Selasa, 06 April 2021

Allah Ya Azhim

Allah  Ya Azhim
Bismillāhirrahmānirrahīm
ألله يَا عَظِيْم

ألله يَاعَظِيمْ أَنْتَ الْعَظِيم # قَدْ هَمَّنَا أَمْرٌ عَظِيْم
Allah Ya ‘Azhim, Engkau adalah yang Maha Agung # Sungguh kami 
mengalami perkara yang besar

وَكُلُّ أَمْرٍ هَمَّنَا# يَهُوْنُ بِاسْمِكَ يَا عَظِيمْ
Segala hal membuat kami sedih # akan menjadi ringan dengan menyebut nama-Mu wahai yang Maha Agung

أَنْتَ الْقَدِيمُ فِي الْأَزَل# أَنْتَ اللَّطِيْفُ لَمْ تَزَلْ
Engkau adalah yang Maha Dahulu dalam keabadian # Engkau adalah yang Maha Lembut yang tak akan hilang

عَنَّا أَزِلْ مَا قَدْ نَزَلْ# مِنْ فَادِحِ اْلخَطْبِ الجَزِيلْ
Hilangkanlah sesuatu yang menimpa 
kami # seperti bencana yang berat

حَيٌّ قَدِيْمٌ وَاجِدٌ # بَاقِى غَنِيٌّ مَاجِدٌ
Engkau adalah yang Maha Hidup, yang Maha Dahulu, yang Maha menciptakan# Yang Maha Kekal, Yang Maha Kaya, Yang maha Dermawan

عَدْلٌ إِلَهٌ وَاحِدٌ # بَرٌّ رَؤُفٌ الْرَّحِيمْ
Yang Maha Adil, Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha memberi kebaikan, Yang Maha kasih dan sayang  

يَا رَبّنَا بِالْفَاتِحَة # وبالرجالِ الصّالِحَة
Ya Tuhan kami, dengan berkah Al fatehah dan Para Kekasih yang Shalih

ْإجْعَلْ أُمورَنا رابِحَة # نحنُ وكلِ المُسْلِمِين
Jadikan seluruh perkara kami menguntungkan Kami dan seluruh orang islam

يا رَبَّنا بالبَقَرَة # وبالنّسَاءِ الخَيّرَة
Wahai Tuhan kami, dengan berkah Al Baqoroh dan wanita wanita baik

ْإجْعَلْ أمورَنا مُيَسَّرَة # نَحْنُ وكلِ المُسْلِمِين
Jadikanlah seluruh perkara kami memudahkan kami dan seluruh orang islam

Minggu, 04 April 2021

KALIMAH TAAMMAH

KALIMAH TAAMMAH

Ketika Rasulullah s.a.w sedang dalam perjalanan ke Israa, Di situ Nabi s.a.w melihat Ifrit yang mengikuti dari belakang dengan membawa obor api pembakar kebenaran hendak membinasakan Rasulullah s.a.w. Malaikat Jibril mengajarkan Kalimat Sakti (Kalimat Tammah) untuk menolak dan menghancurkan Jin Ifrit tersebut.
Kalimat itu dibaca oleh Rasulullah s.a.w maka Ifrit tersungkur jatuh di atas tanah terbakar menjadi abu oleh api obornya sendiri.

Maka dengan ini kalimat tersebut di atas dapat dipergunakan untuk mengusir Jin Ifrit dan Syaitan yang hendak melemahkan keimanan kita dan untuk menghindarkan diri dari kejahatan manusia yang mengikuti nafsu syaitannya dan dari segala kejahatan apa saja yang ada di dunia ini.

*****

KETERANGAN :

1.) KALIMAT YANG SEMPURNA :
Kitab Al-Quran yang berisi kalimat-kalimat sakti, tata cara pergaulan, ibadat, anjuran peringatan, keimanan, sejarah berhikmah dan sebagainya.

2.) KEJAHATAN YANG TURUN DARI LANGIT :
Bala Bencana, Wabak, Udara Buruk, Taufan, Petir, Rihul Ahmar, Kuman-Kuman, Penyakit yang berterbangan di udara dan sebagainya.

3.) KEJAHATAN YANG NAIK KE LANGIT :
Catatan amal buruk yang dibawa naik oleh malaikat-malaikat ke langit, roh orang-orang jahat, Iblis yang mencuri berita di langit dan sebagainya.

