = senantiasa
مَا بَرِحَ = senantiasa
مَا دَامَ = senantiasa

و ما تصرف منها نحو : كان و يكون , و كن , و أصبح , و يصبح , و أصبح , تقول : كان زيد قائماً , و ليس عمر شاخصا و ما أشبه ذلك .

Termasuk juga tashrif (perubahan kata) dari kata-kata di atas, seperti :َ

 كَانَ, وَيَكُونُ, وَكُنْ

Artinya : telah terjadi, sedang terjadi, jadilah !

وَأَصْبَحَ وَيُصْبِحُ وَأَصْبِحْ
 
Arttinya : Telah memasuki waktu pagi, sedang memasuki waktu shubuh, masukilah waktu shubuh!

Contohnya : 

كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا

Artinya : Zaid telah berdiri

وَلَيْسَ عَمْرٌو شَاخِصًا

‘Amr bukanlah orang yang menampakkan diri

Dan contoh lain yang serupa dengan contoh-contoh ini

أما إن و أخواتها فإنها تنصب الاسم و ترفع الخبر

Inna dan saudara²nya itu menashabkan mubtada dan merafa’kan khabar

وهي إن،وأن ،ولكن ، وكأن ، وليت ، ولعل ،تقول :إن زيدا قائم ، وليت عمرا شاخص ، وما أشبه ذلك

Inna dan saudara-saudaranya adalah :

إِنَّ (sesungguhnya)
أَنَّ (sesungguhnya)
لَكِنَّ (akan tetapi)
كَأَنَّ (seakan-akan)
لَيْتَ (andai)
لَعَلَّ(agar, supaya)

contohnya :

إِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ

Artinya : sesungguhnya Zaid berdiri

وَلَيْتَ عَمْرًا شَاخِصٌ

Artinya : Andai ‘Amr pergi
Dan contoh lain yang serupa.

ومعنى إن وأن للتوكيد ، ولكن للاستدراك ، وكأن للتشبيه ، وليت للتمني ، ولعل للترجي والتوقع.

Makna-makna yang dimiliki adalah :

 إِنَّ و أَنَّ 

Memiliki makna untuk taukid (pengokohan)

لَكِنَّ

Memiliki makna istidraak (mempertentangkan)

كَأَنَّ

Memiliki makna tasybih (penyerupaan)

لَيْتَ

Memiliki makna tamanniy (pengandaian/pengharapan pada hal yang sulit dicapai

لَعَلَّ

Memiliki makna tarajiy (Pengharapan pada hal yang mudah atau mungkin bisa tercapai) 
dan tawaqqu’ (ketakutan dari nasib buruk).

وأما ظننت وأخواتها فإنها تنصب المبتدأ والخبر على أنهما مفعولان لها

Dhanantu (dhanna) dan saudara-saudaranya itu menashabkan mubtada dan khabar karena keduanya itu (mubtada dan khabar) adalah maf’ul bagi dhanna dan saudara-saudaranya

وهي : ظننت , وحسبت , وخلت , وزعمت , ورأيت , وعلمت , ووجدت , واتخذت , وجعلت , وسمعت ؛ تقول : ظننت زيداً قائما , ورأيت عمراً شاخصا , وما أشبه ذلك .

 
Dhanantu dan saudara-saudaranya itu :

ظَنَنْتُ 

Artinya : saya telah menyangka

وَحَسِبْتُ

Artinya : saya telah mengira

وَخِلْتُ

Artinya : saya telah membayangkan

وَزَعَمْتُ

Artinya : saya telah menduga

وَرَأَيْتُ

Artinya : saya telah melihat

وَعَلِمْتُ

Artinya : saya telah mengetahui
 
وَوَجَدْتُ

Artinya : saya telah menemukan

وَاتَّخَذْتُ

Artinya : saya telah mendapatkan

وَجَعَلْتُ

Artinya : saya telah menjadikan

وَسَمِعْتُ 

Artinya : saya telah mendengar

Contohnya :

ظَنَنْتُ زَيْدًا مُنْطَلِقًا

Artinya : Aku telah menyangka Zaid pergi

وَخلت عَمْرًا شاخصًا 
 
Artinya : Aku menduga ‘Amr adalah orang yang nampak

dan contoh lain yang menyerupainya.
_____________________________________________________________
باب النعت

BAB NAAT (sifat)

النعت : تابع للمنعوت في رفعه و نصبه و خفضه , وتعريفه وتنكيره ؛ قام زيد العاقل , ورأيت زيدا العاقل , ومررت بزيد العاقل .

Na’at (sifat) itu mengikuti yang disifati pada keadaan rafa’, nashab, khafad, ma’rifat, dan nakirahnya. 

Contohnya : 

قَامَ زَيْدٌ اَلْعَاقِلُ

Artinya : zaid yang berakal telah berdiri

 وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْعَاقِلَ

Artinya : aku melihat zaid yang berakal

وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ اَلْعَاقِلِ. 

Artinya : aku berjalan bersama zaid yang berakal

والمعرفة خمسة أشياء : الاسم المضمر نحو : أنا و أنت, و الاسم العلم نحو : زيد و مكة , و الاسم المبهم نحو : هذا وهذه وهؤلاء والاسم الذي فيه الألف واللام نحو : الرجل والغلام , وما أضيف إلى واحد من هذه الأربعة .

