Senin, 26 Maret 2018

Alfatehah

ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻟﻘﻀﺎﺀ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ

ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﺣﺎﺟﺔ ﺃﻭ ﻣﻄﻠﺐ ﻓﻠﻴﻘﺮﺃ ﻋﻠﻰ ﻃﻬﺎﺭﺓ

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
‏( ١ ‏) ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ‏( ٢ ‏) ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ‏( ٣ ‏)
ﻣﻠﻚ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ‏( ٤ ‏) ﺇﻳﺎﻙ ﻧﻌﺒﺪ ﻭ ﺇﻳﺎﻙ ﻧﺴﺘﻌﻴﻦ ‏( ٥ ‏)

ﺛﻢ يقرﺃ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ‏( ٣ ‏) ﻣﺮﺍﺕ
ﺛﻢ ﻳﻘﻮﻝ " ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻛﻤﺎ ﺟﻤﻌﺖ ﻳﺒﻦ ﺻﻔﺎﺗﻚ ﻭ ﺃﺳﻤﺎﺋﻚ
ﻓﺎﺟﻤﻊ ﺑﻴﻨﻲ ﻭﺑﻴﻦ ﺣﺎﺟﺘﻲ ﺑﺤﻖ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺍﻟﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ "
ﺛﻢ ﻳﻘﺮﺃ ‏
ﺍﻫﺪﻧﺎ ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ ‏( ٦ ‏) ﺻﺮﺍﻁ ﺍﻟﺬﻳﻦ
ﺃﻧﻌﻤﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﺍﻟﻀﺎﻟﻴﻦ ‏( ٧ ‏)

ﺫﻛﺮ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺍﻷﻛﺎﺑﺮ ﻓﻲ ﻓﻮﺍﺋﺪ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻤﺪ
ﺃﻧﻪ ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺣﺎﺟﺔ ﻗﺪ ﻋﻈﻤﺖ ﻋﻠﻴﻪ
ﻓﻠﻴﻘﺮﺍﺀ ﺑﺎﻟﺘﺮﺗﻴﻞ ﻭﺍﻟﺘﺮﺗﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻳﻤﺎﻥ ﻭﺗﺼﺪﻳﻖ
‏ﺳﺒﻊ ﻣﺮﺍﺕ ﻭﻫﻮ ﻣﺴﺘﻘﺒﻞ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ ﻋﻠﻰ ﻭﺿﻮﺀ ﻛﺎﻣﻞ
ﻭﺑﺤﻀﻮﺭ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺑﻌﺪ ﺻﻼﺓ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﺗﻘﺮﺍﺀ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﻪ ﺑﻌﺪ
ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻻﺧﻼﺹ ‏( ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺕ ‏) ﻭﻳﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺎﺟﺘﻪ
ﻗﻀﻴﺖ ﻓﻲ ﺃﺳﺮﻉ ﻭﻗﺖ ﺍﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻮﻗﺖ
ﻟﻴﻼ ﻓﻤﺎ ﻳﺼﺒﺢ ﺍﻻ ﻭﻗﺪ ﻗﻀﻴﺖ ﺣﺎﺟﺘﻪ ﻓﻲ ﺃﺳﺮﻉ ﻭﻗﺖ ﻭﺍﻥﻛﺎﻥ ﻧﻬﺎﺭﺍﻓﻤﺎ ﻳﻤﺴﻲ ﺍﻻ ﻭﻗﺪ ﻗﻀﻴﺖ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ ﻭﺫﻟﻚ
ﺑﻔﻀﻞ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻬﺎ ﻭﺑﻔﻀﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﺯﻕ
ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ ﺑﻐﻴﺮ ﺣﺴﺎﺏ

*****

ﻟﺪﻓﻊ ﺍﻟﺒﻼﺀ ﻭﺍﻟﻌﺪﻭ ﻭﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ
ﺍﻟﺤﺮﺯ ﺍﻻﻭﻝ
ﻳﻘﺮﺍ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻤﺪ
ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺒﺖ ٧٠ ﻣﺮﺓ
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻻﺣﺪ ٦٠ ﻣﺮﺓ
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ٥٠ ﻣﺮﺓ
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﺜﻼﺛﺎﺀ ٤٠ ﻣﺮﺓ
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻻﺭﺑﻌﺎﺀ ٣٠ ﻣﺮﺓ
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ٢٠ ﻣﺮﺓ
ﻭﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ١٠ ﻣﺮﺍﺕ

ﺍﻟﺤﺮﺯ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ
ﺗﻘﺮﺍ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻤﺪ ٤١ ﻣﺮﺓ ﻓﻲ ٤١ ﻳﻮﻡ ﺍﺑﺘﺪﺍﺀ ﻣﻦ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﺸﻜﻞ ﻣﺘﻮﺍﺻﻞ ﻭﺑﻌﺪ ﺍﻻﺗﻤﺎﻡ ﺗﻘﺮﺍ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ١٣ ﻣﺮﺓ ‏( ﻳﺎﻣﻔﺘﺢ ﻓﺘﺢ ﻳﺎﻣﻔﺮﺝ ﻓﺮﺝ ﻳﺎﻣﺴﺒﺐ ﺳﺒﺐ ﻳﺎﻣﻴﺴﺮ ﻳﺴﺮ ﻳﺎﻣﺴﻬﻞ ﺳﻬﻞ ﻳﺎﻣﺘﻤﻢ ﺗﻤﻢ ‏) ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺮﺯ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺠﺮﺑﺎﺕ ..

ﺍﻟﺤﺮﺯ ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ
ﻣﻦ ﺻﺎﻡ ﺳﺒﻌﻪ ﺍﻳﺎﻡ ﻭﺍﻣﺘﻨﻊ ﻋﻦ ﺍﻛﻞ ﺍﻟﻠﺤﻮﻡ ﻭﻗﺮﺍ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﻪ ١١١ ﻣﺮﺓ ﻭﺻﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ١١١ ﻣﺮﺓ ﻳﺴﺘﺠﺎﺏ ﺩﻋﺎﺋﻪ ﻭﺗﻘﻀﻰ ﺣﺎﺟﺘﻪ ..

ﺍﻟﺤﺮﺯ ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ
ﻳﺒﺪﺍ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺒﺖ ﻭﺍﻻﺭﺑﻌﺎﺀ ﺍﻟﻰ ﺍﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﺗﻘﺮﺍ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﻪ ﺑﻌﺪ ﺻﻼﻩ ﺍﻟﺼﺒﺢ ٢١ ﻣﺮﺓ ﻭﺑﻌﺪ ﺻﻼﻩ ﺍﻟﻈﻬﺮ ٢٢ ﻣﺮﺓ ﻭﺑﻌﺪ ﺻﻼﻩ ﺍﻟﻌﺼﺮ ٢٣ ﻣﺮﺓ ﻭﺑﻌﺪ ﺻﻼﻩ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ٢٤ ﻣﺮﺓ ﻭﺑﻌﺪ ﺻﻼﻩ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ١٠ ﻣﺮﺍﺕ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ١٠٠ ﻣﺮﺓ ﺛﻢ ﺗﺼﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺗﻄﻠﺐ ﺣﺎﺟﺘﻚ ..