4.) KEJAHATAN YANG TERJADI DI MUKA BUMI :
Gangguan Syaitan, Jin dan Manusia, Binatang Buas, Kezaliman, Hasut, Fitnah, Buruk Sangka, Niat Jahat, Peperangan dan sebagainya.
5.) KEJAHATAN YANG KELUAR DARI BUMI :

Gempa Bumi, Gunung Berapi, Gas Beracun, Binatang-Binatang yang keluar dari bumi, berbisa dan sebagainya.

ini adalah doa Kalimat Tammah (Kalimat yang sempurna) atau Kalimat Sakti. Untaian doa perlindungan memohon kepada Allah SWT dari segala kejahatan dan bahaya. Semoga dapat berguna untuk para sahabat semua yang berkenan untuk mengamalkannya.
Misalnya saat dalam perjalanan, belum sampai di tujuan dan harus bermalam di suatu tempat. Jika timbul rasa was-was dalam hati, khawatir akan keselamatan diri dan harta benda yang dibawa, maka bacalah Kalimat Tammah ini sebanyak-banyaknya. Insha Allah, aman sentosa kerena perlindungan Allah Taala.

Atau saat kita merasa takut terhadap gangguan JIN jahat, atau penampakan yang menyeramkan (hantu, setan, dll), maka bacalah Kalimat Tammah ini. Insha Allah, tiada datang bahaya daripadanya. Bahkan JIN dapat terbakar bila tetap bermaksud mengganggu.

Pada Tingkat 3 adalah Kalimat Tammah Kubro, perlindungan dari segala macam kejahatan di Darat mahupun di Udara. Dari Manusia, Binatang, Jin dan Bencana Alam.

Rabu, 31 Maret 2021

Jauhi Sifat Ujub

SIFAT UJUB DAN OBATNYA

SUATU
 hari di tepi sungai Dajlah, Syeich Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan.

Di sisi mereka terletak sebotol arak memabukkan…… Kemudian Syeich Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu & baiknya kalau dia seperti aku!” . Tiba-tiba Syeich Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam.

Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun utk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam.

Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. . Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang” .

Bagaimanapun Syeich Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yg duduk di samping saya ini adalah saudara saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak” .

Hasan al-Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan”.

Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan” . Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin & selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yg tdk lebih daripada orang lain.

Jika Allah membukakan pintu solat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yg sedang tertidur nyenyak.

Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunnah . Boleh jadi orang yang gemar tidur & jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita. Ilmu Allah sangat amatlah luas. Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu ...

*****

Syech Abu yazid al Bustami adalah guru sufi terkemuka di jamannya. Ia mempunyai padepokan sufi dengan murid yang banyak. Salah satu murid Syech Abu yazid al Bustami telah memiliki perguruan sendiri, ia juga memiliki banyak Jamaah. Kedudukannya sebagai ulama itu menjadikan sang murid selalu memakai jubah putih, sorban dan wewangian, sebagai bentuk mengikuti sunnah nabi. Atribut itu menjadi penanda bahwa sang murid adalah seorang yang saleh.

Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Syech Abu yazid al Bustami,

“Tuan Guru, saya sudah beribadat tiga puluh tahun lamanya. Saya shalat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan. Saya tak pernah saksikan apa pun yang Tuan gambarkan. Hati saya selalu gelisah, tak bisa tenang.”

Syech Abu yazid al Bustami menjawab:

“Sekiranya kau beribadat selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu kecemerlangan dalam hidupmu.”.

Murid itu heran: “Mengapa, ya Tuan Guru?”

“Karena kau tertutup oleh dirimu sendiri,” jawab Syech Abu yazid al Bustami.

“Bisakah kau obati aku agar hijab itu tersingkap?” pinta sang murid.

“Bisa,” ucap Bayazid, “tapi kau takkan melakukannya,”lanjut Syech Abu yazid al Bustami

“Tentu saja akan aku lakukan,” sanggah murid itu.

“Baiklah kalau begitu,” kata Syech Abu yazid al Bustami, “sekarang tanggalkan pakaianmu. Sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping. Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang. Pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana. Katakan pada mereka, “Hai anak-anak, barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali, aku beri satu kantung kacang.”

“Lalu datangilah tempat di mana jamaah kamu sering mengagumimu. Katakan juga pada mereka, “Siapa yang mau menampar mukaku, aku beri satu kantung kacang!” lanjut Syech Abu yazid al Bustami.

“Subhanallah, masya Allah, lailahailallah,” kata murid itu terkejut. Syech Abu yazid al Bustami berkata, “Jika kalimat-kalimat suci itu diucapkan oleh orang kafir, ia berubah menjadi mukmin. Tapi kalau kalimat itu diucapkan oleh seorang sepertimu, kau berubah dari mukmin menjadi kafir.”.