Ma’rifat (kata khusus) itu ada lima :

1. Isim Dlamir (kata ganti)

contohnya :

أَنَا (saya) 
أَنْتَ (kamu)

2. Isim Alam (nama) contohnya :

زَيْدٍ

zaed 

مكة

(mekkah)

3. Isim Mubham

contohnya :
 
هَذَا
(ini, mudzakkar)

هَذِهِ

(ini, muanats) 

هَؤُلَاءِ

(ini, banyak) 

4. Isim yang terdapat alif lam (al), 

contohnya :

اَلرَّجُلُ

(laki-laki)  

dan

الْغُلَامُ

(anak muda/pembantu) 

5. isim yang di idlafahkan kepada salah satu dari keempat isim ma’rifat ini 

1. isim Dhamir,
2. isim alam
3. Isim mubham,
4. dan isim yang terdapat alif lam

والنكرة : كل اسم شائع في جنسه لا يختص به واحد دون آخر ,وتقريبه : كل ما صلح دخول الألف و اللام عليه , نحو الرجل و الفرس .

Nakirah (kata umum) adalah setiap isim yang tersebar (beraneka ragam) pada jenisnya ,tidak tertentu pada sesuatupun.

Ringkasnya, nakirah adalah setiap isim yang dapat menerima alif lam

contohnya :

اَلرَّجُلُ

(laki-laki)
 
الْغُلَامُ

dan (anak muda)
_____________________________________________________________
باب العطف

BAB ATHOF (kata sambung)

و حروف العطف عشرة , وهي : الواو , والفاء , وثم , وأو , وأم , وإما ، وبل , ولا ,ولكن , وحتى في بعض المواضع .

Huruf ‘athaf ada sepuluh yaitu :

وَ (dan)
فَ (maka)
ثُمَّ (kemudian)
أَوْ (atau)
أَمْ (ataukah)
إِمَّا (adakalanya)
بَلْ (bahkan)
لَا (tidak)
لَكِنْ(akan tetapi)

حَتَّى فِي بَعْضِ اَلْمَوَاضِعِ

Hatta (Sehingga) pada sebagian tempat

فإن عطفت على مرفوع رفعت , أو على منصوب نصبت , أو على مخفوض خفضت , أو على مجزوم جزمت , تقول : قام زيد وعمرو , ورأيت زيدا و عمرا , ومررت بزيد وعمرو , وزيد لم يقم ولم يقعد.

Jika kamu athafkan (menyambungkan) kepada lafadz yang dibaca rafa’ maka kamu harus membaca rafa’ lafadz yang anda athofkan , atau kepada lafadz yang dibaca nashob maka anda  harus membaca nashob lafadz yang anda athofkan , atau kepada lafadz yang dibaca jer maka anda  harus membaca jer lafadz yang anda athofkan , atau kepada lafadz yang dibaca jazm maka anda  harus membaca  jazm lafadz yang anda athofkan

Contohnya :

قَامَ زَيْدٌ وَعَمْرٌو

Artinya : Zaid dan ‘Amr telah berdiri

وَرَأَيْتُ زَيْدًا وَعَمْرًا

Artinya : Aku melihat Zaid dan ‘Amr

وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَعَمْرٍو

Artinya : Aku berjalan bersama Zaid dan ‘Amr

وَزَيْدٌ لَمْ يَقُمْ وَلَمْ يَقْعُدْ

Artinya : Zaid sedang tidak berdiri, tidak pula duduk
_____________________________________________________________
باب التوكيد

BAB TAUKID (Penegasan atau Penguatan)

التوكيد : تابع للمؤكد في رفعه ونصبه وخفضه وتعريفه وتنكيره

Taukid itu mengikuti yang diperkuat 

Dalam keadaan rafa’nya, nashab-nya, khafadh-nya, dan ma’rifah-Nakirahnya.

ويكون بألفاظ معلومة, وهي : النفس , والعين , وكل , وأجمع

Taukid itu telah tertentu lafadzh-lafazhnya, yaitu :

اَلنَّفْسُ, وَالْعَيْنُ, وَكُلُّ, وَأَجْمَعُ

(diri, diri, setiap, seluruh)

وتوابع أجمع , وهي : أكتع , وأبتع , وأبصع , تقول : قام زيد نفسه , ورأيت القوم كلهم , ومررت بالقوم أجمعين 

Dan yang mengikuti ajma’u yaitu ada 3 yaitu  :

أَكْتَعُ, وَأَبْتَعُ, وَأَبْصَعُ

Semuanya bermakna seluruh

Contohnya :

قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ

Artinya : Zaed , ia sendiri telah berdiri

وَرَأَيْتُ اَلْقَوْمَ كُلَّهُمْ

Artinya : Saya melihat kaum itu seluruhnya

وَمَرَرْتُ بِالْقَوْمِ أَجْمَعِينَ

Artinya : aku lewat bertemu kaum itu seluruhnya
_____________________________________________________________
باب البدل

BAB BADAL (pengganti)

إذا أبدل اسم أو فعل من فعل تبعه في جميع إعرابه 

Apabila di-badal-kan (diganti) isim dengan isim atau fi’il dengan fi’il maka badal (kata ganti) nya mengikuti kata yang diganti pada seluruh i’rabnya

وهو على أربعة أقسام : بدل الشيء من الشيء , وبدل البعض من الكل , وبدل الاشتمال , وبدل الغلط

Badal itu ada empat :

١. بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء
٢. بَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ
٣. بَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ
٤. وَبَدَلُ اَلْغَلَطِ

1. Badal Syai' min Syai'
2. Badal Ba'dh min Kull
3. Badal Isytimal
4. Badal Ghalath

نحو قولك : قام زيد أخوك ,وأكلت الرغيف ثلثه , ونفعني زيد علمه , ورأيت زيداً الفرس  أردت أن تقول الفرس فغلطت فأبدلت زيداً منه .