*****
ﻟﻠﺠﺎﻩ ﻭﺍﻟﻌﺰ ﻭﺣﻔﻆ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻮﺟﻪ
ﺗﻘﺮﺃ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﻪ ٤١ ﻣﺮﺓ ﺑﺸﻜﻞ ﺻﺤﻴﺢ ﻭﺑﻌﺪﻫﺎ ﺗﻘﺮﺍ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ١٣ ﻣﺮﺓ ‏( ﻳﺎﻣﻔﺘﺢ ﻓﺘﺢ ﻭﻳﺎﻣﻔﺮﺝ ﻓﺮﺝ ﻭﻳﺎﻣﺴﺒﺐ ﺳﺒﺐ ﻭﻳﺎﻣﻴﺴﺮ ﻳﺴﺮ ﻭﻳﺎﻣﺴﻬﻞ ﺳﻬﻞ ﻭﻳﺎﻣﺘﻤﻢ ﺗﻤﻢ ﺑﺮﺣﻤﺘﻚ ﻳﺎﺍﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ ‏)
ﺣﺮﺯ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﻪ ﺍﻟﺨﺎﺹ
ﻳﻐﺘﺴﻞ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﻪ ﻭﻳﻠﺒﺲ ﺛﻴﺎﺑﺎ ﻧﻈﻴﻔﺔ ﻃﺎﻫﺮﺓ ﻭﺑﻌﺪ ﺍﻥ ﺗﺼﻠﻲ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ ﻳﺘﻌﻄﺮ ﻭﻳﻌﺘﺰﻝ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ ﻓﻲ ﻣﺤﺮﺍﺑﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻤﻴﻊ ﻭﻳﺨﻂ ﺑﺎﺻﺒﻌﻪ ﺩﺍﺋﺮﺓ ﺣﻮﻟﻪ ﻭﻫﻮ ﻳﺘﻠﻮ ﺳﻮﺭﺓ ﻳﺲ ﻭﺁﻳﻪ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻭﻳﺼﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ١١ ﻣﺮﺓ ﺛﻢ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﺍﻟﻒ ﻣﺮﺓ ﻭﻣﺌﺔ ﻣﺮﺓ ١١٠٠ ﻣﺮﺓ ﺑﺎﺳﻤﺎﺀ .
ﺍﺫﺍ ﺭﺍﻯ ﺷﻴﺌﺎ ﺍﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻻﻳﻔﺰﻉ ﻭﻻﻳﺨﺎﻑ ﻭﺍﺫﺍ ﻇﻬﺮ ﺷﺨﺺ ﻳﻄﻠﺐ ﻣﻨﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻻﻛﻞ ﻓﻠﻴﻌﻄﻪ ﺍﻻﻛﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﺟﻠﺒﻪ ﻣﻌﻪ ﻗﺒﻞ ﺍﻥ ﻳﺒﺪﺀ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺤﺮﺯ ﻭﻳﺴﺘﻤﺮ ﺑﻪ ٧ ﺍﻳﺎﻡ ﻓﻔﻲ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﺍﺫﺍ ﺭﺍﻯ ﻭﺟﻮﻩ ﺟﻤﻴﻠﺔ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻥ ﻻﻳﻬﺘﻢ ﺑﻬﺎ ﻭﻟﻴﻄﻠﺐ ﻣﺮﺍﺩﻩ ﻭﺣﺎﺟﺘﻪ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﻳﺤﺼﻞ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻻﺳﺒﻮﻉ ﺍﻻﻭﻝ ﻳﺴﺘﻤﺮ ﺍﻟﻰ ﺍﻻﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ

ﻭﺗﻜﻮﻥ ﻗﺮﺍﺀﻩ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﺤﺮﺯ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﺷﻜﻞ ﺩﻋﺎﺀ ﻫﻜﺬﺍ :
" ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ‏( ﻳﺎﺣﻲ ﻳﺎﻗﻴﻮﻡ ﻳﺎﺭﺅﻭﻑ ﻳﺎﻋﻄﻮﻑ ‏) ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﻣﺎﻟﻚ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ ‏( ﺭﺑﻨﺎ ﻋﻠﻴﻚ ﺗﻮﻛﻠﻨﺎ ﻭﺍﻟﻴﻚ ﺍﻧﺒﻨﺎ ﻭﺍﻟﻴﻚ ﺍﻟﻤﺼﻴﺮ ‏) ﺍﻫﺪﻧﺎ ﺍﻟﺼﺮﺍﻁ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ ‏( ﻳﺎﻫﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﻀﻠﻴﻦ ‏) ﺻﺮﺍﻁ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﻧﻌﻤﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ‏( ﺭﺑﻨﺎ ﺍﺗﻤﻢ ﻟﻨﺎ ﻧﻌﻤﺘﻚ ‏) ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﺍﻟﻀﺎﻟﻴﻦ ‏( ﺭﺑﻨﺎ ﻻﺗﺠﻌﻠﻨﺎ ﻣﻊ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻟﻀﺎﻟﻴﻦ .."
ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﺣﺎﺟﺔ ﺗﻘﻀﻰ ﺑﺎﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﺴﺠﻮﻧﺎ ﻳﻔﺮﺝ ﻋﻨﻪ ﻓﻬﻲ ﺗﻔﻴﺪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺍﻻﻣﻮﺭ ﻭﺍﺛﺮﻫﺎ ﺳﺮﻳﻊ ﺑﺎﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

4 cara mendidik anak

4 Wasiat Abah Guru Sekumpul Dalam Mendidik Anak

1. JANGAN SERING DIBUAT MENANGIS.

Karena kalau anak itu sering menangis atau sedih, otaknya akan sempit (tidak mau pintar) buatlah dia ( anak anak kita ) selalu gembira.

2. ANAK KECIL ITU SEPERTI WALI ( tidak pernah berbuat berdosa )

Lalu kenapa dia (anak anak kita) sering sakit …???

Sebab dia memikul dosa orang tuanya (ayah dan ibu) yang belum bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Bisa karena dosa yang disengaja atau yang tidak kita sadari dan jangan sampai kita termasuk orang tua yang TEGA terhadap anak kita sendiri.

Jika seperti itu … Sebaiknya kita segera bertaubat kepada Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan banyak banyak mengingat Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala ( Istighfar )

3. JANGAN SERING DIPUJI DENGAN PUJIAN YANG BERLEBIHAN.

Karena kalau sering di puji akan membuat anak kita akan menjadi sombong atau besar kepala.

4. INGIN MENJADIKAN ANAK KITA MENJADI ORANG YANG ALIM, (sholeh dan sholehah) usahakan :

– Carilah pekerjaan yang halal (berkah)

– Arahkan anak-anak ke sekolah agama

– Carikan guru yang jelas ( faseh ) karena anak anak kita tentunya akan mengikuti gurunya

– Jagalah makanannya yang benar-benar halal

– Carikan pergaulan dengan teman-teman yang baik

– Kenalkan dan cintakan serta bawa anak-anak kita ke orang-orang sholeh/alim

Demikian pesan Abah Guru Sekumpul…mudahan mudahan manfaat untuk kita semua.

Dan semoga kita dan anak keturunan kita menjadi anak anak yang alim, sholeh dan sholehah dikumpukan di akhirat bersama Nabi shalallahu’alaihi wasallam, ulama’ dan auliya’.