Murid itu keheranan, “Mengapa bisa begitu?”
Syech Abu yazid al Bustami menjawab, “Karena kelihatannya kau sedang memuji Allah, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu sendiri. Ketika kau katakan: Tuhan mahasuci, seakan-akan kau mensucikan Tuhan padahal kau menonjolkan kesucian dirimu.”. ”

“Kalau begitu,” murid itu kembali meminta, “berilah saya nasihat lain.”.

Syech Abu yazid al Bustami menjawab, “Bukankah aku sudah bilang, kau takkan mampu melakukannya!”

Kisah dialog antara Syech Abu yazid al Bustami dan muridnya itu begitu menampar. Ujub, rasa kagum pada diri sendiri dan sombong membuat ibadah ribuan kali tak berguna.

Ibadah menjadi sarang pamer kesombongan, bukan bentuk ketawadhuan dan ketaatan. Ibadah tidak membuat hati lembut dan welas asih, tapi justru membuat hati keras dan kasar.

Biografi MBAH KH NAHROWI DALHAR WATUCONGOL MUNTILAN

Mbah Kiai Dalhar lahir di kawasan pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang. 
Nama kecilnya adalah Nahrowi, nama pemberian orang tuanya.
Mbah Dalhar dilahir kan pada 10 Syawal 1286 H atau 10 Syawal 1798 – Je (12 Januari 1870 M) 
Nasab Kiai Dalhar tersambung pada trah Raja Mataram, Amangkurat III. Ayah Kiai Dalhar bernama Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo. Pada waktu perjuangan Perang Jawa, Kiai Abdurrauf membantu Dipanegara berjuang di tanah Jawa. Kiai Abdurrauf dikenal sebagai salah satu Panglima Perang Dipanegara, membantu laskar pada Perang Jawa. Dari silsilah Kiai Hasan Tuqo, tersambung kepada Raja Amangkurat III (memerintah 1703-1705), atau Amangkurat Mas. Kiai Hasan Tuqo memiliki nama ningrat, yakni Raden Bagus Kemuning.

Rihlah ilmiyyah Kiai Dalhar 

Kiai Dalhar mewarisi semangat dakwah dan perjuangan dari ayah dan kakeknya. Sejak kecil, beliau haus akan ilmu agama, dengan mengaji dan belajar di pesantren. Pada umur 13 tahun, Nahrowi (Dalhar kecil) mulai belajar mondok. Ia mengaji kepada Mbah Kiai Mad Ushul di kawasan Mbawang, Ngadirejo, Salaman, Magelang. Di pesantren ini, Kiai Dalhar belajar ilmu tauhid selama 2 tahun. Setelah itu, Dalhar kecil melanjutkan mengaji di kawasan Kebumen. Ayahnya menitipkan Kiai Dalhar di pesantren Sumolangu, di bawah asuhan Syaikh as-Sayyid Ibrahim bin Muhammad al-Jilani al-Hasani, atau dikenal sebagai Syaikh Abdul Kahfi ats-Tsani. Ketika mengaji di pesantren Sumolangu, Kiai Dalhar mengabdi di ndalem sang Syaikh selama delapan tahun. Hal ini, merupakan permintaan Kiai Abdurrahman kepada Syaikh Abdul Kahfi ats-Tsani. 

Jalan Kaki dan Pemberian Nama

Tidak hanya di daerah sekitar Mbah Dalhar menimba ilmu. Di Makkah Mukaramah beliau berguru kepada beberapa alim ulama yang masyhur. Perjalalannya ke tanah suci untuk menuntut ilmu terjadi pada tahun 1314 H/1896 M. Mbah Kyai Dalhar diminta oleh gurunya, Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Jilani Al-Hasani untuk menemani putera laki – laki tertuanya Sayid Abdurrahman Al-Jilani Al-Hasani untuk menuntut ilmu di Mekkah. Syeikh As Sayid Ibrahim bin Muhammad Al-Jilani Al-Hasani berkeinginan menyerahkan pendidikan puteranya kepada shahib beliau yang menjadi mufti syafi’iyyah Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani.

Keduanya berangkat ke Makkah dengan menggunakan kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Mas,Semarang. Ada sebuah kisah menarik tentang perjalanan keduanya. Selama perjalanan dari Kebumen dan singgah di Muntilan, kemudian lanjut sampai di Semarang, Mbah Dalhar memilih tetap berjalan kaki sambil menuntun kuda yang dikendarai oleh Sayid Abdurrahman. Hal ini dikarenakan sikap takdzimnya kepada sang guru. Padahal Sayid Abdurrahman telah mempersilahkan mbah Kyai Dalhar agar naik kuda bersama.