 

Contohnya:

قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ

Artinya : Zaed telah berdiri , saudaramu itu

وَأَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ

Artinya : aku telah makan roti yakni sepertiganya

وَنَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ

Artinya : Zaed telah bermanfaat bagiku , ilmunya

وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ

Artinya : Aku melihat Zaid, (maaf) maksudnya kuda

Sebetulnya yang ingin kau ucapkan adalah “Aku melihat kuda”, akan tetapi kamu salah ucap dan kamu ganti dengan “Aku melihat Zaid”
_____________________________________________________________
باب منصوبات الأسماء

BAB ISIM-ISIM YANG DINASHOBKAN 
المنصوبات خمسة عشر : وهي المفعول به والمصدر وظرف المكان والزمان والحال والتمييز والمستثنى واسم لا والمنادى والمفعول من أجله والمفعول معه وخبر كان وأخواتها واسم إن وأخواتها .

والتابع للمنصوب وهو أربعة أشياء : النعت والعطف والتوكيد والبدل .

Isim-isim yang dinashabkan itu ada lima belas :

1. Maf’ul bih
2. Mashdar
3. Dharaf zaman
4. Dharaf makan
5. Hal
6. Tamyiz
7. Mustatsna
8. Isim Laa
9. Munada
10. Maf’ul min ajlih
11. Maf’ul ma’ah
12. Khabar kaana
13. Isim inna
14. khabar dari isim yang semisal  kaana dan isim dari isim yang semisal  inna
15. Pengikut dari yang di-nashab-kan, yaitu ada empat :

a. na’at
b. ‘athaf
c. taukid
d. dan badal
_____________________________________________________________
باب المفعول به

BAB MAF'UL BIH (objek)

وهو : الاسم المنصوب الذي يقع عليه الفعل نحو قولك : ضربت زيداً وركبت الفرس .

Maf’ul bih ialah isim yang dibaca nashob yang menjadi sasaran (obyek) perbuatan

Contohnya :

ضَرَبْتُ زَيْدًا

Artinya : Aku telah memukul Zaid

وَرَكِبْتُ اَلْفَرَسَ 

 Artinya : Aku telah menunggangi kuda

وهو قسمان : ظاهر ومضمر .

Maf’ul bih itu ada dua jenis:

Maf’ul bih dhahir dan
maf’ul bih dlamir.

فالظاهر ما تقدم ذكره ، والمضمر قسمان : متصل ومنفصل .

Maf’ul bih dzahir telah dijelaskan sebelumnya (pada contoh di atas), 

Sedangkan maf’ul bih dlamir itu terbagi menjadi dua :

Muttashil (bersambung)
Munfashil (terpisah)

فالمتصل اثنا عشر وهي : ضربني وضربنا وضربك وضربكما وضربكم وضربكن وضربه وضربها وضربهما وضربهم وضربهن .

Maf’ul bih dhamir muttashil ada dua belas, yaitu :

ضَرَبَنِي 

Artinya : Dia (lk) telah memukul aku

وَضَرَبَنَا 

Artinya : Dia (lk) telah memukul kami

وَضَرَبَكَ

Artinya : Dia (lk) telah memukul kamu (lk)

وَضَرَبَكِ

Artinya : Dia (lk) telah memukul kamu (pr)

وَضَرَبَكُمَا

Artinya : Dia (lk) telah memukul kalian berdua

وَضَرَبَكُمْ 

Artinya : Dia (lk) telah memukul kalian (lk)

وَضَرَبَكُنَّ 

Artinya : Dia (lk) telah memukul kalian (pr)

وَضَرَبَهُ

Artinya : Dia (lk) telah memukulnya (lk)

وَضَرَبَهَا 

Artinya : Dia (lk) telah memukulnya (pr)

 وَضَرَبَهُمَا 

Artinya : Dia (lk) telah memukul mereka berdua

وَضَرَبَهُمْ 

Artinya : Dia (lk) telah memukul mereka (lk)

وَضَرَبَهُنَّ

Artinya : Dia (lk) telah memukul mereka (pr)

والمنفصل اثنا عشر وهي : إياي وإيانا وإياك وإياكما وإياكم وإياكن وإياه وإياها وإياهما وإياهم وإياهن

Maf’ul bih dhamir munfashil ada dua belas, yaitu:

إِيَّايَ
وَإِيَّانَا
وَإِيَّاكَ
وَإِيَّاكِ
وَإِيَّاكُمَا
وَإِيَّاكُمْ
وَإِيَّاكُنَ
وَإِيَّاهُ
وَإِيَّاهَا
وَإِيَّاهُمَا
وَإِيَّاهُمْ
وَإِيَّاهُنَّ.
_____________________________________________________________
باب المصدر

BAB MASHDAR

المصدر هو : الاسم المنصوب الذي يجئ ثالثا في تصريف الفعل نحو : ضرب يضرب ضربا.