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺟﻌﻠﻨﺎ ﻭﺍﻭﻻﺩﻧﺎ ﻭﺗﻼﻣﺬﻧﺎ ﻭﺃﻫﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﻻﺗﺠﻌﻠﻨﺎ ﻭﺍﻳﺎﻫﻢ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺸﺮّ ﻭﺍﻟﻀﻴﺮ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻟﻨﺎ ﻓﻰ ﺍﻭﻻﺩﻧﺎ ﻭﺫﺭّﻳّﺘﻨﺎ ﻭﺗﻼﻣﻴﺬﻧﺎ ﻭﻻﺗﻀﺮّﻫﻢ ﻭﻭﻓّﻘﻬﻢ ﻟﻄﺎﻋﺘﻚ ﻭﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﺑﺮّﻫﻢ

Minggu, 25 Maret 2018

Maqom Tajrid dan asbab

MAQOM SEORANG HAMBA DI DUNIA

ِﺍﺭَﺍﺩَﺗُﻚَ ﺍﻟﺘَّﺠْﺮِﻳْﺪَ ﻣَﻊَ ﺍِﻗَﺎﻣَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍِﻳَّﻚَ ﻓِﻰ ﺍﻷَﺳْﺒَﺎﺏِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻬْﻮَﺓِ ﺍﻟﺨَﻔِﻴَّﺔِ , ﻭَﺍِﺭَﺍﺩَﺗُﻚَ ﺍﻻَﺳْﺒَﺎﺏَ ﻣَﻊَ ﺍِﻗَﺎﻣَﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍِﻳَّﻚَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺘَّﺠْﺮِﻳْﺪِ ﺍِﻧْﺤِﻄَﺎﻁٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬِﻤَّﺔِ ﺍﻟﻌَﻠِﻴَّﺔِ

“Kehendakmu untuk menggapai maqom tajrid padahal kehendak Allah SWT mendudukkanmu di maqom asbab adalah merupakan kehendak syahwat yang halus. Dan kehendakmu untuk menduduki maqom asbab padahal Allah SWT mendudukkanmu di maqom tajrid, berarti engkau telah turun dari tingkat derajat yang tinggi”.

Maqom hidup manusia di dunia yang pertama adalah tajrid dan yang kedua adalah asbab.

Yang dimaksud maqom tajrid adalah kondisi hidup atau kedudukan manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia, di mana dengan maqom itu sumber rizkinya dimudahkan oleh Allah SWT. Sumber rizki tersebut didatangkan dengan tanpa harus dicari dan diikhtiari. Meskipun datangnya melalui sebab-sebab, namun sebab-sebab sumber rizki itupun merupakan hal yang didatangkan dengan mudah.
Sebagaimana contoh kehidupan para Ulama suci lagi mulia, yang setiap hari aktifitas hidupnya hanya mengurus santri, jama’ah dan masyarakatnya, sehingga tidak kebagian waktu untuk memikirkan sumber rizki secara lahir. Namun ternyata kebutuhan hidupnya mendapatkan kecukupan. Bahkan terkadang melebihi kecukupan hidup orang-orang yang setiap hari sibuk mencari nafkah. Dengan
maqom tajrid itu, seorang hamba Allah yang ‘arifin hanya membaca sebab-sebab yang datang, kemudian menindaklanjutinya dengan amal (ikhtiar).

Adapun maqom asbab, dimana rizki seseorang tidak didatangkan kecuali melalui sebab-sebab yang diusahakan dan diikhtiari sendiri. Mereka tidak mendapatkan sumber kehidupan kecuali dari jalan ikhtiar yang dilakukan. Oleh karenanya mereka harus berikhtiar dan berusaha. Mencari dan menciptakan peluang supaya terbuka baginya sebab-sebab untuk mendapatkan kecukupan hidup. Setelah sebab-sebab itu terbangun baru ditindaklanjuti dangan amal dan usaha. Seperti itulah keadaan yang dialami kebanyakan manusia pada umumnya.

Oleh karena itu, sejak awal hidupnya seseorang yang menduduki maqom asbab itu harus mampu menciptakan sebab-sebab itu. Sejak mencari ilmu pengetahuan di bangku sekolah, melamar pekerjaan dan menciptakan sumber-sumber penghasilan. Setelah itu mereka harus menindaklanjuti lagi dengan usaha sampai mendapatkan apa-apa yang diharapkan.

Apabila kedua maqom hidup tersebut dikaitkan “usaha dan tawakkal”, sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT dalam sebuah firman-Nya: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad (ber’azam), maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS. Ali Imran; 159).

Maka orang yang melaksanakan maqom tajrid adalah orang yang bertawakkal terlebih dahulu baru berusaha , sedangkan maqom asbab harus ber- azam terlebih dahulu untuk menciptakan sebab-sebab baru setelah itu
bertawakkal.

Sholat Isyroq dan Dhuha

Apakah shalat Isyraq adalah shalat
Dhuha?

Para ulama berbeda pendapat mengenai penamaannya apakah ia adalah shalat Isyraq atau shalat Dhuha.

*****

Pendapat pertama, shalat Isyraq adalah shalat
dhuha.

Dalilnya sebagai berikut;
Dari Abdullah bin Al-Harits bahwa Ibnu Abbas tidak melaksanakan shalat dhuha , dia berkata lalu aku membawanya menemui Ummu Hani’, lalu kukatakan “Beritahukan kepadanya apa yang tidak engkau beritahukan kepadaku.” Lalu Ummu Hani’ berkata, “Rasulullah Saw. pernah masuk ke rumahku pada waktu pembebasan kota Makkah, lalu Beliau meminta untuk dibawakan air kemudian Beliau menuangkannya ke dalam mangkok besar kemudian Beliau meminta selembar kain lalu Beliau Saw. memasangnya sebagai tabir antara diriku dan Beliau Saw., selanjutnya Beliau mandi dan setelah itu Beliau Saw. menyiramkannya ke sudut rumah barulah Beliau mengerjakan shalat 8 rakaat yang saat itu adalah waktu dhuha . Berdiri, ruku’ dan sujud dan duduknya adalah sama yang saling berdekatan antara sebagian dengan sebagian yang lain.”

Kemudian Abdullah bin Abbas
ra.huma. keluar seraya berkata, “Aku pernah membaca di antara dua papan, aku tidak pernah mengenal shalat dhuha kecuali sekarang.”

Firman Allah Swt.

ﺇِﻧَّﺎ ﺳَﺨَّﺮْﻧَﺎ ﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝَ ﻣَﻌَﻪُ ﻳُﺴَﺒِّﺤْﻦَ ﺑِﺎﻟْﻌَﺸِﻲِّ ﻭَﺍﻟْﺈِﺷْﺮَﺍﻕِ

“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama Dia (Daud As.) di waktu petang dan pagi” (QS. Shaad : 18)

Aku pernah bertanya, “Mana shalat Isyraq ?.” Dan setelah itu berkata “Itulah shalat
Isyraq .” (HR. Ath-Thabrani dalam tafsirnya, dalam Al-Mu’jamul Al-Kabir dari jalan Atha’ bin Abi Rabah dari Abdullah bin Abbas dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak -nya, hadits ini hasan lighairihi .

Dan juga telah disebutkan hadits-hadits sebagai penguat oleh Imam As-Suyuthi ra. dalam kitab Ad-Darrul Mantsuur juga oleh Imam Abi Syaibah rah. dalam kitab Al-Mushannaf.
Dari Umamah ra. bercerita Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat subuh di masjid dengan berjamaah lalu dia tetap diam disana sampai ia mengerjakan shalat dhuha, maka baginya seperti pahala orang yang menunaikan ibadah hajji atau umrah (yang sempurna hajji dan umrahnya).” (HR. Ath-Thabrani)

*****

Pendapat yang kedua, Shalat Isyraq adalah awal shalat dhuha .