Di Makkah (waktu itu masih bernama Hijaz), mbah Kyai Dalhar dan Sayid Abdurrahman tinggal di rubath (asrama tempat para santri tinggal) Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani yaitu didaerah Misfalah.

Sayid Abdurrahman dalam rihlah ini hanya sempat belajar pada Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani selama 3 bulan, karena beliau diminta oleh gurunya dan para ulama Hijaz untuk memimpin kaum muslimin mempertahankan Makkah dan Madinah dari serangan sekutu. Sementara itu mbah Kyai Dalhar diuntungkan dengan dapat belajar ditanah suci tersebut hingga mencapai waktu 25 tahun.

Syeikh As_Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani inilah yang kemudian memberi nama “Dalhar” pada mbah Kyai Dalhar. Hingga akhirnya beliau memakai nama Nahrowi Dalhar. Dimana nama Nahrowi adalah nama asli beliau. Dan Dalhar adalah nama yang diberikan untuk beliau oleh Syeikh As Sayid Muhammad Babashol Al-Hasani. Rupanya atas kehendak Allah Swt, mbah Kyai Nahrowi Dalhar dibelakang waktu lebih masyhur namanya dengan nama pemberian sang guru yaitu Mbah Kyai “Dalhar”.

Ketika berada di Hijaz inilah mbah Kyai Dalhar memperoleh ijazah kemursyidan Thariqah As-Syadziliyyah dari Syeikh Muhtarom Al-Makki dan ijazah aurad Dalailil Khoerat dari Sayid Muhammad Amin Al-Madani. Dimana kedua amaliyah ini dibelakang waktu menjadi bagian amaliah rutin yang memasyhurkan.

Dari jalur thariqah inilah, Kiai Dalhar dikenal sebagai mursyid, sufi, ulama 'alim, sekaligus penggerak perjuangan pada masa kemerdekaan di Indonesia. 

Mbah Kyai Dalhar adalah seorang ulama yang senang melakukan riyadhah.

Sehingga pantas saja jika menurut riwayat shahih yang berasal dari para ulama ahli hakikat sahabat – sahabatnya, beliau adalah orang yang amat akrab dengan nabiyullah Khidhr as. Sampai–sampai ada putera beliau yang diberi nama Khidr karena tafaullan dengan nabiyullah tersebut. Sayang putera beliau ini yang cukup ‘alim walau masih amat muda dikehendaki kembali oleh Allah Swt ketika usianya belum menginjak dewasa.

Selama di tanah suci, mbah Kyai Dalhar pernah melakukan khalwat selama 3 tahun disuatu goa yang teramat sempit tempatnya. Dan selama itu pula beliau melakukan puasa dengan berbuka hanya memakan 3 buah biji kurma saja serta meminum seteguk air zamzam secukupnya. Dari bagian riyadhahnya, beliau juga pernah melakukan riyadhah khusus untuk mendoakan para keturunan beliau serta para santri – santrinya.

Dalam hal adab selama ditanah suci, mbah Kyai Dalhar tidak pernah buang air kecil ataupun air besar di tanah Haram. Ketika merasa perlu untuk qadhil hajat, beliau lari keluar tanah Haram.

Selain mengamalkan dzikir jahr ‘ala thariqatis syadziliyyah, mbah Kyai Dalhar juga senang melakukan dzikir sirr. Ketika sudah tagharruq dengan dzikir sirrnya ini, mbah Kyai Dalhar dapat mencapai 3 hari 3 malam tak dapat diganggu oleh siapapun. Dalam hal thariqah As-Syadziliyyah ini menurut kakek penulis KH Ahmad Abdul Haq, beliau mbah Kyai Dalhar menurunkan ijazah kemursyidan hanya kepada 3 orang. Yaitu, Kyai Iskandar, Salatiga ; KH Dimyathi, Banten ; dan kakek penulis sendiri yaitu KH Ahmad Abdul Haq. 

Sahrallayal (meninggalkan tidur malam) adalah juga bagian dari riyadhah mbah Kyai Dalhar. Sampai dengan sekarang, meninggalkan tidur malam ini menjadi bagian adat kebiasaan yang berlaku bagi para putera – putera di Watucongol.