Mashdar adalah isim yang di-nashab-kan yang menempati tempat ketiga dalam tashrif fi’il. 

Contohnya : 

ضَرَبَ يَضْرِبُ ضَرْبًا

Artinya : telah memukul – sedang memukul – pukulan
_____________________________________________________________
باب المفعول المطلق

BAB MAF'UL MUTHLAQ

وهو قسمان : لفظي ومعنوي

Maf'ul Muthlaq/Mashdar terbagi dua :

1. Lafdzhy
2. Ma’nawy

 فإن وافق لفظه لفظ فعله فهو لفظي نحو : قتلته قتلا

MASHDAR LAFDZI

Jika lafazdh mashdarnya sama dengan lafadzh fi’ilnya maka itu termasuk mashdar lafdzhy 

contohnya : 

قَتَلْتُهُ قَتْلًا 

Artinya : aku benar-benar membunuhnya

 وإن وافق معنى فعله دون لفظه فهو معنوي نحو : جلست قعوداً , وقمت وقوفاً , وما أشبه ذلك .

MASHDAR MAKNAWI

Jika yang sama maknanya saja  tetapi lafadznya tidak sama, maka itu adalah mashdar ma’nawy. 

Contohnya :

 جَلَسْتُ قُعُودًا

Artinya : aku benar-benar duduk

وقمت وُقُوفًا

Artinya : aku benar-benar berdiri
_____________________________________________________________
باب ظرف الزمان و ظرف المكان

BAB DHOROF ZAMA (keterangan waktu) dan DHOROF MAKAN (keterangan tempat)

ظرف الزمان هو : اسم الزمان المنصوب بتقدير (في) نحو اليوم والليلة وغدوة وبكرة وسحرا وغدا وعتمة وصباحا ومساء وأبدا وأمدا وحينما .وما أشبه ذلك .

Dharaf zaman itu adalah isim zaman yang dinashabkan dengan taqdir maknanya fi (pada, di). 

Contoh dharaf zaman :

اَلْيَوْمِ pada hari ini
اللَّيْلَةِ pada malam ini
غَدْوَةً pagi hari
بُكْرَةً waktu pagi
سَحَرًا waktu mendekati subuh
غَدًا besok
عَتَمَةً Waktu isya'
صَبَاحًا waktu pagi
مَسَاءً waktu sore
أَبَدًا أَمَدًا selamanya
حِينًا ketika

Dan lafadz-lafadz yang menyerupainya

وظرف المكان هو : اسم المكان المنصوب بتقدير (في) نحو : أمام وخلف وقدّام ووراء وفوق وتحت وعند وإزاء وحذاء وتلقاء وثم وهنا . وما أشبه ذلك .

Dharaf makan adalah isim makan yang dinashabkan dengan taqdir maknanya fi (pada, di).

Contohnya:

أَمَامَ didepan
خَلْفَ dibelakang
قُدَّامَ didepan
وَرَاءَ dibelakang
فَوْقَ diatas
تَحْتَ dibawah
عِنْدَ disisi
مَعَ bersama
إِزَاءَ dihadapan
حِذَاءَ didekat
تِلْقَاءَ dihadapan
ثَمَّ disana
هُنَا disini

Penulis : https://m.facebook.com/27700112

WhatsApp ://wa.me/6285331111119
_____________________________________________________________
باب الحال

BAB HAL (Keterangan Kondisi)

الحال هو : الاسم المنصوب المفسر لما أنبهم من الهيئات

Haal termasuk isim yang dinashabkan yang menjelaskan tata cara atau keadaan  yang sebelumnya samar.

 نحو : جاء زيد راكباً و  ركبت الفرس مسرجاً و لقيت عبد الله راكبا وما أشبه ذلك.

Contohnya :

جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبًا

Artinya : Zaid telah datang dengan berkendaraan

وَرَكِبْتُ اَلْفَرَسَ مُسْرَجًا

Artinya : aku menunggangi kuda yang berpelana

وَلَقِيتُ عَبْدَ اَللَّهِ رَاكِبًا

Artinya : Aku menjumpai ‘Abdullah sedang berkendaraan

ولا يكون إلا نكرة ولا يكون إلا بعد تمام الكلام ولا يكون صاحبها إلا معرفة .

Haal itu harus nakirah dan haal itu hanya terjadi setelah kalimat nya sempurna dan shahibul haal itu pasti ma’rifat
_____________________________________________________________
باب التمييز

BAB TAMYIZ (Keterangan dzat/benda)

 
التمييز هو : الاسم المنصوب المفسر لما أنبهم من الذوات

Tamyiz termasuk isim yang dinashabkan yang menjelaskan dzat (benda) yang sebelumnya samar

 نحو قولك : تصبب زيد عرقا  و تفقأ بكر شحما وطاب محمد نفسا و اشتريت عشرين كتابا وملكت تسعين نعجة وزيد أكرم منك أبا  و أجمل منك وجها.

Contohnya :

تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا

Artinya : keringat zaid bercucuran

وَتَفَقَّأَ بَكْرٌ شَحْمًا

Artinya : bakar penuh lemaknya

وَطَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا

Artinya : Muhammad baik hatinya

وَاِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا

Artinya : aku telah membeli 20 budak laki-laki

 وَمَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً

Artinya : aku memiliki 90 ekor kambing

وَزَيْدٌ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا وَأَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهًا

Artinya : Zaed lebih mulya daripada kamu ayahnya dan lebih tampan daripada kamu wajahnya

ولا يكون إلا نكرة ولا يكون إلا بعد تمام الكلام .