Dalilnya adalah :

ﻋﻦ ﺃﺱ ، ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ”: ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻓﻰ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺛﻢ ﻗﻌﺪ ﻳﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺘﻰ ﺗﻄﻠﻊ ﺍﻟﺸﻤﺲ ﺛﻢ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﻛﺄﺟﺮ ﺣﺠﺔ ﻭﻋﻤﺮﺓ ” ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ”: ﺗﺎﻣﺔ ﺗﺎﻣﺔ ﺗﺎﻣﺔ .”

Dari Anas bin Malik ra. telah bersabda Rasulullah Saw., “Barangsiapa yang shalat fajar atau subuh berjamaah (dalam masjid) kemudian duduk dan berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari kemudian shalat dua rakaat maka sesungguhnya baginya mendapatkan pahala haji dan umrah.” Berkata Rawi, telah bersabda Rasulullah Saw.
“Sempurna… sempurna… sempurna.” (HR. At-Tirmidzi No. 586, Hadits shahih)

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻣﺎﻣﺔ ﺭﺿﻰ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ”: ﻣﻦ ﺻﻠﻰ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺼﺒﺢ ﻓﻲ ﻣﺴﺠﺪ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻳﺜﺒﺖ ﻓﻴﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺼﻠﻲ ﺳﺒﺤﺔ ﺍﻟﻀﺤﻰ ﻛﺎﻥ ﻛﻸﺟﺮ ﺣﺎﺝ ﺃﻭ ﻣﻌﺘﻤﺮﺗﺎﻣﺎ ﺣﺠﺘﻪ ﻭ ﻋﻤﺮﺗﻪ .”

Dari Umamah ra. bercerita Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat subuh di masjid dengan berjamaah lalu dia tetap diam disana sampai ia mengerjakan shalat dhuha, maka baginya seperti pahala orang yang menunaikan ibadah hajji atau umrah (yang sempurna hajji dan umrahnya).” (HR. Ath-Thabrani No. 7.663, Hadits Hasan lighairihi disebutkan juga oleh Imam Al-Haitsami rah. )

Dari keterangan kedua hadits ini maka jelaslah bahwa shalat isyraq itu adalah awal atau permulaan shalat dhuha.

*****

Pendapat Ketiga, Shalat Isyraq berbeda dengan shalat dhuha.

Shalat Isyraq berbeda dengan shalat dhuha yaitu waktu yang sangat sebentar sebelum masuk waktu dhuha sekitar 15-20 menit setelah terbit matahari.

Dalilnya adalah hadits Anas ra. dan hadits Umamah ra. di atas serta hadits di bawah ini,

ﻋﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺃﺭﻗﻢ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻧﻪ ﺭﺃﻯ ﻗﻮﻣﺎ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻀﺤﻰ ﻓﻘﺎﻝ : ﺃﻣﺎ ﻟﻘﺪ ﻋﻠﻤﻮﺍ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻓﻀﻞ , ﺇﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : “ ﺻﻼﺓ ﺍﻷﻭﺍﺑﻴﻦ ﺣﻴﻦ ﺗﺮﻣﺾ ﺍﻟﻔﺼﺎﻝ .”

Dari Zaid bin Arqam ra. bahwasanya beliau telah melihat suatu kaum yang sedang shalat
dhuha (di awal-awal waktu sebelum matahari panas). Kemudian beliau mengatakan kepada mereka sesungguhnya telah mereka ketahui bahwasanya Nabi Saw. telah bersabda, “Shalat awwabin (yang paling afdhal) adalah saat anak unta kepanasan (ketika tersengat matahari yang mulai panas).” (HR. Muslim)

Nama lain dari shalat dhuha dan bukan shalat yang dilaksanakan antara maghrib dan
isya’ sebagaimana ma’ruf di sebagian kaum muslimin dengan berdasarkan hujjah yang tidak shahih menurut para Muhaditsin .

Keterangan :

Dari hadits ini dapat dipahami bahwa shalat
dhuha yang paling afdhal adalah saat matahari mulai memanas sehingga menyebabkan anak unta kepanasan yang menyebabkan mereka bergerak-gerak kepanasan, dan waktu ini bukanlah waktu shalat Isyraq sebagaimana diterangkan dalam hadits di atas, walaupun sebagian Sahabat memahami bahwa isyraq adalah dhuha .

Kesimpulan :
Dari pendapat dan keterangan di atas penulis berpendapat bahwa semua pendapat kuat dan dapat dipertanggung jawabkan, yang berbeda hanya istilah namanya saja namun barangsiapa yang ingin mendapatkan pahala shalat isyraq harus mengetahui beberapa hal di bawah ini :

– Shalat isyraq – thulu’ (terbit) karena pelaksanaannya dilakukan setelah matahari terbit atau shuruq.
– Hukumnya = Sunnah
– Caranya adalah setelah shalat subuh berjamaah di masjid duduk dan berdzikir, berdo’a, tadarus Al-Qur’an ataupun ta’lim hingga terbit matahari setelah satu tombak (kira-kira 15-20 menit setelah terbit matahari) kemudian shalat 2 rakaat. Pada shalat ini tidak ada do’a/bacaan/dzikir khusus.
– Bagi yang istiqamah melakukan shalat ini kemudian tiba-tiba mendapat udzur yang menghalanginya maka ia akan tetap mendapatkan pahala sebagaimana hari-hari sebelumnya.
Sebagaimana hadits Rasulullah Saw., “Bagi seseorang yang sakit atau dalam perjalanan maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana yang dilakukan sebelumnya ketika dalam kondisi mukim dan sehat.” (HR. Bukhari No. 2.834)
– Bagi wanita yang terpenting adalah niat dan keinginannya untuk melaksanakan sunnah tersebut, jikalau Allah Swt. berikan taufiq
Alhamdulillah dengan tidak meninggalkan kewajiban yang utama yaitu mengurus keperluan rumah tangganya, karena sebaik-baik shalat bagi wanita adalah di rumahnya dan Allah akan memberikan pahala sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang melakukannya di waktu isyraq maka ia akan mendapatkan pahala dhuha.

Wallahu a’lam bish-shawab…
Semoga bermanfaat.

Sholat Isyroq

NIAT DAN TATA CARA SHALAT ISYRO

“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk – dalam riwayat lain: dia menetap di mesjid – untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah“

Shalat Isyroq adalah termasuk sholat sunnah yang tidak disunahkan untuk berjamaah, waktu pelaksanaanya ketika matahari pada posisi ketinggian 3,5 dziro (168 cm menurut mayoritas ulama atau setelah habis waktu Subuh dan mulai terbitnya matahari dan agak naik setinggi satu tombak, yaitu sekitar 12-15 menit setelah matahari terbit.

Tata Lengkap Cara Shalat Isyroq :

Sholat ini dilaksanakan sebanyak 2 roka'at dengan niat melakukan Sholat Isyroq.

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍْﻟِﺈﺷْﺮَﺍﻕِ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ . ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛْﺒَﺮُ

Artinya: "Aku berniat melakukan Sholat Sunah Isyroq 2 Raka'at karena Allah Ta'ala".