Murid dan Karya – karyanya

Karya mbah Kyai Dalhar yang sementara ini dikenal dan telah beredar secara umum adalah Kitab Tanwirul Ma’ani. Sebuah karya tulis berbahasa Arab tentang manaqib Syeikh As-Sayid Abil Hasan ‘Ali bin Abdillah bin Abdil Jabbar As-Syadzili Al-Hasani, imam thariqah As-Syadziliyyah. Selain daripada itu sementara ini masih dalam penelitian. Karena salah sebuah karya tulis tentang sharaf yang sempat diduga sebagai karya beliau setelah ditashih kepada KH Ahmad Abdul Haq ternyata yang benar adalah kitab sharaf susunan Syeikh As-Sayid Mahfudz bin Abdurrahman Somalangu. Karena beliau pernah mengajar di Watucongol, setelah menyusun kitab tersebut di Termas. Dimana pada saat tersebut belum muncul tashrifan ala Jombang.

Banyak sekali tokoh–tokoh ulama terkenal negara ini yang sempat berguru kepada beliau semenjak sekitar tahun 1920 – 1959. Diantaranya adalah KH Mahrus,Lirboyo ; KH Dimyati Banten ; KH Marzuki, Giriloyo dan lain sebagainya. Sesudah mengalami sakit selama kurang lebih 3 tahun, Mbah Kyai Dalhar wafat pada hari Rabu, 29 Ramadhan 1378 H atau bertepatan dengan 8 April 1959 M. Ada yang meriwayatkan jika beliau wafat pada 23 Ramadhan 1959. 

Semoga amal ibadah beliau di terima oleh Allah SWT dan semoga kesalahan-kesalahan beliau juga di ampuni oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…. 



Minggu, 28 Maret 2021

Nisfu Syaban

MALAM NISFU SYA'BAN ,,,,

ba'da Maghrib ( 28 Maret 2021 )
AHAD malam SENIN      
Malam ke 15 bulan Sya'ban,                           . 

di anjurkan membaca ,,,,
- Surah Yasin  ( 3x )

Surah Yasin ke .1

" di baca untuk memohon panjang
  Umur dan keTaatan serta
  keTaq waan dan dapat 
  istiqomah  kepada Alloh Ta'ala ."

Surah Yasin ke .2

" di baca untuk menolak
  Bala musibah  dan bahaya."

Surah Yasin ke 3

" di baca untuk memohon luas  Rezeqi yg halal dan ditetapkannya Iman Islam hingga
  Akhir hayat ."

berdo'alah secara khusyu' ...
meminta apa apa yg tersirat dalam hati...

Karena malam nisfu Sya' ban adalah malam yg sangat di ijabah
untuk di qobul semua doa doa &
hajat hajat yang di inginkan...

Para Ulama menyatakan bahwa
Malam nisfu Sya' ban juga di namakan malam pengampunan 
atau malam Maghfiroh .

Imam Al Gozhali RA. mengistilahkan malam nisfu  Sya' ban sebagai malam yg penuh
dg Syafaat ( pertolongan )  menurut beliau .. 

Malam ke 13 bulan Sya' ban Alloh
memberikan 3 Syafaat kepada hamba - NYA 

Malam ke .14 " seluruh Syafaat di berikan secara penuh ."

Malam ke .15
 " umat islam dapat memiliki banyak sekali kebaikkan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun ."

Karena pada malam itu Alloh Ta'ala menurunkan pengampunan
kepada seluruh penduduk bumi 
terutama kepada hamba hambanya yg Sholeh .
  

Doa ,,

" Allohumma bariklana fii
  Sya' bana wabalighna Romadhona ."

artinya ,

" ya ,Alloh berilah ke berkahan di
  bulan Sya' ban dan
  sampaikanlah umurku
  menjumpai bulan Romadhon ."......

MALAMNYA DILANJUT🕋🕋🕋🕋🕋🕋....

SHOLAT TASBIH 
SHOLAT TAHAJUD/HAJAD 
SHOLAT WITIR...

Dilanjut zikir

baca , 
- .Astaghfirulloh al Adzim ( 100x )
,- LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH         ( 100 x)
- Sholawat Nabi.                 ( 100x )

dan dzikir dzikir lainnya ..