Tamyiz itu harus nakirah dan tamyiz hanya terjadi setelah kalimat nya sempurna
_____________________________________________________________
باب الاستثناء

BAB ISTITSNA' (pengecualian)

وحرف الاستثناء ثمانية وهي : إلا وغير وسِوى وسُوى وسواء وخلا وعدا وحاشا .

Huruf istitsna itu ada delapan, yiatu :

إِلَّا, غَيْرُ, سِوَى, سُوَى, سَوَاءٌ, خَلَا, عَدَا, حَاشَا  

semuanya bermakna kecuali/selain

فالمستثنى بإلا ينصب إذا كان الكلام تاما موجبا نحو : قال القوم إلا زيدا و خرج الناس إلا عمرا

Maka mustatsna (kalimat yang di istitsnakan) dengan huruf illaa dinashabkan jika kalamnya taam mujab

Contohnya  :

قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا

Artinya : Semua orang selain Zaid telah berdiri

وَخَرَجَ اَلنَّاسُ إِلَّا عَمْرًا

Artinya : Semua orang selain ‘Amr telah keluar

وإن كان الكلام منفيا تاما جاز فيه البدل و النصب على الاستثناء نحو ما قام القوم إلا زيدٌ وإلا زيدا

Jika kalamnya manfiy taam, maka boleh menjadikannya badal atau menashabkannya

karena istitsna

contohnya :

مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدٌ
وَ مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا

keduanya bermakna sama, semua orang selain Zaid tidak berdiri

 وإن كان الكلام ناقصا كان على حسب العوامل نحو : ما قام إلا زيدٌ  و ما ضربت إلا زيداً و ما مررت إلا بزيد .

Jika kalamnya naaqish (kurang), maka i’rabnya sesuai dengan amil-amilnya,. 

Contohnya:

مَا قَامَ إِلَّا زَيْدٌ

• Tidak berdiri kecuali Zaid

وَمَا ضَرَبْتُ إِلَّا زَيْدًا

• Tidaklah aku pukul kecuali Zaid

وَمَا مَرَرْتُ إِلَّا بِزَيْدٍ

• tidak lah aku berjalan kecuali bersama zaid

والمستثنى بسِوى وسُوى وسواء وغير مجرور لاغير .

Mustatsna dengan kata siwaa, suwaa, sawaa-u dan ghairu maka dijarkan (selamanya) tanpa kecuali.

والمستثنى بخلا وعدا وحاشا يجوز نصبه وجره نحو : قام القوم خلا زيداً , وزيد  و عدا عمرا و عمرو و حاشا بكراً و بكرٍ .

Mustatsna dengan kata khalaa, ‘adaa, dan haasyaa maka boleh kita menashabkannya atau menjarkannya.

Contohnya :

قَامَ اَلْقَوْمُ خَلَا زَيْدًا
وَ قَامَ اَلْقَوْمُ خَلَا زَيْدٍ

قَامَ اَلْقَوْمُ عَدَا عَمْرًا
وَ قَامَ اَلْقَوْمُ عَدَاعَمْرٍو

قَامَ اَلْقَوْمُ حَاشَا زيدا 
و قَامَ اَلْقَوْمُ حَاشَا َبَكْرٍ

Artinya : Semua orang berdiri kecuali Zaid, ‘Amr, dan Bakr
_____________________________________________________________
بَابُ لَا

BAB LAA (penafian)

اِعْلَمْ أَنَّ لَا تَنْصِبُ اَلنَّكِرَاتِ بِغَيْرِ تَنْوِينٍ إِذَا بَاشَرَتْ اَلنَّكِرَةَ وَلَمْ تَتَكَرَّرْ “لَا” نَحْوَ “لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ”

فَإِنْ لَمْ تُبَاشِرْهَا وَجَبَ اَلرَّفْعُ وَوَجَبَ تَكْرَارُ “لَا” نَحْوَ لَا فِي اَلدَّارِ رَجُلٌ وَلَا اِمْرَأَةٌ”

فَإِنْ تَكَرَّرَتْ لَا جَازَ إِعْمَالُهَا وَإِلْغَاؤُهَا, فَإِنْ شِئْتَ قُلْتُ “لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةَ  فَإِنْ شِئْتَ قُلْتُ “لَا رَجُلٌ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةٌ”.

Ketahuilah!!! Bahwa apabila laa (laa Nafiah, Laa penafian) bertemu langsung dengan isim nakirah maka laamenashabkan isim nakirah dengan tanpa tanwin dan laa tidak berulang-ulang.

Contohnya:

لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ

Artinya : tidak ada seorang pria di dalam rumah

Jika laa tidak bertemu langsung dengan nakirah maka laa wajib diulang-ulang.