Raka'at pertama setelah Al-Fatihah mambaca surat Ad-Dhuha dan raka'at kedua setelah Al-Fatihah mambaca surat Asy-Syarh/Al-Insyiroh

ﺳﻮﺭﺓﺍﻟﻀُّﺤَﻰ
بسمِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤـَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
ﻭَﺍﻟﻀُّﺤَﻰ ١ ﻭَﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺇِﺫَﺍ ﺳَﺠَﻰ ٢ ﻣَﺎ ﻭَﺩَّﻋَﻚَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻭَﻣَﺎ ﻗَﻠَﻰ ٣ ﻭَﻟَﻶﺧِﺮَﺓُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻷﻭﻟَﻰ ٤ ﻭَﻟَﺴَﻮْﻑَ ﻳُﻌْﻄِﻴﻚَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻓَﺘَﺮْﺿَﻰ ٥ ﺃَﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْﻙَ ﻳَﺘِﻴﻤًﺎ ﻓَﺂﻭَﻯ ٦ ﻭَﻭَﺟَﺪَﻙَ ﺿَﺎﻻ ﻓَﻬَﺪَﻯ ٧
ﻭَﻭَﺟَﺪَﻙَ ﻋَﺎﺋِﻼ ﻓَﺄَﻏْﻨَﻰ ٨ ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢَ ﻓَﻼ ﺗَﻘْﻬَﺮْ ٩ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺍﻟﺴَّﺎﺋِﻞَ ﻓَﻼ ﺗَﻨْﻬَﺮْ ١١ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺑِﻨِﻌْﻤَﺔِ ﺭَﺑِّﻚَ ﻓَﺤَﺪِّﺙْ ١٢

ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺸﺮﺡ
بسمِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤـَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
ﺃَﻟَﻢْ ﻧَﺸْﺮَﺡْ ﻟَﻚَ ﺻَﺪْﺭَﻙَ ١ ﻭَﻭَﺿَﻌْﻨَﺎ ﻋَﻨﻚَ ﻭِﺯْﺭَﻙَ ٢ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﻧﻘَﺾَ ﻇَﻬْﺮَﻙَ ٣ ﻭَﺭَﻓَﻌْﻨَﺎ ﻟَﻚَ ﺫِﻛْﺮَﻙَ ٤ ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮًﺍ ٥ ﺇِﻥَّ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻌُﺴْﺮِ ﻳُﺴْﺮً ٦ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻓَﺮَﻏْﺖَ ﻓَﺎﻧﺼَﺐْ ٧ ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻚَ ﻓَﺎﺭْﻏَﺐْ ٨

Untuk tata cara sholat isyroq sama dengan shalat sunah lain atau bisa di lihat di Tata Cara Shalat

Setelah selesai sholat membaca do'a :

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻳَﺎ ﻧُﻮْﺭَ ﺍﻟﻨُّﻮْﺭِ ﺑِﺎﻟﻄُّﻮْﺭِ ﻭَﻛِﺘَﺎﺏٍ ﻣَﺴْﻄُﻮْﺭٍ ﻓِﻲْ ﺭِﻕٍّ ﻣَﻨْﺸُﻮْﺭٍ ﻭَﺍﻟﺒَﻴْﺖِ ﺍﻟﻤَﻌْﻤُﻮْﺭِ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺃَﻥْ ﺗَﺮْﺯُﻗَﻨِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ ﺃَﺳْﺘَﻬْﺪِﻱْ ﺑِﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻭَﺃَﺩُﻝُّ ﺑِﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻭَﻳَﺼْﺤَﺒُﻨِﻲْ ﻓِﻲْ ﺣَﻴَﺎﺗِﻲْ ﻭَﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﺎِﻧْﺘِﻘَﺎﻝِ ﻣِﻦْ ﻇَﻼَﻡ ﻣِﺸْﻜَﺎﺗِﻲْ ﻭَﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺑِﺎﻟﺸَّﻤْﺲِ ﻭَﺿُﺤَﺎﻫَﺎ ﻭَﻧَﻔْﺲِ ﻣَﺎ ﺳِﻮَﺍﻫَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺠْﻌَﻞَ ﺷَﻤْﺲَ ﻣَﻌْﺮِﻓَﺘِﻚَ ﻣُﺸْﺮِﻗَﺔً ﺑِﻲْ ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺠُﺒُﻬَﺎ ﻏَﻴْﻢُ ﺍﻟْﺄَﻭْﻫَﺎﻡِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻌْﺘَﺮِﻳْﻬَﺎ ﻛُﺴُﻮْﻑُ ﻗَﻤَﺮِ ﺍﻟﻮَﺍﺣِﺪِﻳَّﺔِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﺘَّﻤَﺎﻡِ ﺑَﻞْ ﺃَﺩِﻡْ ﻟَﻬَﺎ ﺍﻟْﺈِﺷْﺮَﺍﻕَ ﻭَﺍﻟﻈُﻬُﻮْﺭَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻤَﺮِّ ﺍﻟْﺄَﻳَّﺎﻡِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻫُﻮْﺭِ ﻭَﺻَﻞِّ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺧَﺎﺗِﻢِ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ِﻟﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪِﻳْﻨَﺎ ﻭَﻟِﺈِﺧْﻮَﺍِﻧﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﻠﻪِ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀً ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﺗًﺎ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ

Artinya: "Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma'mur, aku meminta kepadaMu agar Engkau memberiku cahaya, yang dengannya aku dapat mencari petunjukMu, dan dengannya aku menunjukkan tentangMu. Dan yang terus-menerus mengiringiku dalam kehidupanku dan setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Dan aku meminta padaMu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan kemulyaan yang wujud pada selain matahari, agar Engkau menjadikan matahari ma'rifat padaMu (yang ada padaku) bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemaha-esaan dikala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Dan berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan Rasul. Dan segala Puji hanya milik Allah tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua Orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal".

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,..

ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟْﻐَﺪَﺍﺓَ ﻓِﻰ ﺟَﻤَﺎﻋَﺔٍ ﺛُﻢَّ ﻗَﻌَﺪَ ﻳَﺬْﻛُﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻠُﻊَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﺛُﻢَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟَﻪُ ﻛَﺄَﺟْﺮِ ﺣَﺠَّﺔٍ ﻭَﻋُﻤْﺮَﺓٍ ﺗَﺎﻣَّﺔٍ ﺗَﺎﻣَّﺔٍ ﺗَﺎﻣَّﺔٍ

Artinya: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk – dalam riwayat lain: dia menetap di mesjid – untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna.

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan duduk menetap di tempat shalat, setelah shalat shubuh berjamaah, untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian melakukan shalat dua rakaat.

Faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

A- Shalat dua rakaat ini diistilahkan oleh para ulama dengan shalat isyraq (terbitnya matahari), yang waktunya di awal waktu shalat dhuha.

B- Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… sampai matahari terbit“, artinya: sampai matahari terbit dan agak naik setinggi satu tombak, yaitu sekitar 12-15 menit setelah matahari terbit, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat ketika matahari terbit, terbenam dan ketika lurus di tengah-tengah langit.

C- Keutamaan dalam hadits ini lebih dikuatkan dengan perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri, dari Jabir bin Samurah radhiyallahu anhu: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai melakukan shalat shubuh, beliau duduk (berzikir) di tempat beliau shalat sampai matahari terbit dan meninggi”.

D- Keutamaan dalam hadits ini adalah bagi orang yang berzikir kepada Allah di mesjid tempat dia shalat sampai matahari terbit, dan tidak berbicara atau melakukan hal-hal yang tidak termasuk zikir, kecuali kalau wudhunya batal, maka dia boleh keluar mesjid untuk berwudhu dan segera kembali ke mesjid.