Semoga manfaat..berbagi amal kebaikan...
monggo dengan niat untuk mendekat kepada ALLAH Dan ROSULNYA...

semoga ISTIQOMAH setiap hari... 🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🎇🎇🎇🎇🌠🌠🌠🌠🌠🌠🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Doa malam Nisfu Sya'ban dalam bahasa arab dan juga artinya :

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍﻟْﻤَﻦِّ ﻭَ ﻻ ﻳَﻤُﻦُّ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻳَﺎ ﺫَﺍ ﺍْﻟﺠَﻼَﻝِ ﻭَ ﺍْﻻِﻛْﺮَﺍﻡِ ﻳﺎَ ﺫَﺍ ﺍﻟﻄَّﻮْﻝِ ﻭَ ﺍْﻻِﻧْﻌَﺎﻡِ ﻻَ ﺍِﻟﻪَ ﺍِﻻَّ ﺍَﻧْﺖَ ﻇَﻬْﺮَ ﺍﻟﻼَّﺟِﻴْﻦَ ﻭَﺟَﺎﺭَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﺠِﻴْﺮِﻳْﻦَ ﻭَ ﺍَﻣَﺎﻥَ ﺍْﻟﺨَﺎﺋِﻔِﻴْﻦَ . ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﻛَﺘَﺒْﺘَﻨِﻰ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﻓِﻲْ ﺍُﻡِّ ﺍْﻟﻜِﺘَﺎﺏِ ﺷَﻘِﻴًّﺎ ﺍَﻭْ ﻣَﺤْﺮُﻭْﻣًﺎ ﺍَﻭْ ﻣَﻄْﺮُﻭْﺩًﺍ ﺍَﻭْ ﻣُﻘْﺘَﺮًّﺍ ﻋَﻠَﻰَّ ﻓِﻰ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕِ ﻓَﺎﻣْﺢُ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑِﻔَﻀْﻠِﻚَ ﻓِﻲْ ﺍُﻡِّ ﺍْﻟﻜِﺘَﺎﺏِ ﺷَﻘَﺎﻭَﺗِﻲ ﻭَ ﺣِﺮْﻣَﺎﻧِﻲ ﻭَ ﻃَﺮْﺩِﻱ ﻭَ ﺍِﻗْﺘَﺎﺭَ ﺭِﺯْﻗِﻲ ﻭَ ﺍَﺛْﺒِﺘْﻨِﻰْ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﻓِﻲ ﺍُﻡِّ ﺍْﻟﻜِﺘَﺎﺏِ ﺳَﻌِﻴْﺪًﺍ ﻣَﺮْﺯُﻭْﻗًﺎ ﻣُﻮَﻓَّﻘًﺎ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻗُﻠْﺖَ ﻭَ ﻗَﻮْﻟُﻚَ ﺍْﻟﺤَﻖُّ ﻓِﻰ ﻛِﺘَﺎﺑِﻚَ ﺍﻟْﻤُﻨْﺰَﻝِ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻚَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻞِ ﻳَﻤْﺤُﻮ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَ ﻳُﺜْﺒِﺖُ ﻭَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺍُﻡُّ ﺍْﻟﻜِﺘَﺎﺏِ . ﺍِﻟﻬِﻲْ ﺑِﺎﻟﺘَّﺠَﻠِّﻰ ﺍْﻻَﻋْﻈَﻢِ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺷَﻬْﺮِ ﺷَﻌْﺒَﺎﻥَ ﺍﻟْﻤُﻜَﺮَّﻡِ ﺍﻟَّﺘِﻲْ ﻳُﻔْﺮَﻕُ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻛُﻞُّ ﺍَﻣْﺮٍ ﺣَﻜِﻴْﻢٍ ﻭَ ﻳُﺒْﺮَﻡُ ﺍِﺻْﺮِﻑْ ﻋَﻨِّﻲْ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﺒَﻼَﺀِ ﻣَﺎ ﺍَﻋْﻠَﻢُ ﻭَ ﻣَﺎ ﻻ ﺍَﻋْﻠَﻢُ ﻭَﺍَﻧْﺖَ ﻋَﻼَّﻡُ ﺍْﻟﻐُﻴُﻮْﺏِ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺍَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍَﻟِﻪِ ﻭَ ﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ . ﺍَﻣِﻴْﻦَ