Contohnya :

لَا فِي اَلدَّارِ رَجُلٌ وَلَا اِمْرَأَةٌ

Artinya : Tidak ada seorang pria di dalam rumah, tidak pula wanita

Jika laa berulang-ulang (juga bertemu langsung dengan nakirah), maka boleh mengamalkannya (menjadikan laa sebagai amil yang menashabkan) atau menyia-nyiakannya. Maka jika kamu suka, kamu katakan :

لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةَ

Artinya : Tidak ada seorang pria di dalam rumah, tidak pula wanita

Dan jika kamu suka, kamu katakan :

لَا رَجُلٌ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةٌ

Artinya : Tidak ada seorang pria di dalam rumah, tidak pula wanita 
_____________________________________________________________
بَابُ اَلْمُنَادَى

BAB MUNADA (Kata yang dipanggil)

اَلْمُنَادَى خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : المفرد اَلْعَلَمُ, وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ, وَالنَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ, وَالْمُضَافُ, وَالشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ

فَأَمَّا اَلْمُفْرَدُ اَلْعَلَمُ وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ فَيُبْنَيَانِ عَلَى اَلضَّمِّ مِنْ غَيْرِ تَنْوِينٍ, نَحْوَ يَا زَيْدُ وَيَا رَجُلُ

وَالثَّلَاثَةُ اَلْبَاقِيَةُ مَنْصُوبَةٌ لَا غَيْرُ.

Munada itu ada lima yaitu :

١.المفرد اَلْعَلَمُ 
٢. النَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ
٣. النَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ
٤. الْمُضَافُ
٥. الشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ

1. nama-nama
2. nakirah yang termaksud
3.nakirah yang tidak termaksud
4. Mudhaf
5. yang menyerupai mudhaf

Adapun mufrad ‘alam dan nakirah maqsudah maka ia dimabnikan atas dhammah dengan tanpa tanwin 

contohnya :

يَا زَيْدُ وَيَا رَجُل

Artinya : wahai Zaid Wahai seorang pria

Dan tiga munada sisanya itu tidak lain dinashabkan.

_____________________________________________________________

بَابُ اَلْمَفْعُولِ مِنْ أَجْلِهِ

BAB MAF'UL MIN AJLIH (Alasan)

وَهُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يُذْكَرُ بَيَانًا لِسَبَبِ وُقُوعِ اَلْفِعْلِ, نَحْوَ قَوْلِكَ “قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍو” وَ”قَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ”.

Maf’ul min ajlih termasuk  isim  yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan sebab-sebab terjadinya suatu perbuatan. 

Contohnya :

قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍو وَقَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ.

Artinya : Zaid telah berdiri untuk memuliakan ‘Amr, Aku mendekatimu karena mengharapkan kebaikanmu
_____________________________________________________________
بَابُ اَلْمَفْعُولِ مَعَهُ

BAB MAF'UL MA'AH (bersama obyek)

وَهُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يُذْكَرُ لِبَيَانِ مَنْ فُعِلَ مَعَهُ اَلْفِعْلُ, نَحْوَ قَوْلِكَ “جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ” وَ”اِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ”.

وأما خَبَرُ “كَانَ” وَأَخَوَاتِهَا, وَاسْمُ “إِنَّ” وَأَخَوَاتِهَا, فَقَدْ تَقَدَّمَ ذِكْرُهُمَا فِي اَلْمَرْفُوعَاتِ, وَكَذَلِكَ اَلتَّوَابِعُ; فَقَدْ تَقَدَّمَتْ هُنَاكَ.

Maf’ul ma’ah termasuk isim yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan penyertaan seseorang atau sesuatu dalam suatu perbuatan. 

Contohnya :

جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ

Artinya : Seorang pemimpin telah datang bersama tentaranya

وَاِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ

Artinya : Air mengalir bersama kayu)

Adapun pembahasan tentang “khabar kaana” dan “saudara-saudara kaana” dan “isim inna” dan “saudara-saudara inna”  

Maka sungguh telah diberikan penjelasannya pada bab isim-isim yang di-rafa’a-kan begitu juga dengan pembahasan kata pengikut yang di-nashab-kan Seperti
 
na’at
‘athaf
taukid
badal
telah dijelaskan disana.

_____________________________________________________________

بَابُ مَخْفُوضَاتِ الْأَسْمَاءِ

BAB-BAB ISIM YANG DI KHOFADLKAN(dijarkan)

 
اَلْمَخْفُوضَاتُ ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ مَخْفُوضٌ بِالْحَرْفِ, وَمَخْفُوضٌ بِالْإِضَافَةِ, وَتَابِعٌ لِلْمَخْفُوضِ

فَأَمَّا اَلْمَخْفُوضُ بِالْحَرْفِ فَهُوَ مَا يَخْتَصُّ بِمِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءِ, وَالْكَافِ, وَاللَّامِ, وَبِحُرُوفِ اَلْقَسَمِ, وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاءُ, وَبِوَاوِ رُبَّ, وَبِمُذْ, وَمُنْذُ.

وَأَمَّا مَا يُخْفَضُ بِالْإِضَافَةِ, فَنَحْوُ قَوْلِكَ غُلَامُ زَيْدٍ وَهُوَ عَلَى قِسْمَيْنِ مَا يُقَدَّرُ بِاللَّامِ, وَمَا يُقَدَّرُ بِمِنْ; فَاَلَّذِي يُقَدَّرُ بِاللَّامِ نَحْوُ غُلَامُ زَيْدٍ وَاَلَّذِي يُقَدَّرُ بِمِنْ, نَحْوُ ثَوْبُ خَزٍّ وَبَابُ سَاجٍ وَخَاتَمُ حَدِيدٍ .