E- Maksud “berzikir kepada Allah” dalam hadits ini adalah umum, termasuk membaca al-Qur’an, membaca zikir di waktu pagi, maupun zikir-zikir lain yang disyariatkan.

F- Pengulangan kata “sempurna” dalam hadits ini adalah sebagai penguat dan penegas, dan bukan berarti mendapat tiga kali pahala haji dan umrah.

G- Makna “mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah” adalah hanya dalam pahala dan balasan, dan bukan berarti orang yang telah melakukannya tidak wajib lagi untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah jika dia mampu.

بارك الله لنا ولكم....

Minggu, 18 Maret 2018

Marhaban syahrur Rojab

*MARHABAN AHLAN WASAHLAN*
*_(Syahrur Rojab / Syahrullah / Syahrul Istighfar / Syahrul Asom / Syahrul Asob)_*
.....

....

*_Amalan - Amalanipun :;_*

1). *Baca*

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا 

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ   × ٧٠

(Dibaca 70 kali setelah Shalat Subuh & Maghrib dalam posisi masih Duduk Takhiyat Akhir)

*Fadhilah :*
- Barang siapa yang membaca Doa ini selama bulan Rojab maka ia tidak akan tersentuh api neraka, Diampuni dosa - dosanya oleh Allah SWT sebanyak apapun & Akan memperoleh welas asih kasih sayang Allah SWT...

2). *Puasa 10 hari awal bulan ( tgl 1 sampai 10 Rajab) Terutama 3 Hari Awal Bulan*

*Fadhilah :*
- *Barang siapa Puasa 1 Hari (hari pertama)* Karena Allah SWT dan Iman,
maka dapat menebus Dosa (kafaroh) selama 3 Tahun..
Dan dapat dipastikan keridhaan Allah SWT yang besar padanya serta akan diberi pahala orang ibadah seumur hidup (paginya puasa & malamnya Ibadah)

- *Bila Puasa 2 hari :*
maka dapat menebus dosa selama 2 tahun..
Dan akan diberi pahala yang sangat banyak & besar sampai ahli langit dan bumi tidak bisa menghitungnya

- *Bila Puasa 3 hari :*
maka dapat menebus dosa selama 1 Tahun..
Dan akan diselamatkan dari malapetaka (Balak) dunia & siksa Akhirat..
Dan akan terbebas dari penyakit gila, kusta sejenisnya serta dari ancaman Dajjal

- *Bila puasa hari ke 4 dan seterusnya :*
maka dapat menebus dosa selama 1 bulan..

- *Bila Puasa 7 hari :*
maka tertutuplah baginya 7 pintu neraka jahanam sehingga tidak akan masuk kedalamnya..

- *Bila Puasa 8 Hari :*
maka terbukalah 8 pintu surga sehingga dapat masuk kedalamnya..

- *Bila Puasa 10 :*
maka segala permohonannya akan dikabulkan Allah SWT..

- *Bila Puasa setengah Bulan :*
Maka diampuni dosa-dosa terdahulu amal buruknya diganti dengan amal baik..
...

3). *Perbanyak baca Istighfar terutama* *_SAYYIDUL ISTIGHFAR_*

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

*Fadhilah*
- Barang siapa baca di waktu sore lalu ia wafat dimalam itu, maka ia masuk surga
Dan bila di baca di pagi hari lalu ia wafat di hari itu maka ia masuk surga..
...

4). *Perbanyak baca Doa*

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَاَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ

*Fadhilah*
- Barang siapa yang mau membaca Doa tersebut, maka akan diberi Barokah Rizkinya, Umurnya, Anak keturunannya dan Diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya serta mendapat Rahmat keridhoan Allah SWT..
...

5). *Baca*

سُبْحَانَ اللّٰهِ الْحَيِّ الْقَيُّومْ   × ١٠٠

(Dibaca pagi sore 100 kali mulai Tanggal 1 sampai 10 Rajab)

سُبْحَانَ اللّٰهِ الْأَحَدِ الصَّمَدْ   × ١٠٠

(Dibaca pagi sore 100 kali mulai Tanggal 11 sampai 20 Rajab)

سُبْحَانَ اللّٰهِ الرَّؤُوفْ   × ١٠٠

(Dibaca pagi sore 100 kali mulai Tanggal 21 sampai 30 Rajab)

*Fadhilah*
- Barang siapa yang mau mengamalkanya maka akan diberi pahala yang tidak bisa disifati karena sangat banyaknya..

6). *Baca*

اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ    × ٣٥

(Dibaca 35 Kali pada hari Jum'at terakhir bulan Rojab saat Khotib diatas mimbar)

*Fadhilah*
- Barang siapa yang mengamalkannya, maka tidak akan terputus uang di tangannya ditahun itu (Diberi kejembaran Rizki uang)
...

7) *perbanyak baca ISTIGHFAR RAJAB*

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَسْتَغْفِرُاللّٰهَ اْلعَظِيْمَ  ٣×
اَلَّذِيْ لآاِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ
مِنْ جَمِيْعِ اْلمَعَاصِيْ وَالذُّنُوْبِ، وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ مِنْ جَمِيْعِ مَاكَرِهَ اللّٰهُ قَوْلاً وَفِعْلاً وَسَمْعًا وَبَصَرًا وَّحَاضِرًا،

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ لِمَا قَدَّمْتُ وَمَااَخَرْتُ وَمَااَسْرَفْتُ وَمَااَسْرَرْتُ وَمَااَعْلَنْتُ وَمَااَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ اَنْتَ اْلمُقَدِّمُ وَاَنْتَ اْلمُؤَخِّرُ وَاَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ،

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ تُبْتُ اِلَيْكَ مِنْهُ ثُمَّ عُدْتُ فِيْهِ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَااَرَدْتُ بِه وَجْهَكَ اْلكَرِيْمَ فَخَالَطْتُهُ بِمَالَيْسَ لَكَ بِهِ رِضًى،

وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَا وَعَدْتُكَ بِه نَفْسِيْ ثُمَّ اَخْلَفْتُكَ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ بِمَادَعَالِيْ اِلَيْهِ اْلهَوَى مِنْ قَبْلِ اْلرُّخَصِ مِمَّااشْتَبَهَ عَلَيَّ وَهُوَعِنْدَكَ مَحْظُوْرٌ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ النِّعَمِ الَّتِيْ اَنْعَمْتَ بِهَاعَلَيَّ فَصَرَفْتُهَا وَتَقَوَّيْتُ بِهَاعَلَى اْلمَعَاصِيْ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الذُّنُوْبِ الَّتِيْ لاَيَغْفِرُهَا غَيْرُكَ وَلاَيَطَّلِعُ عَلَيْهَااَحَدٌ سِوَاكَ وَلاَيَسَعُهَا اِلاَّ رَحْمَتُكَ وَحِلْمُكَ وَلاَيُنْجِيْ مِنْهَااِلاَّ عَفْوُكَ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ يَمِيْنٍ حَلَفْتُ بِهَا فَحَنَثْتُ فِيْهَا وَاَنَاعِنْدَكَ مَأْخُوْذٌ بِهَا،

وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ عَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ مِنْ كُلِّ شَيِّئَةٍ عَمِلْتُهَا فِى بَيَاضِ النَّهَارِوَسَوَادِ الَّيْلِ فِى مَلاَءٍ وَخَلاَءٍ وَسِرٍّ وَعَلاَنِيَةٍ وَاَنْتَ اِلَيَّ نَاظِرٌ اِذَارْتَكَبْتُهَا تَرَى مَآاَتَيْتُهُ مِنَ اْلعِصْيَانِ بِهِ عَمْدًا اَوْ خَطَأً اَوْنٍسْيَانًا يَاحَلِيْمُ يَاكَرِيْمُ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ،

وَاَسْتَغْفِرُكَ مِنْ كُلِّ فَرِيْضَةٍ وَجَبَتْ عَلَيَّ فِى اَنَآءِ الَّليْلِ وَاَطْرَافِ النَّهَارِ فَتَرَكْتُهَا عَمْدًا اَوْ خَطَأً اَوْنِسِيَانًا اَوْ تَهَاوُنًا وَاَنَا مَسْئُوْلٌ بِهَا وَمِنْ كُلِّ سُنَّةٍ مِنْ سُنَنِ سَيَّدِاْلمُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمِ النَبِيِّيْنَ مُحَمَّدٍ وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فَتَرَكْتُهَا غَفْلَةً اَوْسَهْوًا اَوْ جَهْلاً اَوْ تَهَاوُنًا قَلَّتْ اَوْكَثُرَتْ وَاَنَا عَائِدٌ بِهَا،

وَاَسْتَغْفِرُكَ يَالاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ سُبْحَانَكَ رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ لَكَ اْلمُلْكُ وَلَكَ اْلحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ وَاَنْتَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ اْلمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ،

وَلاَحَوْلَ وَقُوَّةَ اِلاَّبِاللّٰهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ

وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

*Fadhilah*
- Nabi SAW bersabda : Barang siapa yang membaca Istighfar Rajab, maka akan dibangunkan 80 negeri di surga, setiap negeri mempunyai 80 mahligai, setiap mahligai mempunyai 80 rumah, setiap rumah mempunyai 80 kamar, setiap kamar ada 80 bantal dan setiap bantal 80 bidadari..
- Nabi SAW, juga bersabda kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra. : "wahai Ali, tulislah Raja Istighfar ini, karena siapa yang membacanya, atau menyimpan tulisannya didalam rumah, atau pada harta bendanya, atau tulisan itu dibawa kemana saja ia pergi, maka Allah SWT memberi kepadanya pahala 80000 nabi, 80000 shiddiqin, 80000 Malaikat, 80000 orang mati syahid, 80000 orang beribadah Haji Dan pahala membangun 80000 masjid..
- Dan barang siapa yang membacanya sebanyak 4 kali atau 2 kali sepanjang hidupnya, maka akan diampuni dosanya oleh Allah SWT, walaupun ia ditetapkan akan masuk neraka..

Oleh karena itu, sebaiknya ISTIGHFAR RAJAB ini dibaca setiap malam atau siang, agar memperoleh pahala sebesar itu...

anjuran untuk membaca ISTIGHFAR RAJAB setelah Shalat malam atau setelah Shalat Dhuha atau sebisanya minimal sehari dibaca Satu kali kapanpun & Dimanapun terutama selama Bulan Rajab..
....