ALLAAHUMMA YAA DZAL MANNI WALAA YUMANNU ALAIKA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA DZATH THAULI WAL IN AAM, LAA ILAAHA ILLAA ANTA, DHAHRUL LAAJIIN, WA JAARUL MUSTAJIIRIIN, WA AMAANUL KHAA IFIIN, ALLAAHUMMA IN KUNTA KATABTA NII INDAKA FII UMMIL KITAABI SYAQIYYAN AW MAHRUUMAN AW MATHRUUDAN AW MUQTARRAN ALAYYA FIR RIZQI, FAMHULLAA HUMMA BI FADLLIKA SYAQAAWATII WA HIRMAANII WA THARDII WAQ TITAARI RIZQII WA ATS-BITNII INDAKA FII UMMIL KITAABI SAIIDAN MARZUUQAN MUWAFFAQALLIL KHAIRAAT. FA INNAKA QULTA WA QAULUKAL HAQQU FII KITAABIKAL MUNAZZALI ALAA NABIYYIKAL MURSALI, YAMHUL LAAHUMAA YASYAA U WA YUTSBITU WA INDAHUU UMMUL KITAAB. ILAAHII BITTAJALLIL AADHAMI FII LAILATIN NISHFI MIN SYAHRI SYABAANIL MUKARRAMIL LATII YUFRAQU FIIHAA KULLU AMRIN HAKIIM WA YUBRAM, ISHRIF ANNII MINAL BALAA I MAA ALAMU WA MAA LAA ALAM WA ANTA ALLAAMUL GHUYUUBI BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR RAAHIMIIN.

Artinya: 
Ya Allah, Dzat Pemilik anugrah, bukan penerima anugrah. 
Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. 
Wahai dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. 
Tiada Tuhan selain Engkau: 
Engkaulah penolong para pengungsi, pelindung para pencari perlindungan, pemberi keamanan bagi yang ketakutan. 
Ya Allah, jika Engkau telah menulis aku di sisiMu di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka atau terhalang atau tertolak atau sempit rezeki, maka hapuskanlah, wahai Allah, dengan anugrahMu, dari Ummul Kitab akan celakaku, terhalangku, tertolakku dan kesempitanku dalam rezeki, dan tetapkanlah aku di sisimu, dalam Ummul Kitab, sebagai orang yang beruntung, luas rezeki dan memperoleh taufik dalam melakukan kebajikan. 
Sungguh Engkau telah berfirman dan firman-Mu pasti benar, di dalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan dengan lisan nabi-Mu yang terutus: 
“Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan apa yang dikehendakiNya dan di sisi Allah terdapat Ummul Kitab.” Wahai Tuhanku, demi keagungan yang tampak di malam pertengahan bulan Sya’ban nan mulia, saat dipisahkan (dijelaskan, dirinci) segala urusan yang ditetapkan dan yang dihapuskan, hapuskanlah dariku bencana, baik yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi, demi RahmatMu wahai Tuhan Yang Maha Mengasihi. Semoga Allah melimpahkan solawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau. 
Amin....

http://hidayahandhadiyah.blogspot.co.id/2018/04/doa-malam-nisfu-syaban.html?m=1

Jumat, 26 Maret 2021

Pendataan LEMBAGA USTAD SANTRI DPP FKDT

Assalamu'alaikum...
Berikut kami informasikan pendataan MDT baik data ustadz, santri, lembaga yang wajib dikirim  *sebelum tanggal 31 maret 2021* lewat bitly kemenag pusat jakarta.. 

----
Adapun tata cara pengisiannya adalah sbb:
1. Unduh master data baik data lembaga, data santri, data ustadz dari simmdata.. 

2. Sesuaikan data unduhan simmdata tersebut sebagai acuan awal pengisian bitly kemenag pusat

3. Jika ada isian yang tidak ada jawaban, misal no npwp dll, maka  cukup diisi dengan angka 0 (nol) 

4. Pastikan data yang terkirim adalah benar, karena kita tidak memiliki akses edit. Untuk itu perlu kehati hatian dalam pengisian data.. 

5. Mari kita sukses kan pendataan dari kemenag pusat demi kemaslahatan ustadz

6. Pastikan MDT memiliki salinan File Eksel untuk pengiriman data bitly, dan dicetak di mdt masing2. 

7. form Eksel untuk membantu pengunggahan bitly bisa diunduh pada file pdf dalam edaran kemenag pusat

*****

Alamat pendataan lembaga, ustadz dan santri MDT:
1. Lembaga MDT : http://bit.ly/kelembagaanmdt
2. Ustdaz  MDT: http://bit.ly/gurumdt
3. Santri MDT : 
http://bit.ly/santrimdt

*****
*Petunjuk Pemakaian Aplikasi Robot keyboard and mouse*

1. Excel form ini di isikan data Santri yang di unduh dari SIMMDATA... 
2. Urutkan perkelas mulai kelas 1 sampai 6
3.tiap kelas urutkan  laki laki dulu lalu perempuan
4.instal aplikasi Robot Keyboard and Mouse di pc atau laptop
5.Buka Excel form yg sudah ada data siswa dan sudah diurutkan tiap kelas dan laki2 lalu perempuan
6. Lihat Tutorialnya..
7. Semoga membantu...

Link Robot keyboard and mouse
https://drive.google.com/file/d/1tRpDT1_yjEvtFF5l6L7NGNIVmrVITPp6/view

Link Form
https://drive.google.com/file/d/1oWWpNU94diEIry87cloVkTE3J-WOayvC/view

Malam Nisfu Syaban

Tidak lama lagi kita akan menyongsong satu malam yang penuh keutamaan, kemuliaan dan keberkahan. Malam itu adalah malam pertengahan bulan Sya’ban atau biasa disebut malam nisfu Sya’ban. Tahun 1442 H ini, malam nisfu Sya’ban akan jatuh pada ahad malam Senin, 28 Maret yang akan datang. 

Hal itu berdasarkan hasil pengamatan hilal pada hari Sabtu, 13 Maret yang lalu yang tidak berhasil melihat hilal. Sehingga bulan sebelumnya, yaitu bulan Rajab digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Sya’ban ditetapkan jatuh pada hari Senin, 15 Maret 2021.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

  إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَصُوْمُوْا نَهَارَهَا (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه فِي السُّنَنِ وَالْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيْمَانِ)  

 Maknanya: “Apabila tiba malam nisfu Sya’ban, maka hidupkan malamnya dan berpuasalah di siang harinya” (HR Ibnu Majah dalam as-Sunan dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman) 

Yakni bangunlah di sebagian besar malam itu dan isilah dengan shalat, baca surat Yasin atau surat-surat lainnya dalam Al-Qur’an, dzikir, doa dan kebaikan-kebaikan yang lain. Doa di pertengahan malam, lebih-lebih di sepertiga malam terakhir adalah  ibadah yang agung dan lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

  إِذَا كَانَ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَان نَادَى مُنَادٍ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَأُعْطِيَهُ (رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ في شُعَبِ الْإِيْمَانِ(   

Maknanya: “Apabila tiba malam nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman)  

 Oleh karena itulah, Imam Syafi’i menegaskan dalam kitab al-Umm: 

  وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ  

 “Telah sampai berita kepada kami bahwa dulu pernah dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam jum’at, malam hari raya idul adha, malam idul fitri, malam satu Rajab dan malam nisfu Sya’ban.”   
Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam al-Fatawa al-Kubra mengatakan:   

  وَالْحَاصِلُ أَنَّ لِهَذِهِ اللَّيْلَةِ فَضْلًا وَأَنَّهُ يَقَعُ فِيْهَا مَغْفِرَةٌ مَخْصُوْصَةٌ وَاسْتِجَابَةٌ مَخْصُوْصَةٌ وَمِنْ ثَمَّ قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِيْهَا   

“Kesimpulannya bahwa malam nisfu Sya’ban memiliki keutamaan, dan terjadi pengampunan dosa secara khusus serta pengabulan doa secara khusus. Dari sini-lah Imam Syafi’i mengatakan bahwa doa dikabulkan di malam nisfu Sya’ban.”   Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Marilah kita manfaatkan pertengahan Sya’ban ini dengan sebaik-baiknya. Marilah kita berpuasa di hari nisfu Sya’ban (hari kelima belas Sya’ban) dan memperbanyak shalat di malam harinya (malam 15 Sya’ban), karena telah diriwayatkan dalam hadits yang shahih:

   يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ والطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقِيُّ)   

Maknanya: “Allah merahmati para hamba-Nya di malam nisfu Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan duniawi” (HR Ibnu Hibban, ath-Thabarani dan al-Baihaqi).   

Makna hadits ini bahwa Allah mengkhususkan malam nisfu Sya’ban dengan sebuah keistimewaan, yaitu Allah merahmati para hamba-Nya yang beriman dengan rahmat yang khusus. Allah mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin sebagian dosa mereka dan mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin semua dosa mereka. Sedangkan orang kafir dan musyrik, maka Allah tidak akan mengampuninya. Demikian pula musyahin, yakni seorang Muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan dunia. Oleh karenanya, hendaklah masing-masing kita memperbaiki hubungan dengan saudara sesama Muslim. Dan hendaklah masing-masing dari kita memaafkan, berlapang dada dan mengeluarkan serta membuang iri dan kebencian dari hati kita sebelum malam nisfu Sya’ban tiba. Dengan itu, semoga Allah merahmati kita dan mengampuni dosa-dosa kita.