والله اعلم با الصواب

Isim-isim yang dikhafadhkan itu ada tiga bagian :

1. Dikhafadhkan dengan huruf khafadh
2. Dikhafadhkan dengan idhafah
3. Dikhafadhkan karena mengikuti yang sebelumnya

Adapun yang dijarkan dengan huruf khafadh yaitu apa-apa yang dijarkan dengan huruf :

مِنْ(dari)
إِلَى(ke)
عَنْ (dari)
عَلَى(di atas)
فِي (di)
رُبَّ (jarang)
بِ (dengan)
كَ (seperti)
لِ (untuk)

dan dengan huruf sumpah yaitu:

اَلْوَاوُ, الْبَاءُ, التَّاءُِ

(ketiganya bermakna sumpah: demi)

dan dengan:

مُذْ sejak
وَمُنْذُ sejak

Adapun yang dijarkan dengan idhafah maka contohnya : 

غُلَامُ زَيْدٍ

(pembantu Zaid)

Dan yang dijarkan dengan idhafah itu ada dua

• pertama yang di-taqdir-kan dengan lam 
• dan kedua yang di-taqdir-kan dengan min.

Maka yang di-taqdir-kan dengan lam (bagi, kepunyaan) 

Contohnya :
غُلَامُ زَيْدٍ

Artinya : pembantu (milik) Zaid

Dan yang di-taqdir-kan dengan min (dari) 

contohnya :
ثَوْبُ خَزٍّ

Artinya : Baju (dari) sutera

بَابُ سَاجٍ

Artinya : pintu (dari) kayu jati
خَاتَمُ حَدِيدٍ

Artinya : Cincin (dari) besi

Ya Robi Sholi


Sholawat Ya Robbi Sholli Ala Muhammad

يَارَبِّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّد - يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Ya robbi shalli ala Muhammad - Ya robbi shalli alayhi wasallim.

"Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat kepada Nabi Muhammad - Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam kepadanya."

يَارَبِّ بَلِّغْهُ الْوَسِيْلَةْ - يَارَبِّ خُصَّهُ بِالْفَضِيْلَه

Ya robbi balllighul wasiilah - Ya robbi khusshoh bilfadliilah.

"Ya Allah sampaikanlah kepadanya sebagai perantara - Ya Allah, khususkanlah kepadanya dengan keutamaan."

يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ الصَّحَابَةْ - يَارَبِّ وَارْضَ عَنِ السُّلاَلَةْ

Ya robbi wardlo anisshohaabah - Ya robbi wardlo anis-sulaalah.

"Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada sahabatnya - Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada keturunannya."

يَارَبِّ وَرْاضَ عَنِ الْمَشَايِخْ - يَارَبِّ وَارْحَمْ وَالِدِيْنَا

Ya robbi wardlo anil-masyaayikh - Ya robbi farham waalidiinaa.

Ya Allah, anugerahkanlah keridhaan kepada para guru - Ya Allah, rahmatilah orang-orang tua kami.

ْيَارَبِّ وَارْحَمْنَا جَمِيْعًا - يَارَبِّ وَارْحَمْ كُلَّ مُسْلِم

Ya robbi warhamnaa jamii’an - Ya robbi warham kulla muslim.

"Ya Allah rahmatilah kami semua - Ya Allah, rahmatilah semua orang islam."

يَارَبِّ وَاغْفِرْ لِكُلِّ مُذْنِبْ - يَارَبِّ لاَ تَقْطَعْ رَجَانَا

Ya robbi waghfir likulli mudznib - Ya robbi laa taqtho rojaanaa.

"Ya Allah, ampunilah semua orang yang berbuat dosa - Ya Allah, janganlah Engkau putuskan harapan kami."

يَارَبِّ يَا سَامِعْ دُعَانَا - يَارَبِّ بَلِّغْنَا نَزُوْرُهْ

Ya robbi yaa saamik du aanaa - Ya robbi ballighnaa nazuuruh.

"Ya Allah, wahai dzat yang maha Mendengar doa kami - Ya Allah, sampaikan kami ziarah ke makamnya."

يَارَبِّ تَغْشَانَا بِنُوْرِهْ - يَارَبِّ خِفْظَانَكْ وَاَمَانَكْ

Ya robbi taghsyaanaa binuurih - Ya robbi hifdhoonaka wa amaanak.

"Ya Allah, sinarilah kami dengan nur-Nya - Ya Allah, aku selalu mengharap pemeliharaan dan keamanan-Mu."

يَارَبِّ وَاسْكِنَّا جِنَانَكْ - يَارَبِّ اَجِرْنَا مِنْ عَذَابِكْ

Ya robbi waskinnaa jinaanak - Ya robbi ajirnaa min adzaabik.

"Ya Allah, tempatkanlah kami dalam surga-Mu - Ya Allah, selamatkanlah kami dari siksa-Mu."

يَارَبِّ وَارْزُقْنَا الشَّهَادَةْ - يَارَبِّ حِطْنَا بِالسَّعَادَةْ

Ya robbi warzuqnaasysyahaadah - Ya robbi hithnaa bissa aadah.

"Ya Allah, anugerahilah kematian kami dengan syahid - Ya Allah, liputilah kehidupan kami dengan penuh kebahagiaan."

يَارَبِّ وَاصْلِحْ كُلَّ مُصْلِحْ - يَارَبِّ وَاكْفِ كُلَّ مُؤْذِيْ

Ya robbi washlih kulla mushlih - Ya robbi wakfi kulla muk dzii.

Ya Allah, balaslah kebaikan orang yang berbuat kebaikan - Ya Allah, hindarkanlah dari semua orang yang menyakiti."

يَارَبِّ نَخْتِمْ بِالْمُشَفَّعْ - يَارَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Ya robbi nakhtim bilmusyaffak- Ya robbi shalli ‘alaihi wa sallim.

"Ya Allah, akhirilah kami dengan mendapat syafaat Nabi Muhammad - Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad."



Rabu, 04 Agustus 2021

HARAPAN DAN DOA ULTAH ISLAMI

Harapan dan doa

""Barakallahu fii umrik, putri Ayah dan Bunda. Semoga terus menjadi anak yang salihah, semakin rajin ibadah, pandai bersyukur dan selalu baik hati." 


Barakallahu fii umrik, anakku sayang. Semoga Allah SWT memberikanmu umur yang panjang dan keberkahan dalam hidupmu. Tidak lupa, semoga selalu diberikan rizki yang berkah dan hati yang selalu bersyukur"

Happy birthday, sayang. Tak terasa kamu semakin dewasa. Semoga dengan bertambahnya usia, semakin bertambah juga kebaikan dan kebahagiaan yang diberikan untukmu. Bunda dan Ayah berharap semoga kamu jadi anak yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, berbakti kepada kedua orang tua, dan menjadi teman yang baik untuk teman-teman kamu. Aamiin."

"Anakku sayang, di hari yang spesial ini ibu harap dirimu akan terus mendapatkan karunia dan juga segala macam kebaikan. Semoga Allah senantiasa melindungimu di manapun kamu berada, Nak. Kami sangat menyayangimu."

"Barakalloh anakku. Semoga keberkahan menyertai perjalanan usiamu. Jadikan mimpi dan harapanmu sebagai pemacu untuk semakin giat belajar. Doaku menyertai setiap langkahmu!"

"Happy birthday untuk putriku tercinta, tetaplah menjadi yang terbaik dan jadilah anak yang berbakti kepada orang tua, Semoga Allah memberikan kemudahan dalam mengejar cita citamu."

"Selamat ulang tahun sayang! Semoga di tahun ini semua harapan dan doamu menjadi kenyataan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Semoga kamu selalu diberikan kesehatan, kesejahteraan dan ketentraman dalam hati."

Selasa, 03 Agustus 2021

Perjuangan Wanita

Perjuangan Wanita atas nama Cinta

Mengurus segala keperluan seisi rumah setiap hari menjadi aktifitas seorang wanita yang telah menjadi ibu rumah tangga. Rasa capek sering kali menghampiri, terlebih jika sudah memiliki buah hati dan tidak memiliki asisten pembantu rumah tangga.

Hal ini pun pernah dialami oleh Fatimah, putri Rasulullah saw. ketika menjadi ibu rumah tangga. Alias setelah menikah dengan Ali bin Abi Thalib.

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ شَكَتْ إِلَيَّ فَاطِمَةُ مَجْلَ يَدَيْهَا مِنْ الطَّحِينِ فَقُلْتُ لَوْ أَتَيْتِ أَبَاكِ فَسَأَلْتِهِ خَادِمًا فَقَالَ أَلَا أَدُلُّكُمَا عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ الْخَادِمِ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضْجَعَكُمَا تَقُولَانِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَأَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ مِنْ تَحْمِيدٍ وَتَسْبِيحٍ وَتَكْبِيرٍ.  رواه الترمذي.

Dari Ali r.a., ia berkata, Fathimah telah mengadu kepadaku tentang kedua tangannya yang capek membuat adonan dari tepuk gandum. Lalu aku berkata, “Jika kamu datang ke bapakmu, maka mintalah pembantu kepadanya.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Maukah kalian berdua aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik untuk kalian dari pada seorang pembantu?, jika kalian hendak mendatangi kasur kalian, maka ucapkanlah 33 kali tahmid, 33 kali tasbih, dan 34 kali takbir.” (HR. At-Tirmidzi).

Riwayat tersebut mengajarkan kepada kita tentang nasihat Nabi saw. kepada putrinya Fathimah r.a. yang mengeluh kecapean telah mengurus pekerjaan rumah tangga. Dan ia meminta pembantu kepada beliau. Namun, beliau justru memberikan solusi yang lebih berharga daripada memberinya seorang pembantu.

Yakni secara tidak langsung Rasulullah saw. menyuruh Fathimah r.a. untuk bersabar dan mengganti keluhannya dengan berdzikir kepada Allah swt. sebelum ia tidur. Biarlah Allah swt. yang memberikan kekuatan kepadanya meskipun tanpa kehadiran pembantu. Maka, jika setiap akan tidur diisi dengan berdzikir kepada Allah swt. dengan memujiNya, niscaya hati terasa lapang. Semua yang terjadi dipasrahkan kepadaNya, maka ketika bangun tidur pun akan lebih merasa tenang.

Demikianlah nasihat Nabi saw. kepada Fatimah yang meminta pembantu agar bertasbih, bertahmid dan bertakbir sebelum tidur, karena hal itu lebih baik dari pada seorang pembantu. Maka, nasihat Nabi saw, tersebut bisa kita amalkan agar badan kita tidak terasa capek ketika bekerja seharian. Wa Allahu A’lam bis Shawab.