_*Semoga manfaat & Barokah*_

اللّهمّ آمين ياربّ العالمين

Sabtu, 17 Maret 2018

Istighfar rajab

Berikut ini bacaan istighfar Rajab yang Saya maksud bisa Anda lihat teks Arabnya di bawah ini.
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ . ﺍﺳﺘﻐﻔﺮﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ۳ . ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﻲ ﺍﻟﻘﻴﻮﻡ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻭﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﻣﺎﻛﺮﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻮﻻ ﻭﻓﻌﻼ ﻭﺳﻤﻌﺎ ﻭﺑﺼﺮﺍ ﻭﺣﺎﺿﺮﺍ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻲ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻟﻤﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻭﻣﺎ ﺍﺧﺮﺕ ﻭﻣﺎ ﺍﺳﺮﻓﺖ ﻭﻣﺎ ﺍﺳﺮﺭﺕ ﻭﻣﺎﺍﻋﻠﻨﺖ ﻭﻣﺎﺍﻧﺖ ﺍﻋﻠﻢ ﺑﻪ ﻣﻨﻲ ﺍﻧﺖ ﺍﻟﻤﻘﺪﻡ ﻭﺍﻧﺖ ﺍﻟﻤﺆﺧﺮ ﻭﺍﻧﺖ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺷﺊ ﻗﺪﻳﺮ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﻲ ﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺫﻧﺐ ﺗﺒﺖ ﺍﻟﻴﻚ ﻣﻨﻪ ﺛﻢ ﻋﺪﺕ ﻓﻴﻪ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﺑﻤﺎﺍﺭﺩﺕ ﺑﻪ ﻭﺟﻬﻚ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﻓﺨﺎﻟﻄﺘﻪ ﺑﻤﺎ ﻟﻴﺲ ﻟﻚ ﺑﻪ ﺭﺿﻰ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﺑﻤﺎ ﻭﻋﺪﺗﻚ ﺑﻪ ﻧﻔﺴﻲ ﺛﻢ ﺍﺧﻠﻔﺘﻚ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﺑﻤﺎﺩ ﻋﺎﻟﻲ ﺍﻟﻴﻪ ﺍﻟﻬﻮﻯ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺮﺧﺺ ﻣﻤﺎﺍﺷﺘﺒﻪ ﻋﻠﻲ ﻭﻫﻮ ﻋﻨﺪﻙ ﻣﺤﻈﻮﺭ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻌﻢ ﺍﻟﺘﻲ ﺍﻧﻌﻤﺖ ﺑﻬﺎﻋﻠﻲ ﻓﺼﺮﻓﺘﻬﺎ ﻭﺗﻘﻮﻳﺖ ﺑﻬﺎﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻰ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻣﻦ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﺍﻟﺘﻲ ﻻﻳﻐﻔﺮﻫﺎ ﻏﻴﺮﻙ ﻭﻻﻳﻄﻠﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﺣﺪ ﺳﻮﺍﻙ ﻭﻻﻳﺴﻌﻬﺎ ﺍﻻﺭﺣﻤﺘﻚ ﻭﺣﻠﻤﻚ ﻭﻻﻳﻨﺠﻲ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻻﻋﻔﻮﻙ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻳﻤﻴﻦ ﺣﻠﻔﺖ ﺑﻬﺎ ﻓﺤﻨﺜﺖ ﻓﻴﻬﺎﻭﺍﻧﺎ ﻋﻨﺪﻙ ﻣﺄﺧﻮﺫ ﺑﻬﺎ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻳﺎﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻧﺖ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻧﻲ ﻛﻨﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻴﻦ . ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻳﺎ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻧﺖ ﻋﺎﻟﻢ ﺍﻟﻐﻴﺐ ﻭﺍﻟﺸﻬﺎﺩﺓ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺳﻴﺌﺔ ﻋﻤﻠﺘﻬﺎ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﺽ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺳﻮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻓﻲ ﻣﻸ ﻭ ﺧﻸ ﻭﺳﺮ ﻭﻋﻼﻧﻴﺔ ﻭﺍﻧﺖ ﺍﻟﻲ ﻧﺎﻇﺮ ﺍﺫﺍ ﺍﺭﺗﻜﺒﺘﻬﺎ ﺗﺮﻯ ﻣﺎ ﺍﺗﻴﺘﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺼﻴﺎﻥ ﺑﻪ ﻋﻤﺪﺍ ﺍﻭ ﺧﻄﺄ ﺍﻭ ﻧﺴﻴﺎﻧﺎ ﻳﺎ ﺣﻠﻴﻢ ﻳﺎﻛﺮﻳﻢ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻳﺎ ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻧﺖ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺍﻧﻲ ﻛﻨﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻴﻦ . ﺭﺏ ﺍﻏﻔﺮﻟﻲ ﻭﺍﺭﺣﻤﻨﻲ ﻭﺗﺐ ﻋﻠﻲ ﻭﺍﻧﺖ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻭﺟﺒﺖ ﻋﻠﻲ ﻓﻲ ﺍﻧﺎﺀ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﻭﺍﻃﺮﺍﻑ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻓﺘﺮﻛﺘﻬﺎ ﻋﻤﺪﺍ ﺍﻭ ﺧﻄﺄ ﺍﻭ ﻧﺴﻴﺎﻧﺎ ﺍﻭ ﺗﻬﺎﻭﻧﺎ ﻭﺍﻧﺎ ﻣﺴﺆﻝ ﺑﻬﺎ ﻭﻣﻦ ﻛﻞ ﺳﻨﺔ ﻣﻦ ﺳﻨﻦ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﻭﺧﺎﺗﻢ ﺍﻟﻨﺒﻴﻴﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﺘﺮﻛﺘﻬﺎ ﻏﻔﻠﺔ ﺍﻭ ﺳﻬﻮﺍ ﺍﻭ ﺟﻬﻼ ﺍﻭ ﺗﻬﺎﻭﻧﺎ ﻗﻠﺖ ﺍﻭ ﻛﺜﺮﺕ ﻭﺍﻧﺎ ﻋﺎﺋﺪ ﺑﻬﺎ ﻭﺍﺳﺘﻐﻔﺮﻙ ﻳﺎﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻧﺖ ﻭﺣﺪﻙ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻚ ﺳﺒﺤﺎﻧﻚ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻟﻚ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭﻟﻚ ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻭﻟﻚ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻭﺍﻧﺖ ﺣﺴﺒﻨﺎ ﻭﻧﻌﻢ ﺍﻟﻮﻛﻴﻞ ﻧﻌﻢ ﺍﻟﻤﻮﻟﻰ ﻭ ﻧﻌﻢ ﺍﻟﻨﺼﻴﺮ ﻭﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺍﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻠﻲ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
Bacaan latin istighfar Rajab
Bismillahirrahmaanirrahiim. Astaghfirullaahal’adzim 3x. Alladzi laa ilaaha ilaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaihi, min jamii’il ma’aashii wadzunuubi wa atuubu ilaihi, min jamii’i maa karihallaahu qaulaw wa fi’law wasam’aw wa bashharaw wa haadiiran. Allahumma innii astaghfiruka limaa qoddamtu wa maa akhkhortu wa maa asraftu wamaa asrortu wa maa a’lantu wamaa anta a’lamu bihii minni antal muqoddimu wa antal mu’akhiru wa anta ‘alaa kulli syai-in qodiir. Allahumma innii astaghfiruka min kulli dzanbin tubtu ilaika minhu tsumma udtu fiihi wa astaghfiruka bimaa aradtu bihii wajhakal kariima fa khaalathuhuu bi maa laisa laka bihii ridlaw wa astaghfiruka bimaa wa’adtuka bihii nafsii tsumma akhlaftuka wa astaghfiruka bimaada ‘aalii ilaihil hawaa min qoblir rukhashi mim masytabaha ‘alayya wa huwa ‘indaka mahzhuuruw wa astaghfiruka minan ni’amil latii an ‘amta bihaa ‘alal ma’aashii wa astaghfiruka minadz dzunuubillatii laa yaghfiruhaa ghairuka wa laa yath-thali’u ‘alaihaa ahadun siwaaka wa laa yasa’uhaa illaa rahmatuka wa hilmuka wa laa yunjii minhaa illaa ‘afwuka wa astaghfiruka min kulli yamiinin halaftu bihaa fa hanats-tu fiihaa wa ana ‘indaka ma’khuudzun bihaa wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin. Wastaghfiruka yaa laa ilaaha illa anta ‘aalimul ghaibi wasy syahaadati min kulli sayyi-atin ‘amiltuhaa fii bayaadlin nahaari wa sawaadil laili fii mala-iw wa khala-iw wa sirriw wa’alaaniyatiw wa anta ilayya naazhirun idzartakabtuhaa taraa maa aataituhuu minal’ishyaani bihii ‘amdan au khathaa-an au nisyaanay yaa haliimu yaa kariimu wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiina. Rabbigh firlii warhamnii wa tub’alayya wa anta khairur raahimiina wa astaghfiruka min kulli fariidlatil wajabat ‘alayya fii anaa-illaili wa athraafin nahaari fa taraktuhaa ‘amdan au khata-an au nisyaanan au tahaawunaw wa ana mas-uulum bihaa wa min kulli sunnatim min sunani sayyidil mursaliina wa khaatamin nabiyyiina muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama fa taraktuhaa ghaflatan au sahwan au jahlan au tahaawunan au katsurat wa ana ‘aa-idum bihaa wa astaghfiruka yaa laa ilaaha illa anta wahdaka laa syariika laka subhaanaka rabbil ‘aalamiina lakal mulku wa lakal hamdu wa lakasyukru wa anta hasbunaa wa ni’mal wakiilu ni’mal maulaa wa ni’mannashiiru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil’ aliyyil’azhiimi wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadiw wa aalihi wa shahbihii wasallama tasliiman katsiiraw wal hamdu lillaahi rabbil’aalamiin.
Terjemahan istighfar Rajab
Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung 3x yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi berdiri sendiri. Aku bertaubat kepada-Nya dari segala maksiat dan dosa. Aku bertaubat kepada-Nya dari segala yang Allah benci, baik berupa perkataan, perbuatan, pendengaran, penglihatan, maupun perasaan. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampun terhadap apa-apa (dosa-dosa) yang telah lalu maupun yang kemudian, baik (dosa yang aku perbuat) keterlaluan, (dosa) yang aku sembunyikan, (dosa yang aku perbuat) secara terang-terangan, maupun apa-apa (dosa-dosa) yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Pemula, Engkaulah Yang Maha Akhir, dan hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Ya Allah sesungguhnya aku memohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa, aku bertaubat kepada-Mu dari dosa yang aku lakukan lagi. Aku memohon ampun kepadamu terhadap apa-apa yang aku maksudkan untuk berbakti kepada-Mu, Yang Maha Mulia, namun tercemari oleh apa-apa yang tidak Engkau ridhoi. Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang telah aku janjikan kepada-Mu kemudian aku khilaf kepada-Mu. Aku memohon ampun kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau serukan kepadaku, namun aku menyepelekannya. Aku mohon ampun kepada-Mu dari segala nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku namun aku menyalahgunakannya dijalan maksiat. Aku memohon ampun kepada-Mu dari segala dosa yang tidak ada yang dapat mengampuninya selain-Mu, dan janganlah memperlihatkannya kepada seorangpun selain-Mu, dan tidak ada yang dapat melapangkannya kecuali rahmat-Mu dan kesantunan-Mu, serta tidak ada yang dapat selamat darinya kecuali ampunan-Mu. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada junjunan kita, Nabi Muhammad saw., juga keluarganya, para sahabatnya dengan keselamatan yang banyak. